
Isla bergegas keluar dari istana begitu misinya berakhir, ia harus melapor pada Saga dan juga Erden.
" bagaimana Isla....apakah kau menemukan Amara ?? apakah ia baik-baik saja ??" tanya Saga begitu Isla sampai
" Untung aku datang tepat waktu jendral... jika tidak mungkin Amara sudah di nodai oleh raja Kenan, raja Kenan berencana menjadikan Amara sebagai selir pertamanya " lapor Isla
" Apa ...?? kurang ajar... Erden kita tak bisa menunggu lagi, kita harus segera mengeluarkan Amara dari istana Kenan !!" ucap Saga gusar
" baik paman... malam ini kita beraksi, paman pergilah dengan Aflan dan Isla... aku akan menunggu di luar istana, prajurit ku juga sudah dekat dengan perbatasan" sahut Erden setuju
Akhirnya malam tiba.....
Isla kembali ke istana dengan menyamar menjadi tabib, cadar yang di kenakannya membuat prajurit hanya membiarkannya masuk karena Isla memakai pakaian tabib khas kerajaan Malta.
Malam ini Kenan masuk ke kamar Amara kembali, ia ingin makan malam bersama Amara. Amara kembali di beri gaun berwarna merah... entah mengapa menurut Kenan wanita jadi tambah cantik jika memakai gaun berwarna merah. Makan malam romantis di siapkan di balkon kamar Amara. Kenan datang dengan membawa seikat bunga yang memang begitu indah... .
" untukmu Amara !!" sapanya sambil menyerahkan bunga pada Amara, Amara mau tak mau menerimanya....Amara mengikuti saja alur sampai ia di tolong nanti, selama keinginan Kenan tidak melebihi batas
Amara memerhatikan bunga di tangannya begitu harum dan ia tak pernah melihat bunga tersebut....
" Kau pasti baru melihatnya kan... bunga itu hanya bisa tumbuh di Malta dan hanya berbunga setahun sekali, kau beruntung bisa melihatnya " jelas Kenan seolah tau dengan isi hati Amara
" Terimakasih ..!" ucapnya singkat
" mengapa kau makan malam denganku... kudengar kau sudah punya 2 istri ?" tanya Amara
" kau juga akan menjadi istriku begitu datang bulanmu selesai " jawab Kenan sambil tersenyum lebar... saat tersenyum seperti itu ketampanan Kenan semakin berlipat membuat Amara menghela nafas panjang
" mengapa kau malah menghela nafas panjang Amara ??" protes Kenan
" raja Kenan yang terhormat....siapakah diriku ini .. aku hanya wanita biasa dan sudah memiliki suami, untuk apa ingin kau jadikan selir ?? jika memang kau ingin membalas dendam bunuh saja aku " ucap Amara tanpa rasa takut
" jaga bicaramu Amara... kau berbicara dengan yang mulia raja Kenan... mengapa bahasamu sungguh lancang !!" tegur kepala dayang kesal
" Tinggalkan kami !!" potong Kenan... membuat semua dayang keluar dari kamar Amara
" Aku malah senang kau berbicara begitu akrab denganku Amara.. membuat kita akan semakin mudah untuk dekat !!" ucap Kenan lagi
" tak usah banyak berbasa-basi ... katakan saja apa maksudmu yang sebenarnya ??" tanya Amara sambil menatap tajam ke arah Kenan... Kenan terpana melihat mata indah Amara, ia hanya diam sambil terus memandangi Amara... mengagumi keindahan dan keseksian yang menurut Kenan tiada duanya
" Terus terang... awalnya aku menculikmu untuk menyiksamu Amara, karena menurut Sofia kaulah yang menyebabkan ia menderita "
__ADS_1
" Lalu... ?? mengapa kau akan menyiksaku dengan menjadikan aku selirmu dan memisahkan aku dengan suamiku ?? begitu ??" tanya Amara
" Yah... terus terang awalnya begitu... namun !!"
" Namun...??"
" Tujuanku berubah Amara, aku tetap menjadikanmu sebagai selirku namun bukan karena aku ingin menyiksamu namun karena aku sudah jatuh cinta padamu... aku ingin bersamamu dan memilikimu selamanya !!" ucap Kenan sambil memegang tangan Amara dan mengecup punggung tangan Amara... Amara segera menarik tangannya
" Apa kau sudah gila ?? aku sudah memiliki suami , mana bisa menikahi lelaki lain "
" Terserah padamu Amara... menikah denganku dengan meninggalkan suamimu atau aku yang akan membunuhnya agar aku bisa menikahimu... pilih saja sesukamu " ucap Kenan membuat Amara terdiam
" Kau memang benar-benar sudah gila !!" ucapnya sambil berdiri dan berjalan menjauhi Kenan
" Ya aku memang sudah gila... karena tergila-gila padamu, namun jangan salahkan aku... salahkan dirimu sendiri yang begitu sempurna !!" ucap Kenan dan dengan sekali tarik tubuh mungil Amara pun terjatuh ke pelukannya, tentu saja Kenan segera melancarkan ciuman mautnya yang selalu di tolak Amara namun Amara sungguh tak berdaya melawan kekuatan Kenan dan ia kembali berakhir dengan kepasrahan saat bibir Kenan berselancar di bibirnya dan mereguknya dengan nikmat.
