
Kerajaan Sobaria....
Dengan langkah terburu-buru putri Sophia memasuki ruangan tabib Maya. Pagi ini ia di kabari bahwa semua persiapan sudah rampung... putri Sophia sudah tak sabar untuk menyingkirkan penghalangnya untuk bersatu dengan Jendral pujaan nya selama ini
" Bagaimana bi... sudah bisa ??" tanyanya begitu sampai... Maya tersenyum begitu menakutkan, wajahnya yang sudah angker semakin menakutkan dengan senyum miringnya itu namun Sophia tak pernah takut dengannya
" Ya .... tuan putri, semua persiapanku sudah rampung... malam ini aku akan melakukan perintah anda, apa anda ingin menyaksikan... jika anda ingin menyaksikan anda bisa datang ke mari tepat jam 12. malam " jawab Maya
" Mengapa harus menunggu malam bi... kenapa tak bisa sekarang saja ??" tanyanya tak sabar
" Tuan putri... hal yang bersifat jahat hanya bisa dilakukan saat kegelapan tiba, sabarlah sedikit lagi... gadis penganggu itu akan kehilangan kedua mata indahnya ha ha ha ha !!!" tawa jahat Maya terdengar membahana di ruangannya yang suram....Sophia tersenyum senang
" Baiklah Bi... aku akan istirahat siang ini agar nanti malam bisa bergadang melihat kemampuanmu, jika kau berhasil aku akan memberikan hadiah yang setimpal !!" ucapnya senang lalu kembali ke kamarnya dengan hati bahagia
" Tak ada seorang wanita pun yang layak untuk Jendral Saga selain aku.... bukankah begitu dayang dayangku ha ha ha !!" ucapnya di kamar di hadapan semua pelayannya
" Tentu tuan putri... anda adalah gadis tercantik dan terbaik di muka bumi !!" sahut para dayang membuat Sophia tambah senang. Sebentar lagi waktu cuti Jendral Saga akan berakhir... Sophia sudah tak sabar untuk kembali ke kerajaan Saga untuk melanjutkan lamarannya kembali, ia tak perduli walau di bilang pihak wanita yang melamar pihak lelaki... selama ia bisa mendapatkan apa yang diinginkannya ia akan melakukannya.
Di Rumah Tebing....
Aflan sudah sampai di tebing sejak sore hari... namun ia tak langsung menemui sang Jendral , ia hanya mengawasi dari atas pohon. Ia tak tega menganggu Jendral Saga yang nampak begitu bahagia sedang di kebun menemani Amara yang memanen hasil kebunnya. Mata Saga tak pernah lepas dari Amara....Aflan pun kaget mengetahui ternyata selama ini Saga tinggal di tebing bersama Amara, anak kecil yang dulu mereka tolong. Ternyata anak kecil itu telah menjelma menjadi seorang gadis yang cantik jelita. Selama ini Aflan tak bernah bertemu dengan Amara semenjak ia mengantarnya pada bibi dulu.
Mata terlatih Aflan bisa melihat bagaimana sexynya tubuh Amara walau ia tak bisa melihat dengan jelas wajah gadis itu sekarang karena ia berada lumayan jauh dari keduanya.
Selesai makan malam seperti biasa....Saga pun bermanja-manja pada Amara, ia berebah di pangkuan Amara sambil memejamkan matanya sementara Amara memijati kepalanya. Tangan Saga sesekali meraba paha Amara membuat Amara menarik kuping Saga
" Kau sudah mulai berani ya ...!!" ucap Saga pura-pura marah
" Geliiii Jendral...!!" cicit Amara
" Tahan..... aku suka !!" ucap Saga sambil tersenyum kembali meneruskan aksinya...terpaksa Amara menahan geli saat tangan nakal itu berkelana ke mana-mana
Melihat gelagat Saga....Amara sudahlah paham apa yang diinginkannya, Amara hanya bisa menghela nafas... padahal baru tadi pagi juga 🙄🙄 masa malam pengen lagi.....
__ADS_1
Tanpa suara Saga berbalik dan Amarapun merebahkan dirinya , Saga kembali mencumbu Amara . Ia tak pernah dan tak akan pernah bosan untuk bercinta dengan Amara..entah sudah berapa kali mereka melakukannya namun ia ingin lagi dan lagi. Malam ini desa*** kembali menghiasi kamar mereka. Saga mereguk nikmat nan tiada tara untuk ke sekian kalinya malam ini.
Setelah Amara tertidur karena kelelahan... Saga memakai pakaiannya kembali dan keluar dari kamar setelah memakaikan pakaian dan menyelimuti Amara serapat mungkin. Saga merasa ada yang mendatanginya semenjak sore tadi... orang itu tak berbahaya namun ia harus memastikan siapakah tamunya ini.
