
Amara pun membuka surat dari jendral Saga dengan tangan bergetar....
Bintangku....
Maafkan aku... aku tak dapat melawan takdir yang harus kujalani , jika bisa memilih aku lebih memilih bertempur dengan ribuan musuh dari pada meninggalkanmu...
Aku tau...ribuan kata maafku tak akan bisa membuat mu merasa lebih baik... tapi kau tau aku pun terluka.
Bertahanlah...jangan tinggalkan aku
Kau sudah begitu dalam masuk di hidupku...
kau berjalan ke dalam aliran nafasku....
masuk ke dalam dagingku hingga ke tulang sumsumku...
jika saat ini kau meninggalkan aku....
aku bisa mati....
Bulanmu....
Saga....❤️❤️❤️
Amara menangis setelah membaca surat tersebut, entah bagaimana perasaannya saat ini...
apakah ia harus bahagia ataukah tambah bersedih mengetahui jendral Saga tidak baik-baik saja
Bibi pun menceritakan apa yang di sampaikan oleh pangeran Erden....
ketiganya lalu hanya bisa terdiam.....
" Amara... bersabarlah, aku yakin jendral Saga pasti memperjuangkanmu... jadi jangan bersedih, suatu saat ia pasti kembali lagi padamu " ucap Isla
" Ia tabib Isla... Amara akan bersabar, aku tau aku hanyalah orang biasa tak bisa menandingi putri pilihan keluarga kerajaan " sahut Amara membuat bibi begitu sedih... ia hanya bisa memeluk Amara dan ikut menangis
" Kasihan jendral Saga... aku merawatnya semenjak kecil Amara, dia tak pernah terlihat begitu bahagia seperti saat bersamamu...percayalah aku tau dia sangat menyukaimu melebihi dirinya sendiri , namun saat ini tanggung jawab kedamaian kerajaan berada di pundaknya... kau harus mengerti Amara " nasehat bibi
" Ia bi... Amara paham, bibi jangan khawatir ... Amara baik-baik saja kini, ehh bi... bolehkan Amara membalas surat jendral Saga ??" tanya Amara
" Bagaimana Isla.. apakah aman saja jika Amara membalas surat dari jendral ??" tanya bibi
__ADS_1
" Ku sarankan tidak usah Amara... yang membawanya adalah pangeran Erden, bagaimana jika ia membuka dan membaca suratmu itu ?? sebaiknya nanti tunggu saja jika Aflan datang... lebih aman " ucap Isla yang di angguki keduanya
Selama seminggu lamanya Erden berada di vila, setiap hari ia berkeliling vila dan duduk di depan sungai... ia sangat penasaran dengan gadis yang di lihatnya tempo hari
" Apakah kau benar-benar hantu ??? rasanya tak dapat diterima oleh akan sehatku, jika kau hantu tak mungkin kau muncul di siang hari... siapa kau gadis cantik... siapa kau ????" tanda tanya besar mengelilingi kepala Erden setiap hari, hingga Erden teringat dengan tabib Isla
" Bukankah tabib Isla ada di sini...?? dia kan bisa meramal, aku akan bertanya padanya !!" cetus Erden , Erden pun segera meminta salah satu pelayan mengantarnya ke rumah tabib Isla karena ia tak tau di mana rumah tabib Isla
Bibi yang mengetahui hal itu langsung panik....
" Mengapa kalian tak lapor padaku jika pangeran mau ke rumah tabib Isla ??" tanya bibi heboh
" Ini kan kami sedang melapor bi !!"
" Di mana pangeran... apakah ia sudah meninggalkan vila ??" tanya bibi
" Baru saja Bi....!!"
" Ya ampun....bagaimana ini 😱😱😭😭, cepat kita susul pangeran !!" teriak bibi
🌹🌹🌹🌹
" Benar ini rumahnya ??" tanya Erden.. Duan mengangguk dengan wajah pucat, saat pangeran Erden hendak mengetuk pintu Duan dengan cepat mendahuluinya
Tok...tok...tok...
" Tabib Isla... ini Duan, Duan membawa pangeran Erden !!!" teriak Duan kencang dengan sengaja ia melakukannya agar di dalam paham
Tabib Isla mendengar dan segera membuka pintu lalu menutupnya kembali
" Selamat datang pangeran Erden.... ada perlu apa pagi-pagi mendatangi gubuk hamba ??" sambut Isla sopan
" Apa kau tak menyilahkan aku masuk !!" tanya Erden membuat wajah Isla menjadi pucat seketika
" Masuk...?? anda ingin masuk pangeran , tapi..... di dalam masih kotor " sahut Isla terbata
" Hemmm....baiklah jika begitu aku di sini saja "
" Jadi apa yang bisa saya bantu pangeran ?? apakah anda sedang tidak enak badan ??" tanya Isla sambil duduk di bale di sebelah Erden
" Aku sedang tak enak hati !!" sahut Erden
__ADS_1
" Tak enak hati ?? ada apakah gerangan pangeran ?? " tanya Isla
" Isla... aku sudah 2 kali melihat gadis ini di vila paman... namun kemudian ia hilang bak di telan bumi dan semua orang di vila mengatakan bahwa gadis yang kulihat itu tak pernah ada di sana " papar
" Lalu...??"
" Jadi maksudku ke mari aku ingin kau dengan keahlianmu sebagai peramal... Carikan di mana keberadaan gadis itu, tak mungkin ia seorang hantu !!" titah Erden membuat Isla membeku...apa yang harus di lakukannya kini ???
" Sebelumnya saya ingin bertanya, mengapa pangeran begitu penasaran terhadap gadis yang sepertinya tak ada itu ??" tanya Isla
" Aku menyukainya... lebih tepatnya aku jatuh cinta padanya pada pandangan pertama !!" jawab Erden tegas membuat wajah Isla semakin pucat
" Apa...?? pangeran Erden menyukai Amara ?? bagaimana ini , apakah ramalan ku dulu bahwa akan ada pertumpahan darah dalam percintaan jendral Saga akan benar adanya ???😱😱" Isla tak bisa berkata-kata lagi
" Ehem... ehem... tabib Isla, pangeran bertanya padamu !!" senggol Duan menyadarkan Isla dari lamunan
" Begini pangeran... bukannya hamba tidak mau melaksanakan permintaan anda, namun keahlian meramal hamba sudah tidak ada lagi " jawab Isla
" Apa... bagaimana mungkin itu bisa terjadi Isla ??" tanya Erden kaget
" Beberapa waktu lalu hamba berhadapan dengan para naga untuk menghilangkan kutukan para naga terhadap jendral Saga dan para naga pun mengambil salah satu keahlian saya sebagai balasannya " jabar Isla
" Jadi percuma saja aku datang kemari..?? begitu maksudmu ??" tanya Erden dengan suara yang meninggi karena kesal lagi-lagi ia mendapati jalan buntu
" Maaf pangeran... namun percayalah jika ada jodoh pasti pangeran akan bertemu dengan gadis tersebut namun jika tidak maka pangeran juga tak bisa memaksakan takdir, lupakanlah apa yang sudah pangeran lihat... itu yang terbaik !!" nasehat Isla , Erden hanya bisa menarik nafas panjang.....
" Pangeran.... pangeran... apa yang anda lakukan di rumah tabib Isla...?? " cecar bibi yang tiba-tiba saja menyusul dengan wajah pucat membuat Erden menjadi curiga
" Mengapa kalian semua pucat dan gugup..?? apa yang sebenarnya kalian sembunyikan dariku hah !!😡😡" tanya Erden mulai curiga
" Kami tak menyembunyikan apapun pangeran, bibi hanya kaget mengapa pangeran mencari tabib Isla... apa pangeran sakit ?? jika pangeran sakit tak perlu repot datang ke sini, biar tabib Isla yang datang ke vila " ucap bibi lagi berusaha mengalihkan pembicaraan Erden
" Sungguh aku semakin curiga dengan kalian... !!" ucap Erden sambil memandang ke dalam rumah Isla, Erden segera berdiri dan berjalan menuju pintu masuk rumah Isla....
" Pangeran...!!!" teriak ketiganya saat Erden masuk ke dalam rumah Isla tanpa permisi lagi...
" Bagaimana ini bi...??" bisik Isla
" Entahlah Isla.... aku rasanya akan pingsan kini !!" jawab bibi terduduk lemas di bale-bale
Apakah yang akan terjadi sista...??
__ADS_1
Ketemu ngak ya 🤭🤭
See you next eps