
Sora menghela nafas panjang mendengar titah Max
" Terserah Max... lakukan apa yang kau suka !!" ucapnya dalam hati, mata Sora melihat apa sarapannya pagi ini.. sebuah apel dan teh panas
" Sarapan apa ini..?? " keluh Sora namun melihat buah apel yang begitu merah membuat air liurnya tiba-tiba hendak terjun bebas. Segera di ambilnya teh panas dan meminumnya hingga habis lalu menghabiskan apel ditangannya dengan lahap
" Bolehkan aku diberi apel lagi untuk makan siang ??" pinta Sora ... Sora lalu duduk di batuan yang menghadap laut... rambut panjangnya berkibar tertiup angin dan membuat bajunya kering di badan.
Tanpa di sadari ya mata elang Max memandanginya dari kejauhan...
" Damm ... bahkan dengan hanya memakai baju budak , ia tetap terlihat sexy.." cicit Max kesal
" Apa ia menghabiskan sarapannya ?? " tanya Max pada dayang
" Ya paduka raja... bahkan ia meminta apel lagi untuk makan siang " sahut dayang
" Jangan beri apel lagi... beri saja bubur dingin itu untuknya !!" titah Max sebelum pergi meninggalkan makam Soraya
Berhari-hari Sora hanya memandangi bubur dingin yang terus di berikan padanya, sungguh ia tak bernafsu melihatnya bahkan ia selalu hendak muntah jika mencium baunya.
Max memang sedang menguji batas kesabarannya, ingin sekali Sora menceburkan diri dari tebing terjal dan mati di laut di depannya...namun ketika mengingat Erden, Sora pun mundur teratur.
Jelas terngiang di telinganya perkataan Max saat ia masih di kereta saat menuju ke Sobaria
" Jika kau ingin Sobaria tak menyerang Mongun.... maka terimalah hukuman dariku dengan senang hati Sora dan jangan coba-coba untuk bunuh diri karena dengan matinya dirimu maka sama saja dengan kematian untuk Mongun... mengerti !!" ya ancaman yang sangat menakutkan dari seorang Max
" Ibu akan bertahan Erden... demi dirimu dan kedua adikmu !!" ucap Sora sambil memetik buah blueberry liar yang tubuh di sekitar makam Soraya... ia beruntung masih bisa menikmati buah asam itu , setidaknya rasanya jauh lebih nikmat dari pada bubur gandum dingin itu.
Max yang menerima laporan Sora tak memakan bubur selama berhari-hari tambah kesal
" Jadi apa yang di makannya selama ini ??" tanya Max
" Permaisuri So..."
__ADS_1
" Panggil dia Sora saja... dia sudah bukan seorang permaisuri!!" potong Max membuat dayang saling pandang
" Ee Sora memakan buah blueberry liar yang tumbuh di sekitaran makam yang mulia !!" sahut dayang
" Prajurit.....tebang semua pohon blueberry yang ada di sekitaran makam istriku... sekarang!! " titahnya membuat dayang saling pandang
" Mengapa sekarang raja kita begitu membenci permaisuri Sora... bukannya dulu ia sangat menyukainya hingga menghabiskan waktu bersama di vila ??" bisik sang dayang pada rekannya
" Entahlah... namun aku merasa kasihan pada permaisuri Sora, setiap melihat bubur itu ia pasti muntah..."
" Bagaimana tidak muntah, biasanya kan permaisuri itu makannya yang enak-enak... mana mungkin ia bisa memakan bubur dingin dan hambar seperti itu" kedua dayang terus berbisik tanpa menyadari Max mendengar semua bisikan mereka.
Max bersandar di tahta kebesarannya, ia menerawang merasakan kesepian yang di rasakan ya saat ini. Soraya sudah tak ada... apakah semua harta dan tahta yang dimilikinya ini bisa membuatnya bahagia ?? jawabannya adalah tidak... walaupun ia makan emas namun hatinya yang kosong tak bisa menikmati apapun.
