
" Ya ibu... Sarah sudah sah menjadi istriku jadi sekarang ibu paham kan mengapa aku menolak Anna ??" jawab Erden
Brak....!! Sora menghambur semua makanan di depannya
" Tidak... aku tidak mengakui pernikahan kalian, Erden...jika mau menikah seharusnya di saksikan oleh ayah ibumu !!" bentak Sora
" Jangan salahkan aku ibu... kau dan ayah sama2 sibuk dengan diri kalian sendiri, lagi pula aku sudah dewasa ibu... aku bisa memutuskan sendiri masa depanku, selama ini aku juga tak pernah mengurus apa yang ayah dan ibu lakukan dengan rumah tangga kalian !!" sahut Erden membuat Sora hanya bisa meradang
" Ikut ke kamar ibu, kita harus bicara serius !!" titah Sora lalu berjalan lebih dulu ke kamarnya..Erden santui saja menghadapi kemarahan ibunya... demi Sarah jangankan ibunya... ratusan gunung saja akan di hadapinya
" Lanjutkan makanmu sayang, jangan menangis ... aku tak sanggup melihat air matamu !!" ucap Erden melihat mata Sarah yang berkaca-kaca, Erden menemani Sarah sampai Sarah selesai makan ... Anna hanya bisa melihat dengan perasaan iri
" Beruntung sekali kau Sarah, bisa mendapatkan cinta kak Erden... aku sungguh iri melihat betapa kak Erden begitu mencintaimu ðŸ˜ðŸ˜" cicit Anna dalam hati
" Maaf ... aku permisi !!" pamitnya kemudian...
" Bibi... antar dan temani Sarah ke kamar aku akan berbincang dengan ibu dulu " titah Erden, Sarah berdiri dan memeluk Erden ... lama...
" Kakak...aku sangat mencintaimu, jangan tinggalkan Sarah !!" bisiknya membuat Erden tersenyum senang
" Andai kau tau betapa aku sangat memujamu Sarah !!" bisiknya balik
" Bibi... Sarah tidak mau ke kamar... Sarah ingin berkeliling taman saja ya !!" pintanya sambil tersenyum
" Baik nona Sarah... atau bibi harus memanggilmu permaisuri ??" sambut kepala dayang senang
" tidak usah bi.. panggil seperti biasa saja " pinta Sarah... dengan riang Sarah berkeliling melihat semua bunga yang begitu banyak di tanam di taman kerajaan... sebanyak hatinya yang berbunga-bunga saat ini
" Maaf kan aku ibu mertua, aku sangat menyukai kakak tampan... aku tak akan melepaskannya walaupun ibu mertua tak menyetujui kami " bisik hati Sarah
Di kamar Sora...
Erden segera mendatangi Sora setelah Sarah selesai makan... dilihatnya ibunya tengah menangis di ranjang... Erden menarik nafas panjang
" Ini akan sulit ...!!" cicitnya
__ADS_1
" Ibu.. aku sudah datang !!" ucap Erden lalu duduk di sisi ranjang sambil mengelus rambut Sora, Sora segera duduk dengan air mata berurai... ia harus bisa memenangkan hati Erden
" Erden...tolong dengarkan ibu, batalkan pernikahanmu dengan gadis itu !! " pinta Sora dengan air matanya...
" Mengapa ibu... apa ibu tidak senang aku bahagia ?? apa ibu tidak senang setelah 10 tahun aku dengan kesendirianku telah berakhir dan kini ada yang menemani ??" tanya Erden
" Tentu ibu senang jika kau bisa membuka hatimu nak... tapi kau seorang raja , selayaknya memilih permaisuri yang sesuai... jadikan Anna permaisuri Mongun, jika kau sangat menyukai Sarah fine.. ibu tak akan menganggu itu, jadikan saja dia selirmu ...ok !!" ucap Sora dengan penuh kelembutan... jika dengan teriakan Erden tak tergerak siapa tau dengan suara halus dia akan goyah pikir Sora
" Ibu... bukannya ibu sangat menentang dengan adanya selir ?? kini mengapa ibu malah memintaku memiliki selir ?? apa ibu tidak sakit hati dengan ayah yang lebih mencintai selirnya dari pada ibu dan kini ibu ingin Anna mengalami hal serupa ??" sahut Erden tak kalah halus namun sungguh mendabuk dada Sora
" Itu karena ayahmu membohongi ibu, jika sejak awal ia terbuka maka tak akan ada kemarahan di hati ibu !!" sahut Sora sekenanya
" Ibu yakin ?? lalu mengapa ibu meninggalkan ayah dan memilih raja Sobaria setelah ayah mengakui semuanya, apakah pernikahan kalian yang begitu lama tidak cukup untuk ayah mendapatkan maafmu ??" balik Erden
" karena ibu harus melindungi Mongun !!"
