
Semalaman Hendrik tak bisa tidur, kerjanya hanya mondar mandir sambil memandangi istri dan buah hatinya yang malah tidur dengan begitu nyenyaknya.
" Aku harus melindungi masa depan mereka, apapun akan kulakukan untuk menghindari peperangan , karena peperangan hanya akan membawa penderitaan bagi rakyatku terutama untuk istri dan anakku !!" tekadnya
Saat tengah nyenyak-nyenyaknya tertidur sambil memeluk istrinya, Saga dikejutkan oleh ketukan halus dari luar kamarnya. Saga berlahan bangun lalu membuka pintu
" Ada apa bi ??" tanya Saga
" Maaf jendral.. diluar ada urusan dari raja Hendrik, katanya ia harus bertemu dengan Jendral sekarang juga... karena mereka membawa pesan penting dari raja Hendrik!!" bisik bibi
" Baik bi... suruh mereka menunggu di ruang tamu, buatkan minuman hangat untuk mereka ... aku akan menemui mereka setelah berpakaian yang pantas !!" titah Saga....Saga lalu kembali menutup pintu kamarnya membuat Amara terbangun
" Ada apa suamiku ?? kau perlu sesuatu ?? " tanya Amara
" Tidak apa-apa... tidurlah kembali, aku hanya akan keluar sebentar ....!!" sahut Saga sambil memakai pakaiannya
" apa terjadi sesuatu ?? mengapa kau berpakaian ??" tanya Amara cemas karena selama ini tak pernah suaminya itu pergi malam-malam begini
Saga mendekati Amara dan duduk di sisi ranjang, ia tersenyum lalu mengecup kening Amara ....
" Jangan khawatir... hanya ada tamu urusan dari raja Hendrik, mungkin berkaitan dengan pekerjaan Aflan yang terbengkalai....aku hanya akan ke ruang tamu, tak akan keluar rumah ... oke , sekarang tidurlah katanya kau lelah sekali tadi ha ha" olok Saga membuat Amara mencubit perut suaminya yang selalu sangat perkasa itu dan memang senantiasa membuatnya kelelahan setelah bercinta.
Setelah Amara tenang dan kembali tidur, Saga lalu menuju ruang tamu. Terlihat beberapa orang pria yang semua di kenalnya... ya mereka adalah utusan dari kerajaan Hodun.
" Salam jendral Saga ... maaf kami datang malam-malam begini !!" sapa mereka sambil menunduk hormat pada Saga
" Tidak apa-apa... silahkan duduk dan minum dulu teh panas ini , Katakan apa ada kejadian penting hingga Hendrik mengutus kalian ??" tanya Saga
" Raja Hendrik meminta jendral untuk ke istana secepatnya jendral !!"
" Mengapa ??"
" Karena tadi sore istana kita di datangi raja Erden dari Mongun dan ia ingin bertemu dengan raja Hendrik " Jabar utusan membuat Saga kaget
" Erden datang ke Hodun ?? apa yang diinginkannya ??" tanya Saga
__ADS_1
" kami belum tau lagi jendral, karena kelelahan raja Erden memutuskan untuk besok pagi baru kembali mengunjungi raja Hendrik. Kami takut kedatangan raja Mongun ingin menjajah kerajaan kita jendral... sebab itu raja Hendrik meminta anda untuk ke istana secepatnya , raja berharap jendral bisa mengatasi raja Mongun karena walau bagaimanapun raja Erden adalah keponakan anda " lanjutnya.... Saga menarik nafas panjang....
" Baiklah.. aku mengerti, kalian silahkan beristirahat dulu. Besok pagi-pagi sekali kita berangkat ke istana !!" titah Saga
" Maaf jendral apakah tidak bisa jika kita berangkat sekarang saja ??"
" Tidak... aku tak ingin membuat istriku cemas jika pergi seperti ini, sabarlah...Erden bukanlah pribadi yang gegabah,percayalah padaku !!" jawab Saga
" baik Jendral... kami permisi !!"
" Bibi... antar mereka ke rumah tamu dan beri pelayan untuk melayani kebutuhan mereka !!" titah Saga, Saga lalu kembali ke kamarnya... namun matanya tak bisa lagi terpejam
" Setelah 10 tahun mengapa kau ke mari Erden ?? apakah kau masih belum bisa melupakan rasa sakit hatimu ??"'tanya Saga dalam hati
" Aku sudah mengalah dengan meninggalkan tanah kelahirannya untuk menganti rasa sakit hatimu, apakah belum cukup bagimu ??" beribu pertanyaan berlarian di kepala Saga hingga pagi hari menjelang ia hanya berdiri sambil menatap ke luar jendela
Saga pun berpamitan pada Amara untuk pergi ke istana dengan alasan mengantikan posisi Aflan sementara. Saga meminta Amaravuntuk tidak cemas, tak akan terjadi apapun padanya. Saga tau betapa Amara selalu cemas jika ia pergi dari pulau mereka , ya tentu itu semua karena rasa cinta yang sangat besar pada dirinya sebagaimana ia pun sangat mencintai Amara hingga rela meninggalkan Mongun dan tinggal di tempat yang jauh dari tanah kelahirannya selama ini.
Sepasang sejoli yang tengah menikmati istirahat mereka di kasur yang begitu empuk... semalaman mereka berpelukan untuk menghilangkan rasa dingin karena udara di Hodun memang jauh lebih dingin daripada di Mongun yang cenderung hangat.
" Kakak... dingin !!" cicit Sarah dan masuk semakin dalam ke pelukan suaminya, dengan senyum lebar Erden memeluk tubuh ramping Sarah sambil menciuminya berulang kali. Entah ini mungkin yang namanya mabok cinta... ia sungguh tak pernah bosan memeluk dan menciumi tubuh istrinya itu.
" Sarah masih mengantuk dan lelah... kakak sih nakal !!" omelnya dari balik selimut
" what...?? mengapa kau bilang aku nakal, salah sendiri kau semalam terus memelukku membuat adik kecilku membesar "
" kan aku hanya ingin di peluk karena kedinginan... bukan ingin bercinta 😡😡" omel Sarah
" Tapi rasa dingin jadi hilang bukan setelah kita bercinta ha ha ha, kau juga bahkan sangat menikmatinya"
" Mana ada 😡!!"
" Buktinya kau terus mendesah nikmat semalam !!" olok Erden membuat wajah Sarah memerah seketika, ia pun menggulung tubuhnya dengan selimut dan membelakangi Erden
" Mana ada... gimana tidak mendesah namanya juga kakak lagi masuk 😡😡, pokoknya awas kalo kakak minta jatah lagi... libur satu Minggu , itu hukuman untuk kakak !!" omel Sarah lagi membuat Erden tambah terkekeh geli
__ADS_1
" mana bisa ... tidak ada hukuman apapun di antara suami istri , ayo mau ke istana Hodun atau tidak ?? kalau kau tak bangun juga jangan salahkan jika adikku bangun lagi ini !!" ancam Erden membuat mata Sarah terang seketika, ia pun langsung bangun dan berlari ke kamar mandi lalu menguncinya
" He he rasain....!!" ucapnya setelah merasa aman
" Sarah mengapa kau mengunci kamar mandinya ??" protes Erden
" Sarah lagi pup... jangan ganggu !!" teriaknya lalu terkekeh kecil sudah berhasil mengerjai suaminya itu.
Selesai sarapan keduanya pun berangkat menuju ke istana Hodun dengan ceria. Berbanding terbalik dengan penghuni istana Hodun yang panik luar biasa , begitu resah gelisah menunggu kedatangan raja Erden yang entah maksud kedatangannya untuk apa ???
Begitu melihat Erden dan Sarah datang, pengawal segera membukakan gerbang istana
" Silahkan masuk raja Mongun yang terhormat !!" sambut pengawal sambil menunduk hormat
" Mengapa mereka begitu menghormati kakak ??" tanya Sarah bingung
" Apa kau tidak tau kalau suamimu ini adalah raja tampan yang sangat di segani di manapu, itulah sebabnya tidak ada yang akan menolak ku menjadi menantunya " jawab Erden membuat bibir Sarah mengerucut
" Cih ... sombong sekali !!" ucapnya membuat Erden tergelak
Sesampainya di pintu depan , Erden kembali di sambut oleh jejeran pejabat istana Hodun dengan penuh hormat. Keduanya lalu di persilahkan masuk ke ruang utama di mana raja Hendrik sudah menanti dengan wajah pucat
" Selamat datang yang terhormat raja Erden, selamat datang di istana kecil kami ini !!" sambut Hendrik sambil melihat kesana kemari...
" Terimakasih atas kehangatan sambutan kalian semua !!" balas Erden, sementara Sarah kembali asik memperhatikan isi istana yang begitu megah
" Paduka hanya datang berdua ??" tanya Hendrik setelah selesai memeluk Erden
" Ya betul !!" jawab Erden
" jika begitu ada perlu apa paduka Erden datang ke istana ku yang kecil ini !!" tanya Hendrik
" Aku tidak ada perlu apapun denganmu raja Hendrik... aku hanya mengantarkan istriku Sarah ... ia ingin bertemu denganmu !!" jawab Erden
" haaaa ????" hanya itu yang keluar dari mulut Hendrik sambil memandangi Sarah yang tersenyum manis padanya .....
__ADS_1
Okay sambung lagi besok sista... jangan lupa Vote dari kalian selalu onel nanti
Love you all 😘😘