Kaki Max berjalan tak tentu arah dan tau-tau ia sampai di makam istrinya... nampak para prajurit sedang menebangi pohon blueberry dan membakarnya..Sora hanya bisa memandangi hal tersebut dengan tatapan mata nan hampa.
Melihat Max berada di situ....Sora berjalan masuk ke kemah yang didirikan untuknya, Max yang melihat Sora menghindarinya pun kesal.. ia menyusul Sora ke dalam kemah
" Berani sekali kau menghindari ku Sora !!" tegur Max
" Jangan berani lagi memanggil namaku dengan lancang !!" ucap Max sambil meremas dagu Sora hingga pandangan mereka bertemu, Max melihat Sora memandangnya dengan pandangan mata yang tak bisa di artikan olehnya
" Bencilah aku Sora dengan segenap hatimu, semakin kau benci semakin baik !!" ucap Max namun Sora malah tersenyum
" Siksalah aku sepuas hatimu raja Max....semakin kejam semakin bagus " balas Sora... Sora lalu mendorong tubuh kekar Max agar melepasnya namun Max malah menahan tubuh Sora
" Lepaskan aku !!" pinta Sora namun Max tak bergeming, bibir Sora sudah tak memakai pewarna bibir dan wajahnya pun polos tanpa riasan apapun, tubuhnya bahkan tak memakai wewangian lagi namun mengapa Sora masih begitu menarik ??? Max tak habis pikir . Tanpa di sadarinya Max mencium bibir Sora... betapa manisnya rasa bibir Sora , masih tertinggal aroma dan rasa blueberry pada Sora membuat Max semakin menjadi. Ciuman baru berhenti saat Sora mengigit bibir Max sampai berdarah
" Mengapa kau...."
" Jangan menyentuhku lagi raja Max, itu tak baik untuk pembalasan dendam mu !!" ucap Sora lalu keluar dan duduk di bebatuan sambil menenangkan dadanya yang berdendang akibat sentuhan Max
Max memukul dinding di depannya...ya mengapa ia begitu bodoh , sejenak ia lupa dengan dendamnya...
__ADS_1
" Aku tak boleh melihat Sora lagi, setiap melihatnya aku bahkan tak bisa menguasai hatiku sendiri !!" ucap Max lalu segera pergi meninggalkan Sora seorang diri.
Sora memandangi punggung Max yang menjauh...
" Nak... lihatlah itu ayahmu, kau tau nak....ayahmu sebenarnya baik , ia hanya sedang kesal dengan ibu... jika kau mau bertemu dengan ayahmu kuat lah kau di dalam sana " bisik Sora yang terdengar oleh dayang di sebelahnya....sang dayang menutup bibirnya saking kagetnya... ia pun segera menjauh
" Jadi... permaisuri Sora sedang mengandung anak dari raja Max ???" cicitnya tak percaya
MONGUN....
Erden tak bisa terima ibunya di bawa ke Sobaria tanpa ia tau apa yang sebenarnya terjadi, berkali-kali ia hendak pergi ke Sobaria untuk menjemput ibunya namun Xoga melarangnya . Namun karena Erden tetap ngotot akhirnya Xoga memperlihatkan surat peringatan yang dikirim raja Max
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Untuk raja Mongun...
Jangan coba untuk menjemput atau mengunjungi Sora selama ia menjalani hukuman dari Sobaria, jika tak mematuhi maka akan di anggap pembangkangan dan Sobaria tak akan segan untuk menyatakan perang jika itu terjadi
Maxmalian
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Setelah membaca surat tersebut Erden pun terdiam.
" Erden.. ini semua untuk rakyat kita, jika terjadi perang yang paling merasakan akibatnya adalah rakyat bukan kita... mengerti?! sekarang bersiaplah 2 hari lagi kau akan di angkat menjadi raja setelah itu ayah akan pergi !!" ucap Xoga
" Ayah akan kemana ??" tanya Xoga
" Setelah mengajarimu menjadi raja ayah akan pergi ke kampung halaman selir ayah..."
" Apa...?? Bagaiman dengan ibu ?? ayah akan meninggalkan ibu ??" tanya Erden
See you next eps
__ADS_1
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya