
" ehem....ehem... maaf paduka, apakah paduka baik-baik saja ??" tanya tangan kanan Kenan memberanikan diri karena sudah sejam lamanya Kenan berebah sambil senyum-senyum sendiri ... apakah rajanya itu sudah kurang waras ?? pikirnya takut
Kenan membuka kedua matanya dan langsung duduk karena hayalannya bercinta berkali-kali dengan Amara buyarlah sudah 🤬
" Mengapa kau mengangguku Boran ??" tanya Kenan kesal
" Maaf paduka....saya heran melihat paduka senyum-senyum sendiri dari tadi, memangnya apa yang sedang paduka pikirkan ??" tanya Boran
" aku bukan sedang berfikir, aku sedang menghayalkan bagaimana aku bisa membuat wanita itu menderita dengan memperkosanya berkali-kali agar ia tau bagaimana penderitaan Adikku, aku juga akan akan memakinya sampai aku puas!!" jawab Kenan...
" Maaf paduka... memangnya paduka bisa memaki dan memperkosa wanita itu ?? setau saya anda sangat lembut dengan wanita dan anda tak pernah bisa kasar pada wanita " sambut Boran
" kau lihat saja nanti Boran aku akan memperkosanya dengan begitu ganas 😡 mengapa mereka begitu lama mempersiapkan gadis itu ??" Kenan sudah tak sabar ingin masuk dan menjalankan eksekusi untuk Amara... Kepala dayang pun datang tak lama kemudian
" Salam yang mulia, Amara sudah selesai dan siap untuk anda ... tetapi ...." laporan kepala dayang terhenti
" Tetapi ?? " beo Kenan
" Amara sedang sakit perut sekarang karena ia baru saja datang bulan ....." laporan Kepala dayang membuat hening hingga...
" bha ha ha hi hi hi... maaf yang mulia ha ha ha !" Boran tertawa ngakak mendengar Amara kini sedang datang bulan sedang wajah Kenan langsung saja mendung
" maaf tuan Boran... mengapa anda tertawa ??" tanya kepala dayang
" bha ha ... itu... padu..."
" Plak..... tutup mulut jelekmu itu 🤬😡😡" lepak Kenan kesal.... Kenan pun melangkah menuju kamar Amara...
" shittt buyar sudah... buyar sudah segala hayalan nikmatku arghhhhh , tapi aku masih bisa memakinya sepuas hati " omel Kenan dalam hati
Kenan masuk ke dalam kamar dan nampaklah Amara yang sedang duduk di ranjang dengan gaun merahnya.... Kenan tertegun melihat betapa Amara memanglah begitu cantik dan sempurna... wajar jika Saga dan Erden tergila-gila padanya.....
Melihat Kenan masuk....Amara langsung berdiri . Mata indah Amara bertemu dengan mata Elang Kenan yang menatapnya penuh kekaguman. Amara mundur beberapa langkah...
" Si... siapa kau ??" tanya Amara... membuat dada Kenan berdetak hebat... mengapa suaranya begitu merdu hingga membuatku serasa melayang .... umpat Kenan, lama Kenan terdiam... ia hanya bisa menatap Amara, entah menguap kemana kemarahannya dan niatnya untuk memaki Amara buyar sudah
__ADS_1
" Aku...?? aku adalah raja Malta, orang nomor satu di kerajaan ini... perkenalkan namaku Kenan " jawab Kenan akhirnya setelah ia mampu mengatasi detakan jantungnya...
" sial ... mengapa gadis ini begitu cantik... apalagi ia memakai gaun merah ini, membuatnya tambah begitu bersinar bagai rembulan di malam hari " cicit Kenan dalam hati
" Apa kau yang menculikku ?? kau kakak dari Sofia ??" tebak Amara membuat Kenan langsung tersadar dan kembali menginjak bumi
Kenan tersenyum lebar... ia melangkah maju membuat Amara terus mundur hingga ia terjebak di dinding dan tak bisa kemana lagi...
" ya... itu benar " sahut Kenan
" mengapa kau menculikku ??" tanya Amara lagi....Kenan menarik pinggang Amara hingga Amara terjatuh di pelukannya
" untuk ini...." sahut Kenan dan segera mencium bibir Amara yang begitu mengodanya, Amara melepaskan ciuman Kenan namun Kenan kembali menciumnya lagi... Amara kembali berontak namun tiap kali ia bisa melepaskan ciuman Kenan secepat itu Kenan kembali menguasai bibirnya kembali ,sampai Amara tak bisa berkutik lagi
" Shitt mengapa gadis ini begitu cepat membangkitkan hasratku ??" cicit Kenan dalam hati, sebelah tangan Kenan masuk meraba milik Amara... ia ingin membuktikan kebenarannya sendiri
Mata Amara membulat kala menyadari kemana tangan Kenan merayap
" shittt ternyata gadis ini benar-benar datang bulan " rutuk Kenan dalam hati, Amara menginjak kaki Kenan dan mendorongnya dengan kuat... ia sangat kesal
" kau....!! mengapa kau begitu kurang ajar !!" bentak Amara dengan wajah memerah... bagaimana mungkin Kenan begitu berani menyentuh miliknya
Amara terduduk lemas... air matanya mengalir... untung saja.... cicit nya dalam hati.
Kenan segera berdiri dan keluar dari kamar Amara...
" jaga dia dengan baik, jika sesuatu terjadi padanya nyawa kalian taruhannya.... kabari aku jika datang bulannya sudah selesai !!" titah Kenan yang di angguki oleh para dayang
Amara bernafas lega... karena bantuan Isla ia lolos kali ini....
Flashback on
Setelah sehat Amara di mandikan dan di dandani oleh para dayang
" Mengapa aku di dandani seperti ini ??" tanya Amara berulang
__ADS_1
" Yang mulia Kenan akan berkunjung ...anda harus melayani yang mulia Kenan sebaik mungkin karena yang menyelamatkan nyawa anda adalah yang mulia Kenan " sahut kepala dayang
" apa....??? me - la - ya - ni ?? apa maksudnya ??" cicit Amara bergetar
" Bersiaplah dan jangan bersikap kurang ajar... kau sangatlah beruntung di pilih oleh raja Kenan dari puluhan ribu wanita di muka bumi ini... paham !!?" pesan kepala dayang yang tentu sangat iri dengan keberuntungan Amara
" maaf permisi... sebelum paduka masuk, kami harus memastikan bahwa gadis ini sehat !!" masuklah seorang tabib ke dalam kamar Amara
" apa... bukannya ia telah di periksa sebelum mandi tadi.. dan siapa kau ?? aku baru ini melihatmu ??" tanya kepala dayang
Mata Amara langsung membulat melihat siapa tabib yang datang, bibirnya sudah akan berucap namun ia urung melihat kode dari sang tabib
" Tadi ada laporan bahwa nona Amara sakit perut, karenanya hamba datang memeriksa, hamba adalah salah satu pembantu tabib " jawab tabib tersebut... kepala dayang melihat ke arah Amara
" benarkah perutmu sakit ??" selidiknya....Amara pun langsung menyentuh perutnya dan mengangguk
" apakah pakaian dalam anda terasa basah nona ??" tanya tabib sambil berkedip...
" i.... iya... benar tabib !!" sahutnya lagi
" baiklah ikutlah saya ke kamar mandi dan memeriksanya bersama !!" ajak tabib...keduanya lalu masuk ke kamar mandi
" kak Isla... bagaimana..."
" shuutt ... nanti mereka tau, sekarang lepas celana dalammu... ingat kau harus berpura-pura datang bulan, jika tidak ....bahaya !!" bisik Isla, Amara segera melepas ****** ******** dan menyerahkannya pada Isla, Isla segera membuka botol kecil yang di bawanya dan menumpahkan isinya ke celana tersebut hingga menjadi kemerahan...lalu Isla keluar dari kamar mandi
" Kepala dayang... nona Amara ternyata datang bulan, harap berikan ia dalaman baru juga beri kain tambalan agar darahnya tidak mengotori gaunnya nanti , saya akan membuatkan ramuan untuk mengatasi sakit perutnya !!" lapor Isla sambil memperlihatkan ****** ***** Amara yang berdarah
" berikan yang di perlukan gadis itu !!" titah kepala dayang
" Buat saya yang membantu memakaikannya kembali !!" pinta tabib lalu masuk kembali ke kamar mandi
" Pakailah Amara... bersabarlah, kami akan segera menyelamatkanmu... !!" pesan Isla sebelum keluar
Flashback off....
__ADS_1
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya