Bersabar Dalam Luka (Perjodohan)

Bersabar Dalam Luka (Perjodohan)
128. Sesuatu yang Sesak Di Dalam Celana


__ADS_3

°°°


Tok, tok tok


"Masuk," ujar Revan, dia sudah bisa menebak siapa yang datang pasti assistennya.


Benar saja Mike datang ke ruangannya tepat jam lima sore seperti sebelumnya.


"Ada apa Mike, apa kau mau ijin pulang cepat lagi hari ini," tebak Revan.


"Benar Tuan dan ini berkas yang sudah aku lihat tinggal anda tandatangani." Mike meletakkan beberapa berkas di atas meja kerja Revan.


"Bukannya nanti malam kita ada makan malam dengan klien, lalu aku harus pergi sendiri?" Revan mengetuk meja.


"Saya sudah reservasi tempatnya Tuan, saya juga sudah menghubungi pihak klien. Anda tinggal datang kesana." Mike masih berdiri tegap tanpa rasa bersalah, padahal atasannya saat ini sedang kesal padanya.


"Bisa tidak kau katakan padaku apa alasanmu selalu pulang cepat, apa kau tidak menganggap aku ini atasanmu."


"Maaf Tuan, tapi saya sudah ijin pada tuan besar." Mike tidak terbiasa menceritakan masalah pribadinya pada orang lain yang baru ia kenal, meski itu adalah cucu dari kakek Tio sekalipun.


"Tapi saya kan aku juga perlu tau Mike, kalau tidak penting kamu tidak bisa meninggalkan pekerjaanmu begitu saja," tatap Revan penuh selidik, Aku yang baru saja menikmati malam pertama dengan istriku saja tidak bisa pulang cepat.


"Maaf Tuan, kalau anda tidak nyaman dengan kinerja saya. Anda bisa protes pada tuan besar." Mike tidak ingin memperdebatkan hal kecil, ia yakin jika sudah mengatakan itu Revan pasti tidak mendesaknya lagi.


"Jangan mentang-mentang kakek ada dipihakmu, kamu jadi seenaknya Mike. Bagaimanapun menemani ku lembur dan bertemu klien adalah tugasmu. Begini saja kamu carikan aku sekretaris, agar bisa menggantikanmu jika sedang tidak ada di kantor." Pasrah Revan. Protes pada kakek juga percuma.


"Baiklah Tuan, besok saya akan carikan jika bisa membuat Tuan nyaman. Saya permisi..." Mike pun pamit.


"Hmmm..."


Kenapa di kantor ini assisten malah seenaknya, bukannya atasan yang seharusnya begitu.

__ADS_1


Revan tidak habis pikir pada assistennya sendiri.


,,,


Mike sedang mengendarai mobil untuk segera pulang ke rumah. Ada Febby di rumahnya membuat Mike lebih semangat untuk pulang, dia seperti menemukan alasan untuk pulang dan Febby kah tempat ia pulang sekarang.


Sebelumnya dia sudah bertanya apa ada yang wanita itu ingin makan, tapi katanya tidak ada. Jadilah Mike hanya membelikan makanan yang asal saja, siapa tau Febby menyukainya. Karna saat ini wanita itu sedang mengandung, sudah semestinya lebih banyak makan agar tubuh dan janinnya sehat.


Membayangkan sebentar lagi akan menjadi ayah membuatnya tersenyum bahagia.


Aku kira selamanya aku akan hidup sendiri, tidak menyangka jika akan ada anak dalam hidupku.


Ya... Mike sendiri juga bingung saat dia merasa sama sekali tidak punya rasa tertarik pada lawan jenis. Padahal banyak wanita cantik yang mendekatinya. Tidak menyangka jika Febby lah yang berhasil membangunkan gairah yang lama terpendam.


Tidak peduli apa masa lalu Febby, Mike berjanji akan menjaga dan melindunginya. Menjadikannya wanita satu-satunya yang ada di hati Mike.


Tiba-tiba Mike ingat dengan status mereka yang belum jelas, hanya tinggal satu rumah tanpa ada hubungan apapun. Ia tidak ingin masyarakat menganggap Febby wanita yang tidak benar yang hamil diluar nikah. Secepatnya ia akan mendaftarkan pernikahan mereka, Mike juga tidak ingin nanti anaknya tidak bisa menyandang nama belakangnya.