Saat Amara hampir kehabisan nafas baru Kenan berhenti....
" Pikirkan pilihan yang kau inginkan, yang jelas aku tak akan melepaskanmu Amara !!" ucap Kenan lalu pergi meninggalkan kamar Amara... ia harus menjauh karena takut tak bisa menahan hasratnya yang saat ini begitu mengebu
Amara tersandar di dinding... tubuhnya serasa limbung mendapat ciuman Kenan yang begitu ..... entahlah ia tak bisa menjabarkan apa yang di rasakannya saat ini.
" Apa yang di katakan raja Kenan padamu ??" tanya nya sambil berkacak pinggang
" bukan urusanmu !!" sahut Amara sambil menutup tubuhnya dengan selimut
" kau....😡😡 dasar budak penyakitan tak tau diri!!" omelnya kesal...
" Permisi... kami akan memeriksa kesehatan nona Amara !! paduka Kenan yang memerintahkannya " ucap kedua tabib yang baru datang
" si... lah... kan 😡!!" sahut kepala dayang dongkol dengan keberuntungan Amara , ia lalu keluar...
Saat tabib hendak memeriksa Amara... tabib satunya memukul leher nya dari belakang hingga tabib tersebut pingsan ..
" Amara cepat pakaikan gaun tidurmu padanya... dan kau pakai baju tabibnya !!" bisik Isla yang segera melepaskan pakaian tabib yang sedang pingsan itu... Amara segera bergerak....ia begitu senang karena akhirnya ia akan di bebaskan dari tempat itu
Dalam hitungan detik....tabib yang pingsan tadi sudah di baringkan di atas ranjang dan di selimuti seolah Amara yang tertidur di situ.
" Berjalanlah di sampingku... ingat jangan gugup, cepat pakai cadar ini !!" titah Isla
Keduanya keluar dari kamar dan berjalan menuju ke luar istana... namun belum lagi mereka sampai ke pintu keluar.... lonceng bergema bersahutan menandakan keadaan darurat telah terjadi
__ADS_1
" Amara melarikan diri.... jangan biarkan siapapun keluar dari istana... terutama tabib wanitaaaa !!!" teriak kepala dayang yang baru saja masuk ke kamar untuk memeriksa Amara dan mendapati bukan Amara yang berada di atas ranjang
Prajurit segera siaga... Amara dan Isla bersembunyi di sekitar pepohonan rambat yang lebat...
" lepaskan pakaian tabib kita Amara dan bersembunyilah !!" titah Isla, Isla lalu melepaskan sebuah tanda yang hanya di mengerti oleh Saga dan Aflan
Sementara Kenan yang mendengar Amara melarikan diri segera keluar....
" jangan sampai Amara lolos, jika ia lolos kalian semua akan mati !!!" titahnya dan keluar memimpin langsung pencarian Amara
jeb... jeb...jeb...
Anak panah mengenai tubuh penjaga pintu istana
" ayo Amara....!!" tarik Isla dan keduanya lalu berlari menuju pintu keluar....sementara Saga dan Aflan berlari masuk untuk menjemput keduanya
Begitu melihat Saga.. air mata Amara langsung mengalir deras, begitu bahagianya dirinya bisa bertemu kembali dengan suaminya..
" terimakasih suamiku karena telah membebaskan ku hik hik hik " bisik Amara di pelukan Saga
" jendral ayo cepat !!" panggil Aflan, Saga segera menarik Amara
" Berhenti...!! atau kalian semua akan mati !!" terdengar suara Kenan dari kejauhan, namun Saga tak menghiraukan nya, ia segera menarik Amara ke atas kuda dan pergi meninggalkan istana Kenan.
" panggil pasukan berkuda....hentikan mereka !!" titah Kenan
" aku tak akan melepaskanmu Amara... tidak akan !!" cicit Kenan dalam hati
Setelah kejar-kejaran cukup lama, akhirnya Saga sampai di dekat perbatasan akhirnya Kenan berhasil mengejar mereka
" Saga aku menantangmu satu lawan satu untuk mendapatkan Amara !!" tantang Kenan begitu berhasil mengejar Saga
Saga turun dari kuda lalu meraih pedangnya...
" siapa takut !!" ucapnya membuat Kenan tersenyum, sampai saat ini belum ada yang bisa mengalahkannya
" suamiku... jangan !!" cegah Amara
Bagaimanakah selanjutnya, dapatkan Saga membawa pulang Amara ??
Jawabannya tentu di next eps ya, jangan lupa untuk selalu memberi like komen dan vote untuk karya ku ini 🥰🥰
__ADS_1