Deep Heart

Deep Heart
105. Mati kutu


__ADS_3

" Bagaimana bisa kau ada di sini cantikku....?? dengan siapa kau ke sini. Apakah kau begitu merindukanku ??" tanya Aflan dengan senyum mengembang


" Rindu kepala botakmu... aku ke mari karena jendral Saga yang memanggilku, ia mau memberi tugas padaku !! jangan kepedean 😤😤 " omel Isla


" Tugas ?? tugas apa ??" tanya Aflan....Isla hanya mengangkat kedua bahunya


" jaga matamu itu Aflan !!" tegur Isla melihat mata Aflan yang melotot ke area dadanya


" Jangan salahkan mataku... ia hanya menikmati apa yang tersedia di depan mata he he " sahutnya dan mulai mendekati kolam di mana Isla sedang berendam


" Stop... jangan mendekat, jangan coba-coba menyentuhku botak...!! kau ku hukum !!" larang Isla sambil mengangkat tangannya tanda Aflan tak boleh mendekat namun namanya juga Aflan... ia tak akan mental hanya dengan pelototan mata Isla....Aflan tetap melangkah dan dalam sekejap mata ia sudah bergabung di kolam yang sama dengan Isla


" Aflan...!! sudah kubil,.."


" Tak kau kasihan denganku, lihatlah tubuhku yang penuh luka ini....setidaknya kau bisa menolongku dengan membersihkan lukaku ini kan ??" potong Aflan dengan wajah memelas membuat Isla langsung terdiam, melihat luka di tubuh Aflan jiwa tabib nya pun langsung bereaksi


Aflan pun duduk memunggungi Isla, Isla pun langsung membersihkan luka di punggung Aflan dengan kain tipis yang di gunakannya untuk menggosok tubuhnya


" Mengapa kau terluka begitu banyak Aflan ??" tanya Isla


" Yah karena aku begitu rindu padamu, maka aku selalu bertempur habis-habisan agar perang ini cepat selesai dan bisa cepat bertemu denganmu !!" sahut Aflan apa adanya....Isla pun tersenyum mendengarnya, entah mengapa hatinya jadi menghangat


Dengan telaten Isla membersihkan semua luka di tubuh Aflan, keduanya keluar dan duduk di ranjang Aflan... Isla lalu mengobati luka-luka Aflan. Sepanjang itu mata Aflan terus saja memandangi Isla dengan senyum yang tak bisa hilang walau Isla beberapa kali memintanya untuk berhenti tersenyum


Sampai keduanya selesai makan malam...Aflan tetap saja memandangi istrinya dengan senyum sumringahnya membuat Isla merasa begitu gerah.


" Tidurlah setelah kau meminum obatmu ini !!" titah Isla dan menyorongkan obat pada Aflan, Aflan mengambil obat tersebut namun bukan meminumnya... ia meletakkannya kembali ke meja


" Aku akan meminumnya nanti sayangku... setelah selesai memakanmu !!" ucap Aflan lalu mengangkat tubuh Isla


" Turunkan aku Aflan, jangan harap kau bisa melakukannya malam ini... aku masih marah padamu !!" tolak Isla... Aflan menurunkan Isla berlahan ke atas ranjangnya namun ia bukannya menjauh tapi malah menaiki Isla dan menahan kedua tangan Isla hingga Isla tak bisa berkutik lagi


" Kau tidak tau Isla... betapa aku sangat merindukanmu.... sangat ....sangat merindukanmu sayang, jangan menyiksaku lebih lama lagi, aku menginginkanmu sekarang !!" bisik Aflan yang sudah begitu naik libidonya... Isla pun tak bisa melakukan apapun selain menerima rasa rindu Aflan yang begitu menggebu.


🎉🎉🎉🎉

__ADS_1


Setelah 3 hari di kurung Aflan di kemahnya... akhirnya Isla bisa juga keluar dan kembali bercengkrama dengan Amara


" Bagaimana bulan madumu di medan perang tabib Isla... bukankah sangat indah, melakukannya di tempat seperti ini ??" selidik Amara


" Bulan madu ?? itu hanya bagi pasangan yang saling mencintai seperti kalian... bukan seperti aku yang tak bisa mencintai Amara !!" sahut Isla


" Mungkin bibir mu mengatakan tidak tabib Isla, namun matamu tak bisa bohong... matamu mengatakan kau bahagia tabib Isla " tembak Amara membuat wajah Isla langsung memerah


Ia juga bingung... hatinya tak mencintai Aflan namun mengapa ia menikmati percintaan mereka ?? percintaan siang malam mereka selama 3 hari ini memang membuatnya bahagia... apakah artinya ia sudah bisa menerima Aflan ??


" Tidak usah banyak berfikir tabib Isla, ikuti saja kemana air mengalir " nasihat Amara yang di angguki Isla


Malam ini Isla mulai membuat gambar di pinggul Amara terlebih dahulu, sebuah inisial S di hiasi beberapa bintang di buat oleh Isla..Walaupun rasanya sakit namun Amara berhasil melewatinya. Selesai dengan Amara baru Saga juga di gambar di bagian dada di mana jantungnya berada..Inisial A dengan sebuah bulan sabit di sematkan Isla .


Gambar tanda inisial itu membuat cinta keduanya semakin besar.


Sementara Saga sedang begitu bahagia....kesedihan sedang melanda Sofia dan Sora. keduanya sedang dalam perjalanan ke kerajaan Sobaria, Sofia begitu sedih karena harus meninggalkan Saga sedangkan Sora begitu sedih karena suaminya memaksanya untuk menemani Sofia kembali ke Sobaria dengan alasan ia harus menengok Erden.


Sora sudah menolak berkali-kali dengan berbagai alasan, namun Xoga tetap memaksanya hingga kini di sinilah ia berakhir.


Nampak raja Max dan istri sudah menunggu mereka di depan istana. Max memeluk Sofia dengan begitu erat... ia sangat merindukan putri kesayangannya itu, namun ujung mata Max melirik ke arah Sora yang sedang berpelukan dengan istrinya.


senyum tersembunyi nampak menghiasi wajah tampannya


Setelah menyambut putri nya... Max pun mendekati Sora dan memeluknya pelan


" Sudah kubilang kita akan berjumpa lagi dalam beberapa bulan Sora... persiapkan dirimu " bisik Max pelan namun mampu membuat seluruh bulu di tubuh Sora berdiri dan meremang.


" Rupanya ini yang di maksud si mesum ini.... bagaimana mungkin ia begitu tak tau malu membisikkan hal itu di depan anak dan istrinya !!" omel Sora kesal dalam hati


" Dalam mimpimu Max !!" bisik Sora balik, Sora bukannya datang tanpa persiapan, di perjalanan ia sudah berhasil merayu Sofia agar mau tidur berdua dengannya dengan alasan ia suka berbincang dengan Sofia sebelum tidur


Sekarang bagaimana Max akan menganggunya jika ia selalu berdua dengan Sofia... pemikiran yang cerdas bukan ?? pikir Sora


Namun Max bukanlah anak kemaren sore, pengalaman telah membuatnya tau mati-mati nya putrinya. Dengan imbalan beberapa pilihan lelaki tampan....Sofia pun luluh dan memberi alasan tak bisa tidur dengan Sora dengan alasan ingin menemani ibunya di malam hari karena masih sakit.

__ADS_1


Sora pun hanya bisa meminta Erden untuk menemaninya agar Max tak bisa menganggunya namun ia tak berani memberi tahu Erden alasan sebenarnya.


" Ibu.. aku sudah dewasa tak bisa menemani ibu seperti dulu lagi, aku akan menemani ibu sampai ibu tertidur ya... jika ibu sudah tidur aku akan kembali ke kamarku !!" tolak Erden


" Apa kau tak rindu dengan ibu nak ?? " cicit Sora


" Tentu saja aku rindu ibu, tapi aku bukan anak kecil lagi "


" Kalau ibu tak bisa tidur bagaimana ??"


" Ibu bukan pertama kali ke sini bukan ?? sudah sekarang ibu tidur ya... aku ada ujian besok aku harus belajar !!" ucap Erden lalu menyelimuti Sora dan mengecup kening Sora dengan penuh rasa sayang


" I love you ibu .."


" Ibu juga sangat mencintaimu anakku...!!" sahut Sora, setelah Erden pergi Sora bergegas mengambil kain tipis dan melipatnya lalu menyelipkannya di dalam pakaian dalamnya... ia harus tetap memberikan perlawanan pada si raja mesum itu


Seperti dugaan Sora... tak lama Max sudah berada di kamarnya, ia membawa seikat besar bunga segar yang begitu cantik dan wangi


" Untukmu Sora... !!" ucap Max tersenyum simpul melihat Sora sedang berbaring di ranjang


" Terimakasih... pergilah aku sangat lelah Max !!" sahut Sora sambil memunggungi Max, Max duduk di sisi ranjang .. tangannya segera membelai rambut panjang Sora


" Aku menginginkanmu Sora" ucap Max dengan nada suara mulai bergetar tanda hasratnya sudah mulai naik


" Aku sedang datang bulan !!" sahut Sora lagi... Max terkekeh mendengarnya


" Aku hapal mati jadwal mu Sora, bukannya kau baru saja bersih ??"


Duar.....Sora bak tersambar petir kini, perkataan pelan Max tersebut mampu membuat mata Sora melotot


He he buaya mau di kadalin.... Sora....Sora...


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote

__ADS_1


__ADS_2