Deep Heart

Deep Heart
157. Tak Kuat


__ADS_3

Sebelum membaca episode ini, harap baca ulang episode sebelumnya karena mungkin ada part yang belum ter up kemarin


Namanya adalah Darla...seorang janda tanpa anak. Suami Darla gugur dalam perang saat ia masih hamil muda... tak lama iapun keguguran. Akhirnya bibinya membawanya ke istana untuk menjadi dayang dari pada selalu sedih di rumah.


Saat Darla mengetahui jika Sora tengah mengandung hatinya langsung saja trenyuh, bagaimana kah permaisuri dan the baby akan bertahan jika raja Max selalu membuatnya kelaparan ??


Pagi ini Darla membungkus jatah sarapannya dengan alasan akan memakannya nanti, ia lalu pergi mengantarkan sarapan Sora berupa bubur gandum dingin dan air putih. Seperti biasa Sora hanya duduk di bebatuan menghadap laut. Darla segera memakan bubur gandum dingin milik Sora ... lalu menyusun sarapan miliknya berupa sup dan roti, tak lupa ia menyisipkan sebuah apel yang juga merupakan jatah miliknya.


Setelah selesai Darla segera memanggil Sora untuk sarapan.


" Apakah menu yang sama ??" tanya Sora


" Silahkan nyonya lihat sendiri " ucap Darla sambil tersenyum... dengan malas Sora berjalan menuju tendanya, jika bubur gandum lagi mungkin aku akan mati hari ini ... keluh Sora dalam hati, namun matanya langsung membulat melihat sarapannya pagi ini


" Benarkah ini sarapanku ??" tanyanya memastikan.... Darla mengangguk sambil tersenyum, Sora segera mereguk susu hangat di depannya....betapa nikmat rasanya, berikutnya ia pun memakan sup dan roti sampai tandas...


" Anda tidak memakan apelnya nyonya ??" tanya Darla


" Tidak aku akan menyimpannya untuk makan siang, mana tau nanti bubur gandum lagi ... kau tau aku tak bisa memakannya " ucap Sora sambil mengenggam apel tersebut dengan wajah tersenyum senang.... mata Darla langsung berkaca melihat betapa miris keadaan seorang permaisuri Sora saat ini.


" Baiklah... saya permisi nyonya !!" pamit Darla


Siang hari Darla kembali memberikan jatah makannya pada Sora bahkan juga makan malamnya. Tak ada yang mengetahui hal itu bahkan Sora . Sora hanya berfikir Max sudah tak terlalu marah padanya.


Sebulan berlalu.....


Darla masih dengan setia memberikan jatah makanannya pada Sora, bahkan terkadang Darla menghabiskan uangnya untuk membelikan Sora buah stroberi dan anggur, buah yang sangat di sukai Sora.


Bibi Darla sudah memperingatinya agar berhenti memberikan jatah makannya pada Sora karena jika raja Max mengetahuinya maka nyawanya bisa terancam namun Darla tetap saja melakukannya

__ADS_1


" Jika raja Max mengetahuinya dan aku dihukum....Darla rela bi " sahut Darla


" Mengapa Darla....apa yang di janjikan nyonya Sora hingga kau begitu loyal padanya ??" tanya bibinya


" Nyonya Sora bahkan tidak tau jika itu adalah jatah makanku bi, nyonya Sora mungkin ada salah hingga di hukum namun bayi di dalam perut nyonya itu tidak bersalah... bayi itu berhak untuk mendapatkan makanan yang baik selama berada di perut ibunya " jawab Darla membuat bibinya kaget


" Apa kau bilang... nyonya Sora sedang hamil ??" tanyanya membuat Darla kalang kabut menutup mulut bibinya akibat ia yang keceplosan


" Shuttt... bibi pelan-pelan, ya nyonya Sora sedang hamil dan apa bibi tau siapa ayah janin tersebut ??" bisik Darla


" Siapa ??"


" Aku akan memberitahunya tapi bibi janji ya... rahasiakan ini dari siapapun !!"


" Baiklah ... cepat katakan !!" pinta bibinya begitu penasaran


" Ayah dari janin tersebut adalah raja kita... raja Max !!" bisik Darla membuat bibi kaget luar biasa ia bahkan hampir saja pingsan rasanya


" Aku mendengarnya langsung dari mulut nyonya Sora bi... pada saat itu aku berdiri tak jauh dari nyonya namun nyonya tidak tau bi... jadi biarkan aku melakukannya bi, jika aku akan di hukum matipun aku rela bi..." ulang Darla


Dilain tempat.....


Saat ini Max sedang sangat kesal. Walaupun istrinya telah meninggal namun namanya juga lelaki yang sehat, adik kecilnya sesekali rindu di belai . Punggawanya yang mengetahui hal itu pun mengumpulkan semua gadis tercantik di Sobaria dan di kumpulkan di kamar raja Max hingga raja Max bisa memilih mana yang di sukainya untuk menghangatkan malamnya. Namun dari sekian puluh gadis yang berjejer di hadapannya tak satupun yang bisa menimbulkan hasratnya. Max mengibaskan tangannya tanda ia tak inginkan siapapun malam ini.


Berjam-jam sudah Max bolak-balik di atas ranjang empuknya namun matanya tak juga terpejam. Tiba-tiba Max teringat dengan Sora


" Bagaimana sekarang keadaan Sora... bukankah sudah sebulan ia menjalani hukumannya...?? kira-kira bagaimana keadaannya sekarang ??" tanya Max dalam hati.


Kaki Max berjalan di keheningan malam menuju makam istrinya di mana Sora berada. Jarak yang jauh tak di rasa oleh Max... ia pun tiba di kemah Sora, Max masuk tanpa suara....

__ADS_1


" Apakah kau sekarang menjadi gembel Sora ??" bisiknya, matanya melihat siluet tubuh Sora yang tertutupi selimut... terlihat baju budaknya tergeletak begitu saja di atas meja... jadi apa yang di kenakannya di balik selimut itu ?? tanya Max penasaran, dengan ujung pedangnya Max menyingkirkan selimut Sora dari tubuhnya.... Max terhenyak , apa yang dilihatnya di luar ekspektasi nya.


Dipikirnya tubuh Sora akan semakin kurus dan tak terurus namun yang dilihatnya malah sebaliknya....tubuh Sora masih begitu bersih bersinar dan bukannya tambah kurus tubuh Sora malah tambah berisi terutama di bagian dadanya


Glek.... Max menelan salifanya saat Sora bergerak dan mengubah posisi tidurnya bertelentang memperlihatkan seluruh lekuk tubuhnya yang hanya memakai dalaman saja itu.


Tornadonya seketika bangun merespon apa yang di lihatnya....membuat Max kesal sendiri


" ****... mengapa kau malah bangun begitu melihatnya ??" cicitnya marah sambil melotot pada tornadonya yang sudah siap siaga


Max sungguh tak bisa menahan diri lagi, di tiupnya lilin yang menerangi kemah itu hingga keadaan menjadi gelap gulita dengan maksud agar Sora tak tau bahwa itu adalah dirinya, Max lalu menaiki Sora... setelah mengamankan kedua tangan Sora di atas kepalanya, bibir Max segera menikmati gunung kembar Sora yang begitu menggodanya.


Sora yang merasa terganggu pun terbangun, ia begitu kaget mendapati dirinya tengah di gagahi seseorang namun ia tak dapat melihat siapa pria itu karena keadaan begitu gelap. Namun walau sebisa mungkin Max menahan suaranya....Sora tau bahwa Max lah yang kini sedang mengukungnya. Sora tak akan pernah lupa dengan wangi tubuh maskulin Max, pria yang sudah menghamilinya itu.


Semula Sora hendak berontak... namun cumbuan Max membuatnya urung. Entah apakah ini karena hormon kehamilannya atau kah karena kebutuhan namun Sora begitu menikmati cumbuan Max pada tubuhnya membuatnya berpura-pura tidur. Namun saat Max mulai memasukinya....akhirnya Sora tak dapat menahan desahannya


" Oh Max... berlahan please !!" pintanya membuat Max terdiam sesaat


" Bagaimana mungkin kau bisa mengenaliku Sora !!" tanyanya tanpa berhenti memasuki Sora


" Karena aku mengenalmu Max... wangi tubuhmu akan selalu kukenali !" sahut Sora, membuat Max ingin menghentikan kegiatannya... namun sudah kepalang tangung untuk menghentikan hal nikmat ini... akhirnya Max melanjutkan aksinya sampai hasratnya tuntas dan kembali menyirami rahim Sora dengan lahar panasnya.


Sora masih lagi mengatur nafasnya, namun Max kembali mengukung Sora


" Damm Sora mengapa kau begitu nikmat....!!" omelnya kesal, Max lalu mencium bibir Sora dengan ganas seolah ingin memakan habis bibir sexy itu, namun tak lama kemudian Max pun melepas ciumannya


" Kau habis makan stroberi Sora ?? siapa yang memberikannya padamu??" tanya Max membuat Sora kaget


See you next eps

__ADS_1


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya


__ADS_2