Deep Heart

Deep Heart
48. Perpisahan


__ADS_3

Sementara itu di kamar Saga.....


Semenjak siang Saga mengurung Amara di kamarnya, entah mengapa semakin mendekati kepergiannya ia semakin tak rela melepaskan Amara. Padahal mereka tak melakukan apapun semenjak siang, hanya berebah dan memeluknya saja dan sesekali mencium kening Amara


Amara ingin bertanya mengapa Jendral bersikap begitu aneh siang ini namun ia tak berani.


" Amara... "


" Ya jendral....!!"


" Tidak... aku hanya ingin mendengar suaramu " sahut Saga... tangannya masuk membelai perut Amara berulang kali membuat Amara kegelian


" Jendral..... geli !!" cicitnya


" Tahan... aku suka menyentuh kulitmu!!" sahut Saga sambil memejamkan kedua matanya, itu saja yang mereka lakukan sampai selesai makan malam


Malamnya... Saga sudah merasakan aura kedatangan Isla dan Aflan... hatinya semakin degdegan...karena artinya ia akan pergi kembali ke ibukota dan meninggalkan Amara di vila entah sampai kapan. Sanggupkah ia berpisah lama dengan gadis yang telah menguasai hatinya ini ??? Saga tak bisa menjawabnya , ia hanya bisa menjalaninya nanti


Setelah selesai makan malam Saga kembali menarik Amara ke ranjangnya, ia mencium bibir Amara dengan penuh perasaan bercampur nafsu yang membara... tak lama keduanya sudah berada di atas ranjang dan kembali memadu kasih. Amara melayani Saga sampai Saga puas... ia tau kegelisahan sang jendral berhubungan dengan semakin dekatnya kepergian sang jendral kembali bertugas.


Jika bisa meminta ingin sekali Amara ikut kemanapun sang jendral pergi, namun ia tau ia bukan siapa-siapa yang bisa berada di sisi sang jendral.


Paginya ... Saga dan Amara sarapan bersama


" Jendral... semalam Isla dan tuan Aflan sudah kembali, mereka berhasil mendapatkan batu mustika untuk nona Amara " lapor bibi


" Panggil mereka ke mari untuk sarapan bersama kami !!" titah Saga


" Baik jendral !!" bibi pun memanggil keduanya, sedangkan Amara bergegas hendak kembali ke kamar


" Mau kemana kau Amara ??" tanya Saga


" Bukankah jendral melarang Amara bertemu lelaki lain... sebentar tuan Aflan akan ke mari " jawab Amara


" Jangan... kemarilah, aku ingin mengenalkan kau pada Aflan....Aflan harus tau wajahmu agar bisa mengenalimu " ucap Saga


" Apakah benar tidak apa-apa ?" tanya Amara lagi


" Ya Amara... Aflan adalah satu-satunya bawahanku yang bisa kupercaya 100%, Aflan harus mengenali wajahmu agar suatu saat bisa melindungimu jika terjadi sesuatu padaku " ucap Saga membuat Amara terduduk seketika...


" Apa maksud jendral berkata seperti itu... jangan membuat Amara takut hik hik " cicit Amara ....Saga tersenyum melihat Amara yang begitu mencemaskannya, hatinya kembali menghangat

__ADS_1


" Sungguh senang rasanya ada yang menghawatirkan diriku, tenang saja ... aku bisa menjaga diriku " hibur Saga sambil memeluk Amara


" Hem... Hem...Hem... jadi ceritanya kami di panggil untuk melihat dua insan yang lagi kasmaran gitu ??" terdengar suara Aflan mengagetkan keduanya


" Aflan... Isla... mari duduklah , makanlah bersama kami !!" titah Saga tanpa menghiraukan perkataan Aflan....wajah Saga kembali dingin membuat Aflan langsung terdiam


" Jendral ini batu mustika yang sudah kami dapatkan " ucap Isla sambil meletakkan 2 batu berwarna biru di atas meja


" Mengapa ada 2 ? bukannya kita hanya memerlukan satu ?" tanya Saga sambil mengambil batu tersebut


" Satu untuk Amara dan satunya untuk anda Jendral... anda juga perlu melindungi diri anda " sahut Isla


" Baiklah terimakasih... Aflan perkenalkan ini adalah Amara, perhatikan wajahnya baik baik ... hanya kau bawahanku yang boleh mengetahui wajah Amara... mengerti !!" ucap Saga. Aflan berlahan mengangkat wajahnya dan melihat ke arah Amara...


" Apa kabar nona Amara... begitu lama baru bertemu, kini kau sudah menjelma menjadi seorang gadis yang begitu cantik " ucap Aflan kaget melihat perubahan drastis Amara yang seingatnya beberapa tahun lalu hanyalah seorang anak kecil yang sangat kurus dan tak terurus


" Cukup jaga matamu Aflan... Amara masuk !!" titah Saga ... Amara segera masuk kembali ke kamar sedangkan Aflan hanya manyun saja karena baru saja menikmati wajah nan begitu cantik sudah selesain.. namun sepertinya Jendralnya itu sangat menyukai Amara hingga nampak sekali aura cemburu dari nada bicaranya


" Cih dasar duda mata keranjang !!" bisik Isla melihat tingkat Aflan....Aflan malah tersenyum senang mendengar ucapa Isla


" Tenang saja cantik... Amara memang sangatlah cantik, tapi di hatiku kau tetap yang tercantik hehe" bisik Aflan


" Cih.... dasar tukang gombal !!"


