
Senyum Kenan semakin mengembang saat Amara sudah tak berdaya lagi....apa lagi yang bisa dilakukan Amara selain pasrah, kedua tangannya telah di ikat oleh Kenan , kedua kakinya pun tak berdaya hingga Kenan dengan bebas bisa mencumbu Amara tanpa gangguan.
" Sekarang aku akan membuktikan padamu Amara... bagaimana seorang yang tanpa cinta tetap bisa melakukannya dengan begitu buas....agar kau tau bahwa teori mu itu salah besar !!" bisik Kenan yang telah siap menerobos pintu pertahanan Amara
" Brengsek kau Kenan.. kau dan adikmu sama saja, kalian sama-sama jahanam... ahhhhh tidakkkkk......!!!" teriakan Amara menandakan Kenan telah berhasil memasuki tubuhnya, betapa kaget Kenan karena milik Amara begitu sempit seperti gadis saja....
Mendapati hal itu membuat Kenan semakin bersemangat bergerak... ia tak perduli walaupun Amara memakinya dan menangis bahkan memohon agar Kenan berhenti... namun ia tak bisa berhenti, milik Amara begitu nikmat dan membuat Kenan naik ke awan awan
Kenan baru berhenti saat ia telah mencapai puncak dari hasratnya....erangannya begitu keras menyertai semburan laharnya yang begitu kencang memenuhi rahim Amara
Amara sudah tak bisa bersuara lagi....suaranya habis berteriak... air matanya bahkan sampai kering sudah , Kenan memang begitu kuat... begitu lama baru ia selesai. Jika saja ia seorang gadis mungkin Amara adalah wanita yang paling bahagia saat ini karena bisa bercinta dengan seorang pria nan begitu tampan dan gagah perkasa.
Namun ia adalah seorang wanita beristri... kejadian ini telah membuatnya ternodai sebagai seorang istri... Amara merasa sangat hancur, merasa sangat malu dan hina... ia ingin mati saja saat ini...
Setelah nafasnya kembali normal, Kenan segera mengangkat tubuhnya dari dada Amara, ia tersenyum begitu puas. Percintaan nya dengan Amara sungguh adalah percintaan pertama yang dirasanya begitu memuaskan. Walaupun ia sudah sering melakukannya dengan kedua istrinya namun ia merasa hambar, tidak dengan Amara... ia merasakan detakan yang begitu mengebu di dadanya, apalagi milik Amara begitu sempit. ...omg... sungguh super rasanya
Kenan segera melepas ikatan kedua tangan Amara, ia lalu menyelimuti tubuh Amara dan mengecup kening Amara
" Aku telah mematahkan teorimu Amara....jadi ada yang ingin kau katakan padaku ??" tanya Kenan sambil memakai jubah mandi nya
" I hate you !!, bunuh saja aku brengsek !!" ucap Amara begitu kesal
" Apa membunuhmu ?? " beo Kenan....ia duduk di sisi ranjangnya dan memegang belakang leher Amara ....agar ia bisa menatap wajah Amara
" Itu terlalu mudah untukmu dan Saga, pesan Sofia ... ia ingin kau harus menderita sebagaimana ia menderita Amara.... apa kau tau Sofia mati begitu sengsara.... jika saja Saga sedikit saja bisa berbuat adil pada adikku... Sofia tak akan sesedih itu !! apa kau paham?? jangan berharap untuk mati semudah itu !!" ucap Kenan lalu kembali mencium bibir Amara
Air mata Amara berlinang....menetes membasahi pipi sampai ke lehernya.... Mengapa hidupnya tak pernah bisa tenang ??? cicitnya dalam hati
Kenan berjalan dan membuka pintu kamar ...
" Bersihkan dia....dan siapkan untuk nanti malam, aku akan kemari lagi !!" titahnya pada dayang yang menunggu di depan pintu
__ADS_1
" Baik paduka !!"
