Deep Heart

Deep Heart
261. Erden.....???


__ADS_3

Sarah segera memeluk suaminya yang bersimbah darah , di rebahkan kepala Erden di dadanya....


" Kakak... kakak...bangun kak jangan tinggalkan Sarah !!" panggil Sarah sambil menepuk pipi Erden, Erden membuka kedua matanya dengan susah payah... ia tersenyum walau dengan bibir yang mengeluarkan darah


" Kau... tidak apa-apa kan ??" tanyanya terbata


" Tidak kak... Sarah baik-baik saja hik hik hik " sahut Sarah sambil menangis


" Syukurlah...kau harus tau Sarah, aku sangat mencintaimu... melebihi nyawaku sendiri jangan lupa i..tu... " ucap Erden dengan nafas satu-satu


" Kakak... jangan tinggalkan Sarah, ayahhhh tolong kakak hik hik hik " Sarah berteriak sambil menangis begitu Erden kembali tak sadarkan diri.


Semua penghuni istana berlarian mendengar teriakan Sarah, Saga yang baru saja tiba kaget luar biasa melihat Erden yang terluka . Ia segera berlari mendekat untuk melihat lebih jelas mengapa Erden bisa terluka


" Panah ?? ada panah mengenai Erden ??" ucapnya kaget... apalagi ia melihat ujung panah yang berwarna gelap


" Sarah menjauhlan dulu... panah ini beracun , Islaaaa !!!" teriak Saga menggelegar, Isla dan yang lainnya yang baru sampai juga tak kalah terkaget melihat pemandangan tersebut. Xoga yang sedari tadi sudah merasa tak enak hati kini hanya bisa terhenyak...


" Seharusnya aku menghentikan acara sialan itu !!" rutuknya


Isla segera memeriksa Erden


" Sepertinya Erden terkena panah beracun !!" terang Saga yang di angguki oleh Isla


" Bagaimana raja Erden bisa sampai begini ??" tanya Isla


" nanti saja ceritanya Isla, sekarang tangani Erden dulu !!" potong Saga


" Bawa raja ke dalam dulu, siapkan semua peralatan !!" titah Isla pada tabib istana


Semua langsung sibuk mengurusi Erden, sedangkan Juan sudah di tangani lebih dulu oleh asisten tabib


Erden di dudukkan di atas ranjang, ia tak bisa berbaring karena anak panah masih berada di dadanya


" Panah ini masuk dari punggung tembus ke dada raja Erden, yang berbahaya panah ini beracun dan sepertinya mengenai sedikit bagian jantung paduka " jelas Isla


Amara dan ibunya segera menenangkan Sarah yang menangis panik, bagaimana tidak suaminya berdarah di pelukannya


" Ibu..kakak tampan tidak apa-apa kan ??" tanyanya terus menangis


" kita doakan yang terbaik untuk suamimu Sarah !!" sahut Amara yang juga tak tau harus mengatakan apa lagi


Dengan cekatan Isla mematahkan bagian belakang dari panah tersebut hingga panah bisa keluar dengan mencabut sisanya, darah segera mengalir deras saat panah bisa di cabut.. Isla menaburkan rabuan menutup luka terbaiknya di dada Erden hingga darah dengan cepat berhenti, Isla juga segera meminumkan ramuan anti racunnya ke mulut Erden

__ADS_1


Sambil membersihkan tubuh Erden dari luka , Isla menunggu reaksi dari Erden.. terlihat tubuh Erden mulai berubah warna sepertinya racun itu sangatlah berbahaya dan sudah menyebar ke seluruh tubuh Erden


Isla kembali meminumkan ramuan anti racun yang ke dua


" Berikan tenaga dalammu untuk Erden ... jendral !!" pinta Isla....Saga segera duduk bersila di belakang Erden dan memberikan tenaga dalamnya pada Erden


" Huekkk !!" Erden muntah darah dan darah yang di muntahannya berwarna hitam, namun Erden kembali pingsan


" Kakak.....hik hik hik " panggil Sarah


Isla kembali meminumkan penawar racunnya lagi


" Beri tenaga dalam lagi !!" titah Isla sambil mengawasi perubahan warna tubuh Erden dan warna tubuh Erden sudah kembali normal


Isla akhirnya bisa bernafas lega


" Rebahkan raja Erden ... " titahnya lagi


" Bagaimana keadaan Erden ??" tanya Xoga mewakili semua nya


" Untuk saat ini hanya ini yang bisa kita lakukan, anak panah tersebut di baluri racun yang sangat berbisa dan racun tersebut sudah menyebar ke seluruh peredaran darah raja Erden. Aku sudah berusaha memberikan penawar racun terbaik milikku hanya saja racun sudah terlalu banyak menyebar.... jadi kita hanya bisa menunggu " jelas Isla panjang lebar


" Maksud bibi apa ??" tanya Sarah


" Tidak... kakak baik-baik saja, katakan bibi kakak akan baik-baik saja hik hik hik " tangis Sarah , Xoga terduduk mendengar penjelasan tabib Isla


" Pantas saja... tadi pagi perasaanku sungguh tak enak , rupanya ini yang terjadi " ucapnya dalam hati


" Saga... siapa yang menyebabkan ini terjadi ??" tanya Xoga ....Saga terdiam


" Aku juga belum pasti, jika ingin lebih jelas sebaiknya kita mendatangi Juan.." sahut Saga


" Juan ??"


