Deep Heart

Deep Heart
126. Sepasang Mata


__ADS_3

3 bulan berlalu....


Hari-hari berlalu dengan begitu hampa bagi Saga, setiap Minggu ia menanti kabar dari Aflan dan hasilnya selalu sama, Amara bak hilang di telan bumi.


Setiap hari kerja Saga hanya bertempur dan bertempur, sudah begitu banyak prajurit Sobaria yang di tebasnya....semakin banyak ia semakin senang, Saga tak segan-segan bertempur bagai orang yang tak takut mati... ya Saga sudah prustasi, ia sangat berharap ada yang bisa membunuhnya ... mungkin jika ia mati , ia akan tenang.


Max akhirnya mengakhiri bantuannya pada kerajaan musuh Mongun karena ia sudah kehilangan banyak prajurit .


Saga yang mengetahui sisa prajurit Sobaria mulai menarik diri tak mau merelakannya. Ia dengan membawa beberapa ratus bawahannya mengejar prajurit Sobaria bahkan sampai hampir memasuki wilayah Sobaria.


" Berhenti kalian pengecut, lawan aku... jangan lari !!" teriak Saga mengejar hampir seribu pasukan Sobaria. Saga kembali mengamuk menebas semua prajurit Sobaria yang tersisa...sesuai sumpahnya tak satupun prajurit Sobaria di biarkannya pulang ke Sobaria.


Melihat semua sudah terkapar, Saga baru tersenyum puas.


" Cih ... kalian ingin pulang , jangan harap .. pasukan !! kita kembali ke perbatasan !" titahnya begitu menyelesaikan misi dendamnya


Raja Max yang mendengar sisa prajuritnya yang di bantai habis di dekat perbatasan kerajaan mereka sangat geram.


" Kurang ajar kau Saga... berapa ribu prajurit ku yang kau bantai " omelnya kesal


" Ada apa paman... mengapa kau terlihat begitu kesal ??" tanya Erden yang baru kembali dari tugas lapangannya, Max berusaha tersenyum melihat Erden ....ia tak mungkin memberitahu kebenarannya pada Erden


" Tidak apa-apa Erden, aku hanya rindu dengan putriku....sudah 3 bulan ia tidak pulang, apa kau tak rindu juga dengan ibumu ??" tanya Max balik


" Tentu saja rindu paman, tapi paman tak mengizinkan aku pulang !!"


" Kau bulan depan akan ujian Erden, jika kau pulang sekarang nanti tak konsentrasi ....bersiap saja untuk ujianmu, bagaimana jika aku meminta ibumu ke mari sambil menemani Sofia ??" lanjut Max


" Ya paman....aku sudah sangat rindu pada ibu !!" sahut Erden begitu senang


" Baiklah aku akan mengutus prajurit untuk menjemput mereka !!" sahut Max sambil tersenyum simpul


" Aku juga sangat rindu pada ibumu Erden....aku butuh pelampiasan untuk menghilangkan stress ku akibat perbuatan Saga !!" ucap Max dalam hati, ia lalu menulis surat dan memerintahkan prajurit untuk menjemput keduanya.

__ADS_1


Max membuka sebuah kotak perhiasan yang berisi banyak perhiasan-perhiasan cantik yang sudah di sediakannya untuk Sora. Perhiasan cantik untuk wanita yang teramat cantik....itulah prinsip seorang Max


Tak memakan waktu lama, sekitar 3 hari kemudian rombongan yang menjemput Sofia dan Sora pun datang.


Max... istrinya dan juga Erden menyambut keduanya.


" Selamat datang anakku....permaisuri Sora !!" sambut Soraya sambil memeluk putri kesayangannya


" Ibu.... Sofia sangat rindu !!" cicitnya manja , begitu pun Erden yang langsung memeluk Sora


" Ibu....Erden sangat rindu , bagaimana keadaan ibu dan ayah juga adik- adikku ??" cecarnya membuat Sora tertawa


" Kami semua baik anakku sayang, sini ibu mau melihatmu dulu... oh Erden kau semakin kekar !!" ucap Sora dengan derai air matanya


" Tentu saja ibu... Erden seringkali memimpin perang dan Erden selalu menang !!" sahut Erden bangga


" Apa kau memimpin perang ?? raja Max bukannya anakku di sini untuk belajar menjadi raja bukan untuk memimpin perang !!" protes Sora...ia sangat cemas jika anaknya turun ke medan perang


" Turun ke lapangan juga merupakan bagian untuk bisa menjadi pemimpin yang tangguh Sora... tak perlu cemas, ia pria yang sangat tangguh ... " sahut Max... mereka lalu ke ruang makan dan makan bersama keluarga yang begitu harmonis


Puas berbincang setelah makan malam semua kembali ke kamar masing-masing, termasuk Sora. Sora segera mandi dan membersihkan tubuhnya sampai benar-benar bersih, Sora bahkan mengoleskan wewangian di tubuhnya dan memakai pakaian tidur yang begitu sexy lalu melapisinya dengan piyama tidurnya.


Sambil tersenyum ia pun merebahkan tubuhnya dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut, Sora menutup matanya karena ia sudah mengantuk namun belum lagi nyenyak tidurnya... ranjangnya bergetar karena seseorang menaiki ranjangnya dan menarik selimutnya berlahan.


Sora sudah tau siapa itu... ia diam saja dan membiarkan Max mengerayanginya. Bibir Max sosor sana sosor sini, tubuh Sora memanglah makanan yang begitu lezat bagi Max....dan kini ia sangatlah lapar karena sudah lama tak memakan Sora.


" Apakah kau tak merindukan aku sexy ??" bisiknya sambil bermain di gunung kembar Sora


" Aku rasa tidak botak ....aww !! " jerit kecil Sora karena Max mengigit tubuhnya dengan gemas


" Terserah kau rindu apa tidak, yang jelas aku sangatttt rindu..."


" Rindu padaku atau pada tubuhku ??" potong Sora

__ADS_1


" Kalian satu kesatuan sayang, dan malam ini akan begitu panjang untuk kita karena aku akan menyatukan diri denganmu sampai puas hah hah hah !! " sahut Max sambil memasuki Sora dengan sedikit kasar... ia sudah begitu bernafsu semenjak melihat Sora tadi sore yang datang memakai gaun ketat berwarna pink itu.


" Pelan sedikit Max...!!" pinta Sora karena Max memasukinya dengan begitu cepat, Max tak berkomentar... di satukan ya kedua tangan Sora di atas kepalanya lalu ia dengan cepat memompa dirinya mengambil kenikmatan yang begitu di rindukannya.


Max begitu menggila ....begitu pun Sora keduanya sama-sama saling membutuhkan , tanpa di saudarinya sepasang mata mengintip dari tempat rahasia di mana Max masuk tadi. Sepasang mata itu terus mengintip sampai keduanya melakukan pelepasan mereka bersama dengan mata berkaca-kaca.


Nafas memburu keduanya mulai terdengar tenang kembali, Max terus saja memandangi Sora tanpa berkedip membuat Sora jengah.


" Mengapa kau memandangiku seperti itu Max ??" tanyanya kemudian


" Katakan padaku apa rahasianya Sora, semakin hari kau semakin sexy saja padahal umurmu dengan istriku hanya beda beberapa tahun saja ??" tanyanya sambil tangannya meremas salah satu gunung Sora dengan gemas


Sora tersenyum simpul


" Maksudmu....mengapa tubuhku masih begitu kencang dan sexy berbeda dengan istrimu yang semakin menua ... begitu Max ??" ulang Sora...Max diam saja hanya tangannya yang kembali nakal mulai turun ke pinggul Sora dan meremasnya juga....sungguh tubuh Sora memang masih begitu kencang


" Tak ada rahasia Max....hanya saja aku rajin perawatan dan melakukan yoga ....itu saja , hentikan tangan nakalmu itu Max !!" tegur Sora kesal karena tangan Max tak juga berhenti , Max hanya terkekeh... ia lalu mengeluarkan sesuatu dari kotak kecil yang di bawanya


" Ini cantik....aku pesankan khusus untukmu !!" ucapnya lalu memasangkan sebuah gelang bertahtakan berlian yang sangat indah....setelahnya ia menciumi tangan Sora dan terus berlanjut ke seluruh tubuh Sora


" Sayang sekali... aku tak bisa meninggalkan kissmark di tubuh mulusmu ini Sora , jika bisa pastilah aku akan meninggalkan seribu jejak " ucap Max dan ia pun menarik selimut Sora kembali karena ia kembali on fire


" Ronde ke dua Max ??" tanya Sora


" Tentu saja... kau tau kan seperti apa kekuatanku , bersiaplah untuk ronde ke 3 dan 4 juga ahhh !!" ucap Max dan mulai memasuki Sora kembali


Kaki sepasang mata tadi mulai bergerak meninggalkan tempatnya berdiri dengan sangat pelan, ia takut jika keduanya mengetahui keberadaannya.. Desah keduanya mengiringi kepergiannya yang tertatih-tatih


Air matanya menetes semakin deras saat ******* keduanya semakin nyaring terdengar.......


Siapakah dia..??


Dia...dia...dia ??

__ADS_1


Sora yang selalu sexy



__ADS_2