" Maksud ibu..??"
" Saat itu Max mengancam akan menyerang dan meruntuhkan Mongun jika ibu tidak berpisah dengan ayahmu dan menikah dengan Max !!" jawab Sora apa adanya
" Maaf ibu aku akan membalas pengorbanan ibu namun bukan begitu caranya !!" sahut Erden mengagetkan Sora
" Maksudmu ??"
" Tinggalkan Max dan Sobaria kembalilah ke Mongun jika ibu ingin aku tetap menikahi Anna !!" balas Erden membuat Sora melotot
" Apa maksudmu ?? mengapa ibu harus meninggalkan Max sebagai balasan untuk menikahi Anna hah ?? " tanya Sora geram
" Ibu tak perlu berkorban seumur hidup, aku kini sudah mampu mengalahkan Sobaria... ibu kembali ke Mongun dan aku akan menyerang kerajaan Sobaria jika perlu Malta sekalian ... akan kuhabisi raja Max yang sudah memaksa ibu selama ini !!"
Duar......serasa puluhan bom meledak di kepala Sora saat mendengar perkataan Erden, meninggalkan Max...??? ucapnya dalam hati di saat ia kini sudah sungguh-sungguh mencintai Max sebagai suaminya ??? sebagai syarat agar Erden mau menikahi Anna ??
Wajah Sora memucat....setelah mengambil nafas panjang
" Jangan kau campur urusan mu dengan urusan ibu Erden... nikahi saja Anna dengan kedamaian tak perlu kau merusak masa depan kerajaan lain " ucapnya berkelit
__ADS_1
" Kan agar ibu tak perlu berlama-lama berkorban untukku lagi... aku akan mengembalikan keadaan seperti semula....bagaimana ibu sanggup ??" balas Erden sambil memperhatikan... membaca wajah Sora
" Lalu bagaimana dengan anak ibu dengan Max ... kasihan dia jika kami terpisah ??"
" Lalu ibu tak kasihan dengan adik adikku yang juga hidup terpisah dengan ibu dan ayah ??" Erden terus mengejar ... membuat Sora habis akal
" Erden ... berhentilah membanding- bandingkan !!" tegurnya kesal
" Lalu kami anak ibu dengan ayah ini ibu minta pasrah saja ibu tinggalkan ?? dan harus lebih memahami anak ibu dengan Max begitu ?? apa susahnya ibu tinggal membawa Sofia ke Mongun saja !!" cecar Erden
" Erden... masa depan Sofia begitu cerah... ia akan menjadi penerus Sobaria... jangan kau ganggu masa depan nya dengan keinginanmu itu !!" tolak Sora lagi
" Jika begitu jangan coba juga menganggu masa depanku !!, berhentilah mengganggu kebahagiaan orang lain untuk kebahagiaan ibu sendiri ..!!" sahut Erden balik
" Erden !!" cicit Sora tak percaya Erden begitu melawannya kini
" apa yang ibu anggap baik untukku belum dari kacamata ibu belum tentu benar , jadi tolong berhentilah sebelum aku benar-benar meluluhlantahkan Sobaria !!" tegas Erden lagi membuat Sora terduduk dengan tubuh bergetar
" kau tega melakukannya Erden ??"
" Ya ... jika ibu masih saja tak menerima Sarah sebagai istriku... ibu pikirkan dengan baik... aku dengan Sarah dan damai untuk Sobaria atau perang !!" tegas Erden sekali lagi lalu pergi dari kamar Sora dengan hati yang galau .. ia segera mencari pujaan hatinya... entah mengapa ia begitu merindukan Sarah padahal baru juga beberapa saat...
" Apa kau menyihirku Sarah ?? tapi jika pun kau menyihirku aku rela , sihir saja aku seumur hidupku ha ha ha " tawanya dalam hati
" Marco ...!! dimana istriku !!" teriaknya membahana di lorong istana membuat semua tersenyum senang mendengarnya
" Permaisuri Sarah sedang bermain di taman paduka !!" jawab Marco tak kalah membahana , membuat Sora yang mendengarnya dari kamarnya menghambur semua yang ada di atas ranjangnya dengan kesal karena ia sungguh sangat kesal ...kesal....kesal....😡😡😡
" dasar gadis sialaaannnn... arghhhhhhhhh!!!" teriak Sora begitu kesal
Wkwkwkwk Monggo kesal sampe cape jeng Sora... onel mah tambah senang ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤£ðŸ¤£
Onel nulis eps ini di kota Martapura Kalsel....ora Popo jalan2 nulis novelnya yang penting bisa up...🥰🥰
See you next eps
__ADS_1
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya