Deep Heart

Deep Heart
110. Rahasia


__ADS_3

" Apa kau yakin jika Amara adalah putrimu ?? darimana kau tau Astina ??" tanya Saga


pletak.... Astina melepak kepala Saga


" Astina... Astina !! aku sekarang adalah ibu mertuamu, perbaiki panggilanku padaku !!" omel Astina


" Aduh... sudah kebiasaan , mana bisa langsung mengubah panggilan begitu saja .... lagi pula belum tentu juga Amara adalah putrimu .. mana buktinya !!" sahut Saga sambil mengelus kepalanya


" Aku meminta Xoga untuk mencari keberadaan putriku Saga....cukup lama hingga mereka bisa mencari jejak Amara, dan begitu kami tau kau sudah menikahinya ... bagaimana mungkin kau menikahi gadis yang umurnya jauh di bawahmu hah 😑😑!!" omel Astina membuat Saga terkekeh


" Mengapa tidak....dia sangat cantik dan mempesona tidak seperti ibunya ..."


" Kenapa denganku ??"


" Ibunya kan biasa saja he he " ucap Saga membuat mata Astina melotot... ia berdiri bersiap melepak kepala Saga lagi


" Mengapa kau marah ?? memang kau biasa saja Astina, jauh beda dengan putrimu... ngomong-ngomong apakah Amara tau bahwa kau..."


" Tidak....dan rahasiakan hal ini Saga, aku....tidak pantas untuk mengakui nya setelah apa yang telah kulakukan pada Amara. Karena ku Amara menderita selama bertahun-tahun " pinta Astina


" Lalu di mana ayah Amara ??"


" Dia sudah meninggal....beberapa tahun setelah aku pergi "


" Jadi berapa lama kau di sini ??"


" Seminggu... beri aku waktu untuk bersama Amara, seminggu saja ya !!" pinta Astina


" Baiklah... tapi kau tak bisa serakah Astina, ada Isla di sini....dan kuperingatkan padamu Astina, Isla jauh lebih sakti dari aku . Jika kau tak ingin ketahuan berhati-hatilah " pesan Saga


" Terimakasih Saga... terimakasih sudah mencintai putri dan menyelamatkan nya dari kematian, semoga kalian cepat mendapat momongan ... ahh bahagianya jika aku bisa segera mengendong cucuku !!" sahut Astina bahagia

__ADS_1


" Tentu saja tak lama lagi kau akan menerima kabar baik Astina, ngomong-ngomong bagaimana perasaanmu saat tahu bahwa kau telah menemukan putrimu ??" tanya Saga penasaran


" Aku sangat bahagia Saga, namun setelah itu aku menangis semalaman karena aku mengetahui bahwa putriku telah menikah denganmu "


" Apa menangis semalaman karena aku telah menikah dengan putrimu ??apakah aku seburuk itu untuk menjadi pendamping anakmu ??" protes Saga


" masalahnya bukan pada kau Saga aku tahu kau lelaki yang baik tetapi yang jadi permasalahan adalah anakku menikah denganmu dan ia juga menjadi selir sama sepertiku nasib kami sama itu yang aku sedihkan, Amara berhak untuk mendapat hal yang lebih baik daripada menjadi seorang selir bukankah begitu ??"


" aku tak pernah menganggap Amara sebagai selir, kau kan tahu sendiri aku menikahi Sofia karena terpaksa dan sampai kapanpun Amara tetaplah istri utama di hatiku !! aku akan menjaga dan membahagiakannya selamanya Astina Jangan khawatir itu janjiku sebagai seorang lelaki !! " janji Saga


" Ya aku tau itu Saga, aku berterimakasih untuk itu "


" Baiklah Astina... jika kau ingin kupanggil ibu mertua , mengakulah dulu pada Amara... jika tidak aku akan tetap memanggilmu seperti biasa " ucap Saga lalu keluar dari kemah Astina. Saga yang semula ingin langsung ke Medan perang pun urung, ia kembali ke kemahnya dan mendatangi Amara yang masih tertidur begitu nyenyak. Saga memandangi wajah Amara sambil mengelus rambut panjangnya


" Ternyata dunia ini begitu sempit sayangku, siapa yang menyangka ternyata kau adalah putri Astina dan kakakku ikut andil dalam penderitaanmu selama ini. Maafkan kakakku Amara, aku berjanji akan selalu membahagiakanmu sebagai balasan atas apa yang telah di lakukan Xoga padamu sayangku !!" ucap Saga dalam hati


Merasa terganggu Amara berlahan membuka kedua matanya, ia melihat Saga yang sedang menatapnya sambil mengelus kepalanya ... Amara tersenyum senang, betapa langit begitu baik padanya hingga menurunkan seorang jendral Saga untuknya.


