Deep Heart

Deep Heart
241. Siap Tempur


__ADS_3

Sora langsung meloncat dari ranjang begitu mendengar laporan dari prajurit


" Mau kemana kau Sora ??" protes Max


" Tidurlah Max... ada yang ingin kutanya kan pada para gadis yang kembali itu " sahut Sora segera memasuki kamar mandi guna membersihkan diri


Langkah kaki Sora agak terburu-buru memasuki ruangan khusus miliknya, ia sudah tak sabar untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.....


" Salam permaisuri !!" sapa semua gadis sambil menunduk hormat


" Salam.... kau jelaskan padaku mengapa kalian semua bisa kembali ke mari ?? bukankah aku sudah memerintahkan agar kalian menetap di sana walaupun menjadi seorang dayang !!" cecar Sora bahkan ia belum duduk lagi


" Maaf permaisuri....saat paduka Erden belum datang , kami di terima oleh tuan Marco dengan baik.... namun setelah paduka datang bersama seorang pria botak kalau tidak salah namanya tuan Aflan, kami malah di perintahkan untuk segera kembali. Kata tuan Marco paduka Erden tidak mau nanti istrinya salah paham... apalagi istrinya kini sudah mengandung " jelas seorang gadis yang di tunjuk oleh Sora


" apa....?? jadi Erden benar-benar sudah menikah dan dia bahkan tidak memberitahu dan meminta izin padaku 🤬🤬 mengapa ia begitu tega padaku ??" omel Sora


" Dengan siapa dia menikah ??" tanya Sora lagi


" Maaf yang mulia... kami tidak tau namun dari desas desus katanya istri paduka bernama Sarah "


" Sarah ??? Sarah... putri dari kerajaan mana dia, setahuku tidak ada putri raja yang bernama Sarah.. jangan-jangan Erden benar-benar memungutnya dari jalanan 🤬🤬, oh anak itu mengapa tak punya otak ... sama saja seperti ayahnya , brengsek " Sora mengomel setengah mati... para gadis hanya menunduk takut


" Lalu mengapa kalian tidak berusaha mengoda putraku.. , aku sudah mengatakan aktiflah kalian !!" cecar Sora lagi


" Kami sudah berusaha permaisuri... semenjak paduka datang kami berusaha memasuki kamar dan mendekati paduka bahkan pada malam hari, namun pengawal paduka yakni tuan Aflan dan tuan Marco menjaga paduka dengan begitu ketat, hamba dan beberapa gadis malah di pulangkan dalam ke adaan terikat " sahut salah seorangnya


" Kurang ajar ...mengapa si botak itu bisa mengawal putraku, bukankah ia selalu mengikuti Saga dan setauku Saga dan istrinya sudah lama meninggalkan Mongun dan tinggal entah di mana . Dengan kembalinya Aflan apakah Erden sudah berbaikan dengan Saga ?? apakah Saga dan anak si sialan itu akan kembali ke Mongun dan akan tinggal di Mongun seenaknya ?? Erden lagi bagaimana mungkin menikah dengan sembarang perempuan dan kini sedang hamil pula 🤦🤦🤦, putraku seharusnya tau bagaimana memilih istri yang baik untuk masa depannya bukan hanya mendahulukan hatinya saja..." jerit Sora dalam hati


" Maaf permaisuri ....ada surat dari kerajaan Mongun untuk anda !!" lapor salah seorang prajurit yang baru datang


" Sora membuka surat tersebut dengan tangan bergetar... kakinya begitu lemas kini seolah tak menginjak bumi lagi mendapati kenyataan yang ada


Salam Permaisuri Sora...


Dengan ini hamba memberitahu bahwa Paduka Erden akan datang ke Sobaria dalam beberapa hari untuk keperluan pribadi Sekertaris Mongun


" Erden bahkan tidak menulis suratnya sendiri untuk ibunya...apakah ia sudah begitu berubah kini ??" ucap Sora dalam hati... namun seutas senyum hadir di wajahnya...

__ADS_1


" Kalian semua pergi dan rawat diri kalian sebaik-baiknya.... putra ku akan datang beberapa hari lagi, ini kesempatan kalian untuk mendekatinya... !!" titah Sora membuat semua gadis itu sangat senang, siapa yang tidak tertarik dengan raja Erden... pria yang sangat tampan... gagah perkasa dan terutama kini memiliki kerajaan terbesar . Siapa pun yang menjadi wanita Erden kelak akan sangat sejahtera karena kekayaan kerajaan Mongun bertambah berpuluh lipat kini.


" Kepala dayang !!" panggil Sora


" Hamba menghadap permaisuri... ada perintah ??"


" Siapkan tempat menginap untuk putraku... ia akan datang beberapa hari lagi, jangan lupa nanti jika putraku datang....semua dayang kau ganti dengan ke 20 gadis itu. Mereka adalah gadis tercantik di Sobaria dan orang tua mereka semua adalah kaum bangsawan... tak mungkin salah satunya tak menarik perhatian putraku " ucap Sora penuh percaya diri


💐💐💐💐


Selama berhari-hari Sora begitu sumringah ... ia mempersiapkan banyak hal untuk menyambut kedatangan putranya tersayang. Ia bahkan sudah menganti semua dayang dengan gadis tercantik dari Sobaria....semua itu agar putranya bisa memilih salah satu dari mereka dan segera menceraikan istrinya yang tidak jelas berasal dari mana.


