Deep Heart

Deep Heart
138. Dilema


__ADS_3

Xoga begitu kaget....kecemasan langsung nampak di wajahnya


" Tidak... tidak seorangpun boleh menyakiti Astina, aku harus segera bertindak atau Astina akan bernasib seperti Amara " cicit Xoga dalam hati


" Tabib buatkan obat penawar racun terbaik ... buat dosis yang cukup sampai Astina benar-benar bebas dari racun tersebut !!" titah Xoga


" Baik tuanku raja , hamba permisi... sore ini hamba akan datang kembali sambil membawa obat untuk nyonya Astina " pamit tabib


" Dan kau Astina, setelah obat dari tabib datang... kau pergilah ke kampung halamanku, istana kecil yang kubangunkan untukmu sudah selesai..Tinggallah dulu di sana sampai aku bisa menangkap siapa yang berniat meracunimu " titah Xoga lagi....Astina diam, sebenarnya dia sudah tau siapa dalang di balik ini semua namun ia tak akan menyampaikannya pada Xoga, walau bagaimana pun Sora adalah istri sah Xoga... sedangkan ia bukanlah siapa-siapa


" Baik Xoga aku akan pergi " ucapnya patuh


" Maafkan aku Astina....sebenarnya aku sudah tau siapa yang melakukan ini, pasti Sora namun aku tak akan mengatakannya padamu , aku tak mau kau merasa ketakutan " ucap Xoga sambil memeluk Astina....membuat kaget Astina


" Kau mencurigai istrimu Sora ??" beo nya


" Sora memang sudah agak berbeda beberapa bulan terakhir, entah apakah itu karena ia mengetahui tentangmu atau karena hal lain "


" Berubah bagaimana ??" tanya Astina


" Sudah beberapa bulan ia tak mau bercinta denganku, biasanya jika beberapa Minggu aku tak menyentuhnya ia akan protes ... namun kini walau aku menawarkan untuk memuaskannya... Sora malah menolak , kurasa itu karena ia marah setelah mengetahui tentang kita " jelas Xoga


" Lalu dari mana kira-kira Sora tau, namun anehnya jika memang Sora tau mengapa dia diam saja....bukankah jika menilik sifat Sora, ia akan mengamuk dan mungkin akan membunuhku terang terangan bukan memberikan racun berlahan seperti sekarang ini " Xoga menghela nafas panjang


" Entahlah Astina, namun untuk keselamatanmu ikuti saja perintahku. Diam saja di istana baru milikmu sampai keadaan aman " pinta Xoga


" Lalu bagaimana kau menjelaskan jika Sora mencariku ??" tanya Astina


" Kau buat surat pengunduran diri ke istana dengan alasan ingin merawat keluargamu ... aku rasa itu cukup untuk menjadi alasan"


" Baiklah Xoga...."


" Jangan lupa kau bawa satu orang saja dayang... yang benar-benar kau percaya, aku yakin di antara dayang-dayang di sini ada mata-mata Sora dan dialah yang meracunimu berlahan " ucap Xoga


Astina melihat ke arah luar di mana Saga dan Erden masih terlihat berlatih bersama dan banyak dayang dan prajurit yang menonton keduanya, Astina lalu menutup jendela dan mengunci pintu kamarnya


" Mengapa kau mengunci pintu kamarmu Astina ??" tanya Xoga ....Astina lalu membuka gaunnya membuat kaget Xoga

__ADS_1


" Aku ingin melayanimu sebelum pergi dari sini Xoga " ucap Astina lalu menarik Xoga ke ranjang


" Tapi Astina ... kau sedang sakit, mana aku tega !!" tolak Xoga


" Racun itu tak akan membunuhku Xoga, aku sudah lebih baik...." ucapnya lalu duduk di pangkuan Xoga, tangannya melingkar di leher Xoga....


" Sungguh Astina... kesehatanmu jauh lebih penting dari pada hasratku saat ini " tolak Xoga lagi


" Sudah lama aku tidak melayanimu Xoga, izinkan aku melayanimu sebelum kita akan berpisah !!" pinta Astina


Xoga pun langsung menyambut pelukan mesra Astina


" Aku sangat mencintaimu Astina.... " ucap Xoga sambil memasuki Astina


" Aku lebih mencintaimu Xoga , lebih cepat lagi Xoga...ahhhh !!!" desah Astina membuat Xoga semakin meradang, keduanya pun menuntaskan hasrat mereka tanpa memperdulikan sekitarnya


Sementara itu di luar...


Semenjak pagi hingga terik matahari, paman dan keponakan itu tak berhenti bertarung....semakin banyak yang menonton keduanya bertanding... penonton bingung siapa yang akan menang, keduanya nampak seimbang...


Ting trank..... sebuah jurus pamungkas dari Saga menjatuhkan pedang Erden namun tendangan kaki Erden akhirnya menjatuhkan tubuh Saga... keduanya kembali dalam posisi seimbang...


" Perkembanganmu sungguh pesat Erden...paman salut atas kerja kerasmu !! selamat " puji Saga


" Paman juga hebat... masih bisa menandingi pemuda kuat seperti aku ha ha ha " balas Erden


" Paman... aku turut sedih dengan apa yang terjadi pada bibi Amara, aku bahkan belum bertemu dengannya dan melihat seperti apa wajahnya "


" Tidak apa-apa Erden " sahut Saga


" Katakan apa yang bisa Erden bantu paman ..?? katanya paman akan mencari bibi, aku akan membantu paman mencari bibi ya !!" pinta Erden


" Ya paman akan pergi mencari keberadaan Amara, kau tidak perlu membantu paman... kau baru saja pulang, bantu saja ayahmu mulailah belajar untuk menjadi seorang raja kelak, karena paman akan mengundurkan diri dari jabatan paman sekarang " tolak Saga


" Apa ?? paman akan berhenti menjadi jendral ?? tapi mengapa paman, paman kan bisa saja mengambil cuti saja untuk mencari bibi ??"


" Paman sudah bertekad Erden, jika paman sudah menemukan Amara ....paman akan membawanya ke rumah di tebing air terjun dan kami akan tinggal di sana selamanya " ucap Saga

__ADS_1


" Paman yakin ??" tanya Erden


" Ya Erden, cukup sudah aku mengurus kerajaan selama ini....sekarang saatnya paman menikmati sisa hidup paman sesuai dengan keinginan paman " papar Saga


" Paman aku sungguh tak mengerti, paman masih begitu muda untuk pensiun.... jangan begitu , kerajaan masih sangat membutuhkan paman !!" protes Erden


" Kau nanti akan mengerti jika sudah memiliki pujaan hati seperti paman , sekarang memang kau tak mengerti karena belum mengalaminya "


" Siapa bilang Erden belum mengalaminya, Erden sekarang sudah punya kekasih hehe " bisiknya mengagetkan Saga


" Sungguh... siapa gadis yang kurang beruntung itu ha ha "


" Paman ....😡😡!!" Rajuk Erden


" Paman hanya bercanda Erden, pantas saja kau begitu bersemangat... ternyata di dadamu sudah ada yang mengisinya , siapa namanya ??" tanya Saga


" Namanya Malika paman...ia sangattt cantik "


" Dimana dia sekarang ?? mengapa kau tak membawanya ke istana , karena seperti nya ayahmu belum tau "


" Malika ada di vila ku paman, aku tak akan mengenalkannya pada ayah atau ibu dulu paman...karena Malika adalah seorang budak. Paman tau kan bagaimana ibu " ucap Erden


.. Saga hanya bisa menghela nafas, siapa yang tak tau dengan sifat Sora... ia tak akan menerima anaknya memiliki kekasih seorang budak


" Jadi kau hanya akan menyimpannya di vila selamanya ??" tanya Saga


" Tidak paman... aku akan Menganti identitasnya terlebih dahulu... aku akan mencarikan orang tua sambung dari jajaran bangsawan , jadi ibu tidak tau jika Malika dulunya adalah seorang budak " jelas Erden


" Baiklah Erden.. lakukan apa yang kau suka, paman pamit , sampaikan salam ku pada Ayahmu dan Astina " pamit Saga


" Tunggu paman...!!"


" Ada apa Erden ??"


" Maukah paman ikut denganku sebentar untuk berkenalan dengan Malika ??" pinta Erden membuat Saga menghentikan langkah kakinya sesaat....


See you next eps

__ADS_1


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya


__ADS_2