" ya ...ayo ikuti aku, Isla tolong jaga Erden !!" pinta Saga lalu keluar bersama Xoga menuju ruang pengobatan di mana Juan baru juga selesai di obati


Juan berebah sambil memejamkan kedua matanya, seluruh tubuhnya terasa begitu sakit saat ini....seakan ribuan jarum tengah bersarang di tubuhnya, sebegitu sakit rasanya


" Silahkan masuk jendral Saga ... raja Xoga !!" terdengar suara tabib menyilahkan keduanya masuk, Juan segera membuka kedua matanya dan berusaha untuk duduk


" Tak usah bergerak Juan, kami tau kau terluka begitu parah !!" ucap Saga sambil duduk di samping Juan, begitu pun Xoga


" maafkan hamba jendral...uhuk uhuk uhuk " sahut Juan batuk, tabib segera membantu Juan untuk bersandar ... darah kembali keluar dari mulut Juan, tampaknya Juan terluka begitu parah

__ADS_1


" Panggil Isla ke mari !!" titah Saga melihat keadaan Juan, tak lama Isla pun datang


" Isla menghadap !!" sapanya begitu masuk


" Coba kau periksa dulu Juan !!" titah Saga , Isla memeriksa Juan dengan teliti... ia terkejut bagaimana Juan bisa bertahan dengan seluruh lukanya itu


" Bagaimana kau bisa terluka begini parah ??" tanya Isla pada Juan


" Aku terjun dari tebing jurang ...."


" Dan mendarat di air penuh batu , hebat sekali prajurit ....dari mana kau belajar menyelamatkan diri dengan cara begitu hebat ??" potong Isla


" Benar begitu Juan ?? mengapa ?? sekalian ceritakan semua bagaimana kau tau masalah penyerangan Erden " pinta Saga , Juan pun mengatur nafasnya sebelum menjawab


" Hamba adalah pengawal raja Erden sebelum menikah dengan seorang gadis di Sobaria, setelah menikah hamba tinggal di Sobaria atas izin raja Erden. uhuk uhuk " kembali Juan batuk darah


" Tunggu Juan... kau minum dulu ramuan ini sampai habis, ramuan ini akan menyembuhkan luka dalam mu lebih cepat !!" potong Isla, Juan segera meminum ramuan tersebut walaupun begitu pahit... namun semangat hidupnya begitu tinggi, ia harus hidup... ia teringat dengan istrinya dan juga calon anaknya, ia tak ingin anaknya hidup seperti dirinya tanpa orang tua.


" Terimakasih tabib....lalu 2 hari yang lalu, mertua hamba membawa berita bahwa raja Max atas permintaan permaisuri Sora mengirim pasukan pembunuh bayaran untuk membunuh permaisuri Sarah , mereka mengirim pemanah terbaik se Sobaria " lanjut Juan


" Apaaaa???? Sora ??kurang ajar... " teriak Xoga begitu kaget


" Tenang dulu kak...lanjutkan Juan !!"


" Jadi hamba langsung berangkat menuju Mongun dengan maksud untuk memberitahu rencana jahat itu pada paduka , malam nya hamba bertemu dengan pasukan pembunuh tersebut mereka berkemah di hutan. Semula hamba ingin segera melanjutkan perjalanan namun hamba berubah pikiran, hamba fikir jika hamba bisa menghabisi mereka lebih bagus ... mereka tak akan sampai ke Mongun. Hamba pun menghabisi mereka, namun ternyata mereka tidak satu pasukan saja... mereka ada 3 pasukan, dan hamba hanya bisa menghabisi separuhnya saja. Hamba di kejar sampai di pinggir jurang, tak ada lagi tempat untuk berlari... jadi dari pada mereka menangkap hamba, hamba lebih memilih terjun ke dalam jurang di kegelapan... untungnya hamba masih selamat walau dengan tubuh penuh luka. Hamba segera berlari sekuat tenaga menuju Mongun...selebihnya jendral sudah tau " jelas Juan walau sesekali terputus.


Wajah Xoga kini begitu merah, ia begitu marah dengan kelakuan mantan istrinya itu, sebegitu dendam membutakan mata dan hati Sora hingga menyebabkan putranya koma kini


" Sora... Sora... aku akan membuat perhitungan denganmu !!" ucap Xoga lalu pergi meninggalkan ruangan Juan, Saga pun mengekor


" Kak kau mau kemana ??" tanya Saga


" Aku akan ke Sobaria dan membuat perhitungan dengan Sora !!" sahut Xoga


" Jangan gegabah Kak, sebaiknya kita lihat dulu bagaimana perkembangan Erden ....memasuki Sobaria tanpa persiapan sama saja bunuh diri !!" larang Saga


" Biar saja mereka membunuhku , aku akan memuaskan hasrat dendam Sora jika itu bisa membuatnya tersadar dan insaf !!" ucap Xoga berang


" kakak.... kakakkkkk!!!" teriakan Sarah terdengar begitu menyayat hati membuat Xoga dan Saga segera berlari


Apa yang terjadi dengan Erden sista ???


See you next eps

__ADS_1


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya


__ADS_2