
" Paman Aflan... paman tau di mana Sarah ??" tanya Erden balik, Aflan mengangguk
" Namun apa yang ingin kau lakukan jika bisa bertemu dengannya raja Erden ? kau bahkan tak mengingat siapa Sarah . Kedatanganmu hanya akan membuat Sarah semakin sedih, lagi pula paman rasa beberapa hari lagi Sarah akan melahirkan... sebaiknya paduka tak usah mengganggunya dulu " sahut Aflan
" Apa ? melahirkan ??" beo Erden...
" Ah sakit arghhhhh sakit !!!" Erden tiba-tiba saja merasa sakit kepala yang sangat hebat
" Raja Erden ... raja Erden !!, Isla...Islaaaaa " teriak Aflan memanggil istrinya melihat Erden yang pingsan tak sadarkan diri
" Ada apa Aflan ? apa yang terjadi ? mengapa raja Erden pingsan ?" tanya Isla begitu sampai
" Entahlah Isla... tiba-tiba saja ia kesakitan dan pingsan begini " Erden lalu di bawa ke kamarnya , Isla memeriksa tubuh Erden namun semua baik-baik saja
" Kita hanya bisa menunggunya sadar, karena tubuhnya baik-baik saja " ucap Isla , tak begitu lama Erden pun mulai bergerak... Saga, Amara, Aflan dan Isla segera mendekati Erden
" Bagaimana perasaanmu Erden ?" tanya Saga ... Erden diam saja namun matanya bergerak ke sana ke mari seolah mencari seseorang
" Apa yang kau cari Erden ??" tanya Amara ikutan celingukan
" Di mana istriku... Sarah ? " tanya Erden membuat semua saling pandang dan tersenyum senang
" Kau ingat dengan istrimu ?" tanya Amara senang
" Tentu saja , mana dia ??" tanya Erden lalu berdiri turun dari ranjang
" Sarah sudah kembali ke dunia para naga Erden, dia tak akan pernah kembali lagi ke dunia kita " jawab Saga
" Apa ?? mengapa Sarah pergi " tanyanya kaget... akhirnya Saga pun menceritakan apa yang terjadi membuat Erden terdiam
" Maafkan aku Sarah... aku sungguh berdosa karena sempat melupakanmu sayangku, tunggulah aku akan datang " ucap Erden dalam hati
" Paman Aflan antar aku ke sana , sebelumnya panggil sekertaris kerajaan aku hendak membuat surat penting " titah Erden , begitu sekertaris kerajaan datang Erden segera memintanya menuliskan dekrit penting untuk di umumkan ke seluruh rakyat Mongun
" Dengan ini... aku raja Erden menyerahkan kepemimpinan kerajaan Mongun pada jendral Saga sampai waktu yang tidak di tentukan karena aku akan mengurus urusan yang sangat penting , tulis dekrit ini dan segera umumkan !!" titah Erden lagi
" Apa maksudmu Erden ??" tanya Saga
" Jika Sarah dan anak kami tidak bisa kembali ke dunia manusia maka aku yang akan datang dan tinggal ke sana , paman jagalah kerajaan ini... "
__ADS_1
" Tapi Erden kerajaan ini ..."
" Istri dan anakku jauh lebih penting dari pada kerajaan ini paman, paman Aflan ayo antar aku ke sana !!" pinta Erden tak mau di bantah.. Saga hendak mencegah namun Isla menahan Saga
" Jendral... bukankah kau ingin Erden menemukan kebahagiannya? biarkan dia pergi... Sarah juga membutuhkan nya " ucap Isla membuat Saga terdiam
" Erden... kau yakin ??" tanya Saga akhirnya
" Sangat... aku sudah membuat Sarah sangat sedih kali ini paman, aku tak akan mengulanginya lagi... di manapun aku tinggal tidak masalah selama bisa bersama Sarah.. selamat tinggal semua !!" pamit Erden dengan mantap
Dan di sinilah kini Erden tengah memeluk istri tercintanya Sarah , setelah di depan gua ia bertemu raja naga yang tak sampai hati melihat Sarah melahirkan dalam kesakitan ... Erden segera di persilahkan masuk oleh raja naga dengan senang hati
Sarah memandangi wajah kakak tampannya tanpa berkedip, rasa sakit setelah melahirkan tak lagi terasa saat ini... ia hanya di selimuti kebahagiaan yang tak terkira melihat suaminya datang dan telah mengingatnya kembali
" Maafkan aku Sarah... aku telah membuatmu menangis dan tak menemanimu selama kehamilanmu, aku akan menebusnya dengan menemanimu di sini selamanya " janji Erden
" Kakak yakin mau tinggal di sini ? di dunia para naga ? selamanya ??" tanya Sarah lagi
" Ya istri cantikku, aku akan tinggal di mana kalian tinggal ... oh Sarah aku sangat merindukanmu " ucap Erden lalu mencium bibir Sarah dengan begitu mesra... ia sangat... sangat merindukan bibir manis ini, begitupun dengan Sarah.
Betapa selama berbulan-bulan ia begitu merindukan kakak tampannya itu, ciuman mesra suaminya tentu saja disambut dengan penuh suka cita....betapa dadanya kini serasa berdetak begitu kencang lagi kini
" Maafkan aku sayang, mulai sekarang aku tak akan pernah pergi dari sisimu " sahut Erden sambil memandangi wajah cantik yang begitu di dambanya akhir-akhir ini
" Lalu bagaimana dengan kerajaan ?"
" Ada ayahmu yang bisa mengantikan aku... " perkataan Erden terputus karena nenek naga dan tabib dan kakek naga yang mengekor masuk membawa kedua bayi mereka yang sudah di bersihkan dan diselimuti
" Sarah...Erden ini kedua anak kalian mereka kembar pengantin... kalian sungguh beruntung , mereka sungguh cantik dan tampan " ucap nenek naga
" Berikan mereka berdua padaku nek !" pinta Erden, dengan senyum lebar ia mengendong si kembar dengan kedua belah lengan berototnya
" Lihatlah sayang... mereka begitu lucu " ucap Erden sambil tertawa bahagia melihat keduanya , air mata Sarah menetes melihat kakak tampannya yang begitu bahagia mengendong anak mereka ... rasa resah yang selama ini di tanggung ya hilang seketika
" Oek...oek...." tangis salah seorangnya
" Susui anakmu Sarah !!" ucap Nenek naga lalu mengambil anak Sarah yang menangis dan memberikan nya pada Sarah, Erden duduk di sebelah Sarah dan mengecup kening Sarah sambil mengendong salah seorang anaknya... Sarah pun tersenyum begitu bahagia membuat nenek dan kakek naga pun berpelukan bahagia. Betapa lega hati mereka setelah berbulan-bulan melihat kesedihan Sarah
" Kakek... aku sangat lega kini melihat Sarah begitu bahagia" ucap nenek naga
__ADS_1
" Ya kau benar, sudah saatnya aku beristirahat... aku ingin menghabiskan hari bermain saja dengan cicit-cicit ku ha ha ha , biar Sarah dan Erden yang mengatur kerajaan kita " ucap raja naga yang di angguki nenek naga
Beberapa hari kemudian , sebuah pesta besar di adakan di kerajaan dunia naga. Raja naga menyerahkan tahta kerajaannya pada Erden dan Sarah sebagai ratunya sekaligus memberi nama dan gelar pada si kembar. Seluruh rakyat dunia naga berpesta pora menyambut raja baru dan juga si kembar yang menawan. Erden dengan sukarela tinggal di dunia naga dan memimpin dunia naga sampai nanti putranya mengantikan dirinya. Kebahagiaan telah di dapatkan oleh semua pihak...
Saga dan Amara
Xoga dan Astina
Aflan dan Isla
Erden dan Amara
Kebahagiaan akhirnya di capai setelah banyak aral rintangan harus mereka hadapi. Kebahagiaan dan kesejahteraan juga menjalar pada rakyat mereka .
Hanya satu pasangan yang tidak bahagia yaitu Sora dan Max.
Kerajaan Sobaria
Sebelah tangan Max lumpuh setelah Max terkena panah beracun di dadanya , kini ia tidak sempurna membuat ia semakin menjadi pria yang cemburuan.
" Max sampai kapan kau merantai kakiku seperti ini, aku ini manusia bukan binatang peliharaan !!" protes Sora
" Sampai selamanya Sora jangan bermimpi aku akan melepaskan rantai itu dari kakimu bahkan jika aku sudah mati nanti , rantai itu akan selalu melekat di kaki indahmu itu " sahut Max
" Maxxx... !! " bentak Sora namun Max tak pernah mengurus semua teriakan Sora... ia akan tetap merantai kaki indah Sora itu sampai kapanpun
" Hanya aku suamimu yang bisa melihatmu Sora..jangan pernah bermimpi untuk keluar dari kamar ini selamanya , itu hukuman yang harus kau tanggung karena mantan suamimu itu telah membuat aku jadi begini !!" ucap Max sambil menutup pintu kamar dari luar
" Max.....maxxxx Max... brengsek kau Maxxxxx!!!!" Sora terus berteriak histeris sepanjang sisa hidupnya
Sampai di sini kisah DEEP HEART ini sista semoga kalian menikmati bacaan ini.
Terimakasih atas atensi kalian dengan novel ini, silahkan lanjut membaca novel onel yang baru
KAU BUKAN DIA
Insha Allah akan ada beberapa extra part untuk menyelesaikan kisah Juan yang belum kelar
See you next eps
__ADS_1
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya