Deep Heart

Deep Heart
214. Menyerah


__ADS_3

Erden keluar dari kamarnya dengan senyum lebar.... hari-harinya kini penuh dengan kebahagiaan, setiap pagi ia bisa bermanja mandi bersama pujaan hatinya lalu makan bersama di kamar....sungguh hatinya sangat berbunga kini, mengapa kita baru bertemu Sarah... jika kita lebih cepat bertemu pasti kita sudah di kelilingi anak-anak kita... cicitnya dalam hati


" Selamat pagi paduka, seperti nya anda sangat bahagia pagi ini ??" sambut Marco ikut bahagia melihat senyuman yang tak habis-habisnya di wajah Erden


" tentu saja Marco, kegiatan malamku sangat menyenangkan sekarang ha ha!!" sahutnya senang


" Di mana ibuku ?? bukannya ia ingin bertemu denganku ??" tanya Erden


" Permaisuri Sora sudah pulang ke Sobaria!!" jawab Marco


" Apa...?? mengapa begitu mendadak ?? dan mengapa ibu tidak pamit padaku ?? apa ibu marah padaku Marcon??" tanya Erden kaget


" Tidak paduka... hanya saja ada surat dari Sobaria yang memerintahkan agar permaisuri Sora segera kembali "


" Oh begitu... ya sudahlah, mungkin itu yang terbaik... jika ibu masih di sini ia pasti terus merecoki rumah tanggaku karena tidak puas dengan gadis pilihanku " jawab Erden lagi


" Betul paduka... sekarang apa anda mau bekerja ??"


"'Ya... aku harus bekerja menyelesaikan semua permasalahan yang ada, karena lusa aku dan Sarah akan segera mencari kedua orang tua Sarah untuk meminta restu " jawab Erden membuat langkah kaki Marco terhenti


" Ada apa Marco ??"


" ee begini paduka.... apakah perlu mencari kedua orang tua nona Sarah ?? bagaimana jika nanti kedua orangtua nona tidak merestui hubungan kalian ?? apa tidak sebaiknya paduka pergi berbulan madu saja dulu jika nanti nona Sarah hamil baru menemui mereka ??" pinta Marco cemas


" What...?? tidak Marco kasihan Sarah, semenjak kecil ia bahkan belum bertemu dengan keduanya... ia pasti rindu dengan mereka ??" tolak Erden


" Tapi.... "


" Orang tua mana yang akan menolak aku sebagai menantu mereka Marco ?? seorang raja besar dan tampan ini hah ??" sahut Erden penuh percaya diri


" bagaimana jika Sarah adalah dari pihak musuh ??" lanjut Marco


" Aku tidak takut Marco, aku akan tetap meminta restu dan bernegosiasi ....kau tau aku ahli di bidang itu bukan ??" lanjut Erden... Marco hanya bisa diam, ia tak mungkin melarang rajanya itu untuk mencari orang tua Sarah hanya dengan alasan yang belum pasti...

__ADS_1


Marco hanya bisa melihat ke langit sambil berdoa...ia hanya bisa berharap Sarah bukanlah anak dari jendral Saga


" Lagi pula aku sudah tak sabar untuk mengumumkan pada seluruh rakyat ku bahwa Sarah adalah permaisuri Mongun, aku akan membuat pesta pernikahan termegah untuk merayakan persatuan kami !!" ucapa Erden itu semakin membuat Marco khawatir


" Mengapa kau malah melamun Marco... ayo kita bekerja !!" ajak Erden, keduanya lalu menyelesaikan pekerjaan sebanyak mungkin agar lusa Erden bisa segera menemani Sarah mencari kedua orang tuanya.


❤️❤️❤️❤️


pagi yang indah....seindah dua sejoli yang tengah di mabok cinta. Selesai dengan persiapan nya ....Erden dan Sarah pun pergi meninggalkan Mongun. Keduanya hanya pergi berdua tanpa Marco mengawal karena Marco di beri tugas untuk mengawasi kerajaan.


" Jadi kita ke kerajaan Hodun cantik?? " tanya Erden sambil mengeratkan pelukannya di pinggang Sarah, seperti biasa keduanya menaiki satu kuda saja tentu karena Erden yang menginginkan nya.


