
Hari sudah mulai gelap, namun Roxana tak menyurutkan tali kekang kudanya... ia harus segera sampai di Sobaria dan bersembunyi di sana sampai keadaan aman. Walaupun tak ada yang tau kejadian di vila jendral Saga tapi ia harus tetap waspada. Roxana tak memberitahu apapun pada keluarganya saat pergi, ia hanya meninggalkan banyak uang untuk mereka... setidaknya itu yang bisa dilakukannya untuk keluarganya.
" Ahhhhhh " brukkk, tiba-tiba terdengar teriakan Roxana dan ia pun terjatuh dari kudanya, Roxana melihat sebuah busur panah mengenai pahanya....
" Siapa yang melukaiku ??" tanyanya dalam hati, ia berdiri di samping pohon sambil berusaha mencari asal anak panah itu
" Keluarlah Roxana, kau sudah terkepung... sia-sia saja kau bersembunyi !!" terdengar suara seorang pria yang sangat di kenalnya
" Aflan... kau kah itu ??" tanyanya lalu berjalan ke luar dari balik pohon
" Apakah kau yang memanahku ?? mengapa kau melakukannya Aflan ??" tanya Roxana dan tanpa di duganya sebuah anak panah kembali mengenai lengannya
" Auchhhh....kau gila Aflan ?? ini aku Roxana !!" teriak Roxana begitu kesakitan... Roxana sampai terduduk karena menahan sakit
" Seandainya saja aku gila... aku akan langsung memanah jantungmu agar berhenti berdetak Roxana, ikat dia dan bawa kembali ke vila.!!" titah Aflan sambil mengertak giginya karena menahan amarah yang luar biasa pada Roxana.
Jika saja jendral Saga tidak meminta Roxana hidup-hidup, ia sudah mengulitinya sekarang
" Aflan... mengapa kau lakukan ini ??" tanya Roxana
" Bertanyalah pada dirimu sendiri Roxana....mengapa kau begitu tega melakukan apa yang kau lakukan di vila jendral Sagaa hah...!!!" teriak Aflan di kuping Roxana begitu keras hampir membuat Roxana tuli rasanya
" Apa...?? bagaimana mungkin mereka begitu cepat mengetahuinya ?? siapa yang memberitahu mereka....semua saksi sudah mati , apakah Amara atau Isla masih hidup dan mereka yang memberitahu kan hal itu ??" cicit Roxana dalam hati
" Kenapa...?? kau diam ?? tak bisa menjawab ?? kau sekarang ingat dengan kekejian yang sudah kau lakukan perempuan laknat !!" cecar Aflan
" Si... siap yang memberitahumu Aflan ??" tanya Roxana penasaran
" Siapa katamu ?? siapa.lagi jika bukan nenekmu yang masih bertahan begitu lama sampai kami datang dengan pedangmu menancap di jantungnya ?? sungguh aku tak percaya kau bisa sekejam itu Roxana....nenekmu bahkan mengutukmu sampai titik nafas terakhirnya... kau tau itu brengsek !!" bentak Aflan lagi... Aflan menendang Roxana berkali-kali sekuat kakinya, tangannya bahkan beberapa kali membogem Roxana... ia sudah tak ingat lagi jika Roxana adalah seorang perempuan
" Rasakan itu brengsek... ini untuk Isla istriku yang kau pukuli hingga koma sampai saat ini....buk buk buk !! " Aflan terus memukuli Roxana sampai Roxana pingsan
" Tuan Aflan....sudah hentikan nanti jika Roxana mati jendral akan marah !!" ucap salah seorang prajurit.. bahkan sampai membutuhkan 5 orang untuk menahan Aflan baru Aflan bisa berhenti
__ADS_1
" Bawa dia....jangan sampai mataku melihatnya lagi, jika tidak aku bisa menghabisinya 😡😡!!" titah Aflan sambil menendang apa saja yang ada di depannya, hati Aflan begitu sakit melihat keadaan istrinya saat ini. Isla tak sadarkan diri berminggu sudah lamanya...tubuh Isla penuh luka lebab, tangannya patah dan beberapa tulang rusuknya patah ....bahkan kepalanya terluka, betapa keji seorang Roxana tega melakukan hal itu pada Isla... padahal ia tau Isla adalah istrinya 😤😤🤬🤬 Aflan sungguh tak bisa terima.
