Deep Heart

Deep Heart
119. Tunggu Aku


__ADS_3

Saga dan Aflan akhirnya sampai ke depan vila pada sore hari, mengapa tak ada penjaga di depan pintu gerbang ? tanya Saga dalam hati. Bergegas mereka masuk ke dalam....betapa kaget mereka melihat mayat bergelimpangan . Tak ada satupun lagi penghuni vila yang hidup


" Jendral....siapa yang melakukan pembantaian ini ??" tanya Aflan


" Entahlah... ayo kita ke rumah tebing, Amara dan Isla di sana... semoga mereka tidak apa-apa, bibi juga tak ada di sini !!" titah Saga


Keduanya langsung kembali menaiki kuda masing-masing dan bergegas menuju ke rumah tebing..Sepanjang jalan dada keduanya berdetak begitu kencang, seuntai doa pun di ucapkan berharap istri masing-masing tidak apa-apa, karena tak semua orang mengetahui posisi rumah tebingnya jadi Saga berharap keduanya tak tersentuh.


Namun keduanya kembali melotot melihat bibi dan paman penunggu rumah tebing juga terbantai di depan pagar... semakin masuk semakin bertambah mayat bertebaran.


" Amara....Amara...!!!" teriak Saga masuk ke dalam rumah dan berkeliling mencari keberadaan Amara


" Islaaa.... Islaaaa....." Aflan pun tak kalah panik, setelah habis isi rumah di sisiri keduanya tak juga di temukan


" Bagaimana ini jendral....mereka tak ada di manapun , apakah jendral ada membuat ruang untuk bersembunyi ??" tanya Aflan... Saga menggeleng sambil memukuli dinding rumahnya, mengapa ia begitu bodoh tak memikirkan hal itu... difikirnya tak akan ada orang yang akan tau tempat ini.


" Jendral.... ada seseorang di tepi jurang !!" teriak Aflan dari luar, Saga segera berlari


" Bibi...... 😱😱!!" seru Saga melihat bibi terbaring di tanah dengan pedang menancap di dadanya


" Bibi.....siapa yang melakukan semua ini bi ?? di mana Amara dan Isla bin??" tanya Saga begitu memeriksa bibi ternyata masihlah bernafas.


Bibi berusaha membuka kedua mata tuanya, begitu telinganya mendengar suara Saga ia langsung merasa mendapat kekuatan.... akhirnya setelah menahan sakit yang luar biasa selama beberapa jam... orang yang di nantinya datang


" Saga.... maaf kan bibi tua ini....." ucapnya berlahan


" Berlahan saja bi... tarik nafas dulu !!" bisik Aflan


" Bibi tak bisa menjaga Amara..... dan juga Isla hah...hah....!" lanjut bibi... nampak air mata menetes dari kedua matanya

__ADS_1


" Dimana mereka bi..?? katakan bi , tolonglah bertahanlah sedikit lagi...!!" pinta Saga


" Mereka...uhuk...." bibi memuntahkan darah dari mulutnya, Saga langsung mengusapnya dengan telapak tangannya


" Aku akan membawamu ke vila bi, kita obati du..."


" Tidak Saga.... waktuku tidak banyak, Amara dan Isla terjatuh ke dalam air terjun.... beberapa jam yang lalu... semoga mereka selamat !!!" ucap bibi terbata-bata


" Apa....??.bagaimana bisa hal itu terjadi bi ?? apa bibi tau siapa yang melakukan ini bi??" tanya Aflan begitu kaget, bibi memejamkan matanya membuat banyak air matanya meleleh... nafas nya tinggal satu satu


" Pembunuh kejam itu.... Roxana, cucu terkutuk !!! aku ....aku....akhhhhh !!" bibi pun melepaskan nafas terakhirnya setelah mengutuk cucunya sendiri


" Bibi... bibi.....bibiiiiii!!!" Saga menangis sedih, bibi sudah bagaikan seorang ibu baginya


" Bagaimana mungkin Roxana begitu tega membunuh neneknya sendiri dan melakukan pembantaian di vilaku.... ??" tanya Saga tak percaya


" Jendral.. ayo kita turun dulu kengan kuda ke dasar air terjun !! kita kuburkan bibi nanti saja !!" ajak Aflan sambil berjalan hendak menuju kuda mereka, Saga berdiri dan berjalan menuju ke arah tepi tanah yang berbatasan dengan air terjun...


