Deep Heart

Deep Heart
153. Ibu...???


__ADS_3

" Kenan.... siapkan pasukan... kita akan membumi hanguskan Mongun !!" titah Max begitu masa berkabung selesai


" Apa...?? ayah ingin berperang ?? tidak ayah... sudah Sofia bilang Saga tidak salah apapun !!" larang Sofia


" Hal ini bukan urusanmu Sofia...yang perlu kau tau Sora.. Amara dan seluruh Mongun harus binasa !!" sahut Max


" Ayah... benar kata Sofia, kita jangan mengorbankan banyak prajurit kita untuk menyelesaikan hal seperti ini, yang penting yang bersalah harus di hukum ....!!" sela Kenan


" Jadi....cara apa yang kau sarankan ??" tanya Max


" Kita akan mendatangi Mongun dan meminta mereka menyerahkan Saga untuk kembali pada Sofia jika mereka tak ingin peperangan terjadi....aku yakin mereka akan menyetujuinya " perkataan Kenan cukup masuk akal


" Lalu bagaimana dengan kak Sora... dia yang sebenarnya penyebab ini semua terjadi kak !!" protes Sofia yang tak rela Sora bebas begitu saja


" Masalah Sora.. kita serahkan pada ayah saja, kakak yakin ayah bisa menyelesaikan wanita licik itu... bukankah begitu ayah ??" ucap Kenan ... Max terdiam.


Sebenarnya dengan meninggalnya istrinya, jalannya untuk bersatu dengan Sora sangatlah luas namun rasa marahnya pada Sora membuatnya urung untuk itu... Sora harus menerima ganjaran darinya. Semabuk cintanya ia pada Sora... rasa cintanya yang murni pada istrinya jauh lebih besar.


" Baiklah... siapkan pasukan kita, kita akan mendatangi Mongun dan meminta persyaratan tersebut dan jika mereka menolak maka ayah akan meneruskan rencana ayah untuk membumi hanguskan Mongun !!" keputusan Max akhirnya keluar


" Buat surat tantangan perang pada Mongun dan antar segera dan kau Kenan.... kau yang bertindak sebagai jendral perang kali ini !!" titah Max


" Baik ayah !!" Kenan pun segera menyiapkan pasukan kerajaan Mongun


πŸ‘ΉπŸ‘ΉπŸ‘ΉπŸ‘Ή


Kepanikan dan tanda tanya besar terjadi di kerajaan Mongun, tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba saja kerajaan Sobaria mengirimkan tantangan perang pada mereka.


" Apa salah kita pada Sobaria ??" tanya Xoga pada Erden dan Sora... keduanya menggeleng


" Kita tidak bisa membiarkan perang terjadi dengan alasan yang tidak jelas... rakyat yang akan jadi korban ... aku akan ke Sobaria untuk menyelesaikan masalah ini !!" ucap Xoga


" Ee ayah... apa tidak sebaiknya kita hubungi paman Saga untuk membantu ??" tanya Erden


Tiba-tiba seorang mata-mata Mongun datang menghadap


" Paduka....hamba menghadap, hamba sudah mengetahui mengapa Sobaria ingin berperang dengan kerajaan kita !!" lapornya


" Katakan !!"

__ADS_1


" Jendral Saga telah berkirim surat , jendral menceraikan putri Sofia karena jendral telah mengetahui bahwa putri Sofia yang telah berbuat jahat pada selir beliau..Surat tersebut telah membuat permaisuri Soraya meninggal dan putri Sofia keguguran hingga membuat Sobaria berduka. "


" Apa....?? " ketiganya begitu kaget dengan keputusan sepihak Saga.. wajah Sora memucat


" Apakah Saga juga tau perihal dirinya yang memerintahkan Roxana ?? tapi kurasa tidak mungkin Saga tau.. Roxana sudah tidak ada , hanya Sofia saja yang tau " cicit Sora dalam hati


" Bagaimana mungkin Saga bertindak sejauh itu tanpa berdiskusi dulu dengan kita suamiku ??" ucap Sora


" Itu adalah hak paman ibu... aku juga tak akan Sudi punya istri yang jahat seperti itu !!" sahut Erden membuat Sora terdiam


" Paduka.... pasukan kerajaan Sobaria sudah bergerak ke mari, besok pagi mereka akan sampai !!" lapor mata-mata lagi


" Erden bersiaplah... kita harus menghadapi Sobaria apapun yang terjadi, kau akan bertindak sebagai jendral perang karena pamanmu sudah mengundurkan diri !!" titah Xoga


" Apa...?? mengapa kau tidak memberitahu kami Xoga !!" seru Sora kaget... Sora tak akan membiarkan putranya terluka untuk apapun itu, Erden harus tetap menjadi seorang raja kelak... jika perang tetap terjadi akan berbahaya untuk masa depan Erden.


