Bersabar Dalam Luka (Perjodohan)

Bersabar Dalam Luka (Perjodohan)
130. Semakin Besar (Warning! Area panas)


__ADS_3

°°°


Blup blup blup


Hentakan demi hentakan Mike lakukan di dalam air, dia ingin membuktikan bagaimana kemampuannya pada perempuan yang sudah menganggapnya biasa saja.


"Aahhh... Miky... " Rancauan Febby tak karuan tak kala Mike semakin mempercepat ritme permainannya.


Gilaa, aku belum pernah merasa puas seperti ini. Bahkan aku sudah melakukan pelepasan berkali-kali tapi laki-laki ini belum sekalipun. Seberapa kuat miliknya bertahan sebenarnya.


Mike terus memompa tubuh Febby dari belakang, tangannya tidak lupa mere-mas dada yang sudah menantang sejak tadi. Benar dugaannya, memang benar jika ukurannya sudah semakin besar dari terakhir ia memegangnya.


Aku jadi penasaran, apa air susunya sudah keluar.


Mike pun membalikkan tubuh Febby hingga mereka berhadapan, dengan sekali gerakan dia mendorong tubuh Febby hingga terpojok di dinding kolam.


"Bagaimana, apa masih belum terkesan," ujarnya di telinga Febby, membuat wanita itu merinding geli.


Tapi bukan Febby namanya kalau tidak mencari gara-gara. Dia pun mengucapkan kata-kata yang membuat Mike semakin terbakar gairah.


"Aku akui, itu cukup besar. Tapi permainanmu masih biasa saja."


Mike langsung melu mat bibir itu rakus, bibir yang sejak tadi menantang kemampuannya. Dari tadi memang dia langsung memasukkan miliknya yang sudah menegang pada liang milik Febby. Seperti saat itu, tadi pun rasanya masih susah untuk memasukinya.


Mungkin yang dimaksud Febby adalah dia kurang menikmati permainan karna tanpa pemanasan Mike langsung memompanya.


Febby tidak mau kalah, dia yang sudah sangat lihai pun membalas ciuman itu. Saling melilit dan menyesap, keduanya larut dalam permainan yang semakin panas.


Setelah puas bermain lidah, Mike menjauhkan bibirnya yang terasa kebas akibat liarnya permainan Febby. Tapi dia ingat sesuatu, saat ini wanita itu sedang hamil dan tidak baik terlalu lama di kolam renang seperti itu.


Terlihat jelas raut kekecewaan di wajah Febby yang merasa masih kurang.


"Kita teruskan di kamar, tidak baik untuk kandunganmu jika terlalu lama di dalam air."

__ADS_1


Febby tersentuh oleh ucapan Mike yang perhatian padanya. Baru kali ini ada pria yang memperlakukannya dengan baik, walaupun ia yakin jika pria itu sudah sangat bergairah tapi masih kepikiran untuk pindah tempat.


Mike mengangkat tubuh Febby dan mulai berjalan keluar dari kolam.


"Apa kita akan keluar dalam keadaan begini?" tanya Febby, ya mereka saat ini tidak berbalut kain apapun, bagaimana jika ada yang melihat.


"Kau masih punya malu juga ternyata." Mike terkekeh.


Sontak Febby memukul dada pria itu, "Tentu saja, walaupun aku sudah gilaa tapi tidak mungkin membiarkan sembarangan orang melihat tubuhku."


"Lalu kenapa kamu berenang menggunakan bikini seperti itu, apa kamu tidak malu jika ada yang melihat." Tanpa disadari, Mike malah menunjukkan sisi posesifnya pada Febby.


"Jadi kau cemburu kalau ada yang melihat tubuhku?" tanya Febby, sungguh dalam hatinya kini sangat berbunga saat mengetahui jika ayah dari anaknya ternyata posesif padanya.


"Tidak... aku hanya...," Mike menghentikan ucapannya saat Febby tiba-tiba mencium bibirnya, dia pun dengan senang hati membalasnya.


"Aku senang kalau kau cemburu, baru kali ini ada laki-laki yang posesif padaku." Febby menelusupkan kepalanya di leher pria itu.


Mike pun tersenyum tipis, lalu dia melanjutkan langkahnya keluar dari kolam itu. Untunglah tadi dia sudah menyuruh bibi untuk memperingati para pelayan untuk tidak ke area kolam jadi mereka bisa bebas bergerak. Dia menuju pintu yang menghubungkan langsung ke kamarnya.


"Aku sedang menaiki tangga sekarang, kau bisa terjatuh kalau banyak bergerak." Ujar Mike setelah ciuman itu terlepas.


Febby sama sekali tidak mendengarkan ucapan Mike, ia kembali menyambar bibir laki-laki itu.


Mike pun mempercepat langkahnya agar bisa segera sampai ke kamar. Dia tidak mau membahayakan nyawa ibu hamil yang tidak mau mendengarkan ucapannya itu.


Sampai dikamar, Mike langsung merebahkan tubuh Febby diatas ranjang kamarnya tanpa melepaskan tautan bibir mereka. Sementara Febby semakin menggila, dia merasa berbeda saat bercumbu dengan ayah dari anaknya itu. Dia sangat menikmati dengan rasa yang tidak bisa ia jelaskan.


Setelah puas saling bertukar saliva, Mike pun mulai turun ke leher. Tidak lupa melu-maat daun telinga yang berhasil membuat Febby menegang. Tanda-tanda kepemilikan juga laki-laki itu tinggalkan di leher, dan kini ciumannya turun ke dada yang sangat membuatnya penasaran.


"Ini semakin besar, apa dalaman yang aku siapkan muat," ujarnya seraya menangkup dan meremas benda itu.


Febby pun semakin dibuat melayang oleh sentuhan Mike pada titik-titik sensitifnya.

__ADS_1


"Sekarang masih muat tapi tidak tau kedepannya," jawab Febby dengan nada yang menggoda.


"Benarkah, apa sekarang juga sudah keluar air su su nya?" tanya Mike yang masih mere-mas re mas gemas bulatan kenyal itu.


"Cobalah." Febby yang sudah tidak tahan pun membusungkan dadanya agar Mike melakukan lebih. Tentu saja pria itu menyambutnya dengan senang hati. Mike mulai mengulum pucuk yang mengeras itu, menghisap dan memainkan lidahnya.


Belum keluar ternyata. Pikirnya.


Suara-suara indah mulai memenuhi ruangan itu, Febby semakin menggila saat Mike berhasil membuatnya melayang. Dengan lihainya laki-laki itu membuat Febby mencapai puncaknya untuk kesekian kalinya hanya dengan lidahnya yang bermain di antara selang*kangannya.


"Aahhh... lakukan sekarang Miky... please..." Febby memohon ingin lebih. Dia ingin sesuatu yang sudah membuatnya ketagihan tadi. Sesuatu yang mampu memenuhi ruang jalan lahir anaknya nanti.


"Ulangi lagi, kau memanggilku apa." Mike semakin cepat memainkan lidahnya.


"Miky... please... masukkan sekarang... aahhh..."


Mike tersenyum puas melihat Febby menggila. Ia pun memenuhi keinginan wanita itu. Mike mulai dengan menggoda Febby, menggesekkan miliknya di bagian luar lubangnya.


"Aahhh Miky... aku ingin itu..." Wajah memelas Febby membuat Mike pun segera memasukkan miliknya.


Febby meliukkan tubuhnya dibawah kendali Mike yang sedang memutar miliknya yang sudah terbenam. Dan itu berhasil membuat Febby terbuai.


Akhirnya dengan ritme yang sedikit pelan, Mike menyelesaikan permainan mereka. Dia tidak berani bermain kasar, karena ada janin yang masih rentan di dalam perut Febby.


Mike mengusap pipi Febby yang sedang terlelap. Ada rasa sesal di dalam hatinya saat lagi-lagi ia malah menyentuh wanita dihadapannya. Bukan menyesal karena sudah melakukan hubungan intim tapi lebih pada hubungan mereka yang belum diperjelas.


Aku akan mengurus pernikahan kita secepatnya.


Mike menghujani wajah Febby dengan ciumaann.


to be continue...


°°°

__ADS_1


Febby 🙈🙈


Author mau kabur laahhh... kamu udah bikin author malu Feb.


__ADS_2