
" Otakmu memang cerdik Aflan... kurasa kau kandidat yang tepat untuk mengantikan aku nanti sebagai jendral Mongun !!" ucap Saga puas dengan kinerja Aflan....Aflan tertawa senang mendengar pujian dari jendralnya
" Bagaimana caranya hingga Sofia bisa berakhir seperti itu ??" tanya Saga penasaran
" Tak percuma aku memiliki istri seorang tabib jendral... aku meminta Isla membuatkan ramuan khayalan, jadi saat pengawalnya masuk Sofia mengira itu adalah kau jendral.... he he" bisik Aflan
" Baiklah... utus beberapa orang untuk segera menjemput Amara !!" titah Saga
" Saya sudah melakukannya jendral.. paling lama besok kesayangan jendral sudah akan datang " sahut Aflan bangga karena sudah merencanakan semua dengan sempurna
" Good job...!!" ucap Saga sambil tersenyum lebar
" Ohh betapa aku sangat merindukanmu Amara !!" cicit Saga sambil masuk kembali ke kemahnya
Sofia duduk lemas di depan Saga.. ia masih bingung dengan semua yang terjadi
" Sofia... baru 2 bulan dan kau sudah tak tahan, jika kau memang ingin melakukannya setidaknya jangan melakukannya di sini... di depan mataku " ucap Saga membuat Sofia menangis
" Sungguh suamiku... semalam kau yang datang !!" kekeh Sofia
" Kau boleh bertanya kepada semua orang, aku baru saja datang... lihatlah pedangku saja masih basah !!" ucap Saga sambil mengeluarkan pedang nya yang memang masih penuh dengan bekas darah segar, Sofia tak bisa berkata-kata lagi
" Pulanglah ke Sobaria, katakanlah pada mereka kau rindu dengan ibumu, aku tak akan membicarakan apa yang terjadi di sini pada siapapun... mengerti !!" titah Saga
" Suamiku.... maafkan aku sekali ini saja ...please jangan marah dan mengusirku " pinta Sofia
" Aku tidak marah Sofia... aku memintamu kembali ke Sobaria karena aku mengerti kebutuhanmu... pulanglah !!" ucap Saga lagi
__ADS_1
" Baiklah suamiku.. aku akan menurutimu, tapi kau tidak akan menceraikan aku kan ??"
" Tidak untuk saat ini Sofia, aku akan menjaga harga dirimu... tapi saranku carilah pria lain yang bisa mencintaimu, jika kau sudah mendapatkannya... baru aku akan menceraikanmu !!" sahut Saga
Sofia pun menghapus air matanya... setidaknya suaminya tidak menceraikannya, ia akan mengalah dulu sekarang dan akan kembali lagi dengan seribu amunisi untuk mendapatkan suaminya.
Sofia pun kembali ke Mongun terlebih dahulu untuk beristirahat sebelum kembali ke Sobaria. Sofia tetap di kawal oleh Roxana... di perjalanan Sofia kembali bertanya pada Roxana benarkan Saga baru kembali pagi itu ?? dan memang Saga baru kembali pagi itu... Roxana bahkan bersumpah, karena semalaman ia bergadang di pintu masuk markas mengantikan Aflan dan Saga memang baru memasuki markas tadi pagi.
Sofia hanya bisa pasrah kini, mungkin karena ia sudah begitu prustasi karena ingin bercinta membuatnya jadi salah lihat... pikirnya.
🌹🌹🌹🌹
Saga membersihkan tubuhnya di kamar mandi... tubuhnya terluka cukup banyak, namun karena sudah biasa ia hanya membilasnya dengan air hangat . Selesai mandi Saga keluar hanya memakai kimono mandinya, baru terasa betapa lelahnya tubuhnya kini. Aroma wangi makanan sedikit mengelitik perutnya...namun Saga segera siaga karena selain aroma makanan hidungnya yang peka mencium aroma lain yang tidak di kenalnya... berlahan ia berjalan mendekati pedangnya dan segera mengarahkannya pada suatu tempat yang di curigainya.....