"Sore Tuan," sapa bibi pelayan.


"Dimana wanita itu?" tanya Mike seraya melihat sekeliling.


"Nona Febby ada di belakang Tuan, dia sedang berenang." Terang bibi.


"Berenang?" Mike mengerutkan keningnya, pikirannya sudah kemana-mana. Di rumah ini selain ada bibi juga ada pekerja pria juga bagaimana jika ada yang melihat tubuh Febby selain dirinya.


"Iya Tuan," angguk bibi.


"Bi, tolong simpan ini dan suruh semua pelayan menyingkir dari belakang. Jangan ijinkan siapapun ke belakang." Setelah memerintahkan bibi, Mike bergegas menyusul Febby dengan langkah lebar dan dada bergemuruh. Bisa-bisanya perempuan itu sangat ceroboh, apa dia tidak tau jika ayah dari anaknya sangat posesif.


Sementara bibi yang mau menyampaikan informasi pun mengurungkan niatnya, dia malah tersenyum melihat kecemburuan tuannya.

__ADS_1


Padahal tanpa disuruh juga saya sudah menyuruh para pria menyingkir, Tuan. Anda sangat mencintai nona Febby ternyata.


Febby sedang bergerak kesana-kemari di kolam renang, rasanya berenang sedikit menenangkan pikirannya. Dia seperti bebas lepas tanpa beban di dalam air.


Tepat saat Mike sampai di belakang rumah, Febby menyembulkan kepalanya hingga sebatas dada.


Mike ternganga sekaligus terpesona oleh wajah cantik Febby yang basah oleh air, dimatanya perempuan itu terlihat semakin seksi saat pose seperti itu. Dan dari yang Mike lihat, saat ini pasti tubuh Febby hanya terbalut baju renang dengan model bikini. Yang hanya menutupi bagian dadanya dan bagian sensitifnya.


Seketika Mike mengusap wajahnya, baru memikirkan hal itu saja sudah membuat celananya terasa sesak. Tidak bisa ia bayangkan jika melihatnya langsung, untung saja saat ini sebagian tubuh Febby ada di dalam air.


Ohh... kenapa kau sangat cepat bereaksi.


Febby, perempuan yang dengan wajah tidak bersalah itu malah membuat gerakan-gerakan erotis di depan Mike. Tapi sungguh Febby tidak sadar jika saat ini sedang ada yang memperhatikannya, karena setau dia tadi sudah menyuruh bibi untuk melarang para pelayan ke daerah belakang rumah.


Tubuh Mike semakin berkeringat saat melihat tubuh basah Febby yang terbuka meliuk-liuk di air. Naik turun, ke atas dan kedalam air dengan gerakan yang menggoda kaum laki-laki.


Shiiittt... apa yang sedang wanita itu lakukan, sedang menggoda siapa dia.


Mike mulai melonggarkan dasinya dan membuka kancing kemejanya, tubuhnya terasa amat gerah hanya dengan melihat pemandangan di depan matanya.


Ini tidak bisa dibiarkan, jika melihatnya terus aku bisa gilaa. Kesal Mike, dia bisa saja langsung masuk kedalam air dan memberikan sedikit pelajaran pada Febby agar tidak lagi berbuat seperti itu di tempat terbuka. Tapi dia takut tidak bisa menahan lebih lama lagi hasratnya yang sudah menggebu. Apalagi sudah lama sejak kejadian malam itu dia tidak pernah lagi melakukannya.


Ehh ternyata Miky sudah pulang, tapi kenapa dia menghadap ke sana.


Miky, panggilan itu selalu Febby pakai dalam hatinya tapi tidak berani jika mengatakannya langsung. Kecuali tidak sengaja seperti waktu itu.


Jujur sampai sekarang dia juga bingung mau memanggil laki-laki itu dengan sebutan apa. Jika hanya dengan namanya rasanya sangat tidak sopan, mereka kan tidak sedekat itu.


to be continue...


°°°

__ADS_1


Panggil apa ya, kangmas aja Feb. Apa Mamase?? 🤣🤣


__ADS_2