Deep Heart

Deep Heart
100. Taring Max


__ADS_3

" Tidak... tidak... aku tak boleh kehilangan suamiku, aku tidak rela !!" ucap Sofia dalam hati


Belum Saga menyentuh gagang pintu, Sofia segera berlari mengejarnya....Sofia berlutut di depan kaki Saga dan menghalanginya keluar


" Jangan pergi dulu suamiku, ada yang ingin kubicarakan .... tolong kita bicara dulu sebentar !!" pinta Sofia dengan air mata di kedua pipinya, akhirnya Saga kembali duduk di kursi... ia ingin mendengar apa lagi mau nya Sofia


" Katakan apa maumu !! aku mau latihan " ucap Saga


" Aku tau aku salah dengan masa laluku suamiku....tapi semenjak kita menikah , aku tak pernah lagi melakukannya... sungguh !! tolong maafkan masa laluku aku berjanji tak akan memaksamu melakukannya denganku tapi jangan ceraikan aku, aku akan menjadi istri yang baik untukmu !!" pinta Sofia


" menikah tanpa di cintai itu tidak enak Sofia ... " tolak Saga


" Aku bersedia suamiku... walau kau tak akan pernah mau mencintai aku, selama aku boleh berada di sisimu... mendampingi dan melayaniku suamiku.. tolonglah jangan ceraikan aku, apa kata orang jika kau menceraikan aku dengan pernikahan kita yang baru seumur jagung... please !!" mohon Sofia lagi... Saga menghela nafas , benar juga apa yang di katakan Sofia... tak adil juga untuk Sofia jika di cerai tanpa salah


" Baiklah... Sofia, kita lihat sesabar apa kau menjalani pernikahan ini ...."


" Terimakasih suamiku... aku akan sangat baik padamu " ucap Sofia begitu senang


" Tapi ingat satu hal Sofia... jangan mencoba meminta lebih dari pertemanan dan jangan pernah untuk mencoba memberiku obat atau sihir apapun mengerti !!, jika kau melanggar aku tak akan segan padamu" tegas Saga, Sofia segera mengangguk berkali-kali... wajahnya begitu berseri-seri karena bahagia


Saga segera keluar....ia ingin melemaskan otot-otot nya, sudah 2 bulan ia tak memegang pedangnya dan mengayunkannya pada lawan. Prajurit yang sudah datang sebagian juga berkumpul di lapangan.... mereka akan berlatih bersama dengan jendral mereka, ini adalah kegiatan rutin yang mereka lakukan sebagai pemanasan sebelum menuju perang berikutnya.


Pertandingan berlangsung dari siang hingga sore menjelang. Sofia dengan setia menonton dari pinggir lapangan, ia membawakan handuk dan menyediakan minum untuk suaminya dengan setia... walaupun wajahnya sampai memerah karena terkena sinar matahari namun ia tak keberatan karena ia begitu terpukau melihat tubuh Saga yang begitu berotot terlihat begitu mengoda dengan keringat di sekujur tubuhnya kini


" Suamiku minumlah dulu !!" ucap Sofia yang mendekat sambil membawakan segelas air....Saga hanya bisa mengambilnya dan meminumnya , tak mungkin ia menolaknya di depan semua orang..Sofia segera mengeringkan keringat Saga dengan handuk kecil di tangannya


" Sofia....!!" ucap Saga merasa tak nyaman dengan perhatian berlebihan dari Sofia


" Tidak apa-apa suamiku... aku hanya membantumu jangan marah ya !!" jawab Sofia sambil tersenyum manis


Sementara itu di kejauhan ... Xoga dan Sora juga menonton sambil memakan camilan


" Lihatlah Xoga betapa Sofia sangat perhatian dengan Saga , tak adil rasanya jika Saga memperlakukan Sofia seperti itu !!" protes Sora melihat bagaimana Sofia sangat perhatian pada Saga

__ADS_1


" Aku bisa melakukan apa Sora ?? kau tau sendiri bagaimana usahaku agar Saga mau menikahi Sofia...kini setelah mereka menikah , Sofia lah yang harus berusaha membuka hati Saga ... aku tak bisa memaksa rasa cinta Sora , aku bukanlah dewa cinta " sahut Xoga kesal... Xoga lalu berdiri dan berjalan menuju lapangan


" Kau mau kemana suamiku ??" tanya Sora


" Aku akan bergabung dengan Saga... sudah lama juga aku tak berkeringat " sahutnya lalu meninggalkan Sora seorang diri


Tak lama seorang prajurit mendekat


" Permaisuri Sora ada yang mencari anda !!" lapornya


" Siapa ??" tanya Sora


" Teman anda ....saya tidak tau namanya, dia menunggu anda di taman !!" lapor prajurit tersebut, Sora segera berdiri dan berjalan menuju taman tanpa diikuti dayang karena Sora merasa aman saja masih di wilayah istananya.