" Baik Jendral... aku akan menjaga Amara dengan nyawaku untuk anda !!" sahut Aflan mantap


" Bibi berikan 2 kantung emas untuk Isla " titah Saga


" Tidak perlu jendral... saya melakukannya bukan untuk uang " tolak Isla


" Aku tau Isla... uang itu bukan upahmu tetapi tanda terimakasih dariku atas kebaikanmu selama ini padaku dan Amara.. terimalah !!" sahut Saga tak mau di tolak


" Baiklah... terimakasih Jendral!!"


" Bibi berikan satu kantung emas untuk Aflan..!!" titahnya lagi


" Tidak jendral... saya melakukannya dengan iklas" tolak Aflan juga


" Aku tau Aflan... uang itu bukan untukmu, bawa uang itu ke rumahmu berikan untuk anak dan kedua orang tuamu ... setelah berpamitan pada mereka kau kembalilah ke istana dan berikan kabar aku akan datang seminggu lagi, aku masih ada sedikit urusan !!" titah Saga yang di angguki oleh Aflan


" Terimakasih atas hadiah anda Jendral... jika begitu saya segera pamit !!" pamit Aflan... begitupun Isla

__ADS_1


" Aflan antar Isla sampai ke rumahnya dulu baru kau pergi !!" titah Saga yang tentunya di sanggupi Aflan dengan senang hati


" Cantik... aku pergi dulu, jaga dirimu baik-baik... ingat aku akan kembali lagi ke mari, jangan merindukanku ya jika aku lama tak kemari... I love you " ucap Aflan tanpa rasa malu


" Cih .. siapa juga yang akan merindukanmu, pergi sana dan jangan pernah kembali !!" omel Isla sambil membanting pintu


" Hufff ... Isla... Isla... kapankah kau bisa membuka hatimu untukku ?? tapi aku tak akan menyerah cantik... Islaaaa.... aku pergi sayang... !!" teriak Aflan sebelum menarik tali kekang kudanya dan menghilang dari pandangan


Isla hanya bisa tersandar di dinding pintu nya... entah apa yang dirasakannya kini ia sendiri tak tau.


Seminggu kemudian...


Setelah selesai membuatkan kalung yang bermatakan batu mustika untuk Amara dan sebuah gelang untuknya... akhirnya hari ini Saga harus kembali ke istana.


" Ingat pesanku... diam saja di vila jangan kemana-mana!!" pesan Saga Amara hanya bisa mengangguk, ia tak bisa mengeluarkan suara sama sekali


" Akhirnya hari ini sampai, hari perpisahan kami 😭😭" cicit Amara dalam hati


" Ingat sabarlah menungguku, apapun yang terjadi di luar sana... hatiku hanya padamu !!" ucap Saga lagi... Saga menaikkan dagu Amara dengan telunjuknya nampak air mata Amara yang sudah jatuh satu satu...


Saga menghapus air mata itu dengan kedua jempolnya sambil tersenyum


cup..cup..cup... Saga mencium ke dua mata indah itu dan juga hidung Amara... bibirnya lalu mencium bibir Amara yang menyesapnya lama ... untuk terakhir kali.


Keduanya lalu keluar dari kamar dan berjalan menuju halaman, nampak bibi dan Isla sudah menunggu di sana.


" Bibi... aku titip Amara, tolong jaga dia untukku !!" pinta Saga


" Tentu saja jendral... jangan khawatir, bibi akan mengurus Amara dengan baik " sahut bibi


" Isla... sesekali menginap lah di sini dan berikan ilmu tabibmu untuk Amara agar pengetahuannya bertambah , dan jagakan Amara untukku !!" ucap Saga lagi pada Isla


" Baik Jendral... !!" sahut Isla


Saga menatap Amara yang tertunduk, ia tau gadisnya itu sedang berusaha menahan air matanya...ingin sekali ia memeluk dan menghiburnya, namun ia takut jika ia melakukan itu ia tak akan sanggup melepaskannya


" Jaga kesehatanmu Amara !!" ucap Saga lalu naik ke atas kudanya....Saga terus menatap Amara dari atas kuda sampa Amara melihat padanya baru Saga pergi.


Amara menatap punggung Saga sampai menghilang dengan penuh air mata , entah mengapa ia merasa perpisahan ini adalah perpisahan yang akan membawa kesedihan kedepannya....hatinya terasa begitu tak enak,


" Apa yang akan terjadi ?? mengapa hatiku begitu terasa tak nyaman saat melihat jendral pergi... seolah ia akan pergi untuk selamanya dari hidupku 😓😓 " ucap Amara dalam hati

__ADS_1


See you next eps sista


__ADS_2