Deep Heart

Deep Heart
228. The Duel


__ADS_3

" Amara ... sudah kubilang jangan ikut campur !!" ucap Saga membuat Amara pun terdiam dan kembali ke bangkunya


" tidak apa-apa paman... semua boleh membacanya, jika paman setuju aku akan segera membawa surat ini ke Sobaria dan memberikannya pada raja Max " sahut Erden


" Baiklah aku akan membacakan surat dari raja Mongun ini agar kalian semua mendengarnya !!" akhirnya Aflan menengahi


Surat penting....


Dengan ini saya Erden , raja Mongun menyatakan melarang permaisuri Sora untuk memasuki wilayah kerajaan Mongun selama sisa hidupnya. Hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan permaisuri Sora dengan anak-anaknya dapat dilakukan hanya melalui surat menyurat saja. Jika permaisuri Sora melanggar makan raja Mongun akan memberikan hukuman yang setimpal berupa hukuman kurungan seumur hidup.


Tertanda


Erden, Raja Mongun


Semua terdiam mendengar surat dari Erden yang bahkan sudah di stempel dengan stempel kerajaan Mongun tersebut.


" Kuharap paman mengerti keseriusanku terhadap Sarah, mohon paman memberikan restu untuk kami !!" pinta Erden lagi


" Aku ingin kau membuat sebuah surat perjanjian lagi !!" ucap Saga


" katakan saja paman, aku akan melakukannya !!"


" Berjanji bahwa Sarah akan menjadi satu-satunya wanita di hidupmu, aku tidak memperkenankan kau memiliki istri lain ataupun selir selain Sarah !!" pinta Saga lagi


" Tentu saja paman... Sarah akan menjadi satu-satunya istriku sampai aku mati !!" sahut Erden mantap


" Tapi surat tersebut hanya bisa berlaku jika kau bisa mengalahkan aku dalam duel !!" tambah Saga membuat semua yang berada di ruangan terhenyak


" Suamiku !!" cicit Amara


" Ayah....!!" melas Sarah dengan mata berkaca-kaca, Saga berdiri dan mengambil pedangnya


" Ayah tidak bisa menyerahkan putri ayah pada pria yang lebih lemah dari ayah Sarah... ambil pedangmu Erden !!, jangan kau tahan seranganmu... aku tak akan mengalah padamu !!" tantang Saga


Sebenarnya Erden sungguh tak mau berduel dengan pamannya, namun sebagai seorang kesatria pantang baginya menolak tantangan Saga, apalagi duel ini untuk mendapatkan Sarah... ia akan bertempur hingga titik darah penghabisan .


" kak Aflan....tidak bisakah kau menghentikan duel ini ??" tanya Amara pada Aflan


" Kau tau bagaimana suamimu Amara, Saga adalah Saga tak seorangpun bisa menghentikan jika ia sudah menginginkan hal itu.

__ADS_1


Di tengah lapangan 3 orang pria tengah bersiap... sedangkan di pinggir lapangan 3 orang wanita menonton dengan perasaan yang bercampur aduk.


" Ibu......hik hik " Sarah menangis di pelukan ibunya... Amara hanya bisa menepuk bahu putrinya , ia juga sangat resah gelisah saat ini. Bagaimana jika suaminya terluka ?? bagaimana jika suami Sarah yang terluka...


Apa yang mereka lihat saat ini bagai buah si malakama.


" Kak Isla ... tak bisakah kau menolong kami ??" tanya Amara pada Isla yang diam saja sedari tadi


" maaf Amara... ini adalah penggalan takdir yang harus mereka lalui, berdoa saja keduanya tak apa-apa" jawab Isla yang dulu pernah meramalkan akan terjadinya hal ini


" Huffff.... akhirnya terjadi lagi, dulu mereka pernah berduel karena memperebutkan Amara dan ini kali kedua... kembali mereka berduel namun untuk Sarah, sayang sekali aku tak sempat melihat dulu siapa yang memenangkan duel kali ini... semoga saja Erden yang menang, jika tidak semua bisa kacau....aku bisa merasakan Erden tak akan menyerah begitu saja untuk mendapatkan Sarah, jika jendral Saga paham seharusnya kali ini ia mengalah pada Erden... jika tidak pernah bisa terjadi " ucap Isla dalam hati


Setelah Aflan memberi kode akhirnya duelpun di mulai... Saga dan Erden, dua pria yang sama-sama tangguh hanya usia yang membedakan keduanya , di luar itu keduanya memiliki kekuatan yang sama... keahlian yang sama dan keberanian yang sama.


Dentingan demi dentingan terdengar disertai suara hentakan dari keduanya... sudah beberapa waktu berlalu , keduanya masih saja begitu bersemangat saling menyerang, menangkis... dan mencari kelemahan lawan masing-masing. Pengalaman keduanya di medan perang membuktikan betapa keduanya memang sangat berpengalaman dalam berduel


Berjam-jam berlalu dan keduanya masih saja berduel tanpa ampun... keduanya sudah terluka dan beberapa kali terjatuh namun tak ada yang mau menyerah membuat penonton bahkan lupa menarik nafas mereka.


Aflan jangan di tanya lagi...jika dari luar ia nampak tenang namun tidak di dalam hatinya... berkali-kali ia memberi kode pada Saga untuk berhenti atau mengalah saja agar tidak ada yang terluka namun Saga tak mengindahkan. Saga sungguh memberikan perlawanan terbaiknya, bagi Saga jika ia harus menyerahkan putrinya pada Erden setidaknya Erden memanglah pria yang lebih kuat darinya.


crassss....arghhhhh


" Menyerahkan paman !!" ucap Erden sambil mengarahkan pedangnya ke dada Saga, dengan cekatan Saga segera menangkis pedang Erden lalu berguling dan berdiri dengan tegak


" Dalam mimpimu Erden !!" tolak Saga... keduanya kembali terlibat dalam pertempuran tiada akhir


Crassss..... bug....


Kali ini pedang Saga yang mengenai dada Erden lalu Saga menendang dada Erden membuat Erden terjungkal ke tanah bersimbah darah


" kakak.....!!" cicit Sarah , wajahnya sudah banjir air mata... ia sangat mencemaskan kakak tampannya itu


" Segitu saja kemampuanmu Erden...cih jangan harap kau bisa membawa putriku !!" ucap Saga terkekeh, Erden pun langsung bangkit dan menghunus pedangnya kembali


" Aku baru mulai paman hiattt !!" segera Erden menyerang kembali dengan tenaga dua kali lipat lebih besar mendengar hinaan dari Saga, semangatnya sebagai kesatria langsung berkibar... jika sedari tadi ia menahan diri namun tidak lagi, karena jelas pamannya juga tak menahan diri terhadapnya.


Tebasan Erden sudah berubah drastis, serangannya kini yang sesungguhnya membuat Saga tersenyum miring


" Ini yang kunantikan sedari tadi Erden.... " ucapnya dalam hati

__ADS_1


Semakin siang pertempuran semakin seru bukannya semakin surut. Keringat bercucuran sudah bercampur darah membasahi tubuh keduanya, apalagi sinar matahari yang menimpa tubuh keduanya membuat siapapun yang melihatnya akan merinding


Erden menarik nafas panjang sebelum meloncat ke arah Saga sambil menghunus pedangnya, Saga menangkis pedang Erden namun tenaga Erden begitu kuat membuat pedang di tangannya mental dan melayang entah kemana


" Menyerahkan paman... kau sudah kalah !!" seru Erden namun Saga tidak mau mengalah... ia menendang kaki Erden membuat Erden terjatuh ke tanah dan pedangnya juga terlepas dari genggamannya.


Keduanya melanjutkan duel tanpa pedang, tangan mereka menjadi senjata utama kini....


Sebuah bogeman kuat di lontarkan Erden ke perut Saga yang sudah terluka membuat Saga akhirnya terjatuh lagi.....Erden mengambil pedangnya dan berjalan mendekati Saga, di arahkan ya pedangnya ke dada Saga...


" Bagaimana paman ?? aku sudah menang bukan ??" tanyanya sambil tersenyum puas


" Jangan sakiti ayahku !!" teriakan Sarah terdengar dari pinggir lapangan membuat Erden tersenyum


" Kau dengar itu paman.... putrimu sangat khawatir pada ayahnya , kuharap kita selesai di sini !!" lanjut Erden lagi


" Baiklah Erden... kuakui kau memang kali ini, tak sia-sia aku mengajarimu bukan ... ha ha ha " Saga tergelak senang, ia senang Erden bisa mengalahkannya .... kini hatinya lega


Erden membantu Saga untuk bangun... keduanya berpelukan sambil tertawa


" Lihatlah paman... istri kita sama pucatnya, sepertinya kita beruntung memiliki istri yang sangat mencintai kita !!" ucap Erden


Amara menyambut suaminya dengan derai air matanya....


" Aku benci kau jendral... aku benci jika kau sudah egois begini hik hik hik !!" omel Amara sambil membersihkan dada suaminya dari darah dengan selendang di tangannya


Sarah jangan di tanya lagi... wajahnya seputih kapas


" Kakak....!!" cicitnya lemas, Erden sudah melebarkan kedua tangannya berharap Sarah segera berlari ke arahnya, namun baru beberapa langkah....


bruk....Sarah pingsan


" Sarah....!!"


" Sarah...!!" jerit semuanya yang melihat


Wadidaw... ada apa dengan Sarah ya ???


See you next eps

__ADS_1


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya


__ADS_2