Mendengar suara kaki keluar dari rumah....Aflanpun turun dari pohon dan menghadap Saga dengan hormat.
" Salam Jendral... maafkan saya datang tanpa di undang !!" sapanya sambil memberi hormat
" Katakan ada apa ??" tanya Saga tanpa berbasa basi
" Raja memerintahkan saya untuk membawa Jendral ke kerajaan, untuk menghadapi lamaran dari putri Sobaria !!" sahut Aflan
" Kau tau jawabanku atas lamaran itu Aflan... katakan sejujurnya mengapa kau berkeras mencariku !!"
" Keadaan di beberapa perbatasan kembali memanas setelah mereka mendengar berita Jendral menghilang, sudah 3 bulan raja mengutus Pangeran Erden memimpin perang.... saya khawatir sesuatu akan menimpa pangeran jika Jendral tak segera menampakkan diri " ucap Erden lagi
" Erden tak akan kenapa-napa, ia sudah matang ia harus bisa menangani masalah negara semenjak dini... aku masih ingin di sini, menikmati kehidupan yang sudah lama kuidam-idamkan !!" sahut Saga
Saga terdiam sejenak...
" apakah aku mencintainya ?? aku juga tak tahu Aflan, yang jelas aku sangat senang bersamanya... menghabiskan waktu bersamanya apalagi saat menghabiskan malam bersama Amara " jawab Saga sambil tersenyum
" Apakah anda sudah menikahinya ??"
" Belum..."
" Apakah anda berencana untuk menikahinya ke depannya atau hanya menjadikannya sebagai penghangat malam anda semata ??" cecar Aflan
" Aku tidak tau Aflan... aku tak mau berfikir macam-macam, aku hanya ingin menikmati hari-hari ku di alam bebas bersamanya tanpa beban apapun " jawab Saga lagi
" Lalu kapan anda akan kembali ??"
" Aku tidak tau !! pergilah Aflan lupakan jika kau pernah bertemu denganku !!" usir Saga
__ADS_1
" Jendral.... berilah saya kepastian, saya tidak bisa kembali ke kerajaan selama tak ada jawaban " pinta Aflan
" Sudah kubilang jangan menganggu...." belum selesai lagi ucapan Saga nampak dari kejauhan sebuah cahaya merah mengitari rumah....
Saga dan Aflan memperhatikan cahaya apakah itu ???
Perasaan Saga sungguh tak enak kini sepertinya akan terjadi hal buruk sebentar lagi.......
" Ahhhhhh..... tolongggg.... jendral tolong Amara aaaaa......!!" tak lama terdengar suara jeritan Amara dari dalam kamar, Saga dan Aflan langsung berlari ke kamar dimana Amara berada.
Sungguh pemandangan yang sangat mengagetkan terlihat di kamar....
Amara nampak sedang terangkat di udara dengan cahaya merah yang mengelilinginya
" Apa yang terjadi jendral???" tanya Aflan tak percaya dengan apa yang dilihatnya kini, Saga langsung meloncat menarik tangan Amara namun tubuh Amara tak bergeming, ia tetap terangkat di udara.... berlahan namun pasti nampak dari dalam cahaya keluar bayangan sepasang tangan yang mengarah ke wajah Amara
" Jendral... tolong Amara...panas sekali ahhhhhh!!!!" teriak Amara lagi
" Jendral ini sihir !!" ucap Aflan , Saga segera duduk bersemedi... Saga memisahkan rohnya dengan raganya, mata batinnya kini yang bekerja
Saga melihat seorang penyihir wanita yang nampak hendak mencekik Amara dengan segera Saga mengeluarkan pedangnya dan memutuskan tali-tali yang terlihat melilit tubuh Amara. Tubuh Amarapun terjatuh kembali ke ranjang, Saga mengarahkan pedangnya ke arah penyihir itu
" Siapa kau ?? mengapa kau menganggu Amara ?? pergi atau aku akan membunuhmu !!" tantang Saga
" Aku adalah sang penyihir terhebat di dunia ini, aku akan pergi setelah menunaikan tugasku mengambil mata wanita itu ha ha ha ha " ucap wanita mengerikan itu dan dalam sekejap ia nampak menduduki Amara dan kedua cakarnya sudah hendak mencapai biji mata Amara yang di buatnya melotot dengan kekuatannya....
" Tidakkkkkk.....!!" teriak Saga
Apakah yang akan terjadi pada Amara ???
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya
__ADS_1