
" jangan suamiku !!" larang Amara
" Mengapa Amara... kau takut aku menang bukan ha ha ha, aku pasti menang Amara, kau tau mengapa ?? karena aku sangat suka menciummu... bibirmu sangat nikmat !!" ucap Kenan sambil mengedipkan sebelah matanya pada Amara... Saga langsung geram
" Cih pengecut, kau beraninya hanya pada wanita yang lemah , dasar lelaki bangsat !!" omel Saga sangat marah, berani sekali dia menyentuh Amara 😡😡
" kita buktikan saja Saga, selama ini belum ada satupun yang berhasil melawanku !!" sambut Kenan, kedua pria tangguh itupun terlibat duel dengan bersenjatakan pedang masing-masing
Amara hanya bisa bersandar pada Isla, tubuhnya gemetaran menyaksikan Saga yang mulai terluka , namun bukan hanya Saga... Kenan juga sama
" mengapa hal ini terulang lagi...?? memangnya siapa diriku Hingga kembali 2 lelaki berduel karena ku ??" cicit Amara dalam hati
Erden yang berada tak jauh dari Amara bukannya memandangi pertempuran Saga dan Kenan, ia malah terus menatap ke arah Amara
" Amara mengapa kau tak melihat diriku barang sejenak, mata dan perhatianmu hanya tertuju pada paman Saga... sebegitu tak ada harapannya kah diriku untuk kembali di sisimu??" tanya Erden dalam hati.
Jika boleh jujur ingin rasanya Erden melihat keduanya terluka bahkan mati, agar ia bisa mulus bersama dengan Amara... bolehkah ia berharap hal itu... tidak mengapa kan ia sedikit egois . Kali pertama jatuh cinta mengapa harus layu sebelum berkembang ???
Erden terus menatap Amara dengan pemikirannya yang kacau. Sedangkan di tengah lapangan Saga dan Kenan sama-sama terluka... rupanya kemampuan keduanya seimbang
" Menyerahkan Kenan.... Amara adalah istriku dan kau sudah memiliki 2 istri !!" ucap Saga sambil berusaha berdiri dengan bertongkatkan pedangnya
" kau menginginkan istriku... silahkan ambil mereka berdua, tetapi Amara... ia tak akan kemanapun hiattt !!" Kenan kembali menyerang Saga tentu tak akan mengalah, walau ia harus mati... ia harus mempertahankan Amara sampai titik darah penghabisan.
Pertempuran terus terjadi... hari bahkan sudah mulai pagi menandakan sudah semalaman keduanya bertempur namun tatap masih tak ada yang mau mengalah ... hingga....
trang....pedang Kenan terlepas dari tangannya , menandakan Saga memenangkan duel tersebut walaupun keadaan Saga tak kalah buruk dari Kenan
" aku menang.... selamat tinggal !!" ucap Saga lalu berjalan mendekati Amara
" tidak.... prajurit, tangkap Amara....ia tak akan kemanapun !!" kekeh Kenan sambil berusaha berdiri dengan bersusah payah
__ADS_1
Prajurit Kenan segera mengepung Amara dan Saga
" Raja Kenan... kau sudah menantang dan kalah, kau harus kesatria !!" protes Saga yang langsung bersiaga kembali
" Kalian masih berada di Malta... segala peraturan ada di tanganku !!" sahut Kenan... ia tetap tak akan melepaskan Amara
" Erden mengapa kau diam saja !!" tegur Aflan, Erden sebenarnya sangat kecewa dengan hasil duel itu namun mau dia lagi... toh Amara memang sudah bukan jodohnya sekeras apapun ia berharap, apalagi saat ini Amara tengah menangis sambil memeluk pamannya yang terluka menancapkan begitu banyak sembilu di dadanya kini
Hati Erden benar-benar patah kali ini... ia memejamkan kedua matanya , baiklah Amara aku akan membuktikan betapa aku mencintaimu dengan membuatmu bahagia
" Pasukan.... bersiap !!" teriak Erden lalu naik ke atas kuda... segera semua pasukan Erden yang semula bersembunyi keluar dan bersiap menunggu perintah dari raja mereka
" kak Kenan lepaskan mereka... jika tidak maka pertempuran antara Mongun dan Malta tak akan ter elakkan !!" ucap Erden
" cih... kau malah membela lelaki yang mengambil wanitamu Erden ?? ha ha ha ternyata hanya segitu nyalimu pada pamanmu ??" olok Kenan namun Erden tak terpancing
" Paman pergilah bawalah Amara bersamamu, pergilah ke tempat di mana aku tak akan bisa menemukan kalian !!" ucap Erden lalu menarik kekang kudanya untuk berhadapan dengan Kenan
Aflan segera menaikkan Saga ke atas kuda begitupun dengan Amara dan Isla
" serangggggg !!!" titah Erden dan ia pun memimpin pertempuran dengan membabi buta
Hatinya yang patah sakit hancur lebur telah menjadi satu membuatnya nekat dan mati rasa. Erden menjadi begitu buas di Medan pertempuran, beribu prajurit pun terlibat pertempuran melindungi Saga cs yang pergi meninggalkan Malta dengan cepat, sebuah kapal telah menanti mereka, mereka akan melanjutkan perjalanan menggunakan jalur laut
Saat prajurit Malta semakin bertambah, Erden mendekati Kenan dan menawannya...
" berhenti kalian... jika tidak raja kalian hanya akan tinggal nama !!" teriak Erden sambil mengalungkan pedangnya ke leher Kenan
" kau curang Erden, kau melawanku saat aku lemah seperti ini....tindakanmu sungguh tidak terpuji !!" ocek Kenan kesal
" Siapa yang memulai tindakan tak terpuji itu, jika kau menepati janjimu dengan bersikap kesatria .. hal ini tidak akan terjadi, sekarang suruh prajurit mu untuk mundur !!" sahut Erden
__ADS_1
" kau berani melawan Malta sama saja bunuh diri Erden, jika Malta bergabung dengan Sobaria dalam sekejap kau akan habis !!" ancam Kenan
" Uncle Max sudah berjanji tak akan mencampuri urusan kita ini, jadi jangan berbesar kepala suku Kenan... suruh mundur pasukannya atau aku tidak akan segan !!"
" Apa maksudmu Sobaria tidak akan turut campur ??" tanya Kenan ...
" perlihatkan surat dari Sobaria !!" titah Erden, seorang prajurit segera membuka surat tertulis dari Max yang menyatakan ia tak akan memihak salah satu Malta dan Mongun
" Bagaimana mungkin ayahku menulis itu ??"
" karena kau dan ayahmu punya sama kelemahan yaitu... wanita , mundur kalian semua.. jika tidak aku akan segera memenggal kepala raja Kalian !!!" teriak Erden tak sabar sudah
Akhirnya prajurit Malta mundur berlahan ....
" Jika kau tak puas dengan kejadian hari ini, kau boleh mencariku esok hari Kenan !!" ucap Erden sembari melepaskan Kenan
Erden lalu menarik semua pasukannya dari Malta begitu di rasa Saga dan Amara telah lolos .
" Aku akan mengingat hari ini Erden....!!" ucap Kenan kesal... Erden pun kembali ke kerajaannya. Namun Erden telah berubah.. rasa sakit kehilangan Amara membuatnya jadi membenci wanita.
💕💕💕💕
Saga bangun setelah 2 hari tak sadarkan diri. Dengan setia Amara menunggui Saga. Kapal yang mereka tumpangi tidak mengarah ke Mongun karena sesuai keinginan Erden mereka tak bisa lagi kembali ke vila. Untung saja raja Hodun bersedia untuk menerima mereka. Jalinan persahabatan Saga dan raja Hodun selama ini menjadi jalan keluar mereka .
" Saga .....!!" panggil Amara begitu melihat Saga mulai bergerak.... Saga meraih tangan Amara dan meletakkannya di dadanya
" maafkan aku Amara... karena begitu lama baru menolongmu, kau baik-baik saja kan ?? " tanya Saga
" aku baik-baik saja...hik hik, maaf telah membuatmu terluka " Amara merebahkan dirinya ke dada suaminya... tak terkira rasa syukurnya saat ini , Saga tersenyum bahagia
" aku berjanji padamu Amara.. kau tak akan menangis lagi, kita tak akan berpisah lagi... selamanya " Janji Saga
__ADS_1
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya