
Saat fajar menyingsing .... Sarah tiba di rumah tebing air terjun, matanya di sajikan pemandangan yang begitu elok....saat bias cahaya matahari berpadu dengan percikan air terjun. udara yang begitu sejuk memasuki saluran pernafasannya membuat rasa lelahnya pun hilang.
Semalam Sarah berbaring bolak balik namun matanya tak juga mau terpejam. Yang membuatnya jengkel... jika ia memejamkan kedua matanya ia malah mengingat si kakak tampan , apakah ia merindukannya ??
Apakah kakak tampan juga merindukannya namun sepertinya tak mungkin, kakak tampan malah selalu mengusirnya...
Hufffff.... bukan perpisahan yang sulit ku tanggung kak, namun menahan rindu ini yang membuat dadaku serasa di himpit batu yang begitu besar.
Tak sengaja Sarah membuka catatan dari kakeknya, peta menuju ke rumah tebing... menurut kakeknya kemungkinan besar di sanalah kedua orang tuanya berada... akhirnya setelah berjam-jam tak bisa juga tidur , Sarah meninggalkan vila menuju rumah tebing air terjun setelah menulis sebuah surat dan meletakkannya di meja makan.
Puas menikmati keindahan alamnya, Sarah berjalan pelan menuju sebuah rumah cantik yang terpelihara dengan baik.
Nampak seorang kakek tua tengah membersihkan halaman rumah yang di tumbuhi begitu banyak bunga
" Selamat pagi kakek...!!" sapa Sarah... pria tua itupun menatap Sarah kaget
" Nyonya Ama... oh bukan, siapa kau gadis muda...?? bagaimana kau bisa sampai ke mari ??" tanya sang kakek setelah memastikan bahwa bukan Amara yang berada di depannya
" namaku Sarah... aku sedang mencari pemilik tempat ini " sahutnya
" Maksudmu jendral Saga ??"
" Ya dan juga nyonya Amara " jawab Sarah dengan mata berbinar
" Siapa mereka bagimu nak ??" tanya sang kakek
" Jika aku mengatakan bahwa aku adalah anak mereka apakah kau percaya kakek tua ??" jawab Sarah
Mata tua sang kakek langsung berkaca...
" Akhirnya kau datang juga , tentu saja kakek percaya.... kemari masuklah, jendral Saga sudah memerintahkan kakek tua ini untuk menjaga tempat ini sampai kau datang mencari mereka ... mari...mari masuk nona muda !!" ajak sang kakek
Dada Sarah berdegup kencang mendengar ayahnya sudah mempersiapkan kedatangannya... jadi mereka tau aku akan mencari mereka ❤️❤️❤️ hati Sarah langsung menghangat
Mata Sarah kembali di suguhi pemandangan dalam rumah yang begitu mewah... mulutnya sampai ternganga melihat isi rumah yang begitu mewah bertolak belakang dengan penampakan luar rumah yang terlihat sederhana.
" Nona pasti lapar... tunggulah sebentar, saya tadi sudah membuat sarapan!!" pinta sang kakek
" Baik kakek ... terimakasih , boleh Sarah berkeliling ??"
" Silahkan nona.. silahkan, semua yang ada di sini adalah milik nona !!" sahut sang kakek
Sarah membuka salah satu kamar dan melihat isinya....sebuah kamar yang besar dan begitu mewah, sepertinya ini adalah kamar ayah dan ibunya... ia membuka sebuah lemari dan melihat beberapa pakaian pria dan wanita yang terlipat rapi..Sarah mengambil salah satu baju ayahnya dan menciumnya...
__ADS_1
" Wangimu masih tersimpan di sini ayah..." cicitnya
" Ini kamar jendral dan nyonya Amara... nona " ucap Kakek
" bolehkan aku tidur di sini kek ??"
" Tentu saja nona... tapi jendral sudah menyiapkan sebuah kamar untuk nona, apa nona mau melihatnya ??"
" Apa ....sebuah kamar untukku ?? benarkan ??" tanya Sarah tak percaya jika orang tuanya juga telah menyiapkan kamar untuknya
" Ini kamar anda nona....setiap tahun jendral dan nyonya selalu mengirimkan pakaian dan aksesoris untuk nona " jelas kakek sambil membukakan sebuah lemari besar di dalam kamar tersebut
Begitu banyak pakaian tersusun rapi...mulai anak-anak sampai dewasa, yah setiap tahun keduanya tak pernah menyerah menunggu kedatangannya
" Surat ini datang bersama setiap kiriman tiap tahunnya nona !!" ucap Kakek lalu menyerahkan setumpuk surat padanya... kakek lalu meninggalkan Sarah, ia tau Sarah perlu waktu untuk mencerna semua ini
Sarah mengambil sebuah pakaian yang menurut kakek baru datang beberapa Minggu yang lalu, sebuah gaun yang sangat indah... ia pun Menganti pakaiannya yang sudah beberapa hari tak di gantinya dan ternyata gaun itu begitu pas untuknya... Sarah tersenyum sambil mematut dirinya di cermin
" kau cantik Sarah... sangat cantik, sungguh bodoh si kakak tampan itu jika tak menyukaimu !!" ucapnya pada diri sendiri sambil tertawa cekikikan sendiri
Sarah lalu membaca satu persatu surat yang dikirimkan kedua orang tuanya itu. Intinya mereka begitu merindukan dirinya.. mereka bukan membuang Sarah namun mereka tak berdaya atas keinginan raja naga. mereka sangat menanti-nantikan kedatangan Sarah, bagaimana sekarang ternyata ia sudah memiliki 3 adik lagi....dan mereka tinggal di sebuah pulau di kerajaan Hodun
" Anakku jika kau membaca surat ini berarti kau sudah sampai di rumah kita... tunggulah di sana ayah dan ibumu akan datang untuk menjemputmu nak !!" salah satu bait pesan dari Saga, air mata Sarah menetes membaca setiap surat tersebut
" Oh ibu....ayah, ternyata kalian sangat merindukanku hik hik hik " cicitnya
" Entah karena lelah atau rasa lega atas pertanyaannya selama ini, Sarah akhirnya tertidur di ranjang sambil memeluk sebuah boneka yang juga dikirimkan oleh Saga
Kakek yang semula ingin menyilahkan Sarah makan akhirnya menutup kamar Sarah sambil tersenyum
" Jendral.... putri anda tumbuh menjadi gadis yang begitu cantik " ucapnya... sang kakek lalu menulis sebuah surat dan segera mengirimkannya melalui burung pengirim surat yang sudah di peliharanya selama ini.
🌹🌹🌹🌹
Sementara itu kepanikan terjadi di vila Saga...
" Bagaimana bisa Sarah menghilang ?? tak mungkin kan dia pergi tanpa pamit... apa kau memarahinya Alma ??" tanya Aflan
" Tidak tuan... untuk apa saya memarahinya, nona tersebut hanya menanyakan keberadaan jendral dan nona Amara....saya bilang hanya tuan dan nyonya Isla yang mengetahui keberadaan jendral ... itu saja " jelas Alma
" Tunggu Aflan... apa itu sebuah surat ??" tanya Isla melihat sebuah kertas di atas meja makan, Isla lalu mengambilnya dan ternyata benar itu adalah sebuah surat
" Maaf jika saya pergi tanpa berpamitan, Sarah tidak bisa tidur... jadi Sarah melanjutkan perjalanan saja, terimakasih atas kebaikan kalian bibi... paman !!"
__ADS_1
pesan yang tertulis di kertas tersebut
Aflan bergegas menemui prajurit yang berjaga dan menanyakan apakah semalam ada yang melihat Sarah pergi. Salah satu prajurit menunjuk ke arah gunung di mana jalan menuju ke rumah tebing berada
" Isla nampaknya Sarah menuju ke rumah tebing, jadi benar ia adalah anak Jendral dan Amara... namun bagaiman ini, apakah aku menyusulnya ke sana ?? sedangkan pemakaman ibuku akan di lakukan besok " tanya Aflan bingung
Selama ini Aflan dan Isla memang masih tinggal di kerajaan Hadon, kali ini keduanya pulang karena ibu Aflan meninggal dunia.
" Jika kau mengizinkan... biar aku yang menyusul Sarah, kau pulanglah dulu ke kampungmu....nanti aku akan menyusul jika urusan dengan Sarah selesai !" saran Isla
Akhirnya Aflan setuju...Aflan pun melanjutkan perjalanan ke kampung halamannya sedangkan Isla menyusul Sarah ke rumah tebing .
Sore hari baru Isla sampai ke rumah tersebut karena ia harus melepas Aflan pergi dulu baru bisa bergerak... buku kuduknya merinding mengingat peristiwa masa lalu yang begitu mengerikan. Bergegas Isla membuka pagar rumah dan mengetuk pintu
" kakek... kau di dalam ??" tanyanya.. pintu pun terbuka
" nyonya Isla...?? silahkan masuk " ucap Kakek sambil membukakan pintu
" Apakah gadis itu sudah sampai paman ??" tanya Isla
" Ya ....nona sampai tadi pagi, ia sedang tidur bahkan belum sarapan... sepertinya ia sangat lelah " jelas kakek
" Kau sudah mengirim kabar pada jendral ??" tanya Isla
" Ya nyonya... sudah !!"
" Di mana dia ??" tanya Isla lagi
" Nona Sarah di kamar itu !!" tunjuk Kakek....Isla pun mendekat dan membuka kamar itu berlahan... matanya kembali membulat
" mana dia paman...?? kamar ini kosong ??" tanya Isla kembali kaget
" Jangan bilang gadis itu sudah pergi lagi ??" cicitnya sambil melepak kepalanya
" apa...???" beo sang kakek kebingungan
Kemana lagi kah si Sarah ??
Hadehhh ngak betah amat si doi 🤣🤣
See you next eps
Jangan lupa untuk like komen dan vote ya
__ADS_1