" Hem... iya , berapa lama baru kita sampai kak ??" tanya Sarah


" jika kita berjalan santai seperti ini mungkin satu Minggu "


" Apakah sejauh itu kak ??" tanya Sarah lagi


" Ya begitulah.... apa kau tau alamat pastinya di mana orang tuamu berada ??" tanya Erden lagi


" bibimu ?? kau tak bilang kalau punya bibi... di mana dia ? mengapa kau tak pernah mengenalkan nya padaku ??" tanya Erden


" Dia bukan bibi kandungku kak....bibi adalah sahabat ibuku, namanya bibi Is...."


" Sarah ... lihatlah, rerumputan di sana begitu luas, ayo kita beristirahat di rerumputan itu !!" potong Erden membuat Sarah tak selesai berbicara


Erden menarik Sarah ke tengah padang yang penuh rerumputan....


" Ayo... aku akan membuat tenda di sini, kita akan bermalam di sini !!" ucap Erden


" tapi kak... ini belum lagi Sore, kita masih bisa melanjutkan perjalanan dulu " protes Sarah, namun Erden malah menarik tangan Sarah hingga keduanya terjatuh ke atas rerumputan, Erden mengukung Sarah dengan kedua tangan kekarnya...


" kakaaakkk lepaskan!!" cicit Sarah... ia sudah hapal dengan kelakuan suaminya ini awalnya hanya memeluk lama-lama...... pasti bercinta

__ADS_1


" Aku akan melepaskanmu, tapi kau jangan kemana-mana... berebah saja di sampingku, ada yang ingin kubicarakan denganmu sayangku !!" ucap Erden....Sarahpun mengangguk


Erden bertelentang lalu melebarkan salah satu lengannya untuk menjadi bantal bagi Sarah, keduanya lalu berbaring sambil menatap langit yang mulai berwarna ke kemerahan... karena matahari sudah mulai menuju ke pembaringannya....


" Ada apa kak ??" tanya Sarah


" Sarah... seandainya nanti kita bertemu dengan kedua orangtuamu, dan mereka tak merestui hubungan kita .... apa yang akan kau lakukan ?? apa kau akan meninggalkan aku ??" tanya Erden tiba-tiba membuat Sarah kaget


" Mengapa Kakak bertanya seperti itu ??"


" Aku hanya bertanya... seandainya begitu apa yang akan kau lakukan ?? kau akan mengikuti orangtuamu dan meninggalkan aku atau kau akan mengikutiku dan melawan orang tuamu ??" tanya Erden serius, Sarah segera naik ke dada Erden... ia memandangi wajah tampan Erden dan menatap manik mata pria yang sangat di cintainya itu....


" Jika kakak menjadi aku... apa yang akan kakak lakukan ??" tanya Sarah balik


" aku akan tetap memilihmu Sarah, walaupun semua keluarga menentangnya... kau tau itu dengan pasti Sarah, karena aku mencintaimu melebihi nyawaku sendiri " jawab Erden mantap... Sarah tersenyum lebar mendengarnya


" Ow kakak tampanku... kau sangat menggemaskan " cicitnya


" Itulah juga jawabanku kak... Sarah akan tetap menjadi istri kakak, apapun yang terjadi " bisiknya sebelum mencium bibir Erden dengan mesra.... Erden tentu tak menyia-nyiakan bibit Sarah yang sangat nikmat itu


" Kakak.... jangan , nanti ada yang melihat !!" cegah Sarah saat Erden mulai menaikan atasannya dan hendak bermain dengan si kembar


" tenanglah cantik.... kita aman !! ucap Erden sambil tersenyum miring.... memang mereka hanya pergi berdua dengan satu kuda namun di sekitar mereka puluhan pengawal mengawal tak terlihat dan mengamankan perjalanan Erden hingga tak ada siapapun bahkan seekor semutpun bisa menganggu keduanya.


" Kakak... aman bagaimana ?? kita bahkan belum membuat kemah !!" cicit Sarah saat atasannya kini sudah terlepas dari tubuhnya


" Kita tak memerlukannya sayang, sudah nikmati saja bukankah kita belum pernah melakukannya di alam bebas ?? " bujuk rayu dan cumbuan maut di lancar kan Erden membuat Sarah akhirnya menyerah dan menikmati permainan yang di hidangkan suaminya itu .


" Kakak....!!" desah Sarah berulang kali , sedangkan Erden terus saja bergerak semakin lama semakin cepat .... membawa keduanya terbang hingga ke langit ke tujuh


🤪🤪🤪🤪


Maaf ya jomlois... onel lagi mabok pengen nulis yang semriwing aja 🤭🤭🤭🤭

__ADS_1


See you next eps


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya


__ADS_2