Deep Heart

Deep Heart
32. Hujan


__ADS_3

Begitu mendekati pintu keduanya di sambut oleh sepasang suami istri paruh baya, mereka tadi malam sudah berangkat duluan untuk mempersiapkan kedatangan Saga dan sudah membawa persediaan makanan yang banyak.


Keduanya sudah lama mengabdi pada Saga , setelah Saga menyelamatkan mereka dari kukungan perbudakan di salah satu kerajaan ,hanya sayang... kedua anak gadis mereka terlambat di selamatkan... keduanya tewas setelah di jadikan budak nafsu oleh para prajurit kerajaan. Semenjak itu Saga membawa keduanya di vila dan merawat mereka layaknya keluarga... mereka yang tadinya begitu bersedih akhirnya lama kelamaan bisa tersenyum kembali.


Karenanya keduanya begitu bahagia saat bibi memerintahkan mereka untuk menemani Jendral Saga dan Amara di sini, hanya itu yang bisa mereka lakukan untuk membalas kebaikan Jendral Saga.


" Selamat datang Jendral Saga... nona Amara, silahkan masuk kami sudah menyediakan makan siang untuk kalian berdua di ruang makan !!" ucap keduanya sambil menunduk sopan


" Paman...bibi kalian disini... ah senangnya !!" ucap Amara senang, Amara tentu mengenal keduanya... mereka sering ngobrol bersama, keduanya sangat menyanyangi Amara karena kehadiran Amara setidaknya membuat keduanya bisa menyalurkan kasih sayangnya .


" Bagaimana keadaan kalian berdua ?? maaf aku menyusahkan kalian beberapa bulan kedepan " sapa Saga


" Tidak tuan... tidak, kami sangat tersanjung bisa melayani tuan dan nona Amara " sahut keduanya lalu mempersilahkan keduanya masuk.


Amara tercengang melihat isi rumah yang dari luar terlihat biasa saja namun isinya begitu menakjubkan karena terdapat begitu banyak barang2 mewah dan langka .


Keduanya duduk di meja yang sudah penuh dengan makanan...


Yah pas sekali mereka sudah kelaparan karena memang sudah lewat jam makan siang..Amara makan dengan begitu lahap apalagi Saga, perjalanan mereka tadi cukup melelahkan.


Selesai makan Saga mengajak Amara berkeliling rumah, Saga sengaja membangun rumah yang tidak terlalu besar... namun memiliki taman dan halaman yang luas..Walaupun disiang hari udara terasa begitu sejuk karena bias air terjun yang terbawa angin .


" Bagaimana kau suka ??" tanya Saga, Amara segera mengangguk dan tersenyum lebar, keduanya berkeliling taman yang begitu indah... begitu banyak bunga di tanam di taman itu


" Mengapa begitu banyak bunga di taman ini ? saya tidak tahu kalau Jendral sangat menyukai bunga " tanya Amara

__ADS_1


" Dari semua bunga di taman ini hanya satu saja yang paling ku sukai " sahut Saga


" Yang mana ?? " tanya Amara penasaran


" Tebaklah... menurutmu bunga mana yang paling kusukai " ... Amara memperhatikan satu persatu Bunga yang ada di taman itu, ia lalu menunjuk sebuah bunga yang terlihat begitu cantik...


" Bunga Anggrek itu !!" tunjuk ya pada Anggrek yang sedang bermekaran bunganya


" Salah....tebak lagi !!" sahut Saga begitu dekat di kuping Amara bahkan nafas Saga terasa di kulit Amara membuat Amara merinding...


" Emm....itu bunga matahari !!" jawabnya lagi


" Salah....masa kau tidak tau ??" ucap Saga sambil tersenyum usil


" Begitu banyak bunga di sini Jendral, Amara memang tidak tau " sahut Amara...


