Deep Heart

Deep Heart
182. After 10 years


__ADS_3

Erden sangat kesal saat ini, dengan cepat ia memacu kudanya agar cepat meninggalkan daerah Sobaria. Pertemuannya dengan ibunya tadi maksud hati ingin melepas kangen malah berakhir dengan pertengkaran dengan ibunya.


Flashback on...


" Erden..... bagaimana keadaanmu anakku ?? apakah kau datang sendirian ??" sambut Sora sambil memeluk Erden


" seperti yang ibu lihat... aku baik-baik saja , di mana adikku .... Sofiana ??" tanya Erden balik


" Max sedang mengajarinya berkuda, bagaimana Erden....apakah kau sudah punya calon istri ??" tanya Sora membuat Erden menghela nafasnya


" ibu ... sudah berapa kali Erden katakan, aku tidak akan menikah sampai kapanpun !!" jawabnya sambil memandangi ke arah luar jendela


" jangan bilang sampai sekarang kau belum juga move on Erden... ya dewa... ini sudah 10 tahun Erden , memangnya wanita hanya Amara di muka bumi ini hah 😡😡??" cecar Sora kesal


" aku sudah move on ibu... hanya saja sampai sekarang aku tak ada minat lagi dengan seorang wanita !!, aku tak mau jatuh cinta lagi... aku tak mau sakit hati lagi !!" jawab Erden


" kau adalah penerus Mongun Erden, jangan sampai Mongun tidak ada penerusnya kelak !! kau harus menikah secepatnya ... umurmu sudah hampir 35 tahun !! kedua adikmu bahkan sudah menikah "


" Karena itulah apalagi yang ibu cemaskan....kedua adikku sudah punya anak... keponakan ku bisa menjadi penerus Mongun kelak , aku lebih suka berperang dan memperluas kerajaan daripada memikirkan wanita !!" tolak Erden


Sudah begitu banyak kerajaan yang sudah kau taklukkan selama 10 tahun ini Erden, cukup sudah... ibu akan memberimu waktu 3 bulan untuk mencari calon istri sendiri, jika kau tak juga membawa calon menantu untukku makan ibu yang akan mencarikan nya untukmu...!!"


" Ibu.... a..."


" Tidak ada bantahan Erden !! kali ini ibu sangat marah !!" omel Sora


" terserah....!!" ucap Erden, ia pun meninggalkan Sora dan pergi tanpa pamit , ia berjalan menuju keluar untuk segera meninggalkan Sobaria...


" Cih... dasar lelaki cengeng ha ha ha !!" Erden berhenti melangkah mendengar cemoohan seseorang yang begitu di kenalnya


" Pergilah brengsek !!" sahut Erden bertambah kesal, bukan rahasia lagi... semenjak kejadian 10 tahun lalu , ia dan Kenan bagai air dan minyak.


Keduanya tidak akur namun sepakat untuk tidak saling menyerang karena hubungan Sora dan Max dan karenanya mereka berjanji untuk tidak akan pernah terjadi perang antara Malta dan Mongun.


" aku heran padamu Erden, kau melakukan ekspansi pada banyak kerajaan namun kau tak menyentuh Kerajaan Hodun sama sekali....apakah karena Amara ada di sana ??" celetuk Kenan


" bukan urusanmu Kenan !!"


" Kau memang seperti ayahmu...sangat setia pada satu wanita....ha ha ha " ucap Kenan terkekeh


" lalu kau apakah kau seperti ayahmu ?? kurasa tidak, mungkin kau bukan anak ayahmu !!" sahut Erden membuat Kenan melotot, Kenan sudah hendak membalas .. namun Erden dengan cepat kembali berucap

__ADS_1


" urusi urusanmu sendiri, jangan membuatku melanggar janjiku pada ayahmu !!" ucap Erden lalu meninggalkan Kenan


Flashback off


Erden terus menarik tali kekang kudanya dengan keras...ia muak, ia sangat muak dengan semua ini. Bukannya ia tak berusaha, sudah seringkali tangan kanannya mencarikan gadis-gadis cantik untuknya namun hatinya tak tergerak sama sekali...entah mengapa, benarkah ia belum bisa merelakan Amara sampai saat ini ???


Walau ia telah tau ...Amara kini begitu bahagia dengan pamannya ?? mereka tinggal di sebuah pulau di kerajaan Hodun dan telah menambah 3 anak lagi ???


Karenanya ia menguasai semua kerajaan di sekitar Hodun, ia menjaga Amara walau dari kejauhan


Ia telah bersumpah...ia akan bahagia jika Amara bahagia. Amara kini telah bahagia namun mengapa ia tak juga merasakan bahagia ???


Erden terus berkuda sambil melamun...


