
Peringatan.....
Jangan di baca saat siang hari Yo.... Thor ngak tanggung jawab kalo pusing sendiri ðŸ¤ðŸ¤
💕💕💕💕
Tangan kekar itu mulai melepaskan satu persatu lapisan kain yang di pakai oleh Amara. Tubuh Amara yang sexy berisi semakin terlihat akibat baju yang basah terkena hujan membuat Saga menelan salifanya berkali-kali.
Satu persatu kain basah itu jatuh ke lantai... hingga ...
krek... bunyi kain robek yang di tarik oleh Saga karena ia tak telaten harus membuka satu persatu kancing baju Amara.... tarikan itu otomatis menarik tubuh Amara hingga kedua tangan Amara menyentuh dada Saga
Cetar..... bagai tersambar petir rasanya dada Saga yang telah panas bersentuhan dengan tangan dingin Amara, mata Saga yang berkabut menandakan libidonya sudah begitu memuncak, bergegas Saga membuka baju atasannya dan duduk di sisi ranjang, tangannya menarik lengan Amara dan memintanya duduk di pangkuannya.
Hanya suara hujan yang terdengar... tangan Saga melingkar di pinggang Amara sedangkan tangan Amara melingkar di leher Saga. Keduanya bertatapan saling mengagumi... saling penuh rasa...
Amara mendekati wajah Saga dan memberanikan diri mencium Saga lebih dulu walaupun ia tak kalah degdegan.....
Kecupan keduanya tak terdengar sama sekali tertutupi derasnya suara hujan di luar rumah.
Dalam sekejap posisi pun berubah... kini keduanya sudah berada di atas ranjang tanpa sehelai benangpun yang memisahkan keduanya.
Amara menutup kedua matanya .... menikmati setiap sentuhan yang di lakukan Saga di sekujur tubuhnya.
Saga memang sangat mengagumi tubuh Sexy...mulus Amara, apalagi Amara begitu wangi membuatnya mabuk kepayang. Tanpa di sadari Amara ... bibirnya mengeluarkan suara-suara mendesah yang membuat Saga semakin on dan ia pun semakin mencumbu Amara .
******* Amara semakin keras kala bibir Saga berkelana di ladang kecilnya... rasanya sangat nikmat dan membuat Amara melambung ke langit ke 7. Melihat Amara yang sudah sangat bergairah.... Saga pun segara memasukkan pedangnya ke sarungnya... namun begitu sulitnya ia menembus pertahanan milik Amara
__ADS_1
Hingga beberapa saat kemudian... jeritan kecil Amara menandakan pedang Saga telah berhasil masuk... membuat Saga terhenyak merasakan nikmat yang luar biasa... apalagi saat ia mulai bergerak.... OMG....air liurnya sampai menetes saking merasakan nikmat luar biasa yang baru kali ini Saga rasakan.
Ini memang bukanlah pengalaman pertamanya, namun baru kali ini ia begitu menikmatinya hingga ke ubun-ubun. Saga yang sudah dewasa dan matang berpadu dengan Amara yang baru mekar membuat keduanya sama-sama merasakan kenikmatan yang hakiki apalagi didukung dengan cuaca hujan deras semakin membuat keduanya begitu membara.
Jika diluar basah karena air hujan... di atas ranjang keduanya basah karena aliran keringat mereka. Amara begitu puas dengan kekuatan Saga yang membuatnya mencapai puncak berkali-kali, begitu pun Saga yang benar-benar menumpahkan hasrat terpendamnya selama ini , ia tak berhenti sampai benar-benar mencapai puncak... walaupun ia merasakan bagaimana Amara telah keluar beberapa kali
Akhirnya erangan kepuasan Saga terdengar saat ia telah mencapai puncak... entah berapa banyak kecebong yang di muntahkannya di rahim Amara... Amara pun sudah begitu lemas tak berdaya di bombardir Saga tanpa ampun.
Keduanya bahkan sampai melewatkan makan malam mereka..Saga tak puas hanya sekali... ia kembali menggarap ladang mini Amara begitu kekuatannya kembali pulih. Sedangkan Amara jangan di tanya lagi.... tubuhnya luluh lantah sampai serasa tak bertulang lagi. Namun ia bahagia bisa membahagiakan dan memberikan kepuasan pada Jendral Saga dengan memberikan kegadisannya pada sang Jendral.
Bunyi nafas memburu Saga masih terdengar hingga beberapa saat, sedangkan Amara sudah tertidur begitu pulas.
Saga menarik tubuh lunglai Amara ke pelukannya, ia menjadikan lengannya sebagai bantal Amara..Senyumnya mengembang sempurna saat melihat tubuh polos Amara yang sudah tak mulus lagi.
Banyak bekas kissmark di sana sini bahkan ada juga bekas gigitannya di tubuh Sexy itu.
Pagi ini begitu dingin.... jauh lebih dingin di bandingkan di vila, itu karena mereka berada di ketinggian. Amara makin mengeratkan pelukannya karena yang di peluknya membuatnya hangat....Saga yang sudah terbangun lebih dulu tambah senang karena Amara memeluknya begitu erat.
Namun pelukan itu membuatnya jadi gelisah... apalagi jika bukan karena pedangnya langsung berdiri tegak karenanya, namun melihat wajah lelah Amara membuatnya urung... apalagi saat ia mengingat pesan bibi yang mengatakan malam pertama bagi seorang gadis akan membuatnya merasa sakit di bagian intim selama beberapa hari... jadi ia harus memberi waktu bagi Amara untuk sembuh dan terbiasa.
" Bangun cantik !!" bisik Saga sambil mencoel pipi Amara, Amara yang merasa terganggu malah berbalik dan memunggungi Saga memperlihatkan bahu dan punggungnya hingga pinggulnya yang begitu mulus
Glek......
Terdengar Saga menelan Salifanya.... tangannya dengan reflek mengelus nya dari bahu...punggung sampai ke pinggulnya
Saga tak bisa bertahan lagi... ia membalik tubuh Amara yang tengah tertidur dan mengukungnya...tanpa aba-aba Saga kembali memasuki Amara dengan penuh nafsu... Amara yang tengah tertidur begitu kaget saat mendapati Saga sedang berada di atasnya dan kembali memasukinya, namun ia tak bisa melakukan apapun selain pasrah.... pagi yang begitu dingin kembali membara di kamar mereka. Saga kembali membombardir Amara entah yang ke berapa kalinya membuat Amara benar-benar lemas, belum lagi perutnya yang merasa lapar kini.
__ADS_1
Saat Saga selesai... Amara pun berusaha bangun, namun ia tak bisa bergerak
" Kau ingin ke kamar mandi ??" tanya Saga yang diangguki Amara, Saga pun segera mengendong Amara dan membawanya ke kamar mandi di mana sudah tersedia bak air mandi dengan air hangat yang sudah di minta Saga sebelumnya.
Saga meletakkan Amara di dalam bak air hangat agar tubuhnya cepat pulih, ia lalu mengambil sebutir obat dan meminumkannya pada Amara
" Obat apa ini Jendral ??" tanya Amara
" Itu vitamin milikku, biasanya jika aku merasa sangat lelah... aku meminumnya dan rasa lelahnya pun menghilang dengan cepat " sahut Saga sebelum masuk bergabung ke dalam bak mandi bersama Amara
Keduanya mandi dengan cepat karena sudah merasa begitu lapar, dengan di papah oleh Saga keduanya pun duduk di dipan kamar Saga, pemandangan dari dipan begitu indah.... air terjun tak terlihat sepenuhnya di pagi hari karena embun tebal menutupinya
Keduanya sarapan sambil menikmati pemandangan yang begitu indah .... Amara merasa senang berada di rumah itu, begitu pun Saga merasa begitu bahagia kini.... ia merasa hidupnya begitu lengkap kini
Selesai Sarapan Saga mengantar Amara kembali ke kamar untuk beristirahat. Saga lalu menemui paman dan bibi
" Paman... turunlah ke Vila... dan kembali dengan membawa persediaan lebih banyak, sepertinya aku akan lama berada di sini " titahnya
" Lalu bagaimana dengan pekerjaan anda Jendral??" tanya paman
" Kerajaan akan tetap berjalan walau aku tak ada paman, aku ingin menikmati kebahagiaan ini lebih lama " ucap Saga dengan wajah sumringah karena begitu bahagia....
Ya ya ya gimana ngak bahagia , wong Amara di bombardir terus sepuasnya ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤seperti berbuka puasa setelah seminggu puasa 🤣🤣🤣tambah tambah terus ngak cukup satu piring
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya
__ADS_1