Deep Heart

Deep Heart
167. Pulang


__ADS_3

Erden melanjutkan perjalanannya.. menjelang sore akhirnya ia sampai ke Sobaria dan tanpa membuang waktu Erden langsung memasuki istana Sobaria di mana ibunya berada.


Max yang mengetahui kedatangan Erden pun menyambutnya dan membawanya ke hadapan Sora.


" Ingat Erden... aku mengizinkanmu hanya untuk menyenangkan hati Sora... jangan macam-macam!!" ancam Max melihat wajah Erden yang menampakkan ketidak sukaannya.


" Terus terang aku tidak suka paman menikahi ibuku !!" sahut Erden


" Aku tidak butuh izinmu, Sora wanita dewasa dan ia bisa memutuskan masa depannya sendiri " balas Max sebelum meninggalkan tempat tersebut....Max meminta bawahannya untuk mengawasi Erden dan mencuri dengar apa yang mereka bicarakan.


" Ibu..... !!" panggil Erden saat memasuki taman ... tempat di mana Sora boleh menerima Erden...Sora menoleh dan tersenyum lebar melihat putranya datang... ia segera memeluk Erden dengan terisak


" Erden.... ibu sangat rindu, bagaimana keadaan kedua adikmu ??kau kurusan putraku " tanya Sora sambil memandangi Erden dari atas sampai bawah


" Yah ibu... pekerjaanku begitu di banyak, kami baik saja.. bagaimana dengan ibu ??" tanya Erden balik... ia terkejut melihat perut ibunya yang membesar


" Jadi benar ibu sedang mengandung ?? Sora mengangguk


" Itu sebabnya ibu mau menikah dengan paman Max ??" tanya Erden lagi


" Ya Erden.. Max adalah ayah bayi ini ??"


" Tapi bukannya ibu baru beberapa bulan di sini , bagaimana mungkin ibu sudah hamil sebesar ini... jangan bilang kalian.....ya dewa......😡🤬🤬" Erden sangat kesal mengetahui kenyataan itu


" Erden...."


" Mengapa ibu bisa-bisanya melakukannya dengan pria lain di saat masih menjadi istri ayah ?? apa ibu sudah gila ??" cecar Erden lagi... Sora terdiam, tak ada pembelaan atas apa yang sudah terjadi...


walau ia melakukannya atas tekanan Max namun itu tetaplah salah


Walau ia melakukannya juga atas dasar sakit hati pada Xoga itu bukanlah pembenaran atas semua ini


Sora hanya bisa diam ...


" Maafkan ibu Erden, jangan pernah membenci ibu karena ini... ibu tetaplah ibumu dan ibu sangat mencintai kalian... anak-anak ibu !!" pinta Sora sambil memeluk lengan Erden, namun Erden melepaskan pelukan Sora dan memandangi Sora dengan tatapan yang tak bisa di artikan


" Memang kalian para wanita adalah mahluk yang aneh !!" ucapnya lalu pergi meninggalkan Sora yang terisak. Tanpa pamit Erden segera meninggalkan istana

__ADS_1


" Kita pulang ke Mongun !!" titahnya sambil menarik tali kekang kudanya


Hati Erden sudah sakit bahkan tercincang sampai hancur rasanya ... mendapati kedua wanita yang di sayanginya begitu mengecewakan dirinya.


Amara yang lebih memilih pamannya dan Ibunya yang meninggalkan mereka dan lebih memilih menikahi Max....ia sudah tak tahu lagi apakah ia bisa membuka hati untuk wanita manapun kelak.


Rasa terluka dan pedih itupun menyertainya sepanjang perjalanan pulang.


🏵️🏵️🏵️🏵️


Setelah mendapat laporan dari prajurit nya perihal ini perbincangan Sora dan Erden... Max lalu menyusul Sora ke taman. Nampak Sora tengah melamun sambil menghapus air matanya...


" Apa perkataan Erden begitu menyakiti hatimu Sora ?? jika kau mau aku akan memberi pelajaran pada anakmu itu !!" ucap Max sambil menghapus air mata Sora


" Jangan pernah kau berani menyakiti putraku Max....Erden tidak salah, apa yang di katakan ya semua benar, aku memang istri dan ibu yang buruk ... aku tak akan membela diriku atas semua yang telah terjadi " ucap Sora


" Kita memang melakukannya di saat aku masih menjadi istri Xoga....wajar Erden marah denganku hik hik hik " tangis Sora, Max menarik Sora ke pelukannya.. di belainya pelan rambut panjang Sora penuh kasih sayang...


" Baiklah... kau boleh menangis sepuasnya sore ini, namun hanya sore ini ok....sedih tak baik untuk anak kita , Erden akan mengerti suatu saat nanti " hibur Max


🦠🦠🦠🦠


Isla pun berbincang dengan Amara sementara Saga mengajak Aflan ke tepi sungai berbincang sambil memancing ikan di sana.


" Jendral... jadi kalian akan tinggal di sini ?? kau tidak akan kembali berperang ??" tanya Aflan


" Tidak Aflan... aku tidak akan kembali kemanapun, kami akan tinggal di rumah tebing air terjun dan hidup di situ " sahut Saga mantap


" Apakah Amara tidak trauma tinggal di atas sana , dengan semua kejadian yang sudah terjadi ??"


" Kurasa tidak...." jawab Saga lagi


" Kalau begitu...aku dan Isla sudah bisa kembali ke kampung halamanku Jendral, kami juga ingin kembali pulang kampung jika Jendral mengizinkan "


" Tidak Aflan... tetaplah kau dan Isla di vila ini, aku takut jika sewaktu-waktu Amara sakit atau bosan ..jika kalian jauh " tolak Saga


" Baiklah jendral... !!" sahut Aflan patuh

__ADS_1


" Bersiaplah untuk mengawal aku dan Amara ke gua para naga !!" lanjut Saga


" Gua para naga...?? apa yang akan kita lakukan di sana jendral ??" "


" Amara ingin bertemu dengan putri kami yang di pelihara oleh para naga... walaupun aku tak bisa menjamin apakah para naga akan mengizinkan kami untuk bertemu dengan putri kami....namun setidaknya aku sudah mengantar Amara ke sana " ucap Saga


" Kasihan Amara....bagaimana mungkin para naga begitu kejam memisahkan kalian dengan putri kalian " omel Aflan... Saga terdiam, perjanjian tetaplah perjanjian... bagi Saga selama Amara baik-baik saja , ia akan kuat menjalani hidup ini .


Isla membawa Amara ke kamarnya, ia ingin memeriksa kesehatan Amara.


" Kau belum mengandung lagi Amara ??" tanya Isla setelah memeriksa kandungan Amara


" Tidak... kami sudah sepakat untuk tidak menambah anak dulu, kami ingin menikmati bulan madu kedua... mungkin tahun depan " jawab Amara


" Jadi kau meminum pil penahan hamil ??"


" Iya ibuku yang menyediakannya... ini masih ada sedikit " jawab Amara


" Besok kami akan ke gua para naga untuk menjenguk putri kami , apakah kau mau ikut Isla ??" tanya Amara mengagetkan Isla


" Kau akan ke sana...?? apakah kau bisa melihat anakmu, setauku mereka tak akan mengizinkan kalian bertemu sampai putrimu dewasa kelak "


" Iya aku tau kak... tapi tak ada salahnya berusaha kan... aku hanya ingin memastikan putriku baik-baik saja " kekeh Amara


🌷🌷🌷🌷


Setelah beberapa hari melakukan perjalanan mengunakan kuda akhirnya keempatnya sampai ke depan pintu masuk gua para naga.


Aflan masuk lebih dulu ke mulut gua....


" Jangan berani kalian masuk lebih dalam.... kalian tak diterima di sini .....bussss" suara marah terdengar dari dalam gua beserta api yang menyambar ... yang bahkan hampir mengenai kepala botak Aflan


" Ya ampun.... untung aku botak... kalau tidak huffff !!" seru Aflan terduduk di depan Guan dengan kepala sedikit memerah....


🤣🤣🤣🤣🤣...maaf Aflan othor ngak bisa nahan ketawa 😂😂😂


See you next eps

__ADS_1


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya


__ADS_2