
Puluhan gadis yang melihat sosok Erden yang begitu gagah perkasa langsung jatuh cinta berjamaah, kharisma sang raja yang memasuki usia matang itu memang sangatlah besar... hingga walaupun Erden berteriak kesal mereka bukannya takut tapi malah tambah terpesona .Apalagi melihat jejeran roti sobek dan otot Erden yang berbaris rapi membuat kadar ketampanan Erden semakin besar di mata mereka
" Paduka... walau hanya menjadi teman malammu hamba bersedia !!" kejar beberapa gadis , Erden berbalik menghadapi para gadis yang mengejarnya itu
" Bawa hamba paduka, hamba mencintaimu !!"
" Hamba lebih mencintaimu paduka !!" teriak mereka sambil mengejar Erden
" Berhenti di situ...Jagalah kelakuan kalian, jangan salahkan jika nanti aku kasar pada kalian !! Aflan bereskan mereka , Marco kau ikut aku !!" bentak Erden sangat kesal
Aflan bergerak cepat menghalau kawanan gadis yang begitu terpana pada Erden tersebut, sedangkan Marco dan hulubalang istana mengikuti raja mereka ke ruang rapat.
" Marco bagaimana mungkin kau membiarkan puluhan gadis itu berkeliaran di istanaku ?? kau kan tau aku sudah menikah dan memiliki istri bahkan aku sudah memerintahkan mu untuk mempersiapkan acara pernikahan termegah untukku dan Sarah !!" cecar Erden
" Maaf paduka... hamba tau namun ibu anda tidak tau. Mendengar Mongun mempersiapkan pernikahan , permaisuri Sora mengirimkan para gadis itu dari Sobaria beserta surat perintah " jawab Marco
" surat perintah... apa memangnya perintah ibu ??"
" Permaisuri Sora memerintahkan agar paduka menerima semua gadis itu agar bisa menjadi pelayan pribadi paduka dan jika paduka suka paduka boleh menjadikan mereka sebagai selir paduka " jelas Marco sambil menyerahkan surat dari Sora
Erden membaca surat tersebut dengan tangan bergetar
Sungguh ibunya memang tak berubah, padahal ia sudah dengan jelas memberitahu ibunya agar tak mencampuri urusan pribadinya, Erden merobek surat tersebut dengan marah
" Jadi kau sekarang sudah menjadi pengikut ibuku.. jika begitu pergi saja sana kau ke Sobaria !!" omel Erden....Marco langsung bersujud
" Ampun paduka ampun... saya selalu setia dengan paduka , namun hamba tidak berani berbuat apapun hingga paduka datang !!" sembahnya takut, ia tau bagaimana ganasnya Erden jika sudah marah...11 - 12 saja dengan jendral Saga dulu.
" Sekarang pertanggung jawabkan perkataanmu itu, pulangkan mereka semua secepatnya, besok pagi aku sudah tidak mau melihat ataupun bertemu mereka lagi... istriku sedang hamil muda aku tak mau jika dia marah jika berita ini sampai ke telinganya, mengerti !! " titah Erden
" Baik paduka... lalu alasan apa yang harus saya berikan pada permaisuri Sora ??"
" Terserah padamu... katakan saja semaumu !!" sahut Erden
Semua perangkat kerajaan Erden begitu kaget mendengar raja mereka akan segera memiliki keturunan... semua langsung bersujud senang
" Selamat atas kehamilan istri paduka, selamat atas datangnya calon penerus kerajaan Mongun !!" ucap mereka serentak membuat kadar kemarahan Erden sedikit menurun
" Terimakasih atas ucapan kalian, mulai sekarang Sarah adalah permaisuri kalian dan aku tidak akan mengambil satu orang selirpun di masa yang akan datang... ingat itu !!" sahut Erden sambil kembali duduk di bangku kebesarannya
" Mengapa kau masih di sini Marco? cepat selesaikan mereka !!" tanya Erden melihat Marco masih berdiri di depannya
" Se...sebenarnya masih ada hal lain yang perlu paduka ketahui " jawab Marco sambil melirik pada hulubalang agar menolongnya
" Katakan !!" hulubalang pun maju untuk melapor
" Begini paduka... mendengar paduka akan melangsungkan pernikahan ... semua kerajaan jajahan kita mengirimkan putri mereka ke mari dan semua berharap agar putri mereka menjadi selir di Mongun " lapornya... mata Erden membesar mendengar berita itu
__ADS_1
" Semua jajahanku...?? semua ??" tanyanya berulang
" ya paduka .... di rumah peristirahatan kini sudah ada 7 putri yang datang dikirim oleh kerajaan masing-masing "
" dan kalian menerima mereka tanpa persetujuanku ?? mengapa kalian begitu lancang ??" Erden kembali murka, mengapa semua orang begitu mengurusi masalah pribadinya, ia sudah memilih seorang wanita yang di cintainya dan mengapa para raja jajahannya sibuk mengirimkan putri mereka seperti itu ... untuk apa ??
