
" Apalagi jika bertemu dengan nona Amara... " ucap Aflan dalam hati
" Jangan lupa makan teratur dan jaga kesehatan selalu jendral ku.. Amara akan selalu setia menunggu jendral sampai kapanpun...
Bintangmu...Amara ❤️❤️ " akhir surat Amara membuat mata Saga berkaca-kaca.
Saga mencium surat tersebut... masih tercium aroma wangi tubuh Amara di surat tersebut
" Terimakasih Aflan..." ucap Saga
" Tentu saja jendral... masuklah ke kemah anda, aku sudah menyiapkan rebusan obat herbal dari Isla dan anda tak bisa menolak karena ini pesan dari Amara !!" ucap Aflan ... mendengar kata Amara , Saga yang semula hendak menolak langsung terdiam.
Saga masuk ke kemahnya dan meletakkan pedang kesayangannya beserta surat Amara di atas meja. Ia lalu membuka pakaiannya hingga hanya menyisakan ****** ******** saja lalu masuk ke bak air yang nampak masih mengeluarkan asap, entah karena masih panas atau karena efek ramuan Isla
Saga pun masuk dan merendam seluruh tubuhnya
" Arghhhhhh..... " betapa pedihnya semua lukanya terkena air ramuan tersebut... pedihnya rasanya sampai ke jantung Saga.
Saga berendam sambil menutup matanya... kini baru terasa betapa lelah rasa tubuhnya. Entah berapa lama sudah Saga tertidur hingga seseorang membangunkannya
" Jendral.. bangun, Amara akan membersihkan tubuh jendral " terdengar suara merdu di kuping Saga membuat Saga terbangun. Nampak Amara berdiri di depannya sambil tersenyum
" A.... Amara ?? kaukah itu ??" tanyanya tak percaya
" Ya jendral... Amara minta izin membersihkan luka luka jendral " ucapnya seraya mendekat dan membawa selembar kain... Saga terdiam tak bisa berkata apapun, matanya saja yang melotot mengawasi pergerakan Amara
Amara menggosok pelan lengan Saga satu persatu, betapa dada Saga seakan akan hendak meledak merasakan sentuhan lembut tangan Amara...
" Apakah ini mimpi...?? mengapa mimpiku begitu begitu indah, biarkanlah aku terus bermimpi... aku tak mau bangun dari mimpi indah ini " cicit Saga dalam hati
Tangan Amara bergerak ke dada Saga.. dengan telaten Amara membersihkan seluruh tubuh Saga bahkan sampai ke ujung kakinya. Nampak air mata Amara jatuh satu satu saat membersihkan luka di tubuh Saga
" Mengapa kau menangis ??" tanya Saga akhirnya, di sentuhnya pipi Amara dan menghapus air mata itu dengan ibu jarinya
" Mengapa mimpi ini begitu nyata ??" cicit Saga lagi saat bisa merasakan betapa lembutnya kulit wajah Amara
" Mengapa jendral sampai terluka begitu banyak ?? apakah Jendral tak ingin bertemu lagi dengan Amara ... hemm ??" sahut Amara begitu sedih
__ADS_1
" Maaf... aku janji tak akan terluka lagi, berhentilah menangis !!" ucap Saga , di sentuhnya tangan Amara dan di kecupnya punggung tangan Amara....
" Ya Ampun... wangi ini... ini mimpi atau bukan?? " namun Saga tak berani bergerak, ia takut jika ini mimpi Amara segera menghilang 😭😭
" Amara sekarang akan mencuci rambut anda jendral !!" ucap Amara lalu bergerak mendekati rambut Saga dan mulai membersihkan rambut Saga dengan lembut
" Amara jangan pergi...!!" ucap Saga takut
" Amara tak akan kemanapun selama jendral patuh !!" sahutnya sambil tersenyum
" Janji !!"
" Iya... janji " ucapan Amara itu membuat Saga tenang kembali
Saga memejamkan matanya menikmati pijitan tangan Amara di kepalanya...
" Amara... seandainya ini bukan mimpi " ucap Saga lagi, Amara tersenyum begitu indah padanya
" Amara akan mencukur kumis dan jenggot ini ya... jangan bergerak !!" ucapnya dan dengan patuh Saga tak bergerak
" Aku akan patuh sayang... jadi kau jangan pergi ya " pinta Saga yang di angguki oleh Amara tanpa suara
" Kau memang hebat Amara " ucap Saga senang
" Sudah sekarang diam ya... Amara akan mengobati semua luka ini. Amara menaburkan bubuk putih di punggung Saga dada Saga lalu membalutnya dengan kain tipis... begitu pun dengan luka di lengan dan kaki Saga.
Hampir seluruh tubuh Saga ada luka... bahkan sampai di jemari Saga juga di balut kain tipis. Begitu selesai Saga terhenyak....
" Amara kau mengobatiku atau mau membuatku menjadi mummi ??" tanya Saga melihat hampir seluruh tubuhnya di balut kain tipis berwarna putih
" Jangan salahkan Amara... luka jendral memang sebanyak itu !!" jawab Amara sambil membantu Saga untuk duduk di ranjangnya. Amara lalu berjalan dan mengambil bubur yang sudah siap di atas meja
" Sekarang jendral makan dulu baru minum obat !!" pinta Amara dan ia pun mulai menyuapi Saga
Saga mulai ragu... ini mimpi atau kenyataan ?? kalau mimpi mengapa begitu nyata ??
" Amara ... ini mimpi atau bukan ??" tanyanya saat sendok yang berisi bubur berada di depan mulutnya
__ADS_1
" Habiskan dulu buburnya baru Amara akan menjawabnya, ok !!" sahut Amara membuat Saga mau tak mau menghabiskan semangkuk besar bubur di depannya
Selesai makan dan meminum obatnya Saga kembali bertanya...
" Jawab Amara... apakah ini nyata atau hanya mimpi, jika mimpi mengapa begitu nyata ??"
Amara tersenyum geli.. ia lalu kembali mendekat dan duduk di sisi ranjang di depan Saga.
Amara menggengam tangan Saga dan mengecupnya lalu membawanya ke dadanya
" Jendral.. ini bukanlah mimpi, tuan Aflan menjemput Amara dan membawa Amara ke mari untuk menemani jendral " jawab Amara
" A...apa... benarkah ini nyata ??" tapi bagaimana mungkin kau bisa sampai ke mari, jarak dari vila ke mari begitu jauh ??" cecar Saga tak percaya
" Kami naik kuda, selama 6 hari 6 malam dan tadi siang kami baru sampai !!"
" Apa 6 hari 6 malam kau hanya berduaan dengan si duda karatan itu ??🤬🤬aku akan menghukumnya nanti , berani sekali ia mendekatimu 😤😤!!" omel Saga penuh rasa cemburu
" Jangan marah jendral... selama perjalanan Amara memakai pakaian tertutup dan menutup wajah dengan cadar.... tuan Aflan tak melihat apapun " sahut Amara cepat
Amara lalu mendekati wajah Saga dan cupp....
Amara mencium bibir Saga dengan mesra... Saga menyambutnya dengan senang, hanya sebuah ciuman namun sungguh membuat Saga sangat bahagia rasanya
Amara segera mengakhiri ciumannya
" Bagaimana jendral suka ??" tanyanya yang di angguki Saga namun terlalu singkat Saga belumlah puas .... Saga menahan pinggang Amara dan mengulang ciuman mereka... kali ini jauh lebih mesra dan lama....sungguh dada Saga berdetak begitu keras, darahnya terasa langsung memanas ... tak cukup rasanya sebuah ciuman berapa pun lamanya
" Amara... I want you !!" bisiknya di sela ciuman panas mereka, Amara menaiki Saga yang sedang duduk bersandar di ranjang, tangannya berkalung di leher Saga, Saga tak ketinggalan memeluk kedua pinggang ramping Amara
" Apakah sakit ... Amara di atas sini ??" tanya Amara .. Saga segera mengeleng dan kembali Saga mencium bibir Amara yang begitu di rindukannya, ciuman demi ciuman bersambut....walau tubuhnya penuh luka namun rasa panas akibat bersentuhan dengan Amara membuat rasa sakit itu tak di rasa kini, satu persatu kain penutup tubuh Amara pun di lepasnya
Betapa..... apa yang di lihat Saga ini sudah sangat di rindukannya selama berbulan-bulan, Amara menaikkan sedikit tubuhnya memberi kemudahan bagi Saga yang tak leluasa bergerak untuk menikmati gunung kembarnya.....
Saga bagai anak kecil yang begitu kehausan.....
" Ahhhh ahhh " desah Amara saat mulut Saga mengh**** nya dengan begitu rakus
__ADS_1
Sambung besok yooooo
Jangan lupa berikan feed back kalian after reading