
Dunia naga....
Beberapa bulan semenjak kedatangan Sarah di dunia naga, walau Sarah nampak bahagia namun nenek naganya tau Sarah seringkali gelisah dan sedih karena merindukan kakak tampannya itu.
Sarah seringkali mengigau memanggil kakak tampannya dalam tidurnya, betapa nenek naga jadi ikut sedih melihatnya.
Hari kelahiran Sarah sudah lah dekat, perutnya sudah besar dan agak menurun ... karena mengandung bayi kembar Sarah sekarang agak sulit bergerak.
" Sarah... apa kau mau di temani ibumu saat melahirkan nanti ? " tanya nenek naga sambil menyisir rambut Sarah
" Ibu ?? " beo Sarah
" Sebenarnya aku ingin sekali kakak tampan yang menemaniku " ucap Sarah dalam hati... namun ia tak berani menyuarakannya pada nenek dan kakeknya
" Eee... tidak usah , nenek dan kakek sudah cukup " sahut Sarah
" Kau merindukan suamimu Sarah, tak usah bohong... nenek tau isi hatimu " sahut nenek naga membuat Sarah terdiam, air matanya mulai terlihat
" Menangis lah cucuku jangan kau tahan di hati rasa sedihmu itu, tak baik untuk si kembar " lanjut nenek naga membuat Sarah memeluk neneknya seketika dan menangis tersedu-sedu
" Sarah sangat rindu dengan kakak nek, tapi kakak tidak mengingat Sarah hik hik hik" tangisnya
" Sabar lah Sarah....suatu saat pasti Erden akan mengingatmu ya " hibur nenek naga
" Iya nek... Sarah akan bersabar...ahhhh aduh nek perut Sarah sakit ahhhhh " tiba-tiba saja Sarah merasa sangat kesakitan di perutnya
" Kakek....kakek... Sarah sepertinya akan melahirkan !!" panggil nenek naga panik, kakek naga segera membawa Sarah ke kolam yang sudah di sediakan untuk tempat Sarah melahirkan, Sarah di dudukkan hingga separuh badannya tenggelam di air ... tabib naga pun segera datang untuk menangani persalinan Sarah
Sarah menangis kesakitan... kini perutnya serasa berputar, rupanya anaknya sedang mencari jalan keluar
" Ayo Sarah... kamu bisa !!" kakek dan nenek naga menyemangati Sarah
" Sakit sekali ahhh... kakak hik hik hik " teriak Sarah lirih sambil menangis... raja naga tak sampai hati melihat Sarah yang kesakitan seperti itu , ia pun keluar dari ruangan tempat Sarah bersalin.. tak sanggup ia mendengar tangisan Sarah
Nenek naga menemani Sarah dengan sabar
__ADS_1
" Bertahanlah Sarah... nenek tau kau pasti bisa ayo tarik nafas berlahan " ucap nenek naga
" Sakit sekali nek... perut Sarah serasa berputar ahhhhhh kakak...kakak hik hik " Sarah terus memanggil-manggil suaminya
" Tarik nafas panjang dan dorong , bayi nya sudah mau keluar !!" titah tabib yang membantu persalinan
" Aaaahhhhh kakakkkkkkk !!" teriak Sarah sambil berusaha mengejan namun sang bayi tak juga keluar hanya darah yang berulang kali keluar
" Sarah konsentrasi lah pada anak anakmu jangan memanggil suamimu terus !!" pinta sang nenek
" Hik hik hik Sarah ingin kakak menemani Sarah nek hik hik hik " sahutnya sambil menangis , tak lama perut Sarah kembali terasa sangat sakit. Tabib berulang kali meminta Sarah untuk mengejan namun Sarah seolah kehilangan semangat
" Ayo bersemangatlah tuan putri !!" seru tabib lagi
" Kakakkkkkk erghhhhhhh !!" Sarah berusaha mengejan lagi namun ia sungguh tak bertenaga
" Kakakkkkkk tolong Sarah !!" ucap Sarah lagi , tiba tiba saja seseorang mengenggam jemarinya
" Kakak sudah di sini Sarah... ayo kakak temani kau , kita akan menyambut anak kita bersama " terdengar suara Erden mengagetkan semua terutama Sarah yang sedari tadi memejamkan matanya, Sarah segera membuka kedua matanya untuk melihat apakah benar kakak tampannya itu ada di situ
Sungguh Sarah ingin meloncat rasanya saat ini kala membuka mata dan kakak tampannya sungguh berada di depannya tengah mengenggam tangannya dengan erat
" kakak di sini ? kakak sudah mengingat Sarah ??" tanya Sarah begitu bahagia, Erden mengangguk cepat
" Ya Sarah... kakak sudah mengingat mu dan juga anak-anak kita, makanya kakak nekat ke mari walau semua melarang karena katanya belum tentu kakak diizinkan masuk ke mari " jelas Erden sambil menciumi jemari Sarah... sungguh Sarah sangat bahagia kini, kakak tampannya sudah mengingatnya dan akan menemaninya melahirkan, keinginan terbesarnya selama ini akhirnya tercapai
Perutnya kembali terasa begitu sakit
" ayo sayang... kuatlah demi anak-anak kita " bisik Erden , Sarah tersenyum dan mengangguk... kini ia sudah tenang karena kakak tampannya sudah ada di sampingnya, Sarah menarik nafas dalam dan mengejan dengan kuat
" ahhhhhhh !!" teriaknya sambil mengejan dan keluarlah sang baby , tabib segera mengangkat bayi pertama tersebut dan memeriksa nya dengan teliti
" Bayi laki-laki yang sangat tampan dan sehat, selamat tuan putri !!" ucap tabib lalu menyelimuti bayi Sarah setelah bayi tersebut terdengar menangis dengan nyaringnya
Sarah tersenyum sambil memandangi Erden, begitupun Erden keduanya begitu bahagia kini namun hanya sesaat sebelum Sarah kembali merasakan sakit dan bersiap untuk mengejan lagi... tak lama akhirnya bayi kedua keluar dengan selamat kali ini seorang bayi mungil cantik yang keluar
__ADS_1
" Selamat Sarah....Erden.. kalian mendapatkan sepasang bayi yang begitu cantik dan tampan !!" ucap nenek naga memberi selamat,
" Terimakasih nek !!" sahut Sarah dan Erden bersamaan, Erden kemudian mengangkat Sarah dari dalam kolam dan membawanya ke kamar setelah menganti dan membersihkan tubuh istrinya itu sementara kedua bayi mereka di bersihkan oleh tabib . Sarah mengalungkan kedua lengannya ke leher Erden sambil memandangi wajah tampan itu tanpa berkedip
" Sungguh kakak ingat denganku ? kapan kakak ingat dan bagaimana ??" tanya Sarah masih tak percaya . Erden lalu membaringkan Sarah di ranjang sambil tersenyum , ia lalu mengecup kening Sarah lamaaaaa
" Terimakasih sayang ... sudah mengandung anak kita sampai melahirkannya walaupun aku sempat melupakan kalian, maafkan aku untuk itu " ucap Erden dengan lembut....Sarah menggeleng sambil tersenyum
" Kakak tidak salah... kakak begitu karena melindungiku dan anak-anak kita dari panah beracun itu, jika panah itu mengenai Sarah pasti kami tidak akan bertahan seperti kakak !!" sahut Sarah sambil memeluk Erden... sungguh betapa Sarah begitu rindu dengan wangi maskulin kakak tampannya itu
Flashback on...
Beberapa bulan setelah kepergian Sarah, Erden semakin merasa rindu....sungguh apa yang di rasakannya saat ini membuatnya pusing sendiri
Mengapa ia bisa merindukan seorang wanita yang bahkan tak diingatnya sedikitpun apalagi wanita itu tengah hamil saat ini, ia harus bertemu dengan Sarah untuk mencari jawaban atas kerinduannya itu karena setiap malam Erden bahkan memimpikannya
Berkali-kali Erden bertanya pada tabib Isla di mana alamat kampung halaman Sarah , namun tabib Isla tak mau memberitahu dirinya .Sampai suatu saat ia bertemu dengan Amara dan memberanikan diri untuk bertanya
" Erden mengapa kau mencari Sarah ? apa kau sudah mengingat siapa Sarah ??" tanya Amara balik
" Tidak....belum namun entah mengapa aku begitu merindukannya dan ingin bertemu dengannya, aku bahkan memimpikannya setiap malam " jawab Erden
" Jika kau ingin tau di mana Sarah, bertanyalah dengan suamiku... ia yang tau di mana letaknya !!" jawab Amara membuat Erden terpaksa mencari paman Saganya itu.
" Aku tak akan memberitahu mu di mana Sarah !!" sahut Saga
" Mengapa paman ??"
" Untuk apa kau mencarinya sedangkan kau tak mengingatnya... hal itu hanya akan membuat Sarah bertambah sedih saja !!" tolak Saga , Erden hanya bisa menghela nafas panjang ....tak ada satupun yang mau membantunya
" Jika aku memberitahu di mana Sarah berada apa kau akan ke sana raja Erden ??" terdengar suara seseorang mengagetkan Erden
Hemmm siapa yan yang membantu Erden ??
See you next eps Jangan lupa untuk like komen dan vote ya
__ADS_1