
" Hantu apa maksudmu Erden ??" tanya Saga kaget
" Ah sudahlah paman tak usah di bahas, bikin sakit hati saja...ee paman aku ikut paman ya ke perbatasan, aku malas belajar tentang kerajaan paman !!" pinta Erden
" Tidak Erden... kau satu-satunya anak lelaki ayahmu, siapa lagi yang akan meneruskan kerajaan ini kalau bukan kau.. dan paman sarankan sebaiknya kau segera mencari kekasih sebelum kedua orang tuamu menjodohkanmu seperti aku ini " saran Saga dan segera berangkat ke perbatasan. Saga merasa begitu sesak berada di kerajaan dengan segala intrik yang menjijikkan .
Dengan lesu Erden berjalan kembali masuk ke ruangan ... semua mata memandangnya
" Mana pamanmu Erden ??" tanya Sora
" Sudah berangkat ke perbatasan!!" sahutnya sambil terduduk lesu
" Apa.... mengapa ia tak menungguku, aku kan mau melepaskannya 😢😢" cicit Sofia dan Erden hanya mengangkat ke dua bahunya
" Sungguh tidak sopan !!" terdengar suara ibunya Sofia
" Ee.. maafkan adikku permaisuri Sobaria... Saga memang begitu sifatnya, kami saja sering di buat sakit kepala dengan sikap semaunya " ucap Sora tertunduk....betapa kesal hati Sora mendapati Saga sama sekali tak mau berbasa-basi dengan mertua dan istrinya sendiri
" Erden bagaimana jika kau ikut rombongan raja Sobaria ke Sobaria... di sana kau bisa belajar politik selama beberapa bulan . kau kan tau sekolah di sana yang terbaik !!" saran Xoga mengalihkan pembicaraan
" Ya Erden.... kau bisa tinggal di kerajaan kami selama belajar di Sobaria " sambut raja Sobaria senang
" Mohon maaf bukan nya menolak, tapi aku masih lelah ayah... nanti saja jika sudah hilang lelahku, aku akan ke Sobaria ... " sahut Erden
" Erden....!! jangan membantah, jangan mengikuti sifat pamanmu yang tak bisa di atur itu !!" bentak Sora kesal
" Ibu ... aku tidak membantah, aku hanya masih lelah ingin beristirahat dahulu. Lagipula aku dan paman itu sudah dewasa bisa mengurus diri sendiri tak perlu ibu atur seperti anak kecil 😤" protes Erden lalu pergi dari ruangan dengan kesal
" Erden....!!" Sora semakin kesal
" Istriku... sudahlah, Erden benar .... dia sudah dewasa jangan terlalu mengaturnya !!" ucap Xoga
🐲🐲🐲🐲
__ADS_1
Setelah berkuda selama 2 hari akhirnya Saga sampai ke perbatasan. Kedatangannya pun langsung di sambut Aflan dan prajurit lain yang mendengar berita pernikahan mendadak Saga dan mereka sangat kepo dengan kebenarannya
" Selamat datang Jendral... !!" hormat semua bawahannya....Saga hanya mengangguk lalu turun dari kudanya dan berjalan ke dalam tenda yang tersedia
" Bagaimana keadaan di lapangan ??" tanya Saga
" Kita telah bersiap Jendral... besok musuh hendak menyerang. "
" Apa kabar itu akurat ??"
" Ya jendral...mendengar jendral baru saja menikah membuat musuh menganggap kita lengah menjaga perbatasan..." jelas Aflan
" Ngomong-ngomong benar jendral menikah dengan putri Sobaria ??" tanya Aflan sudah tak bisa menahan rasa keponya... semua prajurit pun memasang kuping mereka sebaik-baiknya
Saga menghela nafas panjang
" Itulah yang membuat aku pusing Aflan... aku terpaksa harus mengikuti kemauan kak Xoga karena ia memiliki surat dari mendiang ibu suri yang berpesan agar aku menuruti keinginan kak Xoga jika ia memperlihatkan surat tersebut " sahut Saga sambil meremas kepalanya
Semua yang mendengar langsung tertunduk sedih... mereka sangat mencintai jendral Saga...kesedihan Jendral Saga adalah kesedihan buat mereka juga.
" Jadi bagaimana dengan Amara ??" tanya Aflan
" Entahlah... aku tak bisa berfikir Aflan, jika tak mengakibatkan perang... ingin sekali aku menghilang bersama Amara " sahut Saga lagi
" Sabar jendral.. masih banyak jalan menuju Roma, jalani saja dulu..kenapa Jendral tidak pulang ke vila saja dulu ?? setidaknya beri penjelasan pada Amara" tanya Aflan
" Tidak Aflan ....belum saatnya " sahut Saga...
" Jika belum jelas kejadian malam itu... aku tak bisa melakukan apapun, mulai sekarang aku harus extra berhati-hati sebelum bertindak " ucap Saga dalam hati
Keesokan harinya Saga memimpin pertempuran di perbatasan... jiwa Saga yang sedang kacau membuatnya bertempur tanpa henti...Saga menumpahkan segala kegalauannya dengan sabetan pedangnya dariterbit matahari hingga sore hari.
Pertempuran yang di perkirakan bisa berlangsung lama karena pihak musuh bergabung dari 2 daerah perbatasan akhirnya hanya berlangsung selama 3 Minggu. Keganasan Saga di Medan perang memukul mundur musuh-musuh di perbatasan.
__ADS_1
Malamnya....Aflan sedang mengobati luka di tubuh Saga yang begitu banyak.
" Jendral.... mengapa kau bertempur sebegitu mengerikan hah... apa kau ingin mati ??" omel Aflan
" Akan lebih baik jika aku mati... jadi aku tak perlu datang ke Sobaria minggu depan, mengapa musuh kita begitu penakut... lari kocar kacir padahal jumlah mereka sangat banyak !!" omel Saga membuat Aflan hanya bisa menggelengkan kepalanya
" Jadi Jendral akan pergi ke kerajaan Sobaria ??" tanya Aflan
" Mau tak mau..lusa aku berangkat ke Sobaria... karena perjalanan ke sana memakan waktu hingga 4 hari " sahut Saga lalu berebah di kasurnya ... ia hanya bisa membayangkan kecantikan Amara setiap malamnya untuk menjalani hari-harinya
Kerajaan Sobaria.....
" Ah... ah... ah.... terus ahhh kau sangat kuat ah yeahhhh " terdengar suara erangan Sofia di kamarnya.... ya Sofia sedang bercinta dengan salah satu prianya yang paling kuat
" Terus Romus... kau harus bisa membuatku hamil ahhh ahhh " ucapnya di sela percintaan panas mereka... Romus terus memompa dan memasukin Sofia dengan rakus.. hampir setiap hari mereka bercinta atas permintaan Sofia karena Sofia ingin segera hamil....Romus tentunya dengan senang hati meladeni permintaan putri Sofia...apalagi pekerjaan ini begitu nikmat
Romus akhirnya mengerang dan menyemburkan lahar panasnya di rahim Sofia setelah hampir satu jam lamanya mereka bercinta... keringat keduanya kembali membasahi ranjang yang menjadi saksi bisu kegiatan laknut keduanya 🤭🤭..
Selesai dengan kegiatannya Romus segera keluar dari pintu belakang seperti biasa.
Sofia segera memanggil Maya untuk memeriksanya....hampir sebulan berlalu dan beberapa hari lagi acara pesta pernikahan nya dengan Saga akan segera di gelar... ia harus cepat mendapat berita baik agar bisa mengikat Saga selamanya.
" Bagaimana ??"
" Maaf putri... anda belum mengandung !!" sahut Maya
" Bagaimana sih kau Maya... berarti obat penyuburmu tak manjur dong 😤😤😡" omel Sofia prustasi
" Bukannya obatku tidak manjur tuan putri... namun obat penahan hamil dariku sudah beberapa tahun tuan putri minum, hingga efeknya tak akan secepat itu hilang walaupun sudah di beri ramuan penyubur " jelas Maya
" Jadi bagaimana ini ..?? Saga tak akan percaya kami sudah melakukannya malam itu jika aku tidak hamil karenanya .... tabib Maya ... carikan aku solusi !!" titah Sofia panik
" Tenang saja tuan putri... saat jendral Saga datang aku sudah punya rencana cemerlang.. kali ini jendral Saga pasti jatuh kepelukan dan naik ke ranjang tuan putri ha ha ha ha !!!" tawa mengerikan Maya membahana memenuhi malam yang begitu gelap
__ADS_1
See you next eps