
Sementara itu di kerajaan....
Setelah menunggu selama seminggu lamanya dan tak ada juga kabar mengenai keberadaan Jendral Saga berada , akhirnya Raja Sobaria dan putrinya Sophia kembali ke kerajaan mereka dengan perjanjian akan kembali setelah masa cuti Saga selesai.
Putri Sophia kekeh melanjutkan lamarannya pada Jendral Saga. Akhirnya Raja Xoga berjanji akan mengabari pihak kerajaan Sobaria jika Saga sudah di temukan, dan ia juga berjanji akan terus mencari keberadaan adiknya itu.
Setelah mendapat janji dari raja Xoga, rombongan kerajaan Sobaria kembali dengan hati puas . Sesampainya di kerajaannya Sophia segera memanggil peramal sekaligus penyihir kerajaannya.
" Salam tuan putri... apa yang bisa saya bantu ??" tanya nya sambil tersenyum miring, Maya sebenarnya sudah tau kegelisahan hati tuan putrinya , namun ia ingin mendengar langsung penjabaran dari putri Sophia
" Aku ingin mengetahui... dimana Jendral Saga berada sekarang !! kau tau kami ke kerajaannya dan melamarnya namun ia malah tak pulang...ia menghilang dengan alasan menolong sahabatnya entah di kerajaan mana... di langit ke tujuh kali π€π€ " ucapnya sambil mengomel ...
" Hemm begitu rupanya... baiklah tuan putri, hamba akan mencobanya " sahutnya...Maya segera menutup kedua matanya dan merapalkan mantranya. Mata batinnya berkelana mencari keberadaan Jendral Saga
Kekuatan Maya tak diragukan lagi, kini ia adalah peramal terbaik di negri itu... bahkan ia memiliki kemampuan sihir yang mempuni
Sudah 10 menit namun Maya belum juga membuka kedua matanya, Sophia menunggu dengan gelisah.
Rupanya niat Maya di halangi oleh para naga, namun kemampuan Maya bisa melewati rintangan itu walaupun tak mudah.
Maya akhirnya membuka kedua matanya... matanya begitu merah, karena marah... ya amarah Maya begitu besar begitu mengetahui apa yang sedang di lakukan oleh seorang Jendral Saga... pria yang diinginkan oleh putri kerajaannya.
" Bagaimana bibi... apakah kau sudah menemukan di mana dia ??" tanya Sophia begitu melihat mata Maya terbuka
" Maaf tuan putri... hamba di halangi oleh para Naga, rupanya jendral Saga memiliki salah satu dari mutiara naga hingga ia di lindungi oleh mereka, hamba tidak dapat mengetahui dimana Jendral berada kini.... namun hamba bisa melihat Jendral kini sedang bersama seorang gadis cantik... mereka sepertinya saling jatuh cinta " ucap Maya bergetar...
Mata Sophia langsung melotot... ia tak menyangka jendral Saga berbohong dengan mengatakan ia menolong temannya padahal ia bersama seorang gadis lain
" Siapa gadis itu bi... apa kau bisa melihat wajahnya, apakah ia cantik... lebih cantik mana aku atau dia ??" cecar nya sambil berkacak pinggang
__ADS_1
Maya menarik nafas panjang...
" Gadis itu masih begitu muda, jika di banding anda tentu saja anda jauh lebih cantik " sahutnya ...mau tak mau berbohong
" Jika aku jauh lebih cantik, mengapa Jendral Saga lebih memilih dia hah π€π€??" protes Sophia kesal, ia sangat kesal... dadanya rasa terbakar kini
" Gadis itu bermata biru seperti anda, rambutnya coklat dan kulitnya sangat putih... " jelas Maya lagi tambah membuat Sophia manyun
" Bibi.... aku kesal... aku tak mau jendral Saga bersama gadis lain, hanya denganku... Jendral Saga adalah milikku !!" ucapnya sambil menangis, Melihat Sophia menangis hati Mata ikut sedih... walau bagaimanapun Sophia bukan hanya putri dari raja.. namun ia adalah putri dari seluruh kerajaan
" Bibi... aku minta pisahkan mereka, buat Saga meninggalkan dia !!" titah Sophia
" Baiklah lah tuan putri, beri saya waktu saya akan memikirkan bagaimana cara menyingkirkan gadis itu " jawab Maya... Maya pun pamit untuk mencari petunjuk tentang cara menyingkirkan gadis itu.
Maya kembali ke peraduannya, ia menyiapkan beberapa sesembahan untuk mengetahui apa yang membuat Jendral Saga menyukai gadis itu di banding putri mereka . Semalaman Maya bersemedi dan akhirnya dari bisikan ghoip roh-roh yang di panggilnya, ia bisa mengetahui bahwa Jendral Saga sangat menyukai mata biru Amara.
Maya pun segera melaporkan penemuannya pada putri Sophia, putri Sophia bersedia memenuhi semua bahan dan persyaratan yang di perlukan oleh Maya.
" Apa yang akan bibi Maya lakukan pada gadis itu ?? apakah bibi akan membunuhnya ??" tanya Sophia penasaran
" Tidak tuan putri itu tidak perlu, jendral Saga sangat menyukai mata gadis itu yang terlihat begitu sejuk bak air terjun...hamba akan mengambil mata itu ha ha ha ha !!!" tawa Maya begitu mengerikan, siapapun akan bergidik mendengarnya namun tidak bagi Sophia. Ia tak pernah takut pada Maya karena ia tau Maya begitu setiap pada ayahnya.
Senyum Sophia mengembang begitu sempurna... ia tak perduli bagaimana cara ataupun proses nya, yang penting baginya ia selalu bisa mendapatkan apapun yang diinginkannya . Ya se-egois itulah pribadi seorang Sophia akibat di besarkan dengan semua kekayaan dan kemanjaan dari sekelilingnya.
Maya pun mulai beraksi... ia tak main-main kali ini, kebahagiann putri Sophia di pertaruhkan di sini
" Aku akan membuat kau buta gadis penganggu, Jendral Saga tak mungkin tetap menyukai dan akan mau merawatmu dengan kebutaanmu nanti ha ha ha ha ha !!!" gelak Maya sambil meracik semua bahan yang sudah didapatnya setelah sekian hari.
Di Tebing....
__ADS_1
Seminggu sudah berlalu, Saga sungguh-sungguh memuaskan hasratnya . Selama seminggu Amara bahkan belum ada keluar dari kamar....Saga mengurungnya dan bermanja-manja dengannya.
Amara kaget begitu mengetahui sifat asli seorang Jendral Saga..Jika di Medan perang ia begitu sangar dan kejam ternyata saat bersamanya.... Jendral Saga begitu manja, jika malam mau tidur... Saga selalu minta kepala dan punggungnya di elus oleh Amara. Amara juga tak di perkenankan memakai pakaian lengkap... ia hanya mengenakan piyama atau jubah menjuntai tipis yang sekedar menutupi tubuh sexynya itu, alasannya apa lagi ... tentu agar Saga mudah melepasnya π€£π€£wesssss sekarepmu lah Jendral...
Amara juga tak boleh jauh darinya, sedikit saja menghilang ... Saga akan mencarinya dengan heboh, ia begitu takut Amara akan menghilang ππ
" Jendral... memangnya Amara akan kemana ?? ini tempat terpencil dan saya tidak tau jalan !!" Amara sedikit mengomel saat Saga memarahinya karena ia berjalan ke taman di kamar Saga tanpa bilang saat Saga sedang tertidur
" Pokoknya jangan kau ulangi... beberapa hari ini perasaanku tak enak, seperti ada kejadian buruk yang akan terjadi padamu" ucap Saga sambil memeluk Amara, terdengar sekali bagaimana dada Saga berdegup kencang
Mendengar bagaimana Jendral Saga begitu khawatir padanya membuat Amara bahagia, ia berjinjit dan mencium sekilas bibir Saga sambil tersenyum
" Maaf....." cicitnya membuat kemarahan Saga menguap berganti menjadi hasrat....
Amara yang melihat hal itu segera melepaskan pelukannya dan berjalan menjauh, ia mendekati jendela dan memandangi hutan yang terlihat begitu indah dari kamar itu.
" Jendral.... kapan kita jalan-jalan keluar ??" tanyanya pelan....Saga pun mendekat dan memeluk Amara dari belakang, di ciuminya rambut Amara yang begitu halus dan lembut sambil memejamkan matanya
" Baiklah... besok kita akan jalan-jalan ke hutan dan berkemah di sana, bagaimana...kau mau ??" ajak Saga tanpa membuka matanya namun tangannya sudah meraba naik ke dada Amara dan bermain di situ membuat Amara merasa kegelian
" Jendral ja..... ahhhh....." des**** nya terdengar karena tiba-tiba Saga meremas si kembar dengan gemas, tanpa suara Saga langsung mengangkat Amara dan membawanya ke peraduan
" Mumpung belum gelap... setelah ini kita mandi bersama !!" ucapnya lalu menarik piyama yang di kenakan Amara. Sungguh Saga tak bosan melakukannya , ia selalu ingin dan ingin melakukannya pada Amara.
Desa*** kembali menghiasi kamar keduanya.
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya
__ADS_1