
" Astinah bersiaplah untuk menyambut putri dan cucumu " panggil Xoga
" Xoga... dadaku berdetak begitu kencang, aku sangat gugup ... apakah cucuku akan menyukai aku ? Xoga bagaimana riasanku ? apa aku sudah terlihat cantik ??" tanya Astina tidak karuan rasa , semenjak semalam ia tak bisa tidur . Pertemuan pertamanya dengan cucunya juga dengan putrinya yang begitu lama tak di temuinya membuatnya sangat gugup.
Astina sadar ia bukanlah ibu yang baik bagi Amara ... Amara bisa di katakan hampir tidak mendapatkan kasih sayang darinya, hal itu sebenarnya sungguh membuatnya malu... ia merasa tak pantas untuk menjadi ibu Amara ataupun nenek dari cucunya
" Sudah jangan tegang, kau selalu cantik Astina ... dan aku jamin cucumu akan sangat menyukaimu " jawab Xoga
Sudah setengah jam lamanya Erden menunggu di perbatasan, namun rombongan istrinya belum muncul juga... hatinya tak karuan rasanya kini.
" Cari tau sampai di mana mereka, apakah ada rintangan di jalan hingga mereka belum juga sampai ?" titah Erden ... mata-mata terbaiknya segera melesat mencari tau
Tak berselang lama mata-mata itupun kembali
" Lapor paduka !!"
" Katakan cepat !!" titah Erden
" Mereka baik-baik saja, sebentar lagi akan sampai tadi di jalan tiba-tiba saja batu berjatuhan dari lereng gunung untung tidak mengenai kereta " lapor nya
" Baik... bagaimana dengan para prajurit apa sudah melakukan pengamanan berlapis ??"
" Sudah paduka.. paduka jangan khawatir, semua sudah kami amankan untuk paduka !!" jawab bawahannya , suara ringkikan kuda tak lama terdengar dan terlihatlah iring-iringan kereta yang di kawan banyak pasukan berkuda.
Erden segera naik ke kudanya dan mendekati rombongan yang membawa istri tercintanya itu.
Saga dan Aflan yang melihat Erden di kejauhan saling pandang dan tersenyum
" Sepertinya ada yang sudah sangat merindu !!" ucap Aflan
" Ya Aflan....begitulah jika sedang jatuh cinta , kau kan sudah merasakannya ha ha ha " gelak keduanya
" Selamat datang paman Saga...paman Aflan, apakah perjalanan kalian lancar ??" sapa Erden begitu sampai
" Hanya ada batu yang jatuh dari lereng gunung namun kami semua baik-baik saja " sahut Saga
" Boleh saya membawa Sarah dengan kereta spesial paman ??" tanya Erden membuat Saga dan Aflan kembali tertawa
" Ya kau bawalah istrimu itu... kami tau kau sudah begitu rindu ha ha ha " gelak Saga dan Aflan, tanpa menunggu lagi Erden turun di depan kereta dan membuka pintu kereta dari luar
" Sarah... ??" panggilnya sambil membuka tirai
" Kakak.....!!" sambut Sarah keluar dengan wajah nan begitu bahagia, mata Erden langsung berkaca-kaca melihat istrinya yang begitu di rindukannya
Erden segera merentangkan kedua tangannya dan seperti biasa Sarah segera berlari ke pelukannya
Saat tubuh Sarah menyentuh kulitnya rasanya seakan ia terbang ke awan... beban berat di kepalanya selama ini telah terangkat , menghilang berganti rasa bahagia nan membara
Erden mencium kening Sarah hidung dan terakhir bibir sexy yang begitu di rindukannya selama ini....rasanya super sekali .
Sarah juga tak kalah bergetar, begitu mendengar suara kakak tampannya yang memanggilnya ... ia segera berdiri dan keluar dari kereta tanpa izin lagi pada yang lain
__ADS_1
" Kakak....!!" cicitnya senang
Kakinya bahkan sampai gemetaran saking bahagianya, begitu keluar dan melihat kakak tampannya yang sudah merentangkan kedua tangannya ,Sarah seakan sedang berada di surga kini. Apalagi saat akhirnya bibir mereka bertemu , rasa rindu yang menggunung pun sedikit sirna.
