
Marco pulang ke rumahnya hari ini setelah memastikan tak akan ada kejadian yang menghawatirkan karena permaisuri Sora tengah bobo manis mungkin sampai besok pagi ðŸ¤ðŸ¤
Namun ia sebenarnya sangat tidak ingin pulang, keberadaan Isla yang terus menunggu kabar putri jendral Saga yang bernama Sarah ....sungguh membuatnya galau. Bagaimana jika Sarah yang di maksud adalah Sarah yang sama dengan istri rajanya ?? mengingat perseteruan Erden dan pamannya di masa lampau.
Rajanya baru saja membuka hati setelah sekian lama dan jika nona Sarah adalah anak dari jendral Saga dan Nyonya Amara .....apakah yang akan terjadi, apakah kelak padukanya akan kecewa lagi ?? namun bagaimana mungkin mereka adalah orang yang sama ?? putri jendral kan seharusnya baru berumur 10 tahun bukan 20 tahun ,namun Isla mengatakan putri jendral di besarkan di dunia naga hingga perkembangannya lebih cepat.
" Apa yang harus kulakukan ?? aku takut jika istri paduka adalah anak Jendral... dan Jendral akan memisahkan mereka dan paduka akan patah hati karena nya ?? atau malah paduka yang akan meninggalkan nona Sarah jika mengetahui siapa nona Sarah yang sebenarnya ?? namun paduka sangat mencintai nona Sarah kurasa tak mungkin paduka akan meninggalkan nona Sarah. Sebaiknya aku tidak mempertemukan Isla dengan nona Sarah, setidaknya tidak saat ini di saat paduka sedang sangat sayang2nya dan begitu bahagia, aku tak sanggup melihat paduka patah hati lagi " pergumulan hati Marco membuatnya tidak sadar melewati ruang tamu dan berjalan ke kamar padahal di ruang tamu semua orang sedang berkumpul
" Suamiku.... kau tak melihat kami ??" panggil istrinya mengagetkan Marco, ia pun segera menoleh dan betapa kagetnya ia melihat Aflan yang juga sedang berada di ruang tamunya bersama Isla dan istrinya
" Aflan ...?? sahabatku kapan kau datang ?!" sambutnya tergugu dengan wajah pucat, Marco memeluk Aflan dengan senang namun begitu gugup, Aflan pun mengetahui hal itu....
" Marco .... bagaimana jika kita berbincang di ruanganmu saja ??" ajak Aflan , Marco pun menurut saja....
" Katakan Marco apa yang kau sembunyikan dari kami ??" tembak Aflan begitu sampai di ruangan Marco
" apa maksudmu Aflan...?? aku tak menyembunyikan apapun ??" kelitnya
" Marco... kita bersahabat semenjak bulu kita belum tumbuh lagi, aku tau kau luar dalam begitupun kau !! tak usah berusaha berbohong padaku Marco . Aku tau kau pasti sudah menemukan Sarah ... putri jendral Saga dengan segala kepandaian dan fasilitas yang kau miliki... lalu mengapa kau tak memberitahu kami di mana Sarah ??" cecar Aflan marah
Marco diam seribu bahasa... benar kata Aflan, ia tak akan bisa berbohong pada Aflan . Namun ini tentang kebahagiaan raja Erden, pria yang sudah di jaganya semenjak balita... sudah hampir dibilang Erden bagaikan anak baginya... ia bahkan lebih menyanyangi Erden di bandingkan anak-anaknya
" Aku dengar Sarah kembali ke tempat nenek kakek yang sudah merawatnya, namun kami kehilangan jejaknya... kami tak tau di mana tempat tinggal Sarah, gadis itu sangat misterius " ucap Marco sambil memandang ke arah jendela
" Semoga keputusanku ini benar !! kebahagiaan paduka di atas segalanya" cicitnya dalam hati
" Jadi Sarah kembali ke tempat ia di besarkan ?? mengapa ??" tanya Aflan
" mana aku tau Aflan !!"
__ADS_1
" Di mana Sarah menghilang ?? " tanya Aflan lagi
Marco berusaha memberikan jawaban yang masuk akal untuk Aflan... tapi apa jawaban yang harus di berikannya.. ia harus bisa menjauhkan Aflan untuk sementara dari Erden dan Sarah
" Di danau di daerah perbatasan antara Sobaria dan Mongun !!" jawabnya begitu mengingat di mana pertama kali Sarah dan paduka Erden bertemu
" Baiklah kalau begitu, besok aku dan Isla akan segera mencarinya ke sana... tapi apa perkataannya ini bisa di percaya Marco ??" selidik Aflan , Marco berbalik dan menatap Aflan tanpa berkedip
" Kau sendiri yang bilang aku tak akan bisa berbohong padamu Aflan !!" ucapnya mantap
" maafkan aku Aflan....aku sangat menyanyangi paduka Erden, aku tak mau paduka menderita di saat baru saja menikmati kebahagiaan nya " ucapnya dalam hati
" baiklah Marco, terimakasih atas bantuanmu !!" Aflan Marco pun keluar dan bergabung di meja makan bersama istri mereka untuk makan malam.
Keesokan harinya Marco bergegas kembali ke istana setelah melepas kepergian Aflan dan Isla yang akan mencari keberadaan Sarah ke perbatasan.
" Di mana paduka ??" tanyanya pada kepala dayang begitu sampai
" Permaisuri Sora..??"
" Baru bangun dan ia sudah mengomel karena Erden tak juga menghadapnya !!" jawab kepala dayang
" Bibiiiiii..... !!" teriakan Sora terdengar sampai ke lorong di mana Marco dan kepala dayang sedang berdiri
" Kepala dayang.... permaisuri Sora meminta paduka Erden menghadap sekarang !!" lapor dayang yang datang berlari dengan wajah pucat
" bagaimana ini tuan Marco, masa kita harus menganggu paduka !!" cicit kepala dayang
" Kau layani saja paduka , permaisuri Sora biar aku yang mengatasinya ... aku sudah memegang kartu as di tanganku !!" titah Marco sambil menenteng surat di tangannya
__ADS_1
Dengan senyum lebar Marco berjalan menuju kama Sora, tanpa di ketahui siapapun Marco berkirim surat pada raja Max dan mengatakan bahwa Sora akan bertemu dengan raja Xoga... mantan suaminya jika Sora masih berada di Mongun beberapa hari lagi. Marco tau bahwa Max sangat lah cemburu pada raja Xoga, kelemahan itu di gunakan Marco untuk membuat Max gerah dan pasti akan segera memerintahkan Sora untuk segera kembali ke Sobaria sebelum Xoga sampai.
Padahal Xoga tidak ada rencana sama sekali ke Mongun semua itu hanya akal-akalan Marco, dan buktinya itu berhasil... pagi-pagi sekali surat dari raja Max sudah sampai di tangannya.
" Marco menghadap permaisuri....!!" sapanya
" mengapa kau yang datang ?? dimana Erden hah 😡??apa ia sudah begitu tak menghargai ku hingga tak menjalankan perintahku ??" cecar Sora
" maaf permaisuri... paduka masih membersihkan diri di kamar sebentar lagi akan selesai..Hamba membawakan surat dari Sobaria untuk permaisuri !!" jawab Marco sambil menunduk dan memberikan sebuah surat pada Sora...
Mata Sora melotot melihat surat yang di bungkus kain Hitam itu, ia sudah faham apa maknanya... jika surat di bungkus kain kuning artinya surat biasa, jika di bungkus kain merah artinya surat penting dan ini di bungkus kain Hitam artinya apapun isinya tak bisa di bantah
Dengan tangan sedikit bergetar Sora membuka surat tersebut, jika Sora sedikit saja memperhatikan wajah Marco ia pasti bisa melihat dengan jelas bagaimana Marco tersenyum begitu lebar saat ini melihat wajah pucat Sora
" PULANG ATAU PERANG !!" bunyi surat dari Max.... membuat Sora tak berkutik lagi
" Apa yang membuat Max menyuruhku segera pulang ?? kan belum habis masa 10 hari yang diizinkan nya ??" tanya Sora pada Marco
" Mungkin ada hal penting yang terjadi di Sobaria permaisuri " jawab Marco
" hal penting apanya memang yang membuat aku harus segera pulang hah 😡!!"
" putri Sofia .... sakit barangkali ??" jawab Marco seadanya membuat Sora tersentak ... namun ia tak bisa berbuat apapun...mau tak mau ia segera pulang , mungkin apa yang di katakan Marco benar... putrinya dengan Max sedang sakit
" Siapkan semua barangku, aku segera pulang !!" titahnya
" baik permaisuri... titah anda adalah segalanya !!" sahut Marco bersemangat
" yes... yes..yes.. mission ia complete , Aflan dan Sora sudah menjauh semua he he he " cicitnya girang
__ADS_1
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote