
Di ibukota.....
" Roxana.... Roxanaaaaa....!! " teriak ibunya membuat Roxana berhenti menunggang kuda
" Ya ibu... ada apaaa...??" teriaknya menyahut
" Ada tamu membawa surat dari Jendral Saga !!" mendengar nya Roxana langsung meloncat dari kudanya dan berlari ke rumahnya dengan begitu bahagia... yah sebegitunya Roxana memuja seorang Saga hingga mendengar namanya saja ia sudah begitu bahagia.
Roxana pun menemui Roman yang sedang menunggunya di ruang tamu. Ia segera membaca surat yang di tulis oleh Aflan. Di surat tersebut tertulis bahwa ia secepatnya bergabung dengan pasukan kerajaan untuk membantu jendral Saga melakukan pekerjaan rahasia . Roxana begitu bahagia Jendral Saga memanggilnya lagi
" Apakah kau tau apa tugas rahasia nya Roman ??" tanyanya
" Maaf nona Roxana saya tidak bisa memberitahunya di sini, yang jelas misi ini sangat penting untuk kerajaan kita " jawab Roman
" Baiklah aku segera berangkat, kau tunggulah aku bersiap !!" ucap Roxana
" Maaf nona anda berangkat sendiri karena saya hendak pulang ke kampung menemani istriku melahirkan , Jendral begitu baik memberiku cuti selama satu bulan nona .." jawab Rolan dengan wajah begitu bahagia
" Baiklah kalau begitu.. selamat ya, semoga kelahiran istrimu lancar !!" ucap Roxana
Setelah Roman pamit Roxana segera berkemas untuk berangkat ke perbatasan.
" Mau kemana kau Roxana ??" tanya ibunya
" Jendral memanggilku Bu, aku harus segera kembali ke perbatasan !!"
" Tak bisakah kau pergi nya besok saja, malam ini tuan tanah akan kemari dengan anaknya... mereka ingin lebih mengenalmu Roxana !!" pinta ibunya
" Maaf Bu.... ibu dengar sendiri panggilan ini sangat mendesak "
" Tapi kau sudah janji Roxana !! apa yang harus ibu katakan pada tuan tanah.. kasihan ayahmu, dia sudah lama bekerja di perkebunan tuan tanah !!" protes ibunya
__ADS_1
" Ibu perlihatkan saja surat dari Jendral Saga ini Bu... setelah itu simpan baik-baik surat berharga itu Bu, sampaikan maafku untuk tuan tanah , baiklah Bu... aku berangkat !!" ucap Roxana dan segera menunggang kudanya tanpa menoleh lagi kebelakang. Bagi Roxana titah Saga adalah titah mutlak tak ada yang lebih berarti baginya selain keinginan Saga.
Tanpa terasa dalam waktu 4 hari Roxana sampai ke perbatasan. Ia segera menghadap pada Jendral Saga...tak sabar sudah ia ingin melihat wajah Saga... jendral yang sudah memenuhi hatinya.
Roxana datang saat Saga, Aflan dan Erden serta beberapa prajurit sedang mengadakan rapat.
" Nah karena Roxana datang, aku akan mengulang sedikit rencana yang sudah kita bahas tadi. Jadi Jendral Saga di bantu Roxana dan Andre membawa pasukan untuk menculik sang putri. Sedangkan pangeran Erden dan saya akan menyerang pemberontak dengan kekuatan penuh setelah mendapatkan kabar bahwa sang putri telah di amankan !! mengerti ??" Jabar Aflan
Semua mengangguk tanda mengerti
" Roxana beristirahatlah... lusa kita berangkat !!" titah Saga lalu masuk ke kemahnya , ia juga sangat lelah setelah 3 hari 3 malam tidak tidur karena memimpin peperangan dengan pemberontak.
" Mengapa Jendral terlihat begitu lelah ??" tanya Roxana pada Aflan
" Jendral baru saja pulang selama 3 hari ia memimpin perang dan Jendral tak tidur sama sekali " Jabar Aflan
" Mengapa Jendral begitu bekerja keras ??"
" Istirahatlah Roxana ... kau pasti lelah... makanlah dulu itu kemahmu sudah di persiapkan , aku harus mengawasi prajurit yang berjaga di perbatasan " ucap Aflan lalu pergi meninggalkan Roxana
Keesokan paginya Roxana sudah bangun lebih dulu, ia pun membantu menyiapkan sarapan untuk Saga seperti yang biasa ia lakukan. Namun Sampai semua prajurit sudah sarapan Saga tak juga keluar dari tendanya. Roxana meminta salah satu prajurit memeriksa keadaan Jendral
" Nona ... sekarang Jendral memang keluar tenda agak siang, sepertinya malam Jendral susah tidur hingga bangunnya selaku terlambat " ucap prajurit yang dimintanya
" Biasanya Jendral menangkan susah tidur namun selalu bangun cepat ??" selidik Roxana
" Ya dulu kan Jendral hanya memikirkan perang nona.. namun sekarang tuan sering melamun kan kekasihnya hehe he ... Jendral kita sedang jatuh cinta " bisik prajurit tersebut
" A... apa...?? jatuh cinta ?? si... siapa gadis itu ??" tanya Roxana terbata... tubuhnya serasa tak bertulang saat ini
" Entahlah nona... tak ada yang tau Jendral tak mau berbicara apapun tentang kekasihnya itu, bahkan pangeran saja tidak di perkenankan bertemu dengan gadis itu " jawabnya sambil berbisik... tubuh Roxana bergetar hebat, sungguh ia tak menyangka jika pada akhirnya Jendral Saga bisa jatuh cinta. Siapa wanita yang begitu beruntung bisa mendapatkan cinta dari sang Jendral π±π±π₯π₯Roxana terduduk di tanah dengan perasaan hancur lebur kini.
__ADS_1
Walau ia tau jendral Saga tak akan membalas cintanya namun hatinya serasa tak bisa menerima jika Jendral pujaannya itu jatuh cinta pada gadis lain. Mengapa Jendral tak bisa menyukainya walau hanya sedikittttt saja πππ.
" Mengapa kau duduk di tanah Roxana ??" terdengar suara Saga menyapanya membuatnya langsung berdiri dan memberi hormat pada Saga
" Tidak apa-apa Jendral... apakah anda mau sarapan sekarang ??" tanya Roxana mengalihkan pembicaraan
" Nanti saja aku mau mandi dulu !!" jawab Saga lalu berjalan ke arah sungai dan membersihkan dirinya di sungai tersebut. Mata Roxana hanya bisa memandang dari jauh .. ia tak berani mendekat karena ia takut Jendral Saga akan mengusirnya lagi jika ia lancang.
Setelah sarapan Saga pun mengajak Roxana dan beberapa prajurit untuk rapat mengenai penculikan.
" Jadi Roxana jika sang putri sudah kita culik... kita akan mengurungnya di sebuh desa terpencil. Tugasmu adalah menjaganya selama waktu yang tidak bisa di tentukan. Jaga putri dengan baik jangan sampai kabur dan ingat jangan sampai menyakitinya secara fisik. Walau bagaimana pun ia adalah seorang putri dari kerajaan besar... menyakitinya bisa menimbulkan masalah bagi kita juga nantinya, kau mengerti Roxana ??" tanya Saga
" Ya Jendral saya mengerti tugas saya, namun jika saya boleh bertanya mengapa Jendral ingin menculik sang putri ??"
" Aku ingin peperangan ini. segera selesai Roxana, jika kerajaan Sobaria masih saja ikut campur di perbatasan mereka akan menerima ganjarannya " jawab Saga
" dan ganjarannya adalah dengan putri kerajaan mereka yang kita culik dan kita tahan, begitu Jendral ?!" tanya Roxana
" Ya kau benar Roxana... !!" sahut Saga dan berdiri tandanya rapat mereka bubar. Roxana mengikuti langkah kaki Saga
" Ada yang ingin kau tanyakan lagi Roxana ??" tanya Saga mendengar langkah kaki Roxana yang mengikutinya
" Ya Jendral... benarkah anda sudah memiliki kekasih ??" tanya Roxana dengan suara yang nyaris tak terdengar. Saga diam saja... ia berjalan meninggalkan Roxana tanpa menjawab apapun, namun diamnya Jendral Saga adalah tanda bahwa apa yang di tanyakannya adalah benar adanya. Roxana kembali terduduk lemas.... tak ada harapan lagi untuknya, akhirnya ia senasip dengan tabib Isla... yang harus menyerah
Siapakah gadis itu...?? apakah ia begitu cantik hingga Jendral Saga sampai bisa jatuh cinta padanya ?? dimanakah Jendral bertemu dengannya ?? dan apakah Jendral akan menikahinya ??? apakah neneknya tau mengenai hal ini ??
seribu tanya muncul di kepala Roxana, membuat air matanya meleleh tanpa di sadarinya. Sakit... mengapa hatinya terasa begitu sakit dan sesak seolah sebuah gunung sedang menghimpitnya kini.
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya
__ADS_1