
Seminggu berlalu dengan tenang di pulau milik Saga. Kini Saga tengah memanggil Erden ke ruang keluarga... di sana ada Aflan dan Isla juga.
" Erden... kurasa sudah saatnya kau mengantarkan suratmu pada Sora, kau sudah cukup lama di sini " ucap Saga
" Aku tau paman... tapi aku masih tak bisa meninggalkan Sarah, bolehkan Sarah ku bawa paman ??" pinta Erden sambil mengenggam jemari istrinya itu
" tidak bisa...!! Sarah masih hamil muda begitu... perjalananmu ke Sobaria itu bukanlah jarak yang dekat !!" tolak Saga
" ta.."
" Jika kau serius dengan janjimu maka cepatlah selesaikan, lagi pula Sarah tidak ke mana-mana.. ia aman di sini bersama keluarganya !!" potong Saga lagi melihat Erden yang sepertinya tetap ingin membawa Sarah
" Kakak... ayah benar, Sarah di sini bersama keluarga Sarah....Sarah akan baik-baik saja, kakak selesaikan dulu masalah kakak ya !!" hibur Sarah dengan wajah tersenyum
" Kau sepertinya malah senang aku pergi dan berpisah denganmu !!" cicit Erden membuat Sarah tertawa kecil
" Jangan seperti anak kecil begitu... semakin cepat kakak selesaikan masalah kakak, semakin cepat kita akan bertemu lagi dan setelah itu kita tak akan berpisah lagi ....iya kan !!" lanjut Sarah... Erden hanya bisa menunduk ... sungguh begitu berat rasanya ia untuk berpisah dengan Sarah , apa lagi istrinya itu kini sedang mengandung buah hati mereka . Jika ia kini sedang seorang diri di tengah hutan pasti ia sudah akan menangis tersedu-sedu menumpahkan rasa sedihnya yang begitu besar.
" Erden... kau kan juga perlu mempersiapkan pesta besar untuk memperkenalkan Sarah pada rakyat Mongun....semua itu tak akan bisa berlaku jika kau tak pergi dari sini..Kami akan menjaga Sarah sampai kau menjemput Sarah kembali..Bawakan Sarah kereta yang besar dan nyaman agar perjalanan nya nanti dari sini menuju Mongun aman, itu satu pintaku " ucap Amara
" Baiklah....besok aku akan segera berangkat ke Mongun lalu ke Sobaria untuk menyerahkan surat ku lalu mempersiapkan pesta pernikahan kami " akhirnya Erden menyerah.. benar juga banyak permasalahan yang harus di selesaikan olehnya. Ia juga sudah cukup lama meninggalkan kerajaannya, entah apa yang sudah terjadi di kerajaannya saat ini .
" Aflan akan mendampingimu Erden, bukan aku tak percaya padamu hanya Saja aku perlu mendapat laporan langsung dari orang yang tak akan berbohong padaku " ucap Saga
" aku tak masalah paman, tak ada yang akan kututup-tutupi... aku akan menyelesaikan permasalah ibuku dengan tegas... kau bisa pegang janjiku " ucap Erden
Ke tiga pasangan itu pun masuk ke kamar masing-masing setelah makan malam. Erden terus memandangi Sarah sampai tengah malam... ia sungguh tak bisa tidur, ia ingin memandangi pujaan hatinya itu dengan sepuas hati
" entah kapan lagi kita akan bertemu sayangku... jaga anak kita dengan baik " bisik Erden sambil mengecup kening Sarah membuat Sarah terbangun
" Kau belum tidur suamiku ??" tanya Sarah kaget
" aku tak bisa tidur dan kau mengapa kau bisa tidur dengan begitu nyenyak padahal tau besok kita akan berpisah ??" jawab Erden keky
" Gimana Sarah tidak tidur nyenyak... kakak tadi sangat lama membuat Sarah kelelahan " omel Sarah
__ADS_1
" Kak.... !!"
" Hemmm ??"
" Sarah lapar... temani Sarah ke dapur yuk !!" pinta Sarah
" Apa kau mau makan tengah malam begini ?? " tanya Erden kaget
" Iya kak... temani ya !!" rengek Sarah
" Baiklah... ayo !!" Erden pun membantu Sarah berpakaian... keduanya berjalan pelan menuju dapur
" Tidak ada apapun di dapur sayang , semua makanan nya habis " lapor Erden
" Itu apa ??" tunjuk Sarah pada sebuah panci, Erden pun membuka panci itu
" Oh ini sup jagung , kau mau memakan nya ??" Sarah mengangguk senang...Erden pun menuangkan sop tersebut ke sebuah mangkuk.Sarah segera makan dengan lahap
" Kak... ada apa di situ ??" tanya Sarah lagi menunjuk sebuah ember yang di tutupi, Erden pun membukanya
" Ambil... bakarkan untukku kakak, Sarah masih lapar " pintanya
" Sarah... ini tengah malam, nanti asapnya menganggu orang lain " ucap Erden
" kakakkkk.... Sarah kepengen !!" rajuk Sarah sambil mengelus perutnya berulang kali
" Apa ibu hamil memang begitu , tidak bisa di tolak keinginannya ?? " tanya Erden geli melihat Sarah seperti itu...Sarah mengangguk cepat
Erden pun segera mengambil seekor ikan dan membersihkannya setelah menyalakan api terlebih dahulu
" Kakak kurang... tambah satu lagi ikannya " pinta Sarah membuat kaget Erden
" Sayang ikannya besar nanti kau kekenyangan "
" Tidak... Sarah ingin 2 kak !!" kekehnya ... mau tak mau Erden pun membersihkan ikan ke duan
__ADS_1
Dengan cekatan Erden membakar ke dua ikan tersebut di tengah malam nan dingin, namun namanya di depan api ia merasa kepanasan, Erden pun membuka atasannya membuatnya bertelanjang dada
Melihat otot suaminya yang di terangi cahaya api membuat Sarah gemas...
" Oh suamiku kau begitu tampan dan perkasa... semua otot itu sangatlah menggoda" cicit Sarah dalam hati... ia berjalan mendekati Erden dan menyentuh otot tersebut dengan tangannya
" Kenapa....kau baru sadar jika suamimu ini begitu tampan ??" gelak Erden....Sarah tambah terpesona melihat tawa suaminya itu
" Kakak tampanku memang paling tampan, anak kita pasti nanti setampan kakak !!" ucapnya sambil tersenyum
" Baiklah istriku sayang... ini ikan pesananmu sudah jadi, makanlah !!" Erden menyorongkan kedua ikan tersebut ke depan Sarah....mata Sarah melebar melihat makanan kesukaannya sudah jadi, ngak pake lama kedua ikan itu habis di lahapnya... Erden hanya menggelengkan kepalanya melihat nafsu makan Sarah yang begitu meningkat
" Eeeeeee !!" Sarah sampai melenguh kekenyangan
" Terimakasih kakak....Sarah sudah kenyang, ayo kita tidur lagi....Sarah mengantuk !!" pintanya
" No... big no, kau habiskan dulu buah ini... aku tak mau ranjang kita nanti bau ikan !!" ucap Erden sambil menyorongkan sepiring stroberi 🍓🍓 pada Sarah
Selesai di dapur keduanya lalu kembali ke kamar, sebelum ke kamar lagi-lagi Sarah berulah...
" Kakak... gendong, Sarah kekenyangan !!" ucapnya manja, Erden dengan senang hati mengendong Sarah sampai ke kamar, belum sampai ke kamar Sarah sudah tertidur di gendongan suaminya
Erden merebahkan Sarah di ranjang dan masuk ke dalam selimut bersama Sarah, di ciumnya perut Sarah dengan penuh kasih sayang
" anakku... ayah besok akan pergi , jangan membuat ibumu susah ya... jadilah anak yang baik selama ayah tidak ada, jaga ibumu !!" ucapnya lalu menarik Sarah ke dalam pelukannya
Tanpa di sadari Erden dan Sarah... Saga melihat apa yang terjadi di dapur, bagaimana Erden meladeni Sarah dengan sabar bahkan mengendongnya hingga ke kamar
Mulanya ia terbangun karena mendengar suara langkah... di fikirnya mungkin ada perampok atau apa, ternyata itu adalah langkah Sarah dan Erden. Hati Saga begitu lega kini, ia yakin Erden akan menjaga dan membahagiakan Sarah seperti ia menjaga dan membahagiakan Amara.
" Restuku untuk mu Erden....!!" ucapnya sebelum kembali tidur
see you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya
__ADS_1