Deep Heart

Deep Heart
256. Bulan


__ADS_3

Setelah beberapa jam akhirnya rombongan memasuki kawasan perkotaan kerajaan Mongun. Rakyat berkumpul berdiri di sepanjang jalan sampai ke depan gerbang istana menyambut kedatangan permaisuri Mongun setelah sekian lama kerajaan Mongun tak memiliki permaisuri.


Erden membuka atas keretanya dan dan mengajak Sarah berdiri agar rakyatnya bisa melihat mereka.


Rakyat mengelu-elukan raja mereka dan juga memuji kecantikan permaisuri mereka . Sepanjang jalan rakyat memanggil nama raja dan permaisuri mereka dengan bahagia.


Sarah sangat takjub dengan antusias rakyat Mongun atas kehadirannya . Tak henti-henti Sarah menebar senyum dan melambaikan tangannya walaupun sebenarnya ia merasa lemas karena baru saja melayani suaminya yang begitu kelaparan.


Saga juga tak kalah mendapat perhatian dari rakyat Mongun, mereka begitu rindu dengan kehadiran jendral mereka yang begitu melegenda itu.


Akhirnya iring-iringan memasuki gerbang istana.


Kini giliran prajurit Mongun yang menyambut dan memberikan penghormatan pada raja dan permaisuri mereka.


Beribu-ribu prajurit bersusun dan meneriakkan yel-yel selamat datang dan doa panjang umur untuk raja mereka .


Xoga dan Astina beserta kedua adik Erden menyambut di depan pintu masuk istana. Erden keluar lebih dulu dari kereta dan membantu Sarah untuk turun lalu mengenggam tangan Sarah dan mengajaknya berjalan sampai ke depan ayah dan keluarganya.


Astina begitu kaget melihat cucunya Sarah yang terlihat begitu cantik.. jauh lebih cantik dari dirinya dulu saat ia muda. Mata Astina berkaca apalagi saat melihat Amara yang juga berjalan ke arahnya....ia sungguh bahagia melihat anak cucunya berada di depannya. Astina berlari dan memeluk Amara sambil menangis sesegukan


" Maafkan ibu Amara... maafkan ibu hik hik hik !!" ucapnya berulang


" Ibu... mengapa ibu berbicara seperti itu ? ibu tidak punya salah " bisik Amara sambil memeluk Astina, Xoga segera menenangkan Astina


" Astina.... tenanglah dulu, kita harus menyambut semua rombongan dulu " bisik Xoga membuat Astina tersadar dari uforianya


Astina melepaskan pelukan nya pada Amara sambil menghapus air matanya, matanya lalu beralih pada Sarah yang juga sedang melihat padanya


" Boleh nenek memelukmu Sarah ??" tanyanya kemudian, Sarah pun mengangguk....keduanya berpelukan dengan bahagia


" Maafkan nenek Sarah, nenek belum pernah bertemu denganmu selama ini . Nenek sebenarnya sangat malu saat ini karenanya cucuku " ucap Astina


" Tidak apa-apa nek, Sarah baik-baik saja....Sarah sudah tau semua cerita tentang nenek dan juga ibu dari bibi Isla " sahut Sarah sedangkan di sebelahnya Xoga memeluk Saga juga dengan rasa yang begitu membahagiakan


Begitu lama baru mereka bertemu lagi, setelah banyak drama yang terjadi di antara mereka


" Jangan pergi lagi Saga.. maafkanlah masa lalu kita, sekarang saat nya kita Songsong masa depan dengan lebih baik " ucap Xoga


"'Iya kak... maaf kan juga jika aku ada salah selama ini , bagaimana keadaanmu kulihat kakak semakin gemuk saja ha ha " olok Saga


" Ya... seperti kau lihat aku sangat bahagia Saga , kuharap kau pun demikian "


" Tentu saja kak... aku pun sangat bahagia memiliki istri yang cantik dan pengertian, di tambah kini aku sudah punya 4 anak dan sebentar lagi kita akan punya cucu... rasanya tak ada lagi yang kurang dalam hidupku " ucap Saga


" cucu ?? Sarah sudah hamil ??" beo Xoga kaget


" Hem ya... tapi anak pertama mereka akan hidup di dunia naga untuk mengantikan Sarah "

__ADS_1


" apa...?? mengapa harus begitu ??"


" Jika di jelaskan akan panjang Xoga, tapi begitulah adanya kita harus ikhlas karena jika tidak Sarah tidak akan berumur panjang . Namun bukan berarti kita tak bisa melihat dan bertemu dengan anak Sarah nantinya, kapanpun kita ingin bertemu kita tinggal datang ke gua para naga " jelas Saga


" Baiklah jika begitu....semuanya selamat datang di Mongun terutama untuk kau Sarah....menantu sekaligus cucuku , selamat kau akan menjadi permaisuri kerajaan Mongun yang sah setelah acara penobatan mu nanti, bolehkah aku juga mendapat pelukan dari mu cantik ??" sambut Xoga sambil merentangkan kedua tangannya... Sarah tersenyum dan menyambut pelukan mertuanya itu , senang rasanya semua menerimanya dengan baik


" Ehem.. ehem... tidak usah lama-lama ayah, jika mau lama-lama sebaiknya ayah peluk istri ayah sendiri " protes Erden membuat semua tertawa geli melihat Erden cemburu


" Kau lihat itu Sarah... suamimu sangat cemburuan dengan ayahnya saja begitu ha ha ha " gelak Xoga setelah melepas pelukannya, Erden pun segera mendekati istrinya .... ia sudah tidak sabar hendak memperlihatkan kamar mereka pada Sarah


" Stop....sebentar dulu, sebelum kau culik istrimu ini ayah ingin memberi hadiah pada menantu ayah !!" larang Xoga, Xoga lalu mengeluarkan sesuatu dari sakunya


" Ini menantu, ayah berikan kau hadiah sebagai tanda terimakasih ayah karena kau telah membuat putra ayah bisa bahagia kembali , jaga dengan baik ya !!" ucap Xoga lagi lalu membuka kotak tersebut dan mengeluarkan sebuah gelang yang sangat mewah... gelang tersebut di hiasi batu zamrud dan permata lain, Sarah sampai ternganga melihatnya


" Ayah...ini terlalu mahal !!" cicitnya


" Tentu saja, ayah tak mungkin memberimu hadiah yang murah... lagipula sebentar lagi kau akan memberikan ayah cucu, ini sebagai ucapan selamat untukmu juga " lanjut Xoga dan memasangkan gelang tersebut di tangan Sarah


" Terimakasih ayah... tapi waktumu sudah habis, permisi aku hendak menculik istriku !!" Erden datang dan langsung mengendong Sarah dengan kedua tangan kekarnya


" Kakak... Sarah bisa jalan !!" protes Sarah


" Tidak Sarah, aku sudah lama berniat mengendongmu dari sini sampai ke kamar kita. Sekarang kau menurut saja, permisi semua silahkan beristirahat... ayah mohon bantuannya !!" ucap Erden lalu berjalan menuju kamarnya sambil tetap mengendong Sarah


Xoga mengajak rombongan yang baru datang ke ruang makan untuk segera makan, sedangkan Erden akan makan di kamar saja.


Aroma wewangian bunga langsung tercium begitu keduanya memasuki kamar . Sarah terdiam sambil ternganga melihat bagaimana kamar yang di masuki ya begitu indah..mewah dan luas


Di sana sini di hiasi banyak bunga, pernak pernik kamar pun berwarna putih dan merah muda. Matanya berakhir di sebuah ranjang yang besar dan ditaburi pula dengan banyak bunga . Ini semua adalah seperti kamar yang diinginkannya ... ia memang pernah bercerita dengan suaminya mengenai kamar impiannya namun Sarah tak menyangka jika suaminya benar-benar mengabulkan keinginannya itu.


Erden memeluk Sarah dari belakang...


" Kau suka dengan kamar kita ??" bisiknya , Sarah mengangguk bahagia


" Bagaimana bisa kakak mengingat semua nya ??" cicitnya bahagia


" Kau belum melihat semuanya sayang.. ayo ikut aku !!" ajak Erden sambil mengenggam jemari Sarah.