" Keluar...!! atau pedangku akan segera membuatmu terluka !!" ucapnya tegas namun pedang itu segera terlepas ketika ia melihat siapa yang bersender di balik tirai itu....
" Kau sudah datang...?? " tanyanya bergetar... Amara tersenyum lebar , ia pun tak kalah bergetar.... beberapa bulan tak bertemu suaminya membuatnya sangat merindukannya... Amara segera berlari dan melompat ke pelukan suaminya... tangan Saga dengan sigap mengangkat tubuh Amara ke pelukannya... ia mengendongnya seperti anak kukang .
Kedua tangan Amara melingkar di leher Saga... ia memandangi wajah Saga dan menciumi seluruh wajah Saga berulang kali... betapa ia rindu... begitu merindu... sangat merindu
Saga tersenyum senang... ia senang jika Amara bermanja padanya, namun ia lebih senang lagi jika Amara bersikap nakal seperti ini padanya. Saga duduk di tepi ranjang tanpa merubah posisi mereka...
" Kau nakal sekarang ya !!" ucap Saga saat Amara terus saja menciuminya
" Amara sangat rindu... apakah jendralku tak rindu ??" tanya Amara sambil membuka baju mandi Saga , Saga tersenyum lebar... senangnya ia mendengar perkataan istrinya itu, tanpa suara ia membalik posisi hingga Amara berada di bawahnya kini.
" Aku nyaris mati karena begitu rindu sayangku !!" ucapnya dan langsung mengeksekusi Amara dengan tenaga penuh, padahal ia begitu lelah... tubuhnya pun penuh luka namun begitu melihat Amara semua itu tak lagi terasa...
__ADS_1
Keduanya pun memadu kasih melepas rindu setelah sekian bulan tak bertemu.
Selesai melepas hasratnya, Amara berebah di dada suaminya ... ia masih tak mau melepaskan suaminya , setelah sekian bulan tak bertemu sekali pertempuran belumlah membuat rasa rindunya terpenuhi sepenuhnya.
Namun rasa basah di tangannya membuat Amara melihatnya dan betapa kagetnya ia saat melihat ada noda darah di tangannya...
" Sayang... apa kau sedang terluka ??" tanyanya dan langsung duduk mencari dari mana asal darah tersebut
Betapa kagetnya Amara saat melihat lengan dan punggung suaminya yang terluka. Bergegas Amara mengambil kotak obat dan mengobati luka di tubuh Saga... air matanya mulai jatuh satu-satu sambil mengobati luka di sekujur tubuh Saga.
" Mengapa kau menangis sayangku ??" tanya Saga
" Jangan sampai terluka jendralku... hati Amara bagai tersayat melihat luka-luka ini " ucap Amara membuat Saga tersentuh... perhatian Amara sungguh membuat hatinya menghangat, Saga pun menarik Amara dan memeluknya dengan erat
" Terimakasih sayangku... terimakasih atas segala cintamu ini, aku sangat bahagia... aku berperang dengan semangat adalah agar peperangan ini cepat berakhir dan kita bisa segera tinggal di rumah tebing air terjun . Aku ingin membesarkan anak-anak kita bersama di sana dan menua bersamamu Amara " ucap Saga tanpa melepaskan pelukannya
Amara pun tersenyum bahagia mendapatkan pengakuan tersebut, betapa ia adalah wanita yang sangat beruntung karena mendapatkan perhatian dan cinta dari seorang jendral Saga
" Terimakasih jendralku... sekarang bagaimana jika kita lanjutkan ronde ke 2 ??"'ucap Amara sambil menaiki suaminya, siapa yang tak tersenyum lebar mendapati perlakuan seperti ini.....
" Okay... siapa takut !!"
" Biar Amara yang memimpin pertandingan jendralku... kau diam saja dan nikmatilah servis dari istrimu ini !!" bisik Amara sambil mulai melancarkan aksinya....
******* kembali terdengar di dalam kemah keduanya membuat cicak di dinding pun cemburu...
See you next eps Jangan lupa untuk like komen dan vote
__ADS_1