
Paginya Amara langsung menjalani hari budak pertamanya, Kenan memang tidak main-main... Amara harus mencuci dari pagi hingga malam menjelang, hal itu terus dilakukan setiap hari.
Namun Amara melakukannya tanpa mengeluh, baginya ia akan menjalani semua ini dengan tanah karena ia yakin suaminya akan mencarinya... jadi ia tak boleh menyerah dan patah semangat.
Beruntung Amara mendapatkan teman satu sel yang baik... saat Amara merasa begitu kelelahan sang nenek yang sudah lama berada di situ dengan baik hati mau memijatnya sesekali.
Kenan terus menyuruh bawahannya mengawasi dan melaporkan keadaan Amara setiap hari padanya. Hatinya sebenarnya bergelitik ingin melihat Amara setiap hari... entah mengapa ia merindukan wajah cantik itu namun jika teringat Sofia ... Kenan segera membatalkan niatnya
Hal yang di tunggu-tunggu Kenan adalah saat Amara menyerah dan sakit.... baru ia akan melancarkan serangannya pada Amara, namun laporannya yang di terimanya membuatnya heran... bagaimana istri seorang jendral Saga tahan menghadapi siksaan pekerjaan yang tiada habisnya itu.
" Tambah pekerjaan untuk Amara, aku ingin ia menangis memohon untuk keluar dari penderitaannya !!" titah Kenan yang di angguki oleh tangan kanannya.
💕💕💕💕
Sementara itu....Saga tengah begitu murka, di saat kini Aflan beserta beberapa orang terbaik mencari jejak Amara ... Saga mengumpulkan semua mantan anak buah terbaiknya. Ia bertekad kali ini ia akan segera melenyapkan orang yang selalu menganggu kebahagian nya sampai ke akar-akarnya, bahkan jika orang itu adalah seorang raja sekalipun.
Seminggu lamanya Aflan ke sana kemari mengendus jejak Amara namun ia belum juga mendapatkan jejak, sampai langkahnya di hentikan oleh seseorang yang begitu di kenalnya..... Erden
" Salam raja Erden...!!" sapa Aflan
" Bagaimana Aflan... apa kau sudah mendapatkan informasi di mana Amara berada sekarang ??" tanya Erden mengagetkan Aflan
" Bagaimana raja tau jika kami sedang mencari Amara ?? apa raja Erden ada hubungannya dengan penculikan Amara ??" tembak Aflan langsung
" Ha ha ha... paman Aflan, jika aku ada hubungannya dengan para penculik itu, aku tak akan bertanya padamu... aku akan berpura-pura tidak tau saja ... dimana kau taroh otakmu itu hah 😡😡!!" sahut Erden menohok Aflan
" Ya maaf... semua ini karena aku sangat stress, para penculik Amara begitu hebat... kami bahkan tak bisa mengendus keberadaannya sampai sekarang, aku sangat kasihan dengan jendral... kapankah ia bisa bahagia, selalu saja ada yang ingin memisahkan mereka berdua " ucap Aflan tertunduk lemas
Erden terdiam....
ucapan Aflan itu membuatnya berpikir ulang, sebenarnya mata-mata nya yang di tugaskan mengawasi Amara telah melaporkan semua yang dilihatnya, Erden sudah tau siapa yang menculik Amara dan di mana Amara sekarang berada... namun ia masih galau, antara memberitahu pamannya atau ia menyelamatkan Amara seorang diri dan menyimpan Amara untuk dirinya..walau bagaimanapun Erden masih mengharapkan bisa bersama Amara, gadis pertama yang membuatnya jatuh cinta begitu dalam. Erden tak akan gentar menghadapi seorang Kenan untuk mendapatkan Amara.
Namun mendengar ucapan Aflan mengenai pamannya yang selalu menderita membuat hatinya ragu kini.
__ADS_1
Apakah ia harus berbesar hati menyerah akan Amara ???
Apakah ia sanggup untuk itu ??
Tak bolehkan ia sedikit egois untuk bisa mendapatkan kebahagiaan untuk dirinya juga ??
Tapi apakah ia bisa bahagia dengan memisahkan pamannya dengan istrinya Amara ???
Kepala Erden begitu pusing kini membuatnya mengambil minuman dan menengaknya sampai ludes.
" Tuanku raja... hentikanlah kebiasaan minum anda, anda bisa sakit nanti !!" ucap tangan kanannya
" Kuharap dengan menjadikan tubuhku sakit bisa menghilangkan sakit di hatiku paman !! " ucap Erden sambil melempar botol di tangannya ke sembarang arah lalu pergi meninggalkan Aflan dan tangan kanannya .
" Ada apa dengan raja Erden?? mengapa ia terlihat lebih stress daripada aku ??" tanya Erden
" Kusarankan kau jangan kemana-mana, tempeli terus raja Erden... jika kau beruntung kau akan mengetahui di mana istri jendral Saga berada !!" ucap tangan kanan Erden sambil tersenyum simpul
Aflan segera kembali ke vila Saga....hal ini hanya bisa di selesaikan oleh Saga. Erden tak akan menolak permohonan dari Saga... pikir Erden
Setelah sampai di vila...Aflan segera melaporkan berita yang di dapatnya pada Saga. tanpa buang waktu Saga segera mendatangi Erden ke istana Mongun.
Erden yang baru membuka matanya kaget melihat pamannya sudah berdiri di depannya . Pamannya terlihat begitu muram...berantakan dan menyedihkan, apakah separah itu keadaan pamannya itu saat ini ???
" Paman ?? " sapanya sambil menyurai rambutnya yang mulai gondrong
" Aku tak akan berbasa-basi Erden, kata Aflan kau tau siapa penculik istriku... untuk kali ini saja Erden bantulah aku, setelah itu aku angkan menghilang dari Mongun selamanya !!" pinta Saga sungguh-sungguh, Erden terkekeh miris
" Paman... walau kau kuberitahu di mana Amara sekarang berada, paman tak akan bisa menyelamatkannya tanpa bantuan ku " sahut Erden
" Aku tak perduli siapa yang kuhadapi Erden, walau iblis sekalipun... walau aku harus mati aku tak perduli !!" bentak Saga
" Paman pikir hanya paman yang mencintai Amara ?? " sahut Erden
__ADS_1
" Siapapun boleh mencintainya Erden... tapi hanya aku yang memilikinya.. paham !!? dewasalah karena kau memang sudah dewasa.. kini kau berkuasa.. kau bisa memilih 1000 gadis manapun tapi bukan Amara... Amara adalah bibimu, terimalah kenyataan itu Erden !!" ucap Saga membuat Erden terdiam
" Tak kah kau ingin melihat Amara bahagia ?? jika kau memang tulus pada Amara maka kau akan bahagia jika Amara bahagia... bukankah begitu ?? apa kau fikir jika kau menahan Amara untuk dirimu ... Amara akan bahagia ?? " celoteh Saga lagi membuat Erden hanya bisa kembali terdiam
Kamar kembali sunyi hingga beberapa lama.... sampai...
" Paman... pulanglah dulu dan kumpulkan semua prajurit terbaik kita dan bersiaplah, aku harus menemui ibu terlebih dahulu sebelum kita menyelamatkan Amara "
" Katakan saja di mana Amara Erdel... please !!"
" Paman.... percayalah padaku , untuk sekali ini saja... kita akan membebaskannya bersama-sama namun kita memerlukan bantuan ibuku " kekeh Erden
" Apa kau yakin Sora mau membantu Amara ??" tanya Saga pesimis
" Ibu tidak akan menolong Amara, tapi ia tak akan menolak permintaan putranya " ucap Erden penuh percaya diri
" Apa paman bisa percaya padamu Erden ?? "
" Ya paman...!! " ucap Erden sambil mengangkat 2 jarinya ke atas sebagai lambang sumpahnya
" Bagaimana jika kita terlambat menolong Amara ?? ini sudah seminggu !!" tanya Saga lagi
" Percayalah paman... penculik itu tidak akan membunuh Amara dengan cepat... ia ingin menyiksa Amara berlahan-lahan "
" Erden....😡😡!! apa kau yang menculik Amara ?? " bentak Saga sambil menarik kerah baju Erden begitu kuat dan membantingnya tanpa ampun... Saga lalu
mengarahkan pedangnya ke leher Erden
" Katakan yang sesungguhnya Erden, aku tak akan segan membunuhmu saat ini 😡😡" desis Saga begitu marah
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya
__ADS_1