Sora berjalan di lorong menuju taman, tiba-tiba saja tangannya di tarik seseorang memasuki ruang baca yang dilewatinya


" Aww... lepaskan aku ...to emmmm!!" suara Sora hilang karena mulutnya di bekap oleh tangan seseorang, Sora hanya bisa melotot dan meronta


" Shuuut.... sayang ini aku, jangan berteriak !!" terdengar bisikan suara bariton yang begitu di kenal Sora, siapa lagi jika bukan Max


" Itu aku sayang !!"


" Apa...?? apa maumu mengapa kau menyamarkan berita ?!" protes Sora , Max memepetnya ke dinding sambil tersenyum


" Aku sedang sangat ingin bercinta Sora..." pinta Max


" Apa kau gila Max... di siang hari seperti ini , jika ada yang melihat bisa mati aku... lepaskan aku Max !!" ucap Sora sambil meronta, entah mengapa Max begitu nekat kini


" Diamlah Sora....jika kau menurut , kita tak akan lama !!"


" Di sini tidak ada ranjang Max...bagaima..."


" Siapa bilang kita perlu ranjang Sora, banyak cara untuk bercinta Sayang....." bisik Max yang sudah meradang, sudah beberapa hari semenjak Xoga datang ia sulit untuk sekedar mendekati Sora membuatnya prustasi kala hanya bisa memandangi keindahan nan begitu sexy setiap hari tanpa bisa menjamahnya

__ADS_1


Max segera mengangkat gaun Sora dan menurunkan dalaman Sora sambil menciuminya dengan begitu rakus, hasratnya sudah di ubun-ubun kini, Sora hanya bisa mengigit bibirnya.. ia tak berani bersuara dan hanya bisa melotot tak percaya saat Max memasukinya dengan posisi mereka yang sedang berdiri


" Bagaimana bisa dia melakukannya seperti ini ???" cicit Sora tak percaya, kegiatan lacnut tersebut pun berjalan dengan lancar....dengan lihainya Max memasuki Sora dengan beberapa gaya sampai akhirnya ia puas dan kembali memenuhi rahim Sora dengan lahar panasnya.


Selesai memuaskan hasratnya ....Max kemudian pergi lebih dulu, ia berjalan sambil tersenyum puas menuju lapangan di mana semua orang sedang berlatih.


Sora masihlah di ruang baca... ia masih mengatur nafasnya yang memburu dan menenangkan dadanya yang berdegup begitu kencang. Max memang luar biasa....lelaki mesum itu tak pernah berhenti memberikan sensasi baru dalam percintaan mereka. Sora berjalan pelan sambil berpegangan pada dinding, kedua kakinya masihlah gemetaran akibat ulah Max.


🌼🌼🌼🌼


Max berjalan dan duduk di tempat di mana semula Xoga dan Sora duduk. Ia memperhatikan bagaimana Saga sedang bertarung melawan beberapa prajurit sedangkan Xoga terlihat berjalan ke arahnya... rupanya ia sudah selesai berlatih tadi.


" Apa kau ingin berlatih raja Max ??" tanya Xoga begitu duduk di sebelah Max


" Tidak... aku sudah berlatih tadi ..." sahutnya ambigu


" Lihatlah anakmu begitu setia mendampingi Saga berlatih " lanjut Xoga sambil menghapus keringatnya


" Hemm ya walaupun kasihan ia harus menelan kenyataan bahwa suaminya baru saja menikah lagi " jawab Max menohok Xoga


" Maaf raja Max " ucapnya kemudian


" Namun memang kau berbeda dengan Saga....Saga lebih terbuka dan mengakui semua perbuatannya dengan gentle, sedangkan kau..."


" Ada apa denganku Max ??" tanya Xoga


" Kau begitu pengecut....menghianati Sora yang begitu mencintaimu dengan berselingkuh dengan wanita lain dibelakang Sora , entah apa yang akan Sora lakukan jika mengetahuinya " kata-kata pelan dari Max namun mampu membuat jantung Xoga seakan hendak jatuh bergulingan di tanah


" Apa...??? apa yang kau maksud Max ??"


" Aku tau semua itu Xoga, bahkan aku tau siapa wanita itu....Astina... nama yang cantik bukankah begitu Xoga ?? " ucap Max dengan seringai di wajahnya membuat wajah Xoga langsung pucat


See you next eps

__ADS_1


Apakah yang akan terjadi selanjutnya sista...???


__ADS_2