Max hanya diam memperhatikan semua yang di lakukan istrinya, ia tak bisa protes karena walau bagaimanapun Sora memang sudah memiliki 3 anak sebelum bersamanya.


Kedatangan Erden di sambut begitu meriah di istana Sobaria membuat Erden kaget.


" Selamat datang Erden... lama kita tak bertemu !!" sambut Max sambil memeluk Erden


" Terimakasih paman....bagaimana keadaan paman ?? kuharap paman sehat selalu... ini Erden bawakan hadiah untuk Sofia " balas Erden lalu menyerahkan sebuah mahkota kecil bermatakan banyak permata membuat Max sangat senang karena Erden memperhatikan Sofia


" Tunggu paman... sebelum bertemu ibu bisakah paman berjanji padaku ??"


" Berjanji...?? "


" Ya paman, seperti yang paman tau aku sudah dewasa namun entah sampai kapan ibu tak pernah mau menyadari hal itu... karenanya aku ke mari untuk memberitahu sesuatu pada ibu dan aku harap paman bisa mendukungku nantinya demi kebaikan kita bersama " pinta Erden serius membuat Max jadi curiga


" Memangnya apa yang akan kau beritahu pada ibumu ??" tanyanya


" Paman akan mendengarnya nanti... dan jika paman memang ingin terus bersama ibu sebaiknya paman mendukung semua keputusanku, jika paman tidak melakukannya apa yang terjadi nantinya aku tidak akan berkompromi lagi karena aku sudah memberitahu paman sebelumnya " jawab Erden ambigu


" Erden...kau sudah datang !!" seru Sora begitu bahagia... ia segera berlari ke pelukan putra tersayangnya... Erden memeluk ibunya , lama.....


Bisa jadi ini adalah pelukan terakhirnya dengan ibunya


" Ah apakah aku mampu melakukannya pada ibu ??" cicit Erden dalam hati


" apa yang di lakukan si botak itu di sini ??" pertanyaan jutek Sora menghilangkan keraguan di hati Erden... ibunya memang tak berubah, pada Aflan saja ibunya masih begitu jutek apalagi pada Sarah yang merupakan keturunan Astina ... musuh besar ibunya.

__ADS_1


" Aflan menemaniku ke sini ibu " sahut Erden membuat Sora membuang mukanya pada Aflan... Aflan hanya terkekeh melihatnya


" Silahkan kau berbuat sesukamu permaisuri Sora tak lama lagi kau akan menangis bombai " ucap Aflan dalam hati


" Putraku....ayo duduk sambil melihat tarian sambutan untukmu !!" ajak Sora menarik Erden ke sebuah kursi yang begitu megah


" Ibu aku tidak ada waktu untuk ini... aku ..."


" Diamlah Erden.. kau baru datang beristirahat itu penting... apa yang ingin kau sampaikan bisa kau sampaikan besok , jangan bilang kau tidak menginap !!" potong Sora tak mau di bantah


Musikpun mengalun dan masuklah beberapa penari yang begitu cantik dan berpakaian sangat minim.... mereka menari meliuk-liuk kan tubuh sexy mereka di depan Erden bahkan ada yang memainkan matanya pada Erden. Erden hanya diam dengan tatapan dingin dan bosan...


Bukannya ia tak tau apa maksud ibunya dengan menampilkan para penari cantik itu di depannya, ya itulah ibunya yang akan menggunakan cara apapun untuk mendapatkan keinginannya.


Aflan hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat betapa begitu nampak maksud dan tujuan dari Sora....


" Sora... Sora .... jika Sarah melihat ini pasti kau akan botak sepertiku karena rambutmu akan habis di tarik oleh Sarah " ucap Aflan , Aflan lalu berkeliling ruangan sambil memeriksa... ia curiga bukan hanya tarian itu yang disiapkan oleh Sora untuk Erden.


Benar saja di sebuah ruangan nampak seorang dukun sedang merapatkan mantranya pada beberapa dayang yang ternyata begitu cantik.


" pasti dayang itu di siapkan untuk menggoda raja Erden , aku harus waspada !!" ucap Aflan, Aflan lalu keluar menuju rombongan pengawal yang mendampingi Erden


" Siapkan dayang yang kita bawa dari Mongun dan ingat setelah kita mengetahui yang mana kamar paduka kalian harus segera menyebar dan mengamankan kamar paduka dengan sangat-sangat ketat... jangan sampai seekor lalat pun bisa masuk ke kamar paduka Erden, mengerti !! " titah Aflan


" Mengerti tuan !!"


" Ingat yang kita hadapi ini bukanlah main-main, pakai baju dayang dan prajurit Sobaria ini dengan benar !!" titah Aflan lagi


" Baik tuan !!" sahut dayang dan prajurit Mongun


" Untung saja aku pintar... tak sia-sia aku mendampingi jendral Saga selama ini he he he " ucap Aflan karena puas dengan kinerjanya sendiri... sebelum Erden sampai ke Sobaria.. Aflan lebih dulu mengirimkan mata-mata untuk bisa mendapatkan pakaian dayang dan prajurit Sobaria....semua itu tentu untuk bisa memasukkan pasukan Mongun tanpa di curigai


Wah... siap tempur sepertinya si Aflan ini


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya

__ADS_1


__ADS_2