Deep Heart

Deep Heart
45. Kesucian


__ADS_3

Keesokan paginya keduanya meneruskan perjalanan mereka sampai ke depan pintu gua. Isla meminta Aflan menunggu di luar gua namun Aflan menolaknya


" Di gua ini banyak ularnya cantik... nanti mereka bisa mengigitmu, tunggu sebentar aku akan membuat obor dan menemanimu masuk !!" tolak Aflan, dengan cekatan Aflan membuat sebuah obor dan masuk lebih dulu ke dalam gua. Gua yang di luar nampak begitu angker ternyata di dalamnya begitu nyaman...


Isla pun masuk ke tengah gua dan bersila di tengah gua... ia bersemedi beberapa saat meminta izin agar ia bisa mengambil batu mustika dari gua itu. Tak lama Isla pun bangun dan menekan sebuah tuas tersembunyi yang di dapatnya dari bisikan ghoip... keduanya lalu masuk ke pintu yang terbuka lebar.


Mata Isla dan Aflan ternganga melihat banyak batu permata yang berhamburan di dalamnya... kembali Isla bersemedi, ia hanya bisa melihat yang mana batu mustika itu dengan mata batinnya. Dari sekian banyak batu permata hanya batu mustika yang di perlukannya..Isla mengambil satu batu mustika yang di perlukannya, namun kemudian ia teringat pada jendral Saga... jendral Saga juga memerlukan batu mustika itu untuk menangkal niat jahat dari pihak musuh.


Isla pun mengambil batu mustika ke dua lalu mengajak Aflan keluar dari situ namun tiba-tiba saja pintu gua tertutup. Keduanya terkunci di dalam tanpa ada jalan keluar.


" Isla apa yang terjadi...??" tanya Aflan


" Entahlah... tadi aku sudah di beri izin namun mengapa tiba-tiba pintu nya tertutup ?? " sahut Isla juga bingung


" Itu karena keserakahan mu !! mengapa kau mengambil 2 batu mustika sedangkan kau tau kami hanya mengizinkan satu saja !!" terdengar suara marah entah dari mana mengagetkan keduanya


" Benarkah kau mengambil 2 Isla....untuk sia... oh iya aku lupa kau pasti tak melupakan jendral kesayanganmu itu tentu " pertanyaan yang di jawab sendiri oleh Aflan dengan rasa agak keky karena Isla selalu mengingat jendral Saga


" Maaf Dewi... saya akan mengembalikan salah satunya, niat saya baik untuk melindungi Jendral Saga " jawab Isla hendak meletakkan satu batu mustika di tangannya


" Terlambat... batu yang sudah di sentuh tak akan bisa kau letakkan lagi, terimalah hukuman atas keserakahan kalian !!" tolak suara tanpa wujud tersebut


" Dewi sungguh maafkan saya... beri saya jalan keluar, kami harus keluar dari gua ini ... saya bersedia menerima hukuman !!" pinta Isla sambil bersujud... mau tak mau Aflan pun ikut bersujud walau ia sangsi itu ada gunanya


" Hanya ada satu jalan jika kalian ingin keluar dari sini ... kau harus melepaskan kesucianmu !! "


" A.. apa....😱😱!!!" cicit Isla kaget luar biasa


" Ta....tapi mengapa harus itu ??" protes Isla


" Agar kau tak bisa lagi kemari dan meminta batu mustika lagi... selama kau masihlah suci kau masih bisa mengambil batu itu kapanpun kau mau !!"


" Tolong lah Dewi... saya berjanji saya tak akan kemba li lagi ke mari , sungguh saya bersumpah !!" pinta Isla memelas namun suara itu menghilang tanpa bekas


Aflan berkeliling gua berusaha mencari jalan keluar untuk keduanya namun sia-sia, sampai lelah ia berusaha namun tak juga ada jalan keluar

__ADS_1


" Bagaimana ini Isla....??" tanyanya sambil duduk beristirahat... obornya sudah hampir mati, Isla terdiam saja....


" Mengapa aku begitu bodoh ... sampai mengambil 2 batu mustika ?? sekarang bagaimana ini, kami tak akan pernah keluar jika aku tak melepaskan kesucianku hik hik hik " cicit Isla dalam hati


" Isla...!! jangan melamun, cari jalan keluar !!" terdengar suara prustasi Aflan


" Apa yang harus kulakukan Aflan ??" sahutnya sambil menangis


" Ya ... kau lakukan saja persyaratan mereka agar kita bisa keluar dari sini !! apa kau tak merasa udara semakin sedikit di sini " sahut Aflan


" Ya ... tapi aku tak bisa melakukannya sendiri Aflan !!" jawab Isla lagi sambil melotot


" Katakan apa yang perlu kubantu... aku akan membantumu Isla !!" sahut Aflan membuat Isla membuang mukanya


" Cih... ya iyalah kau akan membantunya dengan senang hati ... dasar duda mesum 🤬😡😡" omel Isla


" Lho... kok malah marah ??kan kau sendiri yang bilang kalau kau tak bisa melakukannya sendiri " tanya Aflan belumlah konek, Isla kembali terdiam


" Ini duda... otaknya mereng apa geser sih... masa ngak ngerti 😤😤😭😭😭" cicit Isla dalam hati meringis meratapi nasibnya kini


" Sampai kapan kita disini Isla... kita bisa mati kehabisan nafas jika terlalu lama di sini " ucap Aflan


" Memangnya apa sih yang harus kau lakukan agar kita bisa keluar dari sini ??" desak Aflan lagi


" Memangnya kau tidak dengar tadi ?? aku harus melepaskan kesucianku Aflan !!😤😭😭" jerit Isla membuat Aflan langsung melotot


" Maksudnya....???" tanya Aflan lagi membuat Isla tambah emosi


" Kamu itu beneran duda atau bujang lapuk sih Aflan kok ngak ngerti-ngerti ?? hah " omel Isla... Aflan langsung ternganga mendengarnya


" Jadi... maksudnya kita harus itu...?????" tanya Aflan langsung saja merasa sesak begitu paham, ia hanya bisa menggaruk kepalanya


" Pantas saja Isla kesal... mana mau dia melakukannya denganku si duda karatan ini, sedangkan di hatinya hanya ada sang jendral ... " keluh Aflan dalam hati


" Ya sudah... ngak usah marah, jika aku harus mati di sini setidaknya aku bahagia karena tidak mati sendirian , aku tau aku tak sebanding untukmu " ucap Aflan akhirnya membuat Isla tambah diam seribu bahasa

__ADS_1


Bukannya Aflan tak sebanding namun... melepas kesuciannya setelah sekian lama menjaganya adalah hal yang begitu berat bagi Isla. Aflan berlahan berebah di lantai karena merasa lelah


" Maaf Isla... aku mengantuk, aku berebah sebentar !!" pamitnya , Isla masihlah merenung.. namun tiba-tiba ia merasa sesuatu yang licin berjalan di tangannya...


" Aaaa.... Aflan... ada binatang !!!" teriaknya dan melompat memeluk Aflan, Aflan menarik pedangnya


" Shuttt diam dulu... biar aku bisa mendengar suara binatang itu !!" titahnya, Isla memeluk sebelah lengan Aflan dengan dada yang berdetak hebat


" Sepertinya ular Aflan !!" bisiknya membuat bulu roma Aflan berdiri


" Set...set...set..." Aflan mengayunkan pedangnya beberapa kali terdengar bunyi benda jatuh di lantai yang artinya pedangnya mengenai binatang tersebut


" Sudah... mereka sudah mati !!" ucap Aflan


" Mereka ?? maksudmu lebih dari satu ??"


" Ya... sepertinya ada 2 , sudah duduklah lagi !!" ucap Aflan dan kembali menyarungkan Pedangnya, namun Isla terus saja menempel di lengan Aflan bahkan saat Aflan duduk Isla ikut duduk menempel di sebelah Aflan


" Isla ... sampai kapan kau akan menempel seperti ini ?? jangan memancingku... nanti aku lepas kendali, kau juga yang rugi !!" ucap Aflan sambil menarik tangannya dari pelukan Isla... tornadonya sudah mulai mengembang semenjak tadi, ia takut tak bisa menahan dirinya karena gunung kembar Isla terasa menempel di lengannya membuatnya dag-dig-dug ser berkelanjutan 🤣🤣🤤🤤


" Isla... le...."


" Ayo kita lakukan !! " ucap Isla mengagetkan Aflan


" A.... apa...?? apa kau serius Isla ??" tanya Aflan tak percaya


" Iya... aku serius, tapi dengan perjanjian "


" Perjanjian ??" beo Aflan


" Ya... berjanjilah jika kita keluar dari sini , kita tak akan pernah membicarakan apa yang terjadi di sini !!" pinta Isla


" Tak masalah bagiku !!" jawab Aflan ... tangan kekar Aflan pun mulai meraba mencari pinggang Isla dan menariknya ke pelukannya


" Jangan salahkan aku ke depannya, ini kau yang memintanya Isla !!" bisik Aflan sambil menciumi kuping Isla

__ADS_1


Nah nah nah... bagaimana kah kelanjutannya ?? mau tau ?? lanjut besok ya...ratu jemuran kembali beraksi 🤭🤭


__ADS_2