" Ehem... ehem... Erden bawalah istrimu ke dalam kereta, tak aman berada di tempat terbuka terlalu lama " ucap Saga membuat keduanya tersadar dan kembali ke bumi
" Maaf ayah !!" cicit Sarah tersenyum malu
" Paman ... Amara aku bawa Sarah di kereta lain, permisi sampai jumpa di istana !!" ucap Erden lalu mengenggam tangan Sarah dan membawanya ke kereta mewah yang di bawanya dari istana. Sarah mengikuti langkah kaki suaminya dengan senyum lebar... ia memandangi suaminya yang berjalan di sampingnya
" Ah dadaku berhentilah terlalu ribut, aku akan malu jika kakak tampan mendengarnya. Mengapa suamiku terlihat tambah begitu tampan setelah beberapa saat tak berjumpa... jejeran otot lengan dan roti sobeknya sungguh membuatku meleleh seketika " ucap Sarah dalam hati
" Masuklah cantik...!!" ucap Erden setelah prajurit membukakan pintu kereta mereka.Dengan bantuan Erden , Sarah masuk lebih dulu ke dalam kereta... mata Sarah melebar melihat apa yang ada di dalam kereta... bukannya kursi untuk duduk tetapi malahan kasur yang begitu empuk di taburi banyak bunga hingga kereta tercium sangat wangi dengan banyak bantal di sekelilingnya
" Kakak.... mengapa ada kasur di dalam kereta ??" tanyanya walaupun ia rasanya tau jawabannya
Erden tersenyum lebar, ia mengajak Sarah duduk di kasur itu
" Bagaimana empuk bukan ??" tanyanya membuat Sarah segera mengangguk. Erden duduk mendekati Sarah...sebelah tangannya merangkul istrinya itu sedangkan sebelahnya membelai perut istrinya yang nampak sudah sedikit membuncit
" Apa kau baik-baik saja selama kita berpisah ? apa anak kita juga sehat saja ? apa kau rindu padaku sayang ??" cecar Erden dengan pandangan wajah penuh rasa rindu
" Kami berdua sehat kakak, tentu saja Sarah sangat rindu !!" jawab Sarah yakin, Erden segera menyatukan bibir mereka kembali, rasa rindunya yang menggebu sudah tak tertahankan lagi, ia harus segera melampiaskannya. Begitu pun Sarah, betapa setiap setiap saat memimpikan hal ini
Tangan Sarah membelai pipi Erden sambil membalas ciuman suaminya itu. Ciuman demi ciuman terus berlanjut hingga tanpa mereka sadari posisi mereka sudah berubah
" Sarah... aku menginginkan mu, boleh kan ??" pinta Erden sudah tak tahan
" Tak akan ada yang mendengar walaupun kau berteriak di salam sini, aku sudah mendesainnya dengan baik ....." jawab Erden sambil terus menjelajahi tubuh Sarah yang selama berpuluh malam ini terus di terbayang.
Lembar demi lembar kain yang menutupi tubuh mereka terlepas, penyatuan pun segera terjadi dalam kereta yang berjalan pelan
" Oh kakak.... berlahan !!" pinta Sarah saat Erden memasukinya dengan penuh hasrat , hentakan demi hentakan pun terdengar sampai keduanya mencapai puncak dan melepas kan hasratnya bersama-sama.
Wajah lega keduanya terlihat jelas kini, Sarah berbaring dengan berbantalkan lengan Erden, sedangkan Erden berbaring miring sambil membelai perut Sarah. Keduanya saling tatap sambil tersenyum bahagia
" Kakak... Sarah sangat bahagia kini, tapi kakak apakah Sarah akan aman berada di Mongun ? " tanya Sarah jujur
" Aku juga sangat bahagia Sarah, ingatlah selalu aku... Erden sangat-sangat mencintaimu melebihi diriku sendiri. Aku lebih baik mati dari pada kau terluka Sarah, aku berjanji kau dan juga ayah ibumu akan aman selama di Mongun ....jadi tenanglah ya !!" janji Erden
Sarah memandangi manik mata kakak tampannya itu lama....yang dilihatnya adalah cinta cinta dan cinta, Sarah tersenyum lebar...betapa ia sangat merasa lega kini .
Bertemu dan bisa bersama lagi dengan pujaan hatinya adalah hal yang sangat di inginkan ya semenjak hari pertama mereka berpisah.
" Ayo kita berpakaian kembali, sebentar lagi kita akan memasuki kawasan rakyatku... kau akan terkejut saat melihat pemandangan di sepanjang jalan sampai istana .
" Pemandangan ??" beo Sarah
" Iya... lihatlah bagaimana be cara rakyatku menyambut permaisuri mereka yang sangat menyukai warna putih dan merah muda ini muah muah muah " sahut Erden kembali menciumi pipi Sarah dengan gemas
Erden kemudian membuka semua tirai jendela di Kana dan kiri , mata Sarah sampai melotot melihat rumah dan pekarangan penduduk di penuhi bunga ataupun hiasan berwarna putih dan merah muda
__ADS_1
Bahkan ada.penduduk yang menghiasi pohon di depan rumah mereka dengan ratusan pita berwarna putih dan merah muda
" Kakak... cantik sekali, sungguh mereka senang menyambut ku ??" tanya Sarah tak percaya
" Hemm ....bagaimana kau suka ??" tanya Erden , tangannya tak berhenti berkelana di tubuh istrinya itu... sungguh jika saat ini mereka sedang berada di kamar, ia akan kembali bercinta dengan istrinya itu.
tubuh Sarah bagaikan candu bagi Erden, apa pun yang di sentuhnya menimbulkan getaran membawa di dadanya .
Sarah yang menyadari gelagat suaminya yang masih begitu merindu pun tersenyum, sesungguhnha ia pun masih belum puas dengan ronde pertama mereka... ia masih ingin lagi dan lagi. Entah ini karena rasa rindu yang menumpuk atau memang karena bawaan kehamilan nya .
Sarah kembali duduk di pangkuan suaminya itu dan mencium nya terlebih dahulu, setelah lebih dulu menutup kembali semua tirai yang tadi di buka suaminya.
Lelaki mana yang akan menolak ini....??
Keduanya kembali terlibat pergumulan nan panas , kali ini Sarah yang memimpin pertandingan. Hanya dengan melihat otot-otot kakak tampannya itu langsung membuat hasratnya naik kembali. Sarah terus bergerak memompa membuat Erden sangat senang , kedua tangan kekarnya memeluk pinggang Sarah membantu Sarah bergerak dengan cepat dan bertambah cepat hingga Sarah berhenti bergerak dan mengejang tanda ia telah mencapai puncak....Erden yang belum lagi mencapai puncak tersenyum miring, ia segera mengubah posisi dengan cepat
" Sekarang giliran ku sayang ahhhh " desah Erden begitu nikmat
Dari belakang kereta ....Saga dan Aflan berkali-kali saling pandang dan tertawa geli. keduanya faham apa yang terjadi di dalam kereta
" Saga kira-kira berapa ronde ??" tanya Aflan usil
" menurutmu ??" sambut Saga sambil terkekeh
" Satu ??" sahut Aflan
" A... a... tidak mungkin, melihat gelagat Erden yang melihat putriku seperti santapan lezat begitu , ia pasti tambah ...2 kali !!" jawab Saga sambil tersenyum
" Aku rubah jawabanku jendral....3 !!" lanjut Aflan
" Berani bertaruh ??" tantang Saga
" Siapa takut.. tapi apa taruhannya ??" tanya Aflan
" kau yang tentukan !!"
" Baiklah ... jika jendral menang , aku akan menolak hadiah Erden....tapi jika aku menang.....he he he " Aflan mengantung lanjutannya
" Katakan botak....tak usah banyak cingcong !!" potong Saga kesal
" Aku ingin bulan madu kedua dengan istriku tersayang dan jendral harus membiayainya hehe he " sambung Aflan sambil mengangkat kedua alisnya dan tersenyum lebar
" Baiklah deal...!!" ucap Saga
" Ok deal....bersiaplah jendral merogoh kocekmu ha ha ha, ayo raja Erden sikat terus ha ha ha " teriak Aflan begitu senang... tanpa di ketahui Saga, tadi saat bertemu Aflan memberikan minuman yang mengandung obat kuat pada Erden
Oalah botak... botak.. pantasan saja kau begitu yakin weleh weleh weleh
dasar si Aflan usil ada ada aja akalnya
See you next eps
__ADS_1
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya