Deep Heart

Deep Heart
114. Meradang


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan beberapa hari akhirnya Sora dan Sofia telah sampai kembali ke kerajaan Mongun. Kedatangan mereka di sambut oleh Xoga dan seluruh bawahan mereka.


" Selamat datang kembali Sofia, selamat datang istriku... apa kalian aman saja di jalan ??" sambut Xoga sambil memeluk Sora, Sora hanya memandangi suaminya dengan pandangan yang tak bisa di terjemahkan oleh Xoga


" Baik saja kakak... terimakasih atas sambutannya, bagaimana kabar suamiku apakah Saga juga baik-baik saja ??" sahut Sofia membuat Xoga terbatuk seketika....begitu ia mengingat Amara yang kini tengah mengandung


" Ehem.. ehem... keadaan sangat bagus, kemungkinan tidak lama lagi mereka akan menguasai daerah baru itu " sahut Xoga. Xoga sudah mewanti-wanti seluruh jajarannya agar tidak menyampaikan mengenai berita kehamilan Amara pada keduanya . Xoga khawatir berita itu akan menyakiti hati Sofia.


Xoga mengikuti Sora ke kamar mereka, entah mengapa Sora terlihat agak aneh saat ini.


" Apa kau baik-baik saja Sora ? mengapa kau terlihat lebih diam... apa anak kita baik-baik saja di Sobaria ??" tanya Xoga


" Erden sangat baik....raja Max menempanya menjadi seorang pemimpin perang saat ini karena pelajaran mengenai memimpin sebuah negara sudah selesai... anakmu akan tetap di Sobaria hingga 6 bulan ke depan. Menurut raja Max... Erden sangat berbakat di peperangan, bakatnya bertempur jauh lebih bagus dari pada memimpin kerajaan ... karenanya raja Max sekalian menempanya dalam pertempuran " sahut Sora panjang lebar , ia lalu masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya


Dengan sabar Xoga menunggu Sora di atas ranjang, ia menuruti permintaan Astina untuk memperlakukan Sora dengan adil. Selesai mandi dan memakai baju tidurnya Sora berebah di sebelah Xoga tanpa bersuara.


Sebenarnya Sora sedang menahan amarahnya dengan sekuat tenaga...jika bisa ingin sekali saat ini ia mencekek suaminya itu dan membunuh Astina... namun setelah berfikir berulang kali, saran dari Max agar ia bersabar agar bisa melihat Astina menderita lebih di pilihnya untuk membalaskan sakit hatinya.


" Sayang... apakah kau tidak ingin ??" tanya Xoga sambil membelai rambut Sora


" Tidak suamiku.. maaf aku hanya masih sangat lelah akibat perjalanan ini !!" tolak Sora sambil memunggungi Xoga, Xoga mengerutkan alisnya.... seumur-umur tak pernah Sora menolaknya, Xoga pun merasa bertambah curiga saat Sora memunggunginya


" Katakan Sora.. apa yang sebenarnya terjadi di Sobaria , mengapa kau jadi aneh begini ??" selidik Xoga....Sora pun melepak keningnya pelan, saking marahnya ia pada suaminya ia sampai lupa dengan kebiasaannya... Sora selalu memeluk Xoga jika tidur bagaimanapun keadaan mereka dan kini ia memunggunginya....wajar saja suaminya curiga.


Berlahan Sora membalik badannya dan masuk ke pelukan suaminya seperti biasa


" Maaf suamiku....aku hanya lelah !!" ucapnya dan tak lama Sora pun sudah tertidur pulas...


" Rupanya kau benar-benar lelah Sora " cicit Xoga dalam hati ( ya iyalah Xoga... gimana ngak lelah setiap malam di jajah oleh si raja mesum 🤣🤣)


Setelah seminggu beristirahat di istana....Sofia pun mengirim surat pada Saga bahwa ia akan kembali menyusul Saga. Saga yang menerima surat tersebut hanya bisa menghela nafas panjang. kini ia sedang senang-senangnya, bersama Amara yang tengah hamil....surat Sofia membuatnya sangat kesal.

__ADS_1


Akhirnya setelah berdiskusi dengan Aflan....Saga membalas surat Sofia yang melarangnya untuk menyusulnya karena tak lama lagi mereka akan memenangkan pertempuran mereka dan mereka akan kembali ke kerajaan. Jadi Saga meminta Sofia untuk menunggu saja di kerajaan Mongun.


Mendapat jawaban seperti itu mau tak mau Sofia akhirnya menurut. Ia hanya menunggu di kerajaan , untungnya ada Sora membuat hari-hari nya tak membosankan.


Kerajaan Sobaria...


Raja Max sedang berada di ruang rahasianya malam ini, ia sedang menunggu bawahannya membawa berita yang di perintahkan nya. Tak lama bawahannya datang


" Salam Raja Max yang agung !!" sapanya sambil membungkuk


" Tak usah banyak basa basi....mana laporan yang ku minta !!" sahut Max sudah tak sabar, sang bawahan pun langsung memberikan gulungan yang berisi laporan dari penyelidikannya. Max membaca dengan seksama... wajahnya yang semula tersenyum langsung berubah begitu menyeramkan....


" Oh Sora kau akan pingsan begitu mengetahui hal ini... ternyata dendammu memang harus ku bantu..." ucap Max dalam hati


" Baiklah ini upah untukmu, kau bisa beristirahat ... aku akan memanggilmu jika memerlukannya lagi !!" titah Max sambil melemparkan kantung uang upah bawahannya.


" Tuanku raja....sebenarnya ada berita terbaru yang belum saya tuliskan di laporan itu !!" lanjut nya setelah menyimpan upah hasil kerja kerasnya tadi


" Katakan...!!"


" Apa...??? kurang ajar, jadi...?? brengsek 🤬🤬 " sumpah serapah keluar dari mulut Max... bagaimanapun Sofia adalah putrinya


" Apakah Sofia sudah tau ?? bagaimana tanggapannya ??"


" Sepertinya putri anda dan nyonya Sora belum tau, raja Xoga memerintahkan semua orang untuk tutup mulut saat ini !!" Max meninju tembok di dekatnya... ia sangat marah kini


" Pergilah..!! " titahnya lagi, selama beberapa saat Max hanya diam di situ sampai amarahnya reda, ia akan menemani istrinya malam ini.. ia tak mau membawa kemarahan di kamar mereka, itu tak baik untuk kesehatan Soraya


Setelah tenang kembali...Max kemudian keluar dari ruangan tersebut, ia melangkah menuju kamar istri nya Soraya. Nampak Soraya sedang menyisir rambutnya bersiap untuk tidur


" Kau sudah minum obatmu sayang ??" tanya Max sambil memeriksa tempat obat istrinya

__ADS_1


" Sudah suamiku!!" sahut Soraya sambil tersenyum bahagia, Max memang selalu memperhatikan kesehatannya... ia bersyukur mendapatkan Max sebagai suaminya selama ini


" Kalau begitu kemarilah, kau harus tidur tepat waktu agar besok pagi bangun dengan segar !!" panggil Max yang sudah berbaring lebih dulu, Soraya menyusul Max dan berbaring di dada suaminya seperti biasa


" Max....!!"


" Hemmm...!!"


" Carilah seorang selir segera... aku tau umurku tak akan lama lagi, aku ingin pergi dengan tenang !!" ucap Soraya membuat Max segera menghela nafas panjang


" Soraya sudah kukatakan berulang kali, kau tak usah membicarakan hal itu... jaga saja kesehatanmu, kau akan hidup lama sayangku... asal kau rutin meminum obatmu .. ok !!" sahut Max kesal


" Tapi Max... kau masih begitu sehat dan aku sudah tak bisa melayanimu seperti dulu, bagaimana kau akan ..."


" Aku bisa mengurus kebutuhan biologis ku tanpa selir Soraya, kau tak usah menghawatirkan aku... kau sehat dan baik-baik saja sudah sangat membuatku bahagia !!" lanjut Max.. Soraya pun mengeratkan pelukannya... entah sampai kamar ia bisa memeluk suaminya seperti ini


" Terimakasih Max... aku sangat mencintaimu " bisiknya


" Aku lebih mencintaimu Soraya... kau tau itu kan " sahut Max.. Soraya mengangguk dalam diam


" Soraya....besok aku akan berkunjung ke perbatasan Mongun untuk beberapa hari, apa kau mau ikut ??" tanya Max


" Apakah lama ??"


" Tidak... aku di sana palingan 3 hari dengan perjalanan kurang lebih seminggu "


" Tidak sayang.... lusa Kenan dan istrinya akan mengunjungiku, kau pergilah " tolak Soraya


" Oh ya... baguslah kalau begitu karena ada Kenan yang bisa menjagamu selama aku ke sana, katakan pada Kenan jangan pulang sebelum aku kembali !!" pesan Max yang kembali di angguki Soraya


" Sora....bersiaplah, aku datang dan membawa kabar yang akan membuatmu dan Sofia meradang !!" ucap Max dalam hati

__ADS_1


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote


__ADS_2