" Tidak apa-apa... tidurlah kembali, aku mungkin 2 hari tidak pulang jika kau mau kau bisa mengajak Astina menemanimu, ia pasti sangat senang bisa mengobrol denganmu muah muah muah " titah Saga lalu menciumi wajah Amara beberapa kali sebelum beranjak


" Tunggu suamiku !!" panggil Amara membuat Saga kembali duduk, Amara duduk sambil memegang selimut di dadanya, tanpa malu lagi....Amara mencium bibir Saga dengan begitu mesra dan lama


" Kau sangat nakal sekarang ya !!" ucap Saga tersenyum senang begitu ciuman panas mereka berakhir


" Itu sangu untuk 2 hari suamiku... berhati-hati lah jangan sampai terluka, I love you !!" ucap Amara melepas kepergian Saga


" I love you to... jangan nakal selama aku pergi !!" pesan Saga lalu segera beranjak, sebentar saja lebih lama .... bisa-bisa ia akan kembali mencumbu istrinya β˜ΊοΈπŸ˜‚πŸ˜‚


Hari demi hari berlalu tanpa terasa , ketiganya begitu bahagia bersama... Amara dan Isla mendapat banyak ilmu dari Astina seputar masalah melayani suami dan juga masak memasak.


Akhirnya seminggu berlalu begitu cepat, .Astina harus kembali ke Mongun karena waktunya sudah habis.

__ADS_1


Astina memeluk Amara dengan erat, betapa berat baginya berpisah dengan Amara setelah sekian lama terpisah ..Sampai hari terakhirnya ini Astina tak juga berani mengaku. Baginya keadaan seperti ini saja sudah cukup . Ia tak mau hubungannya dengan Amara malah renggang jika Amara mengetahui kebenarannya.


" Terimakasih atas keramahan mu Amara, ini pakailah semangat kenang-kenangan dariku, jangan lupa jika kau ke Mongun mampirlah ke vila peristirahatan, aku akan menunggumu di sana " bisik Astina sambil memakaikam sebuah gelang permata yang begitu indah ke tangan Amara


Jika Amara tahu betapa mahalnya gelang tersebut ia tak akan berani menerimanya. gelang tersebut dipesan oleh soga pada pengrajin terbaik di dunia dengan memakai semua batu-batuan termahal di dunia... ia membuatnya khusus untuk Astina sebagai tanda cintanya.


" Sama-sama ibu hati-hatilah di jalan, terima kasih atas semua ilmu yang telah diberikan pada Amara.. sampaikan salam Amara untuk raja Xoga" sahut Amara , Astina pulang dengan senyum di bibir dan rasa bahagia di hatinya.


Sementara itu di Sobaria...


" Aku sudah 3 malam berada di sini Max dan kau selalu minta dilayani aku pun sudah melakukannya, tapi sampai sekarang kau belum juga memberitahuku siapa wanita itu !!" tagih Sora sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya


" sudah kukatakan tenang saja Sora aku pasti akan memberitahumu sebelum engkau kembali ke Mongun dan itu 10 hari lagi "


" Apa ...10 hari lagi ?? mengapa begitu lama Max, besok aku akan kembali ke Mongun aku tidak mau menunggu 10 hari lagi... itu terlalu lama " tolak Sora


" Tak ada yang gratis di dunia ini Sora, kau akan mendapatkan apa yang kau inginkan setelah engkau membayarnya sesuai dengan keinginanku !!"


" Dasar kau raja mesum brengsek I hate you Max I hate you 🀬🀬!!" sumpah serapah Sora pun keluar namun apakah Max marah ??


Jawabannya adalah....tidak, ia malah semakin bernafsu jika Sora sedang marah seperti itu


Dengan sekali gerakan selimut Sora pun melayang di lempar oleh Max


" Maxxxx.... dingin !! kembalikan selimutnya !!" omel Sora


" Kau tak akan kedinginan Sora , karena aku akan menghangatkan dirimu lagi hah...hah...hah..." Max kembali menjajah Sora dengan segenap hasrat dan gairahnya... Sora hanya bisa pasrah , tubuhnya begitu lemah untuk menolak Max yang begitu kuat


" Mengapa kau begitu brengsek Max... namun kau juga begitu pandai membuatku naik ke awan dan memuaskan aku ahhh !!!" cicit Sora dalam hati, ranjang mereka kembali berdecit hebat sepanjang malam......


Yang penasaran ini penampakan Max si raja mesum ya πŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1



__ADS_2