Deep Heart

Deep Heart
50. Surat


__ADS_3

Saga masuk ke kamarnya dengan kesal, ia bahkan membanting pedangnya ke sembarang arah... ingin sekali ia menebas leher seseorang saat ini...


Tak lama Xoga masuk mengikuti Saga


" Saga ... tak bisa kah kau sopan sedikit terhadap tamu kita ??" tanya Xoga


" Sopan...?? bagaimana aku bisa sopan dengan sikap kakak dan kakak ipar yang begitu melanggar privasi ku ??" semprot Saga balik


" Aku tidak melanggar privasi mu Saga, aku adalah kakakmu sebagai pengganti orang tua kita... jadi aku berhak menentukan siapa yang pantas untuk menjadi istrimu!!" sahut Xoga


" Apa?? "


" Ya seperti pernikahanku yang dulu juga di atur oleh ayah kita, lagi pula apa kurangnya putri Sofia... ia begitu cantik dan bukan dari kalangan sembarangan, dengan menikahinya masa depanmu akan semakin cerah " ucap Xoga


" Sudah kubilang ... aku tak tertarik dengan hal itu kak... jika kau tak menyukai keberadaan ku di sini, aku bisa pensiun cepat dan menghabiskan sisa hidupku di vila ku !!" sanggah Saga kesal


" Kau tau bukan itu permasalahannya Saga, lagi pula mengapa kau menolak putri Sofia??" tanya Xoga


" Karena aku tidak mencintainya kak !!" jawab Saga


" Aku dulu juga tak mencintai Sora, tapi kau lihatlah sekarang aku hidup bahagia dengan Sora!!"


" Aku mencintai gadis lain... aku sudah punya gadis pujaan , hanya dengan dia lah aku akan menikah " sahut Saga mengagetkan Xoga


" Mengapa kau tak mengatakannya pada kami ??" tanya Xoga


" Aku sudah mengatakannya kini, sekarang kakak tolak kembali lamaran itu " pinta Saga


" Tidak bisa Saga... hari pertunanganmu bahkan sudah di tentukan, jika kita menolaknya mereka akan malu dan bisa mengakibatkan perang, pernikahanmu dengan putri Sofia adalah untuk menambah sekutu bukannya untuk menambah musuh Saga " tolak Xoga


" Mengapa kakak mengorbankan aku untuk kekuasaan kakak... kurang banyak apa perluasan daerah yang telah kulakukan selama ini, apa kakak masih kurang puas hingga menjual aku ke kerajaan Sobaria ?? " cecar Saga

__ADS_1


" Jaga mulutmu Saga... aku tidak menjualmu, aku mencarikan masa depan yang terbaik untukmu Saga !!"


" Untukku ?? bukan untuk kakak ?? jika kakak sangat menyukai putri Sofia mengapa tak memberikannya untuk Erden hah ??"'


" Jika mereka melamar Erden... pasti aku juga tak akan menolak Saga, namun mereka melamarmu !!, terima saja pernikahan ini, lambat laun kau akan bisa mencintainya " kekeh Xoga


" Sudah kubilang Kak... aku sudah mencintai gadis lain dan aku hanya akan menikah dengannya ... titik !!" tolak Saga


" Kau bisa menjadikannya selirmu , aku yakin gadismu tak akan keberatan !!"


" Aku yang keberatan, aku tak mau mengorbankan kebahagiaan kekasihku hanya untuk duniawi... aku tidak seperti kakak !!" Saga tetap menolah


" Apa maksud perkataanmu Saga ??" tanya Xoga


" Aku tau kakak meninggalkan kekasih kakak saat kakak menikah dengan Sora, tapi akhirnya kakak tak bisa melupakannya bukan ?? bahkan sampai saat ini , kakak masih menyembunyikannya di rumah peristirahatan dan menyamarkannya menjadi kepala pelayan di sana ... padahal ia adalah kekasihmu..begitu tega kau menyiksanya seumur hidupnya , itu yang kakak bilang kebahagiaan ???" cecar Saga mengagetkan Xoga


" Tutup mulutmu Saga, dari mana kau dengar berita bohong itu ??"


" Kenapa memangnya ??"


" Karena ia tak mau kakak memasukkan kekasih hati kakak itu ke dalam istana, karena kakak pasti akan lebih mencintainya dari pada Sora " jawab Saga membuat Xoga terdiam


Semua yang di katakan Saga memang benar, ia terpaksa meninggalkan kekasihnya karena harus menikahi Sora. Walaupun pada akhirnya ia bisa menerima Sora sebagai istrinya namun sampai saat ini di hatinya yang terdalam ia tetap lebih mencintai kekasihnya itu, namun ia tak pernah bisa menjadikannya selirnya karena Sora tak mengizinkannya, ia hanya bisa menyimpannya di rumah peristirahatan dan mengunjunginya saat ia sudah tak bisa menahan rindu.


" Keputusan kakak sudah bulat, kau harus bertunangan dengan putri Sobaria besok lusa dan kau tak bisa menolak !!" titah Xoga


" Mengapa aku tidak bisa menolak..??. untuk masa depanku aku tak mau hidup tersiksa " tanya Saga


" Karena ini...!! " jawab Xoga sambil menyerahkan sebuah surat pada Saga... Saga membuka surat tersebut yang ternyata dari mendiang raru terdahulu, ibu sambungnya ....


" Anakku Saga... terimakasih sudah menjadi anak yang begitu berbakti selama ini... ibu sangat bahagia memilikimu juga sebagai anak ibu. Saat kau membaca surat ini , ibu sudah tidak bisa mendampingimu... hanya satu pesan ibu, turuti kakakmu Xoga, lakukan apapun perintahnya jika ia memberikan surat ini padamu. Perintah Xoga sama dengan perintah dari ibu. Jadilah anak yang baik dan penurut Saga... ibu sangat menyayangimu " Saga menangis membaca surat tersebut.... ibu sambungnya itu telah meninggal lebih dari 10 tahun yang lalu... namun perkataan di surat tersebut terasa seperti mendengar suaranya langsung

__ADS_1


Saga terduduk lemas di lantai... ia tak berdaya setelah membaca surat dari ibunya itu. Xoga mengeluarkan jurus pamungkas terbaiknya... ia tau seorang Saga tak akan bisa melawan ibu.


" Ingat Saga... permintaanku adalah perintah ibu, kau harus bertunangan dengan Putri Sofia lusa jangan mangkir dan menjadi pengecut, masalah kekasihmu... aku mengizinkanmu untuk menjadikannya selirmu, aku akan berbicara pada raja Sobaria untuk itu... selamat malam !!" ucap Xoga lalu meninggalkan kamar Saga


Xoga berjalan masuk ke kamarnya....kamarnya masih sepi yang artinya Sora masihlah menemani tamu mereka. Pikiran Xoga melanglang buana jauh ke rumah peristirahatan. Tak lama Xoga keluar kembali dan menaiki kudanya


" Anda mau kemana tuan Raja ??" tanya prajurit yang melihatnya


" Aku hanya ingin mencari angin sebentar ... tak usah mengikuti aku !!" titahnya yang di angguki para prajurit... Xoga melarikan kudanya ke rumah peristirahatan, begitu sampai ia langsung menuju kamar kepala pelayan yaitu kekasih hatinya


Xoga membuka pintu kamar dan menutupnya kembali, terlihat siluet tubuh yang begitu indah di balik selimut. Nafas Xoga langsung saja memburu.. bergegas ia membuka pakaiannya dan menarik selimut dan terlihatlah tubuh Sexy Astina, wanita yang selalu membuatnya merasa hidup. Xoga menciumi Astina dengan penuh hasrat, Astina yang sudah terbiasa di serang pada jam malam itupun membuka kedua matanya dan tersenyum bahagia


" Malam sayangku... sepertinya kau sangat kelaparan ?? apa istrimu tak pernah memuaskanmu ??" sapa Astina sambil membuka pakaian tidurnya


" Kau tau hanya kau yang bisa membuatku begitu luas Astina... kemari aku butuh pelepasan ahhhh " sahut Xoga dan langsung memasuki Astina dengan ganas....Astina mendesah hebat, sudah hampir sebulan baru Xoga mendatanginya ... ia tak akan menyia-nyiakan nya, Astinah kini membalik keadaan... ia menaiki Xoga dan memimpin percintaan mereka sampai erangan mereka terdengar bersamaan tanda keduanya telah mencapai titik kepuasan bersama


" Kau memang yang terbaik Astinah... ohhh aku sangat mencintaimu " bisik Xoga sambil mengatur nafasnya


" Aku lebih mencintaimu Xoga ku " balas Astinah lalu terkulai lemas di pelukan Xoga, dada Xoga berdetak begitu hebat jika ia melakukannya dengan Astinah... sangat berbeda jauh jika ia melakukannya denga Sora


Xoga menarik Astina ke pelukannya, entah apa yang akan terjadi pada Astina jika Sora mengetahui hal ini... selama ini Xoga masih bisa menutupinya tapi entah sampai kapan


" Astina... bolehkan aku bertanya padamu ??" tanya Xoga


" Tentu saja... apa yang ingin kau tanyakan padaku ??" sahut Astina


" Apakah kau bahagia... atau tersiksa dengan statusmu selama ini ??" tanya Xoga


" Aku......."


See you next eps

__ADS_1


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya


__ADS_2