Deep Heart

Deep Heart
52. Paman.....


__ADS_3

" Pagi..... langsung saja putri, aku minta kau membatalkan lamaran ini !!" ucap Saga membuat Sophia tersentak


" Mengapa jendral ?? " tanya Sofia bergetar


" Aku tidak mencintaimu... " sahut Saga


" Bukan masalah jendral... aku tidak keberatan, seiring waktu aku pasti bisa membuatmu jatuh cinta padaku " sahut Sofia percaya diri


" Jangan memaksaku putri, aku sudah memiliki seorang wanita yang mengisi hatiku " sahut Saga lagi


" Bukan masalah untukku... aku percaya lambat laun kau akan mencintaiku jendral, karena tak ada wanita yang lebih baik dariku untukmu jendral " jawab Sofia lagi


" Jika aku tak pernah bisa mencintaimu... bukankah itu akan membuatmu tersiksa ??"


" Tidak apa-apa jika kau tak mencintaiku jendral...selama kau memberiku kesempatan untuk mencintaimu "


" Jadi kau tak keberatan aku tak mencintaimu ?? pegang kata-kata mu ini putri, jadi jangan pernah mengeluh padaku kedepannya !!!" ucap Saga lagi lalu meninggalkan Sofia dengan perasaan kesal


" Tuan putri ... apa sungguh tak apa-apa begitu ??" tanya para dayang


" Yang penting aku bisa mengikatnya dulu... masalah selanjutnya kan ada tabib Maya dengan kekuatan sihirnya , dalam sekejap jendral Saga akan jatuh ke pelukanku ha ha ha ha " sahut Sofia sambil tertawa senang


Ya.....Sofia sudah tau ada wanita lain di hati Saga, tapi tabib Maya sudah berjanji akan membuat ramuan dan mantra agar jendral Saga bisa jatuh cinta padanya ... jadi apa yang harus di khawatirkan nya ??? tak ada , seorang Sofia tak pernah gagal mendapatkan apapun yang diinginkannya


Xoga pun menemui raja Sobaria dan memberitahu syarat dari Saga yang ingin memiliki selir


" Apa... belum juga menikah dia sudah mengajukan hal seperti itu ?? ini namanya penghinaan !!" tolak raja Sobaria


" Maaf raja... kami sungguh tak tau jika Saga sudah memiliki kekasih, maka dari itu saya hanya bisa memikirkan solusi itu agar hubungan ini bisa berlanjut " sahut Xoga


" Tapi apa kurangnya putriku hingga jendral Saga ingin memiliki selir ??" protes nya lagi


" Ayah... tidak apa-apa, Sofia tidak keberatan !!" potong putri Sofia membuat raja terkejut

__ADS_1


" Putriku... bagaimana mungkin kau tak apa-apa?? hal itu akan membuat hatimu terluka sayang, ayah tak ingin melihatmu menangis " ucap Raja Sobaria yang di angguki oleh ibundanya


" Sungguh ayah... dengan syarat acara besok langsung menikah saja tak perlu lagi pertunangan ya ayahhhh...." pinta putri Sofia mengagetkan semua yang hadir


" Tapi putriku... kakakmu belum lagi di beritahu akan hal ini " protes ibunda ratu


" Biar saja ibunda... bukankah lebih baik jika langsung pernikahan jadi tak perlu banyak membuang waktu " ucap Sofia mantap


" Jika itu yang kalian inginkan....saya akan mengaturnya, tapi apa kau sungguh tak keberatan jika jendral Saga memiliki selir putri Sofia ??" tanya Xoga sekali lagi untuk lebih menyakinkan


" Iya tuan raja... aku yakin akan bisa membuat jendral Saga melupakan wanitanya dan akan mencintaiku sepenuhnya nanti " sahut Sofia lagi... semua terdiam, raja dan ratu Sobaria sudah paham karakter putri mereka yang tak bisa di tolak keinginannya... Xoga dan Sora saling pandang, sebenarnya keduanya lebih khawatir dengan Saga .


Apakah Saga akan menerima jika besok itu adalah acara pernikahan bukan pertunangan ??apakah ia masih akan mau hadir di acara tersebut ?? jika ia tak mau bagaimana nasip kerajaan mereka ??


" Suamiku.... seperti nya kau harus berbicara sekali lagi dengan adikmu itu, aku tak mau besok acara malah runyam !!" bisik Sora yang di angguki oleh Xoga


" Tapi ... kau temani aku ya !!" pinta Xoga... Sora pun mengangguk paham


" Baiklah ... kita sepakat, besok adalah hari pernikahan putri Sofia dan Saga... kalau begitu saya dan suami pamit dulu, banyak yang harus kami persiapkan !!" ucap Sora


" Saga... besok kau dan putri Sofia langsung menikah !!" ucap Sora tanpa basa-basi


" Apa....??? kalian gila !!" ucap Saga sambil melotot... tubuhnya bergetar hebat, ia sudah memegang gagang pedangnya... ingin sekali rasanya ia mengamuk saat ini. Sora yang melihat hal tersebut maju mendekat sambil membawa surat sakti di tangannya


" Terserah kau mau bilang kami gila atau apa, yang jelas.... jadilah anak yang baik, jika kau menolak silahkan kau robek surat dari ibunda suri ini ... orang yang membesarkanmu dengan tulus dan penuh kasih sayang ... kecewakan saja ibunda suri dengan menjadi pembangkang !!" ucap Sora membuka surat tersebut dan menyerahkannya ke pangkuan Saga.


Dengan tangan bergetar Saga memegang surat dari ibunda suri. Kenangannya mundur mengingat betapa ibunda suri adalah orang pertama yang memeluknya setelah ibu kandungnya meninggal . Ibu suri membesarkannya dengan penuh kasih sayang... walaupun tau ia adalah anak selir dari sang raja.


Cinta tanpa batas ibusuri lah yang membuat Saga bekerja keras membesarkan kerajaan , sebagai tanda bakti dan balas jasanya pada ibu suri. Namun apakah ia bisa menjalankan keinginan kakaknya ini dengan kondisi hatinya yang sudah di penuhi oleh Amara.


Saga membawa surat tersebut kembali ke kamarnya. Ia membaca surat tersebut berulang kali.


Saga begitu dilema

__ADS_1


" Ibu.. mengapa kau menulis surat ini ibu ?? aku lebih baik di suruh menghadapi 1000 naga daripada harus seperti ini... ibu... ibu...ibu... aaaaaaaaaaa !!!!!" Saga berteriak nyaring menumpahkan segala rasa di hatinya kini. Tangannya meraih botol minuman yang tersusun di kamarnya... Sagapun meminumnya sampai ia mabuk dan tertidur seorang diri.


Sementara Erden yang baru saja datang setelah di gantikan oleh Aflan kaget mendengar berita pernikahan pamannya yang akan di gelar besok hari pun bergegas menghadap ayahndan ibunya


" Salam ayah...ibu, Erden datang menghadap !!" sapanya dengan penuh hormat


" Anakku... kau sudah datang, oh ibu sangat rindu padamu !!" ucap Sora bergegas memeluk anak tertuanya itu


" Bagaimana kabar ibu ??" tanya Erden


" Baik nak... kau terlihat lebih berotot sekarang ?? apakah kau selalu bertempur di sana ??" cecar Sora


" Ya ibu... aku harus menempa ke ahlianki di Medan perang agar bisa sekuat dan sehebat paman .. ngomong-ngomong apakah benar besok paman akan menikah dengan putri Sobaria besok ??" tanya Erden penasaran


" Ya Erden... kami hanya menunggu kedatanganmu saja " jawab Xoga


" Tapi... bukannya paman sudah memiliki kekasih hati ?? bagaimana mungkin kini ia menikah dengan orang lain ??" tanya Erden mengagetkan keduanya


" Kau sudah tau pamanmu memiliki kekasih ??" tanya Sora....Erden mengangguk


" Mengapa kau tak memberitahu kami ?? kami menerima lamaran mereka karena kami fikir pamanmu selama ini masihlah sendiri " ucap Sora


" Apa ...??? jadi bukan paman yang menerima lamaran itu , lalu apakah paman setuju ... bagaimana jika paman nanti malah menghilang lagi ??" tanya Erden panik


" Pamanmu mau tidak mau harus setuju... karena ayahmu sudah memberikan surat dari nenekmu yang memerintahkan pamanmu agar menurut pada ayahmu " jawab Sora


" Apakah paman baik-baik saja ?? " tanya Erden... Xoga dan Sora terdiam, keduanya tak lagi bertemu dengan Saga setelah perbincangan tadi pagi


" Menurut penjaga.. pamanmu di kamar semenjak tadi, ia tak keluar sama sekali " ucap Sora


" Baiklah ayah ...ibu... Erden pamit , Erden mau istirahat dulu " pamit Erden dan bergegas keluar. Erden bukannya mau istirahat namun ia ingin segera bertemu pamannya


" Paman....apakah paman di dalam ??" tanya Erden sambil membuka pintu kamar Saga

__ADS_1


" Paman...?? paman ...ya ampun, paman apa yang terjadi... paman..paman...!!!" Erden berteriak mengagetkan para penjaga dan bergegas masuk untuk melihat apa yang terjadi


See you next eps sista


__ADS_2