" Saga sudah memenuhi semua janjinya dan sesuai janjiku aku memberi izin pada Saga untuk beristirahat setelah ia berhasil mengalahkan 4 kerajaan "


" Tapi Saga tidak bisa cuci tangan seenak ini suamiku !!"


" Kita tidak boleh serakah Sora... kita yang salah karena memaksa Saga untuk menikahi Sofia, maka sekarang tugas kita untuk menyelesaikan masalah yang kita buat . Saga sudah mengabdikan 30 tahun hidupnya untuk kerajaan... biarlah ia menikmati sisa hidupnya dengan tenang !!" ucap Xoga ... dengan kesal Sora kembali ke kamarnya , seorang dayang kepercayaannya mengejarnya dan memberikan sebuah surat padanya


Sora mengenali ciri khas surat tersebut ...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sofia sudah memberitahuku bahwa kau dalang di balik Roxana, kau adalah penyebab meninggalnya istriku Sora... kau.beserta semua anggota keluargamu juga rakyat Mongun akan mendapat hukuman setimpal dariku !!


Maxmalian


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Surat tersebut membuat Sora bergetar hebat... mengapa Max menuduhnya menyebabkan Soraya meninggal ?? apa Max sudah gila ??


Belum lagi sakit kepalanya hilang akibat ia yang sudah telah datang bulan kini masalah baru timbul....


" Panggilan tabib kemari !!" titah Sora....tak memakan waktu lama , tabib pun datang dan memeriksa Sora. Sora menghela nafas panjang setelah mendengar hasil pemeriksaan dari tabib.


Sora mendatangi satu persatu kamar anaknya lalu mengucapkan selamat tidur sampai akhirnya iapun memasuki kamar Erden.

__ADS_1


" Ada apa ini ke mari ??" tanya Erden heran


" Erden... apapun yang terjadi besok, ingatlah ibu sangat menyayangimu...!!" pesan Sora sambil memeluk Erden


" Ibu....?? ada apa sebenarnya ??" tanya Erden


" Turuti apa yang ibu katakan besok, apapun itu anakku... ingat kau harus menjadi raja di Mongun... pimpinan Mongun menjadi kerajaan yang lebih baik dari sekarang , ingat... ibu sangat mencintaimu dan juga adikmu " pesan Sora ambigu membuat Erden penuh tanda tanya.


🌿🌿🌿🌿


Pagi yang di nanti pun tiba....


Xoga dan Erden telah bersiap untuk mendatangi pasukan Sobaria di perbatasan kedua kerajaan..Keduanya dengan gagah berani diikuti semua panglima mereka memacu kuda ke perbatasan.


Di perbatasan telah menunggu Max dan juga Kenan. Gong terdengar saat Erden dan Xoga datang..kedua raja dan jendral perang akhirnya berhadapan.


" Apa kesalahan kami raja Max... hingga Sobaria mengajak kami berperang ??" tanya Xoga


" Saga telah mencoreng harga diri Sobaria, ia lebih memilih wanita biasa dari pada anakku yang berharga... surat nya juga telah membuat istriku sakit dan meninggal... aku menuntut tangung jawab Saga untuk itu 😑🀬!!" sahut Max dengan nada tinggi


" Kami yakin semua bisa di selesaikan tanpa perang paman... kasihan rakyat kita jika kita harus berperang !!" sela Erden


" Perintahkan Saga untuk kembali pada putriku dan membuang selirnya... maka kami akan menganggap masalah ini selesai !! " lanjut Max


" Tapi Saga kini sudah bukan bagian dari Mongun, dengan selesainya ekspansi 4 kerajaan maka ia mendapat kebebasannya dari Mongun sesuai perjanjian kami. Maka aku tak bisa memerintahkan apapun lagi pada Saga !! " jawab Xoga membuat kesal Max


" Kau masih berani membela adikmu hah ?? jika itu maumu maka artinya perang !!Sobaria akan meluluhlantahkan kerajaanmu Xoga !!" seru Max hendak mengangkat tangannya sebagai tanda perang


" Tunggu....!!" terdengar suara Sora yang tiba-tiba saja keluar dari sebuah kereta yang baru saja datang


" Akulah yang bersalah atas semua yang terjadi.. bukan Xoga, bukan Saga dan bukan rakyat Mongun... maka jika Sobaria ingin menghukum seseorang , orang itu adalah aku !!" ucap Sora dengan suara bergetar


" Apaaa...??"


" Ibu....?? "


Kenan dan Max tersenyum miring mendengarnya...


See you next eps

__ADS_1


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya


🦠🦠🦠🦠


__ADS_2