Bersabar Dalam Luka (Perjodohan)

Bersabar Dalam Luka (Perjodohan)
166. Masa Lalu Mamah Wina


__ADS_3

°°°


POV mamah Wina


Aku terpaksa pulang ke Indonesia karena tiba-tiba kartu black card yang aku pegang tidak bisa digunakan lagi. Walaupun sebenarnya aku masih ingin berlibur dan bersenang-senang. Ya aku memang ibu yang paling jahat sedunia, karena aku sudah lama meninggalkan putriku seorang diri tanpa pernah bertanya bagaimana keadaannya.


Aku tidak membenci putriku tapi aku membenci ayah kandung dari putriku yang sudah menghancurkan hidupku. Dulu aku wanita baik-baik dan disegani oleh orang-orang, banyak yang ingin mempersunting ku dari orang biasa sampai pengusaha.


Sampai suatu saat hadir laki-laki brengseek yang katanya ingin menjadikan aku miliknya. Aku menganggap pria itu gilaa dengan obsesinya. Bahkan pria itu seringkali mengikuti ku kemanapun aku pergi.


Aku merasa takut, sebagai gadis muda yang diikuti pria asing kemanapun. Kadang aku sampai tidak berani keluar rumah.


Sampai suatu hari ada pengusaha kaya dan tampan yang datang ke rumah membawa lamaran. Tanpa pikir panjang aku menerima lamaran itu. Toh pria itu tampan, kaya dan mapan aku tidak perlu khawatir akan masa depanku lagi. Dan yang terpenting aku bisa aman dari stalker yang selalu mengikuti ku.


Namun, pikiranku tidak sesuai harapan. Di saat malam pengantin seseorang menculikku dan mengambil kesucianku yang seharusnya aku persembahkan untuk suamiku. Aku tidak tau siapa orang itu, orang yang tega melakukan hal keji itu padaku.


Penderitaan ku tidak berhenti sampai disitu, tiba-tiba suami dan keluargaku memergokiku dalam keadaan yang memalukan. Saat aku dititik yang paling terpuruk, laki-laki yang baru tadi siang resmi menjadi suamiku melayangkan kalimat yang membuatku ingin mengakhiri hidupku saat itu juga.


"Mulai saat ini kita bukan lagi suami istri, kau sudah kotor. Tidak pantas lagi menjadi istriku."


Bagai petir yang menyambar, seketika hatiku hancur lebur mendengarnya.


Hari-hariku selanjutnya begitu sulit, semua orang memandang rendah dan menganggap aku wanita hina. Yang lebih buruknya lagi, keluargaku sendiri mengusir ku dari rumah saat mengetahui kalau aku hamil.


Sungguh siapa wanita yang tidak hancur menghadapi itu semua. Aku harus berjuang sendiri, dengan keadaan aku sedang hamil. Tidur di jalanan, di teras toko dan dimana pun aku bisa tidur. Tak jarang aku di tuduh pencuri atau orang gila.

__ADS_1


Sampai suatu malam, saat hujan lebat. Aku benar-benar sudah tidak tahan lagi dengan kehidupan ku. Apa lagi perutku yang semakin besar dan sebentar lagi melahirkan. Aku sungguh putus asa dan berniat mengakhiri hidupku dengan loncat ke bawah jembatan yang di bawahnya mengalir deras aliran sungai. Aku pastikan aku tidak akan selamat kalau tubuhku terjatuh ke bawah sana, tapi itu lebih baik menurutku dari pada harus hidup dengan hina.


Aku sudah membulatkan tekad ku untuk loncat tapi lagi-lagi takdir berkata lain. Seseorang menyelamatkan ku, dia menarik tubuhku dan membawaku ke pelukannya. Aku menangis dan memberontak, aku tetap ingin loncat.


Siapa sangka kalau orang itu adalah laki-laki yang yang sudah menghancurkan hidupku. Dia datang tiba-tiba saat aku sudah sangat terpuruk, lalu dimanakah dia dari kemarin. Aku tidak mau ambil pusing, aku lebih memilih untuk tetap loncat dari pada di permainankan takdir.


"Ayo kita menikah, aku akan bertanggung jawab."


Sebuah kalimat yang begitu melegakan tapi nyatanya itu adalah awal dari penderitaan ku yang lainnya.


Awalnya pernikahan kami berjalan layaknya sepasang suami istri yang saling mencintai. Aku pun mulai menerima pria itu sebagai suamiku. Pria itu juga memperlakukan ku dengan baik. Walaupun ada yang mengganjal di hatiku saat ia mengatakan kalau dia sangat menginginkan anak laki-laki.


Saat itu aku menjawab, "Mau laki-laki atau perempuan sama saja. Kita harus menyayangi anak kita."


Pria itu diam dan memilih untuk pergi. Aku tidak ambil pusing, pikirku nanti kalau sudah lahir juga apa saja jenis kela*minnya pasti pria itu akan menyayangi anaknya. Menurutku saat itu tidak mungkin kan, seorang ayah tidak menyayangi putrinya.


Tidak lama suara tangisan bayi menggema, air mata haru membasahi wajah ku berantakan setelah berjuang melahirkan anak itu.


Aku melihat perubahan raut wajah pria itu saat melihat kalau anak yang aku lahirkan adalah perempuan. Dia pergi begitu saja tanpa peduli padaku yang masih lemas kehilangan tenaga, untunglah ada tetangga sekitar yang menemani ku.


Hari demi hari, hidupku tak kunjung membaik. Laki-laki itu mulai bersikap tak wajar, mabuk-mabukan bahkan main tangan. Tidak apa-apa kalau aku yang dipukul tapi dia bahkan dengan tega memukul putrinya sendiri yang masih bayi. Aku sudah tidak sanggup menjalani kehidupan rumah tangga bagai neraka itu. Aku memutuskan untuk pergi dari rumah membawa putriku.


Siapa sangka di tengah jalan kepergian ku, pria itu menyusul dan menyeretku kembali. Aku tidak mau tapi aku tidak punya tenaga apalagi saat pria itu mengancam akan melenyapkan putriku. Sebagai seorang ibu, aku tentu tidak mau hal itu terjadi.


Penderitaan ku semakin bertambah saat pria itu menjualku pada seorang mucikari dan menjadikan aku Pela*cur di rumah bordil nya. Aku ingin kabur, aku ingin pergi tapi lagi-lagi gadis kecil tidak bersalah itu membuat aku bertahan dalam dunia itu.

__ADS_1


Dalam beberapa bulan aku menjadi primadona di tempat Pela*curan itu. Bos-bos besar setiap malam bergantian mendatangiku. Aku mulai menikmatinya, apalagi di tempat itu pria yang masih berstatus sebagai suamiku tidak bisa lagi menyiksaku.


Sampai suatu saat aku bertemu dengan pengusaha ternama yang memperlakukan ku dengan sangat baik bahkan tak segan memanjakanku. Pengusaha itu juga sangat sering datang hanya untuk mendapatkan servis terbaikku. Hingga suatu saat perasaan kami semakin dalam yang awalnya hanya ada hubungan saling menguntungkan kini berubah jadi saling ingin memiliki.


Kami menikah secara siri, setelah pengusaha itu membantuku mengurus surat cerai dari suami laknak itu. Aku bebas, akhirnya aku bisa bebas dari laki-laki itu dan juga bebas dari rumah bordil yang membelenggu.


Hubungan kami sangat harmonis, pria itu yang sekarang menjadi ayah tiri putriku juga menerima keberadaan Febby. Aku sungguh bahagia, hidupku sudah berubah.


Namun, lagi-lagi kebahagiaan ku tak bertahan lama. Suatu ketika seorang wanita datang ke rumah kami dan mengatakan kalau dia adalah istri sah dari suamiku dan ternyata wanita itu adalah teman baik semasa sekolah ku. Dia itu memaki dan menyerangku membabi-buta, sedangkan suamiku tidak bisa berbuat apa-apa karena takut kalau wanita itu akan menceraikannya. Ya ternyata harta dan kekayaan nya adalah milik temanku.


Aku malu sungguh... katanya pria itu duda tapi nyatanya punya istri dan istrinya sahabatku sendiri. Kenapa takdir begitu kejam padaku, kenapa hidupku sebercanda itu.


Semua ini berawal dari pria brengseek yang sudah menghancurkan hidupku, ya pria itu ayah kandung putriku.


Itulah mengapa aku tidak bisa begitu care pada putriku sendiri. Setiap kali melihat wajahnya aku selalu teringat penderitaan ku. Wajar bukan kalau aku tidak begitu peduli dengan putri dari pria yang sudah menghancurkan hidupku.


POV end


to be continue...


°°°


Kok pikiran Mamah Wina begitu si, mengsedihkan jadi Febby. Jadi awal mula keburukan Febby karena kurangnya kasih sayang ibu ya...


Like komen dan bintang lima 😍😍

__ADS_1


❤️❤️❤️


__ADS_2