" Dan ingat jaga dia...jangan sampai ia melakukan hal yang tidak-tidak, ingat jika ia terluka aku akan memotong tangan kalian.. jika ia sampai mati, kalian akan kukubur bersamanya !!" titah Kenan lagi membuat semua dayang langsung ketakutan. Tak pernah selama ini raja mereka memberi perintah sedetil itu... kepala dayang langsung masuk ke kamar bersama beberapa dayang yang bertugas. Semua terhenyak melihat penampakan ranjang yang begitu acak kadul dan Amara yang terbaring lemah bahkan Amara kini tengah tertidur
" Kurang ajar... dasar kau wanita penyakitan yang sangat beruntung !!" rutuk kepala dayang
" Kalian dengar perintah raja, tambah beberapa dayang....wanita ini tak boleh di tinggal sendirian, jika kalian masih sayang dengan nyawa kalian !!" titah kepala dayang
Saat Amara bangun... para dayang segera memandikan dan membersihkan tubuh Amara, begitu banyak bekas kissmark di tubuh Amara membuat dayang saling pandang....selama ini tubuh para istri Kenan tak pernah sampai seperti ini
" Mengapa kau menangis saja semenjak tadi budak ?? bukankah seharusnya saat ini kau seharusnya merayakan karena telah berhasil memikat raja Kenan ??" celetuk kepala dayang
" Tentu saja aku sedih, aku wanita yang sudah bersuami....aku.. aku kini sudah begitu hina hik hik hik " tangis Amara kembali pecah
" Apa ...?? kau sudah bersuami ? lalu mengapa raja Kenan mau memperistrimu ??" tanya kepala dayang kaget
" Untuk membalas dendam... kepala dayang bisakah kau menolongku, biarkan aku kabur dari sini please ??" mohon Amara ....kepala dayang menghela nafas panjang, ia lalu berbisik pada Amara
" Cih .. kau fikir siapa kau hingga kami mau mengorbankan nyawa kami ??." ucap kepala dayang dalam hati
Malam pun datang....
Kenan tengah bersiap di kamarnya, ia hanya memakai jubah piyama saja malam ini
" Suamiku.. malam ini kau ke kamarku atau ke kamar adik ??" tanya istri pertamanya
" Seminggu ini aku akan menghukum gadis itu... calon selirku, jadi kalian bersabar dulu !!" sahut Kenan membuat kedua istrinya terdiam
" Baiklah suamiku !!" sahut keduanya patuh, Kenan pun mendatangi kamar Amara
Begitu Kenan masuk baru para dayang berani meninggalkan Amara, warning dari sang raja membuat para dayang sangat berhati-hati
__ADS_1
Amara segera berdiri dari ranjang dan berusaha menjauh dari Kenan , membuat Kenan terkekeh...
Suasana di kamar kali ini seperti seekor harimau yang tengah mengincar seekor kelinci
" Mau kemana kau Amara... kau tau kau tak bisa kemana-mana dan tak bisa berbuat apapun selain menurutiku !!" ucap Kenan sambil menarik pengikat jubahnya dan melempar jubahnya hingga memperlihatkan jejeran roti sobeknya yang begitu menawan.... namun tidak untuk Amara
" Aku sudah mengerti apa yang kau maksud, aku minta maaf jika Sofia sampai sebegitu menderita.. bisakah aku kembali saja ke penjara??" pinta Amara, dengan sekali langkah besar tangan Kenan meraih lengan Amara dan menariknya ke pelukannya...
" Apa kau ingin menghinaku dengan lebih senang di penjara pada pada bersamaku ??" tanya Kenan ....wajah keduanya sangatlah dekat hingga nafas Kenan membahana di wajah Amara....Amara diam saja, apapun yang dikatakannya tak akan ada benarnya saat ini
Rasa marah meliputi hati Kenan.... Kenan mencium bibir Amara dengan ganas, Amara berontak dan melepaskan bibirnya dari bibir Kenan....namun Kenan kembali menciumnya lagi dan kali ini ia tak membiarkan Amara lepas darinya... Kenan mengukung tubuh Amar ke dinding hingga Amara tak bisa lagi bergerak
Bibir Amara memang begitu manis membuat Kenan sangat candu
" I want you Amara ...!!!" bisiknya disela ciumannya
" Lepaskan aku brengsek !!" maki Amara , namun makian Amara malah menjadi bumerang untuk Amara. Bukannya melepaskan Amara, Kenan malah mengangkat Amara seperti sekarung beras dan menurunkannya di ranjang
Malam ini kembali menjadi malam yang panjang untuk keduanya dengan rasa yang bertolak belakang, rasa puas nan membahagiakan bagi Kenan namun menjadi rasa menyiksa dan menyedihkan bagi Amara.
" Maafkan aku suamiku... maafkan aku, aku sudah bukan istri yang suci untukmu... aku sudah tak pantas untuk menjadi istrimu Saga.... aku lebih baik mati saja ðŸ˜ðŸ˜" cicit Amara dengan tubuh yang begitu lelah hancur lebih karena bombardir Kenan yang bertubi-tubi
Dapatkah Saga dan Erden menyelamatkan Amara ?? apakah Amara bersedia untuk di selamatkan kelak ??
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya
Amara dengan gaun merahnya
__ADS_1