Deep Heart

Deep Heart
123. Menabur Garam


__ADS_3

Sementara di Kerajaan Mongun, berita tentang kematian selir jendral Saga yang jatuh di air terjun tersebar bak wabah..setiap sudut kota hanya membicarakan perihal tersebut.


Kebanyakan warga bersimpati dengan meninggal nya selir jendral Saga karena mereka tau betapa jendral Saga sangat mencintai selirnya.


Berita akhirnya di dengar oleh Astina.


Astina menangis tak percaya mendengar berita tersebut....ingin mengadu, ia harus mengadu ke mana ....Xoga sedang berada di Medan perang. Akhirnya Astina mengirimkan seorang pengikut setianya untuk memberitahu perihal itu pada Xoga.


Begitu mendapat berita dari Astina perihal meninggalnya Amara....Xoga pun langsung bertolak kembali ke Mongun, pantasan saja Saga dan Aflan tak ada kabar beritanya... Apa yang sebenarnya terjadi ??? tanya Xoga dalam hati


Sementara itu di Mongun...


Usai malam panasnya bersama Max berakhir, Max pun pamit untuk ke Sobaria dan berjanji akan kembali lagi jika ia rindu.


Sora berjalan ke kamar Sofia dan membuka kamar Sofia tanpa mengetuk, betapa kagetnya Sora melihat Sofia tengah bermain kuda-kudaan entah dengan siapa.


" Sofia...?? " cicitnya tak percaya, sang pria yang ketangkap basah langsung ngacir ke kamar mandi tanpa memakai pakaiannya lagi karena begitu takutnya...


" Kakakkkk.... tanggung nih !!!lagi asik-asiknya juga 😭" protes Sofia bahkan tanpa rasa segan pada Sora


" Apa kau sudah gila Sofia, bagaimana jika ada yang melaporkannya pada Saga....bagaimana Saga akan percaya dan mau menjamahmu jika begini hah ??" bisik Sora sambil menjewer kuping Sofia kesal


" Habis.... sudah ngak tahan kak, sudah berbulan-bulan aku tak melakukannya....Sofia ngak bisa kak...!!" sahutnya manja


" Kau ini....Sofia...Sofia...!!" Sora hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Sofia


" Sudah ... cepat mandi sana !! ikut denganku " titah Sora


" Kemana kak..??"


" Kita ke rumah peristirahatan, aku ingin melihat bagaimana wajah wanita itu mendengar anaknya sudah mati ha ha ha " ucap Sora dengan wajah berseri-seri, hatinya yang sedang begitu senang membuatnya tak terlalu mempermasalahkan kelakuan Sofia tadi


" Ok kak... sebentar aku mandi dulu, kakak sarapan saja duluan ya....nanti Sofia menyusul !!" sahutnya dan bergegas ke kamar mandi, begitu masuk ke kamar mandi....Sofia melepas piyama mandinya, telunjuknya memanggil sang pria yang sedang bersembunyi di situ

__ADS_1


" Ke mari.... selesaikan, aku belum puas !!" titahnya membuat sang pria tersenyum senang, tornadonya memang semenjak tadi tak mau turun karena efek obat yang di berikan Sofia padanya, keduanya pun melanjutkan kegiatan lacnutnya di kamar mandi, ******* dan erangan bergantian menghiasi kamar mandi tersebut, membuat Sora sampai kering menunggu di ruang makan.


Selesai sarapan, keduanya dengan di antar para pengawal mereka pergi ke rumah peristirahatan di mana Astina berada, alasan ingin mengajak Sofia jalan-jalan


Mendengar permaisuri dan Putri Sofia akan datang....Astina bergegas mandi dan berhias, walau hatinya sedang begitu luka ... ia tak bisa memperlihatkan pada siapapun terlebih pada Sora dan Sofia.


Astina menyambut keduanya dengan senyum dan wajahnya yang begitu tenang


" Selamat datang permaisuri dan Putri Sofia...semoga permaisuri dan Putri sehat selalu " sapa Astina sambil membungkuk


" Terimakasih Astina... bagaimana kabarmu ?? apakah kau sehat saja ??" sahut Sora berbasa basi sambil memperhatikan wajah Astina


" Oh ya Astina....perkenalkan ini istri jendral Saga , apakah kalian sudah pernah bertemu ??" tanya Sora dengan senyum sumringahnya


" Saya belum pernah bertemu walau sudah pernah mendengar nama putri Sofia... selamat atas pernikahannya tuan putri semoga kalian cepat di beri momongan !!" sahut Astina sambil menunduk hormat... tak terkira rasa sedih dan perihnya hati Astina saat ini


" Terimakasih atas sambutannya bibi...ya suamiku dan aku memang ingin secepatnya mendapatkan keturunan, maukah kau nanti menjadi penjaga anak kami jika sudah lahir bi ??" tanya Sofia menabur garam di luka Astina


" Astina... kami lapar, layani kami makan !!" titah Sora sambil berjalan dengan sombongnya menuju ruang makan


" Bibi... kami ingin makan di sana saja !!" titah Sofia lagi menunjuk sebuah gazebo kecil yang hanya muat untuk 2 orang


" Baik... makanan segera siap !!" sahut Astina


" Mengapa kau memilih tempat yang panas itu Sofia ??" protes Sofia


" Sudah kakak tenang saja... kakak kan mau melihat dia tersiksa.... soal itu serahkan padaku !!" jawab Sofia


Makanan segera memenuhi meja, Sofia dan Sora duduk di gazebo dan mulai menikmati makan mereka.


" Kalian yang lain boleh pergi... cukup bibi saja di sini, aku tak suka banyak orang !!" titah Sofia mengusir datang yang lain hingga hanya tinggal Astina di situ


Astina pun melayani keduanya makan...

__ADS_1


" Kakak benarkan berita bahwa selir suamiku meninggal karena terjatuh dari air terjun..?? bagaimana hal itu bisa terjadi kak ??" tanya Sofia sambil memainkan matanya pada Sora


" Entahlah Sofia.. belum ada konfirmasi dari Saga langsung, tapi jika itu benar mungkin itu karma yang harus di terimanya karena sudah berani menggoda dan mengambil suamimu !!" sahut Sora sengaja bernyaring ria sambil memandangi wajah Astina


Astina tersentak mendengar hal tersebut, namun dengan cepat ia menutupi wajah piasnya dengan tenang


" Bibi... aku mau teh panas bi... yang sangat panas, perutku sakit sepertinya masuk angin !!" pinta Sofia


Astina segera menuangkan teh panasnya ke gelas Sofia, Sofia sedang asik mengobrol dengan Sora dan tiba-tiba tangannya menyenggol lengan Astina dengan keras membuat teko Astina terlepas dan teh panas itu pun mengenai sebagian kaki dan paha Astina


" Ahhh panas !!" teriak Astina


" Bibi... oh maaf Sofia tak sengaja... dayanggh!!! tolong!! " teriak Sofia berpura-pura namun tangannya malah menepuknya paha dan kaki Astina yang terkena teh panas hingga Astina semakin kesakitan


Sora tersenyum puas...


" Rasakan kau Astina.. bagaimana rasanya sekarang hah.... hati dan tubuhmu semua sakit kan ?? tapi ini belum seberapa Astina, kau akan lebih menderita lagi nanti !!" ucap Sora dalam hati


Astina segera di bawa untuk di obati , dayang lain lalu mengantikan Astina melayani keduanya... keduanya lalu lanjut makan sambil saling pandang dan tersenyum karena misi mereka sudah berhasil


Keduanya lalu pulang kembali ke kerajaan dengan senyum sumringah di wajah mereka


" Ahh indahnya dunia ini..." ucap Sora sambil memandangi cincin di tangannya...cincin yang semalam di berikan oleh Max


" Tentu saja indah kak... melihat bibi wajahnya bak kepiting rebus karena menahan sakit hatinya ... bukankah sangat menyenangkan ??" timpal Sofia


" Hemmm bagaimana jika kita kesana lagi Minggu depan, terus terang aku belum puas melihat wajah menderita nya tadi... aku ingin melihatnya lagi dan lagi ha ha ha " keduanya tertawa senang


Yah....tertawa lah sebelum tertawa itu di larang


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote nya

__ADS_1


__ADS_2