Mata Roxana berlahan terbuka, ia merasa dingin di tubuhnya....rupanya bias air terjun yang mengenai tubuhnya. Di depannya sudah berdiri Aflan dan Jendral Saga, keduanya sudah tak sabar menantikan dirinya untuk sadar
" Yah... nasi sudah menjadi bubur, percuma berbohong saat ini... sepertinya kedoknya telah terbuka " ucap Roxana dalam hati, Roxana berdiri dengan santai di depan keduanya... ia bahkan berani menatap keduanya , sungguh rasa malu dan berdosa sudah tak ada dalam hatinya
" Katakan apa yang terjadi dengan Istriku dan Isla !!" ucap Saga sambil mengarahkan pedangnya ke leher Roxana
" Kurasa kau sudah tau jendral... mereka berdua jatuh ke air terjun " sahutnya sambil terus memandangi wajah tampan Saga yang nampak berantakan
" Mengapa kau melakukannya Roxana ?? apa salah mereka hah ?? !!" hardik Saga
" Karena aku mencintaimu jendral... jika aku tak bisa memilikimu maka tak seorangpun bisa termasuk Amara !!" sahutnya
" Cih... alasan, jika benar demikian mengapa Amara ?? mengapa bukan Sofia hah ??" tanya Saga lagi
" Karena kau mencintainya... sedangkan putri Sofia memang istrimu namun kau tak mencintainya " sahut Roxana lagi membuat Saga terdiam
" Nenek di luar rencana, salahnya sendiri tiba-tiba saja menghalangi pedangku , aku tak pernah bermaksud menusuk nenek... tusukan itu seharusnya mengenai Amara !!" sahut Roxana tanpa rasa takut lagi
Buk... buk... buk... Saga menendang Roxana berkali-kali, sungguh Roxana di luar batas....
" Siapa yang menyuruhmu Roxana... katakan !!" tanya Saga....Roxana tersenyum mendengarnya
" Tak ada yang menyuruhku Jendral, semua murni keinginanku !!"
" Jangan katakan kau membantai semua orang di vilaku seorang diri ?? aku tak percaya " ucap Saga
" Kau tau bagaimana kekuatanku jendral, aku dengan mudah memenangkan pertempuran di vilamu ini " jawab Roxana begitu menyakinkan, Saga pun memberi kode pada prajuritnya. Prajurit tersebut segera menarik Roxana menuju tebing ....tubuh Roxana bahkan langsung basah karena terkena air
" Katakan sekali lagi Roxana....siapa yang menyuruhmu !! mungkin aku tak akan membunuhmu !!"
" Tak ada siapapun yang menyuruhku Jendral...!!" sahutnya lantang
__ADS_1
" Baiklah... jika itu keinginanmu....terjunlah !!" titah Saga
" A... apa ?? " beo Roxana
" Terjunlah Roxana, agarvkau tau apa yang di rasakan Amara dan Isla... terjunlah pengecut !!!" teriak Aflan sangat kesal, Roxana menelan air liurnya dengan susah payah... air terjun itu begitu tinggi sedang ia terluka... apakah ia akan selamat ?? tanya nya dalam hati, namun belum lagi sempat menarik nafas , Aflan sudah mendorongnya dan Roxana pun terjun bebas ke bawah tanpa persiapan
Roxana hanya bisa berteriak....sampai beberapa saat akhirnya ia sampai di dasar air terjun , dengan susah payah ia berenang ke tepian namun begitu ia sampai di tepi....beberapa prajurit segera menariknya dan membawanya lagi ke atas tebing
" Hebat juga kau Roxana... bagaimana rasanya terjun bebas seperti itu... apakah dingin ?? " tanya Saga melihat Roxana yang mengigil....Roxana hanya bisa diam
" Sekali lagi aku bertanya Roxana... siapa yang menyuruhmu !!" tanya Saga lagi, namun Roxana diam seribu bahasa. Roxana tak bisa berkata apapun, keselamatan keluarganya di pertaruhkan... lagi pula ia sudah mendapatkan apa yang diinginkannya....balas dendam dan uang yang banyak... apa lagi yang di mintanya, cinta jendral Saga tak mungkin di dapatkannya
Aflan yang tidak sabar segera mendorong Roxana lagi, dan sekali lagi Roxana terbang bebas. Kali kedua ini setengah mati ia berusaha mencapai tepian, begitu sampai ke tepi ia pun pingsan.
Siraman air pada tubuhnya segera membuatnya tersadar
Aflan menarik rambut Roxana hingga Roxana mendongak..
" Kau lihat ini adalah kuburan nenekmu Roxana... bersumpah lah di atas kubur nenekmu bahwa kau tak di suruh oleh siapapun !! " titah Saga, tubuh Roxana bergetar melihat kuburan yang masih basah
" Nenek .... maafkan Roxana !!" cicitnya dalam hati
" Aku melakukannya atas kehendakku sendiri !!" ucap Roxana lagi
" Baiklah jika itu jawabanmu Roxana... sampaikan salam ku pada nenekmu !! crat.... !!!" Saga pun menebaskan pedangnya ke leher Roxana hingga terpisah
" Lemparkan tubuhnya ke hutan buat di makan binatang buas dan kirimkan kepalanya ke istana !!" titah Saga yang dengan senang hati dilaksanakan oleh Aflan, puas hati Aflan melihat pembalasan yang di lakukan oleh Jendral Saga
" Terimakasih Jendral...!!" ucap Aflan yang hanya di angguki lemah oleh Saga
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote
__ADS_1