Deep Heart

Deep Heart
87. Pulang kampung


__ADS_3

Max sampai berdiri saking kagetnya....bagaimana mungkin menantunya bisa menikah begitu saja tanpa meminta izin terlebih dahulu. Ia tak akan melarang namun cara Saga yang terlalu lancang


" Apa menantuku itu tak memandangku sebagai mertua hingga berani menikah lagi tanpa meminta izin terlebih dulu hah 😑😑!!" omel raja Max


" Lalu bagaimana reaksi Xoga dan Sora ??" tanya Max lagi


" Permaisuri Sora tentu saja marah....tuanku kan tau semenjak dulu permaisuri Sora sangat menentang adanya selir , namun raja Xoga tak bisa menolak karena memang jendral Saga memiliki keistimewaan bisa meminta apapun setelah memenangkan sebuah ekspansi dan juga..."


" Dan juga apa...?? cepat katakan !!" bentak Max tak sabar


" Dan juga sepertinya sudah ada perjanjian antara putri Sofia dan Jendral Saga sebelum mereka menikah mengenai selir " sahutnya lagi... Max terdiam, ia hanya memikirkan takutnya putri kesayangannya akan merasa sedih dan akan menangis.. karena pantang bagi Max melihat air mata putri nya itu.


" Baiklah... kembalilah dulu kau dan ada satu tugas tambahan untukmu !!" titah Max


" Apa itu tuanku raja ??"


" Selidiki dan cari tau....siapa wanita simpanan Xoga, aku harus membuat perhitungan dengan Xoga atas kelakuan adiknya itu 😑😑" ucap Max dengan wajah mengeras


🌿🌿🌿🌿


Kampung halaman Aflan....


Aflan sampai ke kampung halamannya pada sore hari, ia pulang bersama-sama dengan prajurit lain yang juga berasal dari kampungnya. Para penduduk yang sudah mengetahui kedatangan mereka menunggu di sepanjang jalan ... sambil mengendong anak-anak mereka.


" Hidup kepala suku.... hidup Aflan Sanga penguasa!!" sorak Sorai suara penduduk yang menyanjung Aflan dan rombongan yang baru sampai. Aflan memanglah seorang kepala suku di kampungnya, karena Aflan adalah lelaki paling tangguh di kampungnya maka otomatis gelar kepala suku di sematkan padanya sejak lama.


Makanya setelah istrinya meninggal begitu banyak yang menyorongkan anak gadis nya untuk di nikahi Aflan, namun Aflan selalu menolak.


Mata Aflan pun mencari sosok mertua dan anak semata wayangnya yang kini entah berumur berapa tahun....Aflan pun sudah tak mengingat nya. Kedua orang tua Aflan sudah lama meninggal bahkan sebelum ia menikah dengan istrinya dan kemalangan tak berakhir ketika istrinya juga meninggal tak lama setelah melahirkan anaknya, maka anaknya pun di rawat oleh mertuanya selama ini.


Mata Aflan pun melihat mertuanya dan adik iparnya berdiri sambil mengendong anaknya...Aflan tersenyum dan segera turun dari kudanya


" Apa kabarmu ibu ??" sapa Aflan sambil memeluk mertuanya

__ADS_1


" Kami baik Aflan... hanya anakmu ini sesekali mencarimu !!" sahut mertuanya... Aflan pun segera mengambil anaknya yang di gendong oleh Urla... adik iparnya


" Ohh anak kesayangan papa... kau sudah besar ha ha ha !!" ucap Aflan sambil mengangkat anaknya ke udara dan memutarnya ... membuat anaknya tertawa senang


" Papa....!!" ucapnya membuat Aflan tertegun


" Ibu....Miriam sudah bisa memanggilku papa ??" tanya Aflan tak percaya


" Bersyukurlah Aflan... kau memiliki seorang anak yang begitu pintar, ia bahkan mengerti kau pergi bekerja dan tak pernah rewel


" Lapor kepala suku... upacara penyambutan sudah siap !!" lapor seorang perangkat desa yang selalu mengantikan tugasnya di kampung jika ia pergi berperang


" Baik... ayo ibu..Urla " ajak Aflan pada mertua dan adik iparnya... ketiganya berjalan menuju alun-alun desa untuk melakukan upacara yang selalu di lakukan jika Aflan dan prajurit pulang dari peperangan .


Pesta berlangsung begitu meriah... bahkan pesta berlangsung semalam suntuk. Karena anaknya sudah tertidur, Aflan pun pulang setelah berpamitan dengan perangkat desa sambil mengendong anaknya.


Aflan berebah di ranjangnya setelah selesai mandi, baru terasa betapa lelahnya badannya kini..Namun baru saja menutup kedua matanya pintu kamarnya di buka dari luar, mata Aflan pun terbuka kembali


Seorang gadis cantik nampak masuk dengan memakai gaun tidur yang begitu tipis dan sexy....gadis tersebut tidak lain adalah Urla ... adik iparnya


Urla berjalan semakin dekat dan duduk di sisi ranjang Aflan


" Kakak....aku tau kau sangat membutuhkannya, aku akan menemani malam ini !!" sahut Urla lalu berebah di dada Aflan namun Aflan menahan tubuh Urla , Aflan langsung bangun dari ranjang dan berdiri membelakangi Urla


" Pergilah Urla... aku hanya menganggapmu adik dari dulu sampai sekarang. Carilah lelaki lain yang kau sukai aku akan segera menikahkan mu " ucap Aflan


" Tapi kak... aku sungguh mencintaimu, aku akan menjadi ibu sambung yang baik untuk Miriam dan istri yang baik untukmu... apakah itu tidak cukup untukmu ??" tanya Urla


" Tentu saja tidak cukup Urla... karena yang terpenting dari pernikahan adalah cinta... dan aku tidak memiliki perasaan itu terhadapmu. Pergilah... jika kau tidak pergi aku akan keluar dari kamar ini !!" ancam Aflan namun Urla tak mau mendengar, ia malah berlari mendekat dan memeluk Aflan dari belakang


" Aku sungguh mencintaimu kak... terimalah aku !!" ucapnya dari belakang Aflan, Aflan berbalik dan menjauhkan tubuh Urla dari tubuhnya


" Aku sudah memiliki kekasih Urla... dan aku akan menikah dalam waktu dekat !!" jawab Aflan , Aflan laku meninggalkan Urla dan keluar dari kamarnya... mau tak mau malam ini ia tidak tidur di rumah mertuanya, ia tak mau ada fitnah yang nanti malah menjebaknya.

__ADS_1


Aflan keluar dari rumah dan berjalan menuju rumahnya sendiri yang dulu di bangunnya setelah menikah. Rumah itu masih terawat dengan baik karena ada sepasang suami istri yang menjaganya


" Kakak... kakak...!! hik...hik...hik..." panggil Urla sedih


" Urla... sudahlah hentikan usahamu, cinta tak bisa di paksa nak !!" cegah ibunya


" Tapi aku sungguh-sungguh mencintai kak Aflan Bu... tolonglah aku bu !!" pinta Urla


" Baiklah... ibu akan berbicara dengan Aflan nanti, sekarang masuklah ke kamarmu dan jangan pernah mengulangi kelakuan ini lagi !!" tegur ibunya ... dengan sedih Urla pun masuk ke kamarnya.


Keesokan harinya... Pagi-pagi setelah sarapan Aflan datang ke rumah mertuanya untuk bertemu anaknya. Miriam sangat senang bertemu ayahnya ... ia langsung tak mau lepas dari gendongan ayahnya.


" Kau sudah sarapan Aflan ??" tanya mertuanya yang datang membawakan kue dan minuman hangat


" Sudah ibu..."


" Maafkan atas sikap Urla semalam Aflan... apa kau marah ??" tanya mertuanya


" Tidak ibu, namun aku tak bisa menerima Urla karena aku sudah memiliki wanita pilihanku sendiri " jawab Aflan yang di angguki mertuanya itu


" Baiklah... ibu akan memberi pengertian pada Urla dan kapan kau akan membawa wanita itu ke mari dan menikahinya ??"


" Aku akan beristirahat dulu selama 3 hari lalu akan menjemputnya ke mari, namun ibu.... !!"


" Ya Aflan...?? "


" Walau aku menikahinya... aku tak bisa memaksanya untuk menjadi ibu sambung Miriam karena kurasa ia tak akan mau tinggal di sini , apakah ibu masih mau merawat Miriam walaupun aku sudah menikah nanti ??" tanya Aflan sungguh-sungguh


Mertuanya memandangi Aflan dan Miriam bergantian...


" Ibu......"


See you next eps

__ADS_1


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya


__ADS_2