Erden terdiam sesaat...tubuhnya terasa begitu lelah setelah menempuh perjalan jauh, untuk mengomel saja rasanya sudah tidak sanggup lagi kini
" Kalian urus saja dulu gadis yang dikirim ibuku , kembalikan mereka ke Sobaria....masalah lain kita selesaikan besok termasuk ke 7 putri itu, aku mau istirahat... panggil Aflan suruh ke kamarku !!" titah Erden lalu berjalan ke kamarnya
" sebentar....bagaimana dengan ke dua adikku , di mana mereka sekarang ??" tanya Erden sambil berbalik lagi
" Keduanya sedang bersama ayah paduka "
" Biar saja mereka di sana dulu, nanti jika persiapan pestaku mendekati selesai jemput mereka beserta ayah dan ibu tiriku !!" titah Erden
Erden masuk ke kamarnya dan berebah melepas penat, beberapa dayang sudah mempersiapkan air mandi untuknya... akhirnya Erden memutuskan untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu
" Keluar kalian semua, aku bisa mengurus diriku sendiri....siapkan makan malam untukku dan Aflan, di kamarku saja !!" ucapnya mengusir semua dayang...
Selesai mandi Aflan nampak sudah menunggu sambil berdiri
" Paman sudah mandi ??" tanyanya....Aflan menggeleng
" Mandilah dulu dan makan malam bersamaku di sini " pintanya... Aflan mengangguk paham.Erden pasti meminta dirinya untuk menemaninya karena tak mau ada gadis yang mengganggunya nanti, hal seperti itu juga sering dilakukannya saat mendampingi jendral Saga
" Paman... beri aku waktu 2 hari untuk menyelesaikan permasalah kerajaan , setelah itu baru kita ke Sobaria " pinta Erden
" Tentu saja raja Erden, permasalahan kerajaan harus di selesai kan terlebih dahulu sebelum kita menyelesaikan permaisuri Sora. Aku akan menulis surat laporan untuk jendral Saga, ada yang ingin paduka sampaikan ??" tanya Aflan balik
" sampaikan pada istriku aku sangat rindu padanya, tak usah kau sampaikan masalah para gadis yang dikirim ibuku itu... nanti Sarah malah menangis sedih !!" pinta Aflan
" Baik raja....aku paham !!" sahut Aflan,
" Oh ya paman....nanti suruh Marco mengirimkan stok buah-buahan dan makanan yang banyak ke pulau, aku ingin apa yang ingin di makan istriku tersedia lengkap, kirimkan juga pakaian terbaik untuk Sarah dan Amara !!" titahnya lagi yang di angguki oleh Aflan. selesai makan malam Aflan pun pamit hendak ke kamarnya
" Kau tak usah kemana-mana paman, tidur saja denganku ....aku tak ingin ada penyusup saat aku tidur, apa paman paham ??" pinta Erden lagi
" Baiklah... aku akan tidur di ranjang yang lebih kecil itu " tunjuk Aflan pada ranjang di sudut kamarnya
" Baik paman... selamat malam " tak lama keduanya tertidur , rasa lelah membuat Erden tertidur begitu nyenyak hingga pagi hari.
Pagi harinya Erden bangun dengan tubuh yang segar....yang pertama kali di ingatnya adalah pujaan hatinya yang berada begitu jauh darinya
" Oh Sarah....mengapa kau begitu jauh , aku sangat merindukanmu !!" ucapnya sambil memandang ke arah yang di anggapnya di mana pulau Saga berada
" Paman ? mengapa matamu begitu bengkak ? apa tidurmu tidak nyenyak ??" tanya Erden kaget melihat Aflan berdiri di samping pintu dengan mata memerah
__ADS_1
" Bagaimana aku mau tidur nyenyak raja Erden, sebentar-sebentar para siluman itu bergentayangan berusaha masuk dan naik ke ranjang mu... entah berapa gadis yang kutinju semalam... woahhhh , mereka begitu tergila-gila padamu raja Erden ha ha ha " sahut Aflan sambil menguap jelas sekali ia tidak tidur semalaman
" Mengapa mereka begitu berani memasuki kamar pribadiku ??" apakah pengawal tidak berjaga ??, panggil mereka !!" cecar Erden marah
" Sepertinya para gadis itu di bekali perintah untuk mendekati anda dengan segala cara paduka, beberapa pengawal kulihat pingsan atau tertidur ... namun aku sudah berhasil mengamankan malam anda. Aku dan Marco sudah mengumpulkan mereka bahkan beberapa orang harus kami ikat agar tidak menimbulkan masalah, subuh tadi mereka sudah di angkut untuk dikembalikan ke Sobaria " lapor Aflan
" Baiklah....sarapan bersamaku dulu paman, stelah itu paman beristirahat saja dulu... biar aku yang menyelesaikan masalah yang lain " titah Erden
" bayangkan jika mereka lepas dari pengawasanku dan kau terbangun dengan beberapa gadis di pelukanmu.... wah akan menjadi bahan yang sangat bagus untuk kutulis ha ha ha " olok Aflan
" berani kau mengadukan fitnah itu akan kupotong tanganmu itu!!" sahut Erden dengan wajah keram
" aku hanya bercanda... mengapa kau begitu serius menanggapinya paduka he he "
" Untuk Sarah aku tak bisa bercanda paman, aku sungguh mencintainya... melebihi diriku sendiri " jawab Erden lagi
" paman tau ... itulah mengapa jendral Saga memintaku mendampingimu, bukan karena tak percaya padamu raja Erden, namun Jendral tau jalanmu ini tidak mudah karenanya ia memintaku membantumu... jendral ingin kau kembali dengan selamat " sahut Aflan
" Benarkan apa yang paman katakan ?? paman Saga menghawatirkan keselamatanku ??" tanya nya tak percaya
" Sebenarnya lebih menjaga agar Sarah tak menangis jika kau kenapa-napa raja Erden ..Kau kan tau mereka terpisah dengan Sarah dan tak bisa memberikan kasih sayang penuh pada pertumbuhan Sarah seperti pada ketiga adiknya, maka dari itu Saga dan Amara akan selalu memastikan Sarah bahagia kedepannya....karena hanya itu yang bisa mereka lakukan untuk membalas waktu kebersamaan yang hilang
" terimakasih paman... apapun alasan paman, aku tetap senang. Sekarang beristirahatlah... aku akan mengurus ke 7 putri itu terlebih dahulu " titah Erden meninggalkan Aflan untuk beristirahat
🌟🌟🌟🌟
Erden berjalan ke ruangan kerajaan dengan lega karena ke 20 gadis penganggu sudah di atasi. Semua punggawa kerajaan sudah berkumpul termasuk Marco. Walau matanya memerah karena bergadang semalaman namun Marco masih berdiri tegak di hadapan Rajanya.
" Hulubalang... panggil semua putri kerajaan yang di kirim ke mari..Jika mereka membawa pengawal atau keluarganya bawa semua. Aku akan menyelesaikan masalah ini secepatnya !!" titah Erden lalu duduk di bangku kebesarannya
" Sembari menunggu para putri bagaimana jika hamba melaporkan pembukuan kerajaan Mongun paduka raja ??" pinta pengurus keuangan
" Silahkan !!" Erden pun menyimak semua laporan dari pengurus keuangan kerajaan... Erden begitu kaget karena kekayaannya meningkat berpuluh lipat semenjak ia menjabat sebagai raja. Erden tersenyum....
" Sarah... pujaan hatiku, kau akan sejahtera seumur hidupmu... semua hartaku akan dipersembahkan hanya untukmu dan anak-anak kita kelak sayang !!" ucapnya dalam hati
" Paduka raja .... para putri dan pengikut mereka dari 7 kerajaan sudah datang !!" lapor Marco menghambur lamunan Erden. Erden berdiri memandangi satu persatu gadis cantik yang berjejer di depannya yang memandanginya dengan mata penuh rasa kekaguman pada dirinya
" Wanita... wanita....mengapa kalian sangat menyusahkan ??" jerit hati Erden
Hemmm ada yang membuat hati Erden bergetar ngak ya ??ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤£
Berani paduka untuk mendua ???
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya
__ADS_1