Sarah mengikuti saja kemana suaminya menariknya, kamar mereka begitu luas bahkan ada perapian di mana di depannya di hamparkan sebuah permadani indah ... keduanya terus berjalan , lagi lagi Sarah di buat takjub dengan pemandangan taman indah di belakang kamar mereka dan di sampingnya ada sebuah kolam yang bisa di buat untuk berenang


" Kakak... ini...!!" cicitnya bahagia


" Semua ini untukmu sayang, aku kan sudah berjanji... apapun yang kau inginkan pasti ku kabulkan " lanjut Erden tersenyum puas telah berhasil membuat istrinya sangat bahagia


" Kau ingin mencoba kolam renangnya sayang ??" pancing Erden, tanpa banyak pertimbangan Sarah segera berjalan mendekati kolam dan segera masuk ke dalamnya , di dunia para naga setiap hari ia selalu bermain di dalam air bersama nenek atau kakek naganya.


Betapa senangnya Sarah bermain di dalam air seperti ini, ia berenang sepuas hati.

__ADS_1


Erden tersenyum melihat tingkah istrinya itu yang seperti anak kecil baru menemukan mainan kesukaannya.


Erden melepaskan pakaiannya sambil memandangi Sarah, lalu ia masuk ke dalam kolam dan berenang mendekati Sarah.


Tangan kekar Erden menarik tubuh Sarah ke pelukannya membuat Sarah terkaget


" Kakak.....!!" cicitnya kaget, tanpa suara Erden mencium bibir Sarah , bibir yang begitu dirindukannya siang dan malam bahkan setiap hari membuatnya bermimpi saking rindunya.


Sarah pun meladeni dengan senang hati... ia pun merindu sangat sangat merindu pada kakak tampannya itu. Bahkan hampir setiap hari ia menangis karena merindukan kakak tampannya itu.


Sekali lagi permainan panas berlangsung di dalam kolam renang sampai keduanya menuntaskan hasrat masing-masing.


Selesai acara bercocok tanam, Erden kembali mengendong Sarah menuju ke dalam kamar. Erden membawa Sarah menuju ke ruang makan lalu keduanya makan dengan lahap.


Selesai makan keduanya berbaring di ranjang sambil berbincang santai


" Bagaimana kau suka dengan kamar kita sayang ?" tanya Erden sambil memandangi wajah cantik Sarah, Sarah tersenyum lebar


" Iya kakak....Sarah sangat suka, terimakasih sudah mengabulkan semua keinginan Sarah" sahutnya sambil mengeratkan pelukannya di dada Erden


" Tentu saja Sarah... keinginanmu adalah perintah bagiku, aku sangat mencintaimu melebihi nyawaku sendiri, ingat selalu itu sayang " lanjut Erden


" Sarah juga sangat mencintai kakak... jangan pernah pergi lagi kak, Sarah tak sanggup berpisah dengan kakak... apa kakak tau di pulau hampir setiap hari Sarah menangis hanya karena menunggu kabar dari kakak " adu Sarah dengan manja


" Kau fikir aku tidak hemm?? aku bahkan sering tidak tidur karena begitu merindukanmu dan juga bayi kita "


" Kakak... aku bermimpi kemaren "


" Mimpi apa ??"


" Aku melihat bulan ada 2 kak... apa artinya ya ??" tanya Sarah


" Bulan ada dua ??" beo Erden


" Iya kak... yang satu lebih besar dan berada agak di atas yang satu lebih kecil dan berada agak ke bawah " jelas Sarah


" entahlah sayang... nanti kita tanyakan pada bibi Isla , sekarang tidur lah... aku tau kau sangat lelah " ucap Erden lalu mengecup kening ...kedua pipi... hidung dan terakhir bibir manis Sarah


" I love you kakak tampan !!" ucap Sarah


" I love you more Sarah !!" sahut Erden lalu keduanya tidur sambil saling memeluk


Omo Omo om-om happy juga rasanya melihat ke romantisan kalian berdua .


Love you all


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya

__ADS_1


__ADS_2