" Bunga A....ma....Ra....karena itu adalah bunga paling cantik di muka bumi ini " bisik Saga sekali lagi sambil menarik pinggang Amara dengan tangan kekarnya..Wajah Amara langsung saja memerah, Jendral Saga memang paling pintar membuatnya tersipu malu


" Gombal !!" ucapnya reflek sambil mendorong tubuh Saga hingga pelukan Saga terlepas


" Apa...?? berani kau katakan aku gombal ?? awas kau ya !!" omel Saga... Amara berlari sambil tertawa melihat wajah masam Saga, Saga segera mengejarnya... jadilah keduanya berkejar-kejaran di taman. Akhirnya Amara berakhir di sudut taman yang sekaligus berada di tebing air terjun... hampir saja ia terjatuh jika Saga tak menariknya... karena daerah itu belumlah di beri pagar


" Hai gadis cantik... hati-hati, jika kau jatuh maka kau bisa luka parah!!" sentak Saga dengan dada berdetak sambil memeluk Amara


" Maaf.... " ucap Amara dengan dada berdetak cepat karena lelah habis berlari

__ADS_1


" Mengapa membuat taman begitu luas ... sampai ke ujung tebing seperti ini Jendral ??" tanya Amara lagi


" Kau memang banyak tanya, ini daerah paling sejuk... disini tak akan pernah panas karena terkena hawa air terjun, nanti rencananya di sini akan menjadi taman bermain anak-anak kita.. aku akan membuat pagar yang tinggi jika mereka sudah lahir " ucap Saga membuat Amara terhenyak... ia memandangi manik mata Saga....


" Jendral ingin memiliki anak dengan Amara ??" tanyanya tak percaya... matanya langsung mulai berkaca karena terharu


" Tentu saja... aku ingin anak-anakku lahir dari rahim mu Amara..." ucap Saga membuat air mata bahagia Amara lepas begitu saja


Saga kembali menarik pinggang ramping Amara agar menempel padanya... ini adalah moment yang begitu romantis dan sangat di sukai oleh Saga, di belainya rambut panjang Amara yang begitu di sukainya.... Amara reflek berjinjit agar bisa mendekati wajah Saga, keduanya kembali mempertemukan bibir mereka dengan penuh rasa.


Sedang asik mengolah bibir... tiba tiba hujan turun, Amara ingin melepaskan pelukan Saga namun Saga malah mengeratkan pelukannya dan memperdalam ciumannya.... terlihat sekali bagaimana Saga sudah tak sabar lagi


Setelah beberapa saat akhirnya Saga menghentikan ciuman mautnya... Amara segera menarik nafas panjang


" Hujan Jendral....!!" ucapnya , Saga segera mengenggam jemari Amara dan mengajaknya berlari kembali ke rumah, keduanya berlari sambil tertawa-tawa layaknya anak kecil yang senang bermain di bawah air hujan.


Jarak tebing dengan rumah yang lumayan jauh membuat keduanya akhirnya tetap kebasahan walaupun sudah berlari masuk ke rumah. Saga terus menarik tangan Amara sampai keduanya memasuki kamar tidur utama. Nafas keduanya yang tersengal terdengar bersahutan di dalam kamar. Saga segera menutup pintu... sementara Amara melihat-lihat kamar yang lumayan luas dan tentu isinya yang mewah pula. Ia terkagum-kagum dengan selera Jendral Saga dalam mendisain isi kamar bahkan seisi rumah itu.


Kamar terasa sangat hangat dan indah dan nyaman secara bersamaan. Kaki Amara melangkah membuka pintu yang menghubungkan kamar tidur dengan kamar mandi... ia hendak Menganti pakaiannya yang basah, namun tangan kekar Saga menarik tubuh nya hingga urung memasuki kamar mandi....


" Biar aku yang membukakan pakaianmu !!" ucapnya tak mau di bantah.... Amara hanya bisa diam dan membiarkan tangan kekar itu ......


Eng ing eng... nungguin ya 🤭🤭🤣🤣


Sabar ya.... like komen dan kasih vote dulu dong buat mereka berdua 🥰🥰🥰

__ADS_1


see you tomorrow


__ADS_2