" Tunggu aku Amara... aku datang !!" ucapnya lalu meloncat masuk ke air terjun dengan posisi tangan terbentang keduanya....Aflan yang melihatnya pun kaget


" Shittt.... jendral, apa kau sudah gila.??" teriak Aflan melihat Saga meloncat ke air terjun, mau tak mau Aflan pun mengikuti jejak Saga... ia pun meloncat ke air terjun setelah menarik nafas panjang


Saga nekat bukan tanpa alasan, ia sudah pernah beberapa kali menjajal terjun dari atas sana dan aman saja untuk dirinya.


Sesampainya di dasar air terjun Saga segera mencari keberadaan Amara, ia harus bergegas karena hari sudah lah mulai sore


" Jendral... apa kau sudah gila.???" teriak Aflan begitu muncul dari dalam air dengan susah payah.... seumur-umur baru kali ini Aflan melakukan hal gila seperti ini, Saga tak menggubris Aflan....ia terus mencari istrinya


" Amara......amaraaaa.....!!" tak henti-henti ia berteriak memanggil istrinya, air matanya mengalir terselubungi tetesan air terjun... ya....Saga menangis, seumur hidupnya ini adalah kedua kalinya ia menangis selain saat ini suri meninggal.

__ADS_1


" Amara... bertahanlah sayang, jangan tinggalkan aku... aku bisa gila !!" cicit Saga dalam hati, di kejauhan mata elangnya melihat sesosok tubuh...


" Aflan.... ada seseorang di sana !!" teriaknya girang, ia berharap itu adalah istrinya


Keduanya berlari dengan susah payah , akhirnya mereka sampai....Saga segera membalik tubuh wanita yang sedang tertelungkup di pinggir sungai


" A..... Isla?? Aflan ini Isla !!" ucap Saga terhenyak melihat tubuh Isla yang babak belur dan entah masih bernafas atau tidak


" Isla...sayangku, aku datang ... Isla....!! teriak Aflan sambil memeluk Isla, Saga mencari denyut nadi Isla dan ternyata masih ada walaupun begitu lemah


" Aflan ....segera bawa Isla ke tabib terdekat !!" titah Saga


" Tapi nona Amara belum ketemu !!"


" Biar aku yang mencarinya, cepat selamatkan Isla !!" sahut Saga....Aflan pun segera mengangkat Isla dan membawanya untuk mencari pertolongan


Saga kembali mencari keberadaan Amara, kakinya menyentuh sesuatu dan ia pun menariknya dari dalam air


" Ini.... ini kalung Amara... ya dewa di mana kau Amara ??" tanya Saga dalam hati... Saga terus mencari selama tenaganya masih ada


Berjam-jam Saga terus mengobok-obok sungai bahkan ia sampai menyisiri aliran sungai namun Amara sama sekali tak nampak batang hidungnya, Saga naik dari dalam sungai....ia berbaring di tanah tanpa alas apapun....ia hendak mengistirahatkan tubuhnya sejenak sebelum kembali mencari Amara...sebelum berebah ia membuat obor untuk meneranginya karena hari sudah gelap kini.


" Amara sayangku....dimana kau sayang, beri petunjuk kepadaku Amara, maafkan kebodohanmu Amara... jika terjadi apapun padamu aku tak akan bisa memaafkan diriku Amara..." cicit Saga sambil memejamkan matanya sejenak, air matanya kembali mengalir .. ia baru merasakan betapa lelahnya dirinya ... berhari-hari ia berkuda tanpa henti....tenaganya sudah benar-benar habis kini. Tak ada yang bisa ia lakukan kecuali berebah sejenak...tubuh berotot itupun tertidur sambil memegang kalung Amara di tangannya


Kemanakah Amara gerangan ??


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote

__ADS_1


__ADS_2