" Paduka raja... paduka raja, jangan terlalu kencang... berlahan saja !!" tegur pengawal rahasianya.


Jika Erden pergi ke Sobaria, ia tak pernah mau di kawal layaknya seorang raja karena Erden ke Sobaria sebagai anak bukan sebagai raja... ia hanya akan terlihat berkuda seorang diri karena pengawalnya mengawasi tanpa terlihat.


Erden memelankan kudanya agar pengawalnya bisa sejajar dengannya


" ada apa katakan !!"


" kau menginap saja di sini....aku mau menginap di hutan saja, jangan mengikutiku... aku ingin menjernihkan pikiranku !!" titah Erden


" tapi paduka..."


" beri aku ruang untuk bernafas Marko...!! aku bukan anak kecil lagi, aku bisa menjaga diriku !!" omel Erden kesal


" Baik paduka...!" ucap Marko berpura-pura patuh


" jangan coba untuk membuatku marah Marko, banyak yang ingin mengantikan posisimu !!" ancam Erden membuat Marko terdiam


Erden kembali melanjutkan perjalanannya memasuki hutan belantara. Hutan itu tidak terlalu besar namun lumayan banyak binatang yang menghuni wilayah hutan itu.


Sesampainya di dekat sebuah danau, Erden turun dari kudanya... ia berencana untuk menginap di pinggir danau itu malam ini.


Erden melihat sebuah pohon apel... ia pun mendekat lalu memetik beberapa buah apel yang sudah memerah itu lalu memakannya sambil bersender di sebuah pohon.


Selesai makan Erden melihat banyak apel yang berjatuhan di Tanah... ia pun menendangnya seperti sebuah bola sambil tertawa senang ... sampai ...


" buk.... awww !!" terdengar seperti sesuatu jatuh ke tanah diikuti suara teriakan seseorang, Erden menoleh dan melihat seseorang tengah berusaha bangun dari tanah....

__ADS_1


" brengsek....siapa yang melemparku dengan apel busuk ?? cari mati apa ??" terdengar omelan yang begitu membahana... membuat Erden nyaris menutup kupingnya.


Gadis itu bangun sambil menepuk-nepuk pantatnya yang kotor, ia celingukan mencari seseorang yang telah menganggu tidurnya...


Melihat Erden yang berdiri tak jauh darinya....gadis itupun langsung mendekati Erden dengan mata melotot...


" paman tua...kau yang melempar apel itu kan ??" tuduhnya membuat Erden melotot


" paman tua katamu ?? hei bocah tengik....aku belum tua !!" sahut Erden marah


" Terserah... jadi paman tidak tua, mengapa kau menganggu tidurku hah 😡😡 !!" lanjutnya sambil berkacak pinggang


" siapa juga yang menganggumu, aku hanya sekedar bermain-main sendiri....mana kutahu ada orang tidur di pohon, setauku hanya monyet saja yang tidur di pohon !!" sahut Erden tidak kalah kesal


" apa ... paman bilang aku monyet ?? paman..."


" Berhenti memanggilku paman...!! kapan aku menikahi bibimu 😡😡!!" protes Erden ....membuat gadis itu terdiam....ia lalu berfikir sesaat


" baik.... kau memang tak menikahi bibiku, karena aku tak punya bibi....Hem....pak tua, kau harus minta maaf padaku !!" sahut gadis itu


" pak tua ??....meminta maaf ?? dasar bocah gila, pergilah dari hadapanku....aku tak mau berurusan denganmu !!" usir Erden


" halloooo.... siapa juga yang mau berurusan dengan pak tua seperti mu, minta maaf !! atau ...." Erden melipat kedua tangannya di atas perutnya


" atau apa ??? " tantang Erden sambil tersenyum.... baru kali ini ia bertemu gadis yang begitu......aneh


" atau aku akan membalasnya pak tua !!" ucapnya lalu menendang sebuah apel dengan kaki kirinya hingga mengenai dada Erden membuat Erden terbatuk


" Bagaimana pak tua....enak ha ha ha , seharusnya kau meminta maaf saja tadi " ucapnya sambil terkekeh... wajah Erden langsung merah menandakan ia sangat marah kini....


" Sekali lagi kau memanggilku pak tua... kau akan menyesal !!" desis Erden


" Siapa takut.... pak t u a a a" beo gadis itu, tangan kekar Erden menarik lengan gadis muda itu hingga keduanya menempel....Erden menahan gadis muda itu di pelukannya membuat sang gadis memucat seketika


" Kau takut sekarang bocah ???" desis Erden di wajah gadis itu, jarak wajah mereka setipis kertas hingga membuat gadis muda itu bahkan bisa merasakan hembusan nafas Erden di wajahnya...


Glek.....